Tenda Susu di Boyolali

Oleh: Muhamad Wahyu Setiady.

Boyolali memang dijuluki dengan kota susu dan termasuk kota penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah dengan produksi susu sapu sebanyak 110.000 hingga 120.000 liter per hari. Peternak sapi perah di Boyolali tersebar di sejumlah kecamatan di Boyolali, antara lain, Kecamatan Cepogo, Selo, Ampel, Musuk, Boyolali Kota dan Mojosongo. Produksi susu sapi itu kemudian disalurkan oleh Koperasi Unit Desa (KUD) maupun perorangan ke industri pengolahan susu di Boyolali, oleh karena itu banyak olahan yang terbuat dari susu, antara lain kerupuk susu, yougurt dan dodol susu.

Tenda Susu atau yang biasa disebut “TENSU” ialah salah satu UMKM yang bertempat di depan Kios Pasar Ngebong, No. 20, Pulisen, Boyolali yang menjual susu murni khas Boyolali. Tenda Susu didirikan pada tahun 2017, Pada awalnya dikarenakan belum banyaknya angkringan yang menyajikan susu murni di Boyolali, maka dari itu mereka mencoba untuk membuat angkringan menjual susu murni khas Boyolali, terdapat juga varian rasa yang bermacam-macam seperti susu kopi, susu coklat, susu jahe dll. Harga segelas susu di Tenda Susu juga bervariasi antara Rp.6.000 sampai Rp.15.000, yang cukup ramah di kantong dan selain menjual susu juga terdapat berbagai macam cemilan dan makanan, seperti nasibungkus, sate usus,dan roti bakar. Selain menjual susu disana juga terdapat perpustakaan mini yang bisa dibaca secara gratis sambil menikmati susu, dan bukunya pun juga bervariasi, seperti komik, novel dan buku cerita sejarah pun ada disana.

Tenda Susu mengambil susu langsung dari peternak sapi perah di daerah Kecamatan Musuk di Boyolali, yang memang suduh terkenal penghasil susu murni yang melimpah, disana 1 liter susu dapat didapatkan cukup dengan harga Rp.6.500 dengan kualitas susu yang baik. Tetapi terdapat kendala dikarenakan jarak yang cukup jauh dan akses transportasi jalanan yang belum baik.

Tenda Susu mengolah susu murni dengan memanakan di atas kompor dengan panci yang dapat menapung sekitar 8 liter susu murni, sampai susu itu panas tetapi tidak mendidih, karena bila susu mendidih dapat menyebabkan susu itu pecah dan tidak dapat dikonsumsi. Susu hanya dapat bertahan selama 2 hari, itupun harus ditutup rapat dan disimpan di freezer agar tidak basi.

Keuangan di Tenda Susu, Tenda Susu memiliki 3 pekerja, dan mencatat keuangannya tiap hari dan melaporkan kepada pemiliknya setiap sebulan sekali, jadi omset atau keuntungannya dikurangi untuk modal susu dan mengaji karyawannya dan segi pemasarannya menggunakan metode “Getok Tular” atau mulut ke mulut, misalnya berkomunikasi langsung atau saat bertatap muka dapat sekalian berpromosi, tetapi Tenda Susu juga telah memasarkan produknya melalui media sosial, seperti Instagram dan WhatsApp agar pemasarannya lebih optimal.

Saran yang saya berikan kepada Tenda Susu, yaitu tempatnya menurut saya kurang begitu luas tetapi masih nyaman menurut saya dan dapat membuka cabang di area Boyolali atau mungkin dapat membuka cabang di luar kota Boyolali, untuk memperkenalkan susu khas Boyolali. Dalam segi pelayanan dan penyajiannya sudah baik dan ramah membuat orang yang membeli senang dan nyaman.

75 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *