MIE AYAM DAN BAKSO PAK SUKAR MENJADI SALAH SATU MIE AYAM LEGENDARIS DI WATES

Oleh: Dwi Yoga Pratama

Mie ayam dan bakso Pak Sukar bertempat di Jalan Tentara Pelajar No.44, Wates, Kulon Progo lebih ditepatnya di depan RSUD Wates. Sesuai dengan namanya disana menyediakan makanan mie ayam, sawi ayam, bakso komplit, dan bakso kuah. Untuk minumannya disana menyediakan es teh, teh panas, es jeruk, jeruk panas, dan aneka minuman kopi. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, cukup dengan Rp 10.000 saja sudah dapat menikmati mie ayam atau bakso yang nikmat. Mie ayam disana terkenal dengan porsi yang besar dan juga rasa yang nikmat. Baksonya juga terbuat dari daging sapi asli tanpa campuran daging ayam. Pemilik usaha ini adalah Bapak Sukaryanto, beliau memulai usaha ini sudah sejak tahun 80-an. Pada awalnya beliau bekerja di Jakarta sebagai salah satu karyawan di salah satu usaha mie ayam disana. Tidak lama beliau bekerja disana karena beliau lebih memilih membuka usaha sendiri di Jakarta dengan berjualan keliling. Pada awal tahun 1990, beliau pulang ke Wates dan membuka warung mie ayam di depan RSUD Wates sampai sekarang. Beliau membuka usaha ini karena untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dalam sehari beliau bisa menjual sekitar 200an mangkok mie ayam dan ratusan butir bakso. Mie Ayam dan Bakso Pak Sukar buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Bapak Sukaryanto memasak sendiri bahan-bahannya seperti, semur ayam, bakso mentah, sambel, dan bumbu rempah yang berbeda dari yang lain. Pada awalnya beliau juga memproduksi sendiri mie mentahnya tapi seiring berjalannya waktu beliau tidak mampu secara fisik untuk membuat sendiri dan sekarang beliau mengambil mie mentah dari salah satu produsen mie mentah di daerah Wates. Dalam menjalankan usahanya beliau mempunyai tiga karyawan, jadi beliau sudah jarang ada di warung. Mie ayam dan Bakso Pak Sukar sudah mempunyai pelanggan tetap yaitu karyawan RSUD Wates dan tidak jarang beliau mendapatkan pesanan ke dalam RSUD Wates. Tidak hanya para karyawan, sering juga para pasien yang sedang berobat ke RSUD Wates menyempatkan mampir ke warung beliau hanya sekedar menikmati mie ayam ataupun bakso. Beliau juga menerima pesenan untuk hajatan atau catering. Untuk pesenan atau catering biasanya dilayani oleh anaknya yang juga sedang menduduki bangku perkuliahan.

Masih banyak hambatan dalam usaha Bapak Sukaryanto ini. Pertama, yaitu soal pemasaran produk yang hanya dengan mulut ke mulut belum melakukan pemasaran di media sosial maupun brosur. Mie ayam dan bakso Pak Sukar juga belum tersedia di Gofood maupun Grabfood. Pengunjung yang makan di warungnya biasanya mengetahui produknya dari tetangganya maupun pengalaman makan disana. Pada musim lebaran banyak pemudik yang mampir di warung Pak Sukar, mereka merupakan pelanggan pada saat sekolah atau sebelum mereka merantau. Kedua, masalah tempat parkir maupun tempat makan yang minimalis. Parkir  yang tersedia hanya muat sekitar 15 sepeda motor dan untuk mobil parkir di seberang jalan. Warung makan seluas 6 x 6 ini hanya muat sekitar 20 orang saja. Ketiga, tidak adanya fasilitas toilet di warung ini, pengunjung yang bertanya tentang keberadaan toilet biasanya diarahkan ke toilet masjid yang berada tidak jauh dari tempat ini. Masalah keuangan Bapak Sukaryanto masih mengelolanya sendiri sekedar pemasukan dan pengeluaran. Belum melakukan pencatatan secara detail.

Solusi dari penulis untuk mengatasi permasalahan ini adalah sebaiknya Bapak Sukaryanto mengembangkan usahanya dengan mengembangkan tempat usahanya menjadi lebih luas dan besar dengan pindah tempat karena tempat yang sekarang sudah tidak dapat berkembang. Pak Sukar bisa membuat tempat usaha dengan konsep persawahan yang masih asri, berkapasitas banyak dan tersedia tempat parkir yang luas. Dan didukung dengan adanya fasilitas seperti toilet dan mushola menjadi lebih menarik. Tempat seperti bisa dijadikan tempat makan keluarga yang nyaman dan juga bisa menjadi tempat kumpul anak-anak muda. Solusi yang kedua sebaiknya Pak Sukar memulai promosi dengan cara online, bisa iklan lewat Instagram ataupun yang lain. Beliau sebaiknya juga memasarkan produknya lewat aplikasi Gofood maupun Grabfood. Beliau juga dapat menawarkan di tempat-tempat wisata di Kulon Progo agar usahanya bisa menjadi salah satu ampiran wisatawan asing maupun lokal. Penulis yakin dengan melakukan pengembangan usaha tersebut usaha Bapak Sukaryanto akan menjadi lebih rame pengunjung dan lebih banyak dikenal. Tidak hanya itu, beliau juga bisa menambahkan menu baru diusahanya dengan menggandeng umkm kecil lainnya dengan sistem bagi hasil. Dengan begitu Bapak Sukaryanto juga ikut andil dalam memajukan umkm. Masalah keuangan bapak Sukaryanto bisa mengandalkan anak pertamanya yang juga lulusan sarjana akuntansi jadi masalah keuangan bisa tepat.

Bagi pembaca, cobalah mie ayam dan bakso Pak Sukar karena menyajikan cita rasa yang berbeda dari yang lain, pasti ketagihan !!! Lokasi juga bisa dicari di google maps dengan mengetik mie ayam Pak Sukar.

125 comments

  1. mantap artikelnya, bisa ditambahkan gambar bagian menu,supaya pembaca bisa tertarik soal produk mie ayam tersebut

  2. Mi Ayam pak Sukar memang yang terbaik, porsinya yang pas racikannya mantab dan juga pelayanannya yang ramah dan baik, sukses terus pak Sukar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *