WINGKO NGADI 1188

Oleh: Ayu Kurnia Utami

Usaha wingko merupakan salah satu usaha yang cukup berkembang sekarang ini. Dengan adanya usaha wingko dapat melestarikan makanan tradisional Indonesia dan juga memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada masyarakat dunia. Makanan berbahan dasar kelapa ini memang digemari banyak orang. Kebanyakan orang mengetahui jika wingko berasal dari Semarang. Namun wingko ternyata berasal dari sebuah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sehingga muncul istilah Wingko Babat sebagai penegasan bahwa wingko berasal dari Babat. Di Yogyakarta sendiri wingko sudah banyak terjual di berbagai tempat.

Salah satu usaha wingko yang berkembang di Yogyakarta yaitu Wingko Ngadi 1188. Wingko Ngadi 1118 dijalankan oleh Ibu Pipit bersama suaminya Bapak Dhani sejak Januari 2018. Meski usahanya tergolong masih baru, Ibu Pipit dengan telaten menjalankan usahanya. Sebelum menjalankan usaha wingko, sebelumnya Ibu Pipit mempunyai usaha catering. Wingko Ngadi 1188 mempunyai alasan unik dibalik namanya. Usaha tersebut dijalankan di rumah sendiri di daerah Ngadiwinatan Nomor 1188. Tepatnya di Jalan Kampung Ngadiwinatan Nomor 1188, RT 62/RW 12, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55261. Sebuah filosofi yang sederhana namun mudah diingat.

Wingko dapat menjadi oleh-oleh yang bisa dibawa dari Yogyakarta. Banyak turis asing juga mencoba wingko. Wingko yang dibuat Ibu Pipit mudah dibuat dan menggunakan bahan baku yang tidak banyak. Bahan baku wingko sendiri yaitu kelapa muda, jika wingko menggunakan kelapa yang sudah tua hasilnya akan tidak bagus dan cenderung keras. Selain kelapa muda juga menggunakan gula pasir dan tepung ketan. Sekarang ini wingko juga sudah bervariasi, ditambahkan bermacam-macam bahan. Namun wingko yang dibuat Ibu Pipit masih sangat original. Cara pembuatannya juga cukup mudah, buah kelapa dibersihkan dari kulitnya hingga bersih kemudian diparut dan dicampur dengan gula pasir, garam, vanili, dan air hangat. Selain menggunakan air biasa juga bisa menggunakan air kelapa. Selanjutnya adonan tersebut ditambah dengan tepung ketan. Takarannya untuk satu adonan wingko berisi 2,5 kg kelapa, 1 kg gula pasir, 1 kg tepung ketan, air 700 ml, dan garam serta vanili secukupnya. Dalam satu wadah adonan wingko, Ibu Pipit dapat membuat 90 wingko. Setelah semua bahan diuleni atau dicampur, wingko kemudian dipanggang sekitar 10-15 menit. Karena Wingko Ngadi 1188 tidak meggunakan pengawet maka hanya bertahan sampai 3 hari saja. Rasa Wingko Ngadi 1188 sendiri masih sangat asli dan khas.

Rumah Ibu Pipit terletak di sekitar homestay. Hal itu memberikan keuntungan tersendiri karena akan ada banyak tamu di homestay yang dapat memesan wingko. Para tamu yang menginap di homestay dapat menghubungi terlebih dahulu jumlah wingko yang akan dipesan. Proses pembuatan yang dilakukan di rumah sendiri ternyata menarik para tetangga, dengan aroma harum khas wingko membuat para tetangga ingin mencicipi.  Apalagi di daerah tersebut tidak ada yang menjual wingko selain Ibu Pipit. Pengemasan wingko dilakukan dengan memasukkan wingko satu per satu ke dalam plastik bening agar terjaga kebersihannya. Dengan plastik yang transparan akan memudahkan pembeli mengetahui jika wingko yang dijual masih baru.

Ibu Pipit menggunakan box makanan yang terbuat dari kertas untuk pesanan dan konsumen yang membeli secara langsung di rumah. Satu kotak makanan bisa digunakan untuk 20 wingko. Ibu Pipit juga memperluas usahanya dengan menjual wingko di pasar, tepatnya ada 6 pasar sebagai tempat Ibu Pipit memperjualbelikan wingkonya. Pasar tersebut diantaranya Pasar Sentul, Pasar Legi, Pasar Senin, Pasar Pathuk ,Pasar Janten, dan Pasar Wijilan. Toko yang dititipi Wingko Ngadi 1188 diantara di Pio Snack yang terletak di Pasar Sentul, Kartini Snack yang terletak di Pasar Legi, Snack Bu Narsih yang terletak di Pasar Jaten, Toko Bu Yanti di Pasar Pathuk, dan Topo Snack di Pasar Wijilan. Jadi jika kita ingin membeli Wingko Ngadi 1188 bisa datang ke toko tersebut dan juga rumah Ibu Pipit. Sistem pemasaran yang dilakukan Ibu Pipit yaitu Titip-Jual atau konsinyasi. Konsinyasi merupakan sebuah bentuk kerjasama penjualan yang dilakukan oleh produsen atau pemilik produk dengan penyalur (toko). Dimana pemilik produk nanti menitipkan barangnya kepada penyalur untuk dijual di tokonya. Dengan sistem tersebut Ibu Pipit dapat menitipkan wingko pada satu toko di setiap pasar. Sistem ini memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak. Ibu Pipit tidak perlu membuka lapak untuk menjual wingko, dan toko yang dititipi dapat menjual barang tanpa modal dan dapat memperoleh keuntungan. Satu wingko dijual oleh Ibu Pipit di rumah dan untuk pemesanan seharga Rp. 2000 sedangkan ketika dititipkan di pasar akan dijual seharga Rp. 1.700 dan biasanya toko yang dititipkan wingko akan menjual seharga Rp. 2000 untuk mendapatkan keuntungan tokonya sendiri. Ibu Pipit membuat serta menjual wingko setiap hari, setiap toko akan dititipi 25-40 wingko. Toko tersebut sudah menyediakan tempat atau wadah untuk menjual wingko Ibu Pipit. Jadi Ibu Pipit hanya membawa wingkonya kemudian meletakkan di wadah tersebut. Sekarang Ibu Pipit juga sedang mengumpulkan modal untuk membuat SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) dan membangun toko wingkonya sendiri agar Wingko Ngadi 1188 semakin dikenal banyak orang.

Wingko Ngadi 1188 sangat diminati konsumen terbukti dengan wingko selalu habis sebelum Ibu Pipit datang membawakan wingko lagi. Penghasilan bersih dari usaha Wingko Ngadi 1188 perbulan mencapai Rp. 4.080.000. Dalam pencatatan keuangan, Ibu Pipit sudah mempunyai catatan mengenai pemasukan dan pengeluaran. Dalam pemasukkan Ibu Pipit membuat laporan yang beda antara dijual di rumah dan pesanan dengan yang di jual di pasar. Meski pencatatan masih dilakukan dengan sederhana, dapat diketahui jumlah keuntungan yang diperoleh. Dengan demikian pencatatan akuntansi sangat bermanfaat untuk pelaku usaha, karena dengan adanya laporan keuangan dapat mengetahui kinerja usaha yang dijalankan.

256 comments

  1. Wingko ini sangat lezat dan mantul.. Cocok dimakan di musim dingin seperti ini baik sendiri maupun bersama orang orang yg tersayang.

    1. Artikel ini sangat bermanfaat. Banyak anak remaja jaman sekarang yang tidak tau makanan khas daerah. Artikel ini dapat menambah pengetahuan kita semua tentang makanan khas daerah khususnya wingko.

  2. Teknik penulisan sangat rapih dan baik.. Hanya ada kata ” dititipi” yg jika ingin diformalkan menjadi “dititipkan”.
    Sebaiknya dipaparkan pula bagaimana bisnis ini sudah banyak membantu ekonomi banyak orang.
    Misal ‘Wingko ngadi dibuat oleh Ibu -ibu yang tinggal di xxx, sehingga dengan berkembangnya bisnis ini, Ibu-ibu dixxx dapat produktif bekerja. Hal ini sangat membant u perekonomian di xxx’
    Semoga membantu 😄

  3. Teknik penulisan sangat rapih dan baik.. Hanya ada kata ” dititipi” yg jika ingin diformalkan menjadi “dititipkan”.
    Sebaiknya dipaparkan pula bagaimana bisnis ini sudah banyak membantu ekonomi banyak orang.
    Misal ‘Wingko ngadi dibuat oleh Ibu -ibu yang tinggal di xxx, sehingga dengan berkembangnya bisnis ini, Ibu-ibu dixxx dapat produktif bekerja. Hal ini sangat membant u perekonomian di xxx’
    Semoga membantu 😄

  4. Wingko adalah makanan tradisional dan khas di jogja,rata-rata masyarakat pasti menyukai makanan ini. Termasuk saya,saya juga suka wingko, jika saya jalan2 ke jogja pasti membeli wingko ini ditoko oleh-oleh sana.

    1. Artikelnya sangat sangat bermanfaat menurut saya, karena saya menjadi tau asal usul nama wingko babat, bahan – bahan yang digunakan serta cara memilah bahan yang baik untuk digunakan sebagai adonan wingko babat, selain itu artikel ini juga bisa memberikan motivasi untuk orang bnyak karena memulai usaha dapat dilakukan dari rumah sendiri dengan modal yang tidak besar tetapi dengan keuntungan yang menjanjikan asalkan kita jujur dan berikhtiar. Saya juga menjadi tau bahwa pencatatan akuntansi sangat bermanfaat.
      Artikel ini pun sangat bagus dalam penulisannya dan bahasanya yg mudah dipahami bagi para pembaca.

    2. Keren.. Dengan ada nya artikel dari ka ayu, aku yang berasal dari luar pulau jawa jadi tau tentang makanan tradisional ini. Meskipun sudah pernah berkunjung ke jogja sebelumnya aku belum pernah makan bahkan belum tau tentang makanan satu ini. Mungkin karena kalah saingan dengan makanan2 sekarang dan kurangnya pengetahuan diriku sendiri. Insyaallah saat aku berkunjung kejogja lagi aku bakal coba makanan satu ini. Makasih buat ka ayu atas artikelnya buat nambah wawasan

  5. Artikel yang menarik. Penulisannya juga rapi dan bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami oleh pembaca. Sehingga saat membaca tidak terasa banyak dan justru menikmati setiap topik yang dibahas

    1. Setelah membaca artikel ini saya jadi tahu kalau wingko itu dari lamongan sebelumnya saya kira wingko itu makanan khas semarang. Tata penulisan artikelnya juga rapih

  6. Artikelnya bener-bener informatif sekali. Banyak info baru yang kudapat selama baca artikel ini. Selama ini kita cuma tau bentuk makanannya saja tanpa mengetahui asal dan bagaimana proses pembuatannya. Artikel juga ditulis dengan rapi dan terorganisir tanpa melewati beberapa bagian. Artikel seperti ini yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk memperluas pengetahuan dan mengenalkan kepada masyarakat jajanan tradisional Indonesia. Terimakasih telah membuat artikel yang sangat informatif ini.

  7. Aku baru tau wingko itu apa setelah baca artikel ini hehe, artikelnya bermanfaat banget buat anak jaman sekarang yg kurang pengetahuan makanan daerah negara sendiri

  8. kue Wingko ini cocok disantap bersama secangkir teh/susu hangat. Selain cita rasanya yang khas nusantara kudapan ini mengenyangkan rasanya gurih, kenyal dan manis, melebur jadi satu didalam mulut. aku pernah liat bentuknya juga bervariasi seiring dengan perkembangan zaman ada yang bentuknya persegi, dan wingko gulung yang isiannya rasa cokelat, keju, kacang, dsb. semoga kue Wingko ini tetap ada sampai kapanpun dan tidak termakan zaman, buat ibunya semoga sehat selalu, dipermudah rezekinya dan makin laris aamiin🙇 thank you for nice artikel!!^^

  9. Yaampun, artikelnya sangat bermanfaat👍. Awalnya aku gak tau wingko itu apa 😭, tapi setelah baca artikel ini, aku jadi tau tentang wingko ini, dan juga wingko ngadi 1188. Nanti kalo ke jogja jadi pengen beli, dan nyobain langsung 😭👍. Terima kasih, artikelnya sangat membantu sekali, terutama untuk saya dan teman teman yang lainnya yang gak mengetahui adanya makanan tradisional ini.

  10. Setelah membaca artikel ini, aku jadi tau daerah asli asal wingko ini, cara pembuatannya, dan hal lain yg menambah pengetahuan tentang wingko. Bahasanya juga sangat ringan, sehingga mudah dipahami.

  11. Artikel ini sangat bermanfaat untuk orang seperti saya yang awalnya hanya tahu wingko yg sudah siap makan saja, lewat artikel ini saya jadi lebih tahu banyak mengenai wingko babat ini selain proses pembuatannya saja.

  12. Wahh makasih loh ilmu barunya..aku baru tau winko itu apa… Jadi pengen coba jg..ini tuh bermanfaat banget apalgi buat kami yg tinggal dibeda pulau

  13. Selama ini makan wingko gak pernah tau asalnya dari mana hehe😅 ngiler pengen nyoba wingko ngadi 1188 deh.
    Btw artikelnya kereen, penulisannya rapi baca nya jadi enak yang paling penting sih bermanfaat👍

  14. Kayanya boleh coba. Untuk pencatatan sudah bagus UMKM memiliki pencatatan dan setiap pencatatan umkm berbeda beda. 👍

  15. Terimakasih thor, Setelah membaca artikel ini saya semakin tahu tentang salah satu makanan khas jogja ini, yang biasnya cuma tahu cara makannya saja (π~π). Penulisannya rapi dan mudah dipahami. Terus menuliss tetap semangatt

  16. Artikelnya sangat bermanfaat min. Baru tau kalo wingko asalnya dari Babat. Mungkin generasi millenial yang lain juga baru tau.

  17. Setelah membaca artikel ini saya bisa lebih tau ttg makanan bernama wingko, dan cara pembuatannya. Bahasa yang digunakan juga ringan mudah dipahami. Artikel ini sangat bermanfaat bagi mereka yang tidak mengetahui jajanan bernama wingko

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *