Warung Makan Rakyat yang Merakyat

Oleh: Fadhilah Akbar

UMKM memiliki peran yang sangat besar didalam perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian PPN/Bappenas laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia belakangan ini meningkat sebanyak 0,05 persen. Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi itu terlihat dari geliat kegiatan usaha kecil yang signifikan, baik di sektor tradisional maupun modern melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Usaha mandiri yang dijalankan oleh masyarakat menengah ke bawah ini memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian bangsa. Yang menjadikan peran UMKM ini sangat kuat dalam menggerakkan roda perekonomian di Indonesia adalah karena keberadaannya tersebar di seluruh Indonesia dan meguasai 99 persen aktivitas bisnis di Indonesia.

Salah satu UMKM yang akan kita bahas pada kali ini adalah Pondok Dahar Tunggal Rasa milik mas Pur. Mas Pur mendirikan usaha warung makan ini pada akhir tahun 2007 di daerah alun-alun Ungaran (sekarang sudah pindah di Jl. Mt Haryono). Sebenarnya mas Pur sudah mulai bekerja pada tahun 2000 akhir sebagai karyawan di warung Mie Ayam Wonogiri milik paman beliau. Modal awal untuk membangun usaha warung makan tersebut sekitar Rp 20.000.000. kebetulan tidak ada biaya sewa untuk tempat berdagang nasi goreng ini. Dalam usahanya Mas Pur mendirikan dan menjalani usahanya seorang diri, terkadang beliau dibantu oleh isterinya. Beliau memulai bisnis ini mulai dari nol hingga sampai seramai sekarang. Beliau sangat gigih dalam mengembangkan usahanya. Semangat ini patut dicontoh masyarakat terkhusus generasi milenial penerus bangsa.

Pondok Dahar Tunggal Rasa ini berlokasi di Jl. Mt haryono. Sidomulyo, Ungaran Timur, Jawa Tengah (di sebrang kopi Heeh). Menu yang disediakan di warung tersebut cukup umum yaitu: Nasi goreng, mie goreng, mie rebus, kwetiau goreng, kwetiau rebus, dan cap cay. Harga yang ditetapkan yaitu Rp 13.000 untuk semua makanan. Nasi Goreng tunggal buka setiap hari mulai pukul 18.30 sampai habis, umumnya jam 00.00 sudah tutup. Terkadang mas Pur juga libur ketika ada halangan karena mas Pur yang mengerjakan usahannya seorang diri.

Dalam menjalani usahannya mas Pur mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 800.000 per harinya dan terkadang bisa naik diatas Rp 1.000.000 ketika sedang ramai atau hari libur panjang. Dengan penghasilan tersebut pastinya juga ada kendala yang dirasakan untuk menjalani usaha nasi goreng ini, seperti promosi, pencatatan keuangan, dan naik turunnya harga bahan baku. Dalam usahanya, mas Pur merasakan bahwasannya kegiatan pemasaran khususnya promosi untuk usaha nasi goreng yang ia jalani butuh kerja keras yang lebih untuk hal ini. Pada awal usahanya mas Pur mempromosikan usahanya dengan mengajak kerabat-kerabat dekat, teman-teman, dan komunitas-komunitas yang beliau ikuti. Untuk pencatatan keuangan, mas Pur tidak menggunakan pencatatan keuangan yang spesifik untuk mengatur keuangan usaha beliau. Karena tidak ada waktu untuk melakukan hal tersebut dan menurut mas Pur beliau sudah hafal dan terbiasa apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi untuk usahannya tersebut. Untuk mematok harga mas Pur juga tidak menggunakan perhitungan Harga Pokok Penjualan yang spesifik.

Untuk solusi yang bisa diberikan terhadap kendala-kendala yang paling dirasa dalam menjalani usaha nasi goreng tersebut bisa dilakukan hal-hal seperti; untuk promosi bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan sosial media seperti Instagram dan memasukkan warung nasi gorengnya ke dalam go food atau grab food agar semua orang dapat menikmati masakan mas Pur di rumah tanpa perlu mendatangi warungnya terlebih lagi warung nasi goreng yang lain sudah menerapkan hal tersebut. Untuk menarik para pembeli mungkin di dalam warung bisa disediakan TV atau speaker musik untuk menghibur para pembeli yang datang. Untuk pencatatan mungkin bisa dilakukan untuk mengetahui alokasi-alokasi biaya agar dapat dikeluarkan secara efektif dan efisien dan juga bisa mengetahui perkiraan penjualan ketika harga bahan baku sedang naik atau turun. Berikut solusi yang bisa dilakukan untuk bisa mengatasi kendala-kendala yang ada didalam usaha nasi goreng tersebut.

27 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *