Memupuk Tali Persaudaraan dengan Bisnis Kuliner

Oleh: Rayi Pandeganing Negari

Makanan adalah sebagai kebutuhan dasar manusia yang menjadi alasan mendasar untuk pengembangan bisnis warung makan. Usaha ini menjadi alternatif yang menjanjikan dan merupakan bisnis yang tidak pernah mati bahkan ada yang sukses dan dapat meraih rezeki yang cukup besar apabila dikelola dengan baik dan selalu mengikuti selera dan daya beli masyarakat. Alasan yang masuk nalar adalah makanan selalu diburu dan dicari orang dimanapun karena apabila perut sudah lapar maka urusan makanpun tidak bisa ditunda.

Bu Fitri seorang ibu rumah tangga yang sebelumnya bekerja beberapa tahun di perusahaan swasta. Dengan tuntutan hidup yang besar memaksa Bu Fitri mencari jalan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, yang akhirnya memantapkan niatnya untuk keluar dari pekerjaan dan membuka usaha sendiri. Beliau juga membuka peluang usaha bagi kedua sepupunya yang baru saja membina bahterai rumah tangga, yang belum memiliki pekerjaan tetap atau disebut freelance.

Karena hobi memasak, wanita asal Sentolo ini memutuskan untuk membuka usaha  dibidang kuliner salah satunya adalah ketroprak yang bernama “Ketoprak Mbak JW”. Bersama 2 orang sepupu dan 2 orang karyawannya Bu Fitri memulai usahanya di alun-alun Wates, Kulon Progo DIY. Lokasi ini sangat strategis karena berdekatan dekat kampus, kantor dan juga di tengah pusat perkotaan. Mengarah pada pangsa pasar yaitu mahasiswa dan kalangan menengah kebawah. Usaha yang baru saja dirintis bulan September 2019 ini membutuhkan modal kurang lebih Rp10.000.000  untuk sewa tempat, membeli perabot dan bahan mentah yang dikelola untuk menjadi makanan yang akan dijual.

Pada awal dibukanya usaha Ketoprak Mba JW tergolong tidak terlalu sepi karena lokasi awal Kedai berada di depan jalan raya yang tergolong ramai karna daerahnya termasuk dekat dengan kota dan banyak kendaraan yang melintas. Apabila ada pemesanan makanan atau kotak dalam jumlah kecil atau banyak Ketoprak Mbak JW dapat melayani melalui telfon/pememsanan via ojek online atau datang langsung ketempat. Harga yang di bandrol mulai Rp 10.000-Rp15.000 sangat bersahabat dikantong. Rasanya yang enak karena bumbu kacang yang melimpah dan rempah-rempah yang digunakan membuat ketoprak ini memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan ketoptak yang laiinya. Berbagai topping tambahan  yang ditawarkan cukup menarik seperti telur dadar, telur mata sapi, jamur crispy, gorengan, dan masih banyak lagi.

Hambatan produksinya saat ini belum ada karena jumlah produksi makanan sesuai pemesaan sehingga belum mengalami kesulitan, Bu Fitri selalu terjun langsung untuk mengurus jalannya perusahaan, bahkan beliau sendiri yang selalu membeli bahan baku produksi yang fresh setiap pagi dari pasar.  Saat ini berbagai makanan kekinian jaman now sudah mulai merambah dan digemari dari kalangan anak-anak hingga dewasa, yang artinya persaingan semakin meningkat.  Disinilah tuntutan inovasi tercipta, demi mempertahankan eksistensi perusahaan. Maka menambahan varian menu dapat menjadi salah satu solusi untuk menaikan penjualan ditengah ketatnya persaingan.

Selain persaingan yang semakin meningkat, masa-masa liburan juga menjadai salah satu hambatan pemasaran karena pangsa pasar terbesar adalah mahasiswa dan para masyarakat. Bahkan omset dapat turun 20% sampai dengan 30% perhari, oleh karena itu perusahaan akan mengurangi jumlah unit persediaan atau stock untuk meminimalisir kerugian terjadi. Selain itu, pemaksimalan promosi dan kemudahan akses dapat menjadi solusi lebih lanjut agar penurunan omset tidak terlalu signifikan seperti memberikan promo, menyediakan delivery order atau bekerja sama  dengan perusahaan yang melayani pengiriman makanan.

Meskipun menghadapi banyak tantangan dan hambatan tetapi penjualan yang dihasilkan lumayan untuk menutupi modal yang dikeluarkan yaitu berkisar Rp200.000-Rp 300.000 per hari. Dengan melakukan pembukuan sederhana dan manual, Bu Fitri dapat mengetahui omset, biaya, serta laba bersih yang dihasilkan. Walaupun masih sangat sedikit. Dari pengendalian tersebutlah menjadi salah satu faktor perusahaan masih berjalan hingga sekarang.

Sama halnya dengan jenis bisnis lainnya, bisnis kuliner juga butuh proses yang panjang untuk eksis dan menjadi pilihan pelanggan. Bisnis kuliner bergantung pada rasa dan kepercayaan, oleh sebab itu tak ada ukuran seberapa besar kita harus memulai bisnis ini. Pada dasarnya semua jenis usaha menggunakan system manajemen, yang secara tidak sadar di lakukan oleh pemilik, dari manajemen perencanaan hingga keungan. Memiliki usaha awalnya tidak harus memiliki karyawan dengan memanfaatkan keluarga sendiri untuk membantu akan lebih menghemat pengeluaran dan jika sudah cukup ramai dan banyak pelanggan disaat itu warung membutuhkan karyawan untuk lebih meringankan pekerjaan.

Sampai saat ini banyak mitra bisnis yang ingin mengembangkan bisnis dibidang kuliner. Dengan merekrut saudara sendiri, selain untuk menolong dan rasa kekeluargaan akan semakin erat tercipta. Dan bisnis bisa berjalan lanjar kedepannya. Jadi ayo dating ke Ketoprak Mbak JW dijamin maknyuss.

149 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *