Kuliah Daring Akuntansi UMKMK – Analisis Laporan Keuangan

Assalaamu’alaykum wr wb

Bagaimana kabar semuanya? Semoga semua mahasiswa dalam keadaan sehat dan bahagia. Pada kuliah daring sesi ini, akan saya jelaskan pembahasan mengenai penyusunan laporan keuangan dan analisis laporan keuangan UMKM.

Anda akan menemukan jawaban terkait dengan soal yang sudah Anda kerjakan pada sesi sebelumnya. Silahkan Anda simak video berikut dengan sebaik-baiknya.

Setelah Anda menyimak video tersebut, silahkan kerjakan tugas terkait pada kolom komentar. Batas waktu pengerjaan sampai dengan Senin, 20 April 2020 pukul 08.08. Terima kasih.

Wassalaamu’alaykum wr wb

 

97 comments

  1. UMKM ITIS
    Laporan Laba Rugi
    Per 31 Desember 2019

    Penjualan 225.000.000
    (retur penjualan) (2.500.000)
    (potongan penjualan) (500.000)
    Penjualan bersih 222.000.000
    (HPP) (125.000.000)
    Laba Kotor 97.000.000

    Dikurangi :
    Biaya gaji 15.000.000
    Biaya sewa 8.000.000
    Biaya listrik,air,telp 1.000.000
    Biaya pemasaran 800.000
    Biaya angkut penjualan3.000.000
    Biaya perlengkapan 600.000
    Biaya penyusutan kendaraan 1.200.000
    Biaya penyusutan peralatan 400.000
    Total Biaya (30.000.000)
    Laba bersih sebelum pajak 67.000.000
    Pajak (1% dari omzet/penjualan) (2.250.000)
    LABA BERSIH SETELAH PAJAK 64.750.000

    UMKM ITIS
    NERACA
    Per 31 Desember 2019

    ASET LANCAR
    Kas 80.000.000
    Persediaan barang dagang 100.000.000
    Perlengkapan 15.000.000
    Sewa dibayar dimuka 5.000.000
    Total Aset Lancar 200.000.000

    ASET TETAP
    Kendaraan 60.000.000
    Akumulasi penyusutan kendaraan (5.000.000)
    Peralatan 20.000.000
    Akumulasi penyusutan peralatan (5.000.000)
    Total Aset Tetap 70.000.000
    TOTAL ASET 270.000.000

    UTANG LANCAR
    Utang dagang 40.000.000
    Utang gaji 15.000.000
    Utang pajak 8.000.000
    UTANG JANGKA PANJANG
    Utang bank 32.000.000
    Utang hipotek 20.000.000
    EKUITAS
    Modal ITIS 155.000.000
    TOTAL UTANG + EKUITAS 270.000.000

    GPM = (penjualan bersih – HPP)/penjualan bersih=(222.000.000 – 125.000.000)/222.000.000= 0,44/ 44%

    NPM = laba bersih setelah pajak/penjualan bersih= 64.750.000/222.000.000= 0,29/ 29%

    ROA = laba bersih/total asset= 65.750.000/270.000.000= 0,24/ 24%

    ROE = laba bersih/ekuitas= 64.750.000/155.000.000= 0,42/ 42%

    CR = asset lancar/utang lancar=200.000.000/63.000.000= 3,2/ 320%

    QR = (asset lancar – persediaan – persekot biaya)/ utang lancar=(200.000.000 – 100.000.000 – 5.000.000)/ 63.000.000= 95.000.000/ 63.000.000= 1,5/ 150%

  2. UMKM NIKE Shoes
    Laporan Laba Rugi untuk periode yang berakhir pada
    31 Agustus 2020 (Dalam Rupiah)
    Penjualan 676,000,000
    (Retur Penjualan). (5000,000)
    (Potongan Penjualan)(6000,000)
    =Penjualan bersih. {665,000,000}
    (HPP). (193,000,000)
    = Laba kotor. {462,000,000}

    (Biaya gaji penjualan) (15,000,000)
    (Biaya Sewa). (10,000,000)
    (Biaya Depresiasi). (9,000,000)
    (Biaya perlengkapan) (16,000,000)
    (Biaya Kirim Penjualan)(8,000,000)
    (Biaya penjualan lain-lain)(5,000,000)
    (Biaya Gaji administrasi) (5,000,000)
    (Biaya Asuransi). (2,000,000)
    (Biaya Listrik dll). (1,500,000)
    =Total biaya. {71,500,000}
    Laba bersih=Laba kotor – total Biaya
    =400,500,000

    UMKM NIKE Shoes
    Laporan Posisi keuangan
    31 Agustus 2020
    Aset
    Aset lancar:
    Kas. 500,000,000
    Piutang Dagang. 50,000,000
    Persediaan barang dagang. 15,000,000
    Perlengkapan Toko 8,000,000
    Total Aset lancar. =. {584,000,000}

    Aset tetap:
    Peralatan Toko 3000,000
    Akumulasi Depresiasi per 11,000,000
    Peralatan kantor. 2,500,000
    Total Aset tetap=. {16,500,000}
    Total aset. =. {589,900,000}

    Liabilitas :
    Utang Dagang. 3,000,000
    Utang gaji. 4,000,000
    Utang Pajak. 67,600,000
    Total liabilitas. =. {74,600,000}

    Ekuitas:. 500,000,000
    Total ekuitas dan liabilitas
    =574,600,000

    Rasio Profitabilitas:
    -Gross Profit Margin (GPM)
    (665,000,000-193,000,000)/665,000,000=0,70 atau 70%
    -Net Profit Margin (NPM)
    400,500,000/665,000,000=0,6 atau 60%
    -Return of assets (ROA)
    400,500,000/300,500,000=60%
    -Return On Equity
    400,500,000/500,000,000=80%
    Rasio Likuiditas:
    -Current Ratio (CR)
    584,000,000/74,000,000=782%
    -Quick Ratio. (QR)
    (582,000,000-15,000,000-11,000,000)/74,600,000=760%

  3. Nama : Dicky Adrianus
    NIM : 19809334011
    Kelas : Akuntansi A
    TUGAS MENGHITUNG RASIO

    https://sleekr.co/blog/contoh-laporan-keuangan-ukm-laba-rugi-neraca-arus-kas-perubahan-modal/

    Menghitung Rasio Profitabilitas dan Rasio Likuiditas
    • Rasio Profitabilitas
    GPM : 528439953,21/756674007,67 : 0,69
    NPM : 352304211,41/756674007,67 : 0,46
    ROA : 352304211,41/4137145399,09 : 0,08
    ROE : : 352304211,41/1663761898,55 : 0,21
    • Rasio Likuiditas
    CR :3141766795,04/2473383500,54 : 1,27
    QR : 2377278802,73/2473383500,54 : 0,96

    https://manajemenkeuangan.net/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-lengkap/

    Menghitung Rasio Profitabilitas dan Rasio Likuiditas
    • Rasio Profitabilitas
    GPM : 49244000/158265000 : 0.31
    NPM : 36470500/158265000 : 0,23
    ROA : 36470500/779821738 : 0,04
    ROE : 36470500/569058438 : 0,06
    Rasio Likuiditas
    CR :676386738/210763300 : 3,20
    QR : 423002738/210763300 : 2,007

  4. PT Tuban Berkah
    Laporan Laba Rugi
    Per 31 Des 2019
    Pendapatan
    Penjualan: 300.000.000
    Retur Penjualan: (60.000.000)
    Total Penjualan Bersih: 240.000.000
    HPP: (20.500.000)
    Laba kotor: 219.500.000
    —————————–
    Beban
    Beban Gaji: 4.000.000
    Beban Listrik: 4.500.000
    Total Beban: 9.500.000
    —————————–
    Laba Sebelum Pajak: 210.000.000
    Beban Pajak: (20.500.000)
    Laba Setelah Pajak: 189.500.000

    PT Tuban Berkah
    Laporan Keuangan
    Per 31 Des 2019
    Aset Lancar
    Kas: 300.500.000
    Persediaan Barang: 50.000.000
    Perlengkapan: 32.000.000
    Sewa Dibayar Di muka 8.000.000
    Total Aset Lancar: 390.500.000

    Aset Tetap
    Kendaraan: 50.000.000
    Akm. Penyusutan Kendaraan: (20.000.000)
    Peralatan: 30.500.000
    Akm. Penyusutan Peralatan: (10.500.000)
    Total Aset Tetap: 50.000.000
    Total Aset: 440.500.000
    ————————————————-
    Utang Lancar
    Utang Dagang: 35.000.000
    Utang Gaji: 26.500.000
    Utang Pajak: 30.500.000
    Total Utang: 143.000.000
    Ekuitas
    Modal: 297.500.000
    —————————————————
    Total Utang dan Ekuitas: 440.500.000

    1. Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan Bersih = Net Profit Margin
    189.500.000 / 240.000.000 = 0.78 / 78%
    2. (Penjualan Bersih – HPP) / Penjualan Bersih = Gross Profit Margin
    (240.000.000 – 20.500.000) / 240.000.000 = 0.91 / 91%
    3. Laba Bersih setelah pajak / Total Aset = Return On Asset
    189.500.000 / 440.500.000 = 0.43 / 43%
    4. Laba Bersih setelah pajak / Equitas = Return On Equity
    189.500.000 / 297.500.000 = 0.63 / 63%
    5. Aset Lancar / Utang Lancar = Current Ratio
    390.500.000 / 143.000.000 = 2.7 / 270%
    6. (Aset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya) / Utang Lancar = Quick Ratio
    (390.500.000 – 50.000.000 – 8.000.000) / 51.000.000 = 6.51 / 651%

  5. Nama : Danis Widyadana
    NIM : 19809334092

    Perusahaan Hadian
    Laporan Laba Rugi
    Periode 31 Desember 2000

    Penjualan Rp25.000.000,-
    Retur penjualan dan potongan harga Rp125.000,-
    Potongan penjualan Rp150.000,-
    –––––––––––– +
    Rp 275.000,-
    –––––––––––––– –
    Penjualan bersih Rp24.725.000,-
    Pendapatan di luar usaha:
    Pendapatan bunga Rp175.000,-
    ––––––––––––– +
    Rp24.900.000,-
    Harga Pokok Penjualan Rp12.900.000,-
    ––––––––––––– –
    Laba kotor Rp12.000.000,-

    Beban Usaha :
    Gaji penjualan Rp395.000,-
    Beban iklan Rp125.000,-
    Beban perlengkapan toko Rp370.000,-
    Beban penyusutan peralatan toko Rp180.000,-
    Beban gaji kantor Rp540.000,-
    Beban listrik dan telepon Rp275.000,-
    Beban perlengkapan kantor Rp555.000,-
    Beban asuransi Rp260.000,-
    Beban penyusutan peralatan kantor Rp245.000,-
    Beban penyusutan gedung Rp650.000,-
    Beban bunga Rp280.000,-
    –––––––––––– +
    Jumlah beban usaha Rp3.875.000,-
    –––––––––––––– –
    Laba bersih sebelum pajak Rp8.125.000,-
    Pajak penghasilan (diperhitungkan 10% dari laba bersih) Rp812.500,-
    –––––––––––––– –
    Laba bersih setelah dipotong pajak Rp7.312.500,-

    Perusahaan Hadian
    Neraca
    Per 31 Januari 2000
    Aset : Kewajiban :
    Aset lancar Kewajiban lancar
    Kas Rp687.500,- Utang dagang Rp2.800.000,-
    Piutang dagang Rp2.500.000,- Utang gaji Rp135.000,-
    Persediaan Brg Dagang Rp3.400.000,- ––––––––––––
    Perlengkapan toko Rp80.000,- Total Kewajiban Rp2.935.000,-
    Perlengkapan kantor Rp45.000,- ––––––––––––
    Asuransi dibayar di muka Rp1.540.000,-
    ––––––––––––
    Jumlah Aset Lancar Rp8.252.500,-
    –––––––––––––
    Aset tetap Modal:
    Peralatan toko Rp1.500.000,- Modal Hadian Rp12.902.500,-
    Akm. Peny –––––––––––––
    peralatan toko Rp330.000,-
    –––––––––– Rp1.170.000,-
    Peralatan Kantor Rp 2.450.000,-
    Akm. Peny
    peralatan kantor Rp 485.000,-
    –––––––––- Rp1.965.000,-
    Gedung Rp6.500.000,-
    Akm. Peny
    gedung Rp2.050.000,-
    ––––––––––- Rp4.450.000,-
    ––––––––––––
    Jumlah harta tetap Rp.7.585.000,-
    –––––––––––––
    JUMLAH ASET Rp15.837.500,- JUMLAH KEWAJIBAN Rp15.837.500,-
    DAN MODAL

    Sumber : https://www.academia.edu/36356160/Laporan_keuangan_perusahaan_dagang

    Analisis Laporan Keuangan
    1. Gross Profit Margin (GPM) = (Penjualan Bersih – HPP) / Penjualan Bersih
    = (Rp24.725.000 – Rp12.900.000) / Rp24.725.000
    = Rp11.825.000‬ / Rp24.725.000
    =0,48 atau 48%
    2. Nett Profit Margin (NPM) = Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan Bersih
    = Rp7.312.500 / Rp24.725.000
    = 0,30 atau 30%
    3. Return on Assets (ROA) = Laba Bersih / Total Aset
    = Rp7.312.500 / Rp15.837.500
    = 0,46 atau 46%
    4. Return on Equity (ROE) = Laba Bersih / Ekuitas
    = Rp7.312.500 / Rp12.902.500
    = 0,57 atau 57%
    5. Current Ratio (CR) = Aset Lancar / Utang Lancar
    = Rp8.252.500 / Rp2.935.000
    =2,81 atau 281%
    6. Quick Ratio (QR) = (Aset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya) / Utang Lancar
    = (Rp8.252.500 – Rp3.400.000 – Rp1.540.000) / Rp2.935.000
    = Rp 3.312.500 / Rp 2.935.000
    = 1,13 atau 113%

  6. https://pakar.co.id/akuntansi-keuangan/laporan-keuangan-untuk-perusahaan-dagang/

    1. Analilis rasio profitabilitas
    a. GPM=158.265.000 – 109.021.000 / 158.265.000 = 0,31 atau 31 %
    b. NPM=37.802.938 / 158.265.000 = 0,23 atau 23 %
    c. ROI= 37.802.938 / 779.821.738 = 0,04 atau 4 %
    d. ROE=37.802.938 / 569.058.438= 0,06 atau 6%

    2. Analilis rasio likuiditas
    a. CR=676.386.738 / 210.763.300 = 3,20 atau 320 %
    b. QR=676.386.738 – 200.884.000 – 52.500.000 / 210.763.300 = 2,00 atau 200%

  7. https://pakar.co.id/akuntansi-keuangan/laporan-keuangan-untuk-perusahaan-dagang/

    1. Analilis rasio profitabilitas
    a. GPM=158.265.000 – 109.021.000 / 158.265.000 = 0,31 atau 31 %
    b. NPM=37.802.938 / 158.265.000 = 0,23 atau 23 %
    c. ROI= 37.802.938 / 779.821.738 = 0,04 atau 4 %
    d. ROE=37.802.938 / 569.058.438= 0,06 atau 6%

    2. Analilis rasio likuiditas
    a. CR=676.386.738 / 210.763.300 = 3,20 atau 320 %
    b. QR=676.386.738 – 200.884.000 – 52.500.000 / 210.763.300 = 2,00 atau 200%

  8. Nama : Wiranto
    NIM : 19809334056
    Kelas : B19 Akuntansi

    UKM JAYA LARAS
    Laporan Laba Rugi
    Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2018

    Penjualan Rp 300.000.000
    (Retur Penjualan) (Rp 10.000.000)
    (Potongan Penjualan) (Rp 2.000.000)
    Penjualan Bersih Rp 288.000.000
    (HPP) (Rp 150.000.000)
    Laba Kotor Rp 138.000.000
    Dikurangi :
    Biaya gaji Rp 22.000.000
    Biaya sewa Rp 9.000.000
    Biaya pemasaran Rp 3.000.000
    Biaya angkut penjualan Rp 2.000.000
    Biaya perlengkapan Rp 1.500.000
    Biaya listrik, air dan telepon Rp 500.000
    Biaya kebersihan Rp 200.000
    Biaya Penyusutan Kendaraan Rp 300.000
    Biaya Penyusutan Peralatan Rp 150.000
    Total Biaya (Rp 38.650.000)
    Laba (Rugi) bersih sebelum pajak Rp 99.350.000
    Pajak (1% dari omset/penjualan) (Rp 30.000.000)
    Laba Bersih setelah pajak Rp 69.350.000
    UKM JAYA LARAS
    Neraca
    Per 31 Desember 2018

    Aset Lancar
    Kas Rp 110.000.000
    Piutang Dagang Rp 15.000.000
    Persediaan Barang Rp 18.000.000
    Perlengkapan Rp 5.500.000
    Sewa Dibayar Dimuka Rp 4.000.000
    Asuransi Dibayar Dimuka Rp 6.500.000
    Total Aset Lancar Rp 159.000.000

    Aset Tetap
    Kendaraan Rp 60.000.000
    Akm. Penyusutan Kendaraan (Rp 2.000.000)
    Peralatan Rp 20.000.000
    Akm. Penyusutan Peralatan (Rp 1.500.000)
    Total Aset Tetap Rp 76.500.000
    Total Aset Rp 235.500.000

    Utang Lancar
    Utang Dagang Rp 7.000.000
    Utang Gaji Rp 3.000.000
    Utang Pajak Rp 500.000

    Utang Jangka Panjang
    Utang Bank Rp 15.000.000
    Ekuitas
    Modal Nn. Laras Rp 210.000.000

    Total Utang dan Ekuitas Rp 235.500.000

    Analisis Rasio Keuangan :
    1. Rasio Profitabilitas
    a. Gross Profit Margin
    GPM = (Penjualan bersih – HPP) / Penjualan Bersih
    (Rp 288.000.000 – Rp 150.000.000) / Rp 288.000.000 = 0,48 atau 48%
    b. Net Profit Margin
    NPM = Laba bersih setelah pajak / Penjualan Bersih
    Rp 69.350.000 / Rp 288.000.000 = 0,24 atau 24%
    c. Return on Assets Ratio
    ROA = Laba Bersih / Total Aset
    Rp 99.350.000 / Rp 235.500.000 = 0,42 atau 42%
    d. Return on Equity Ratio
    ROE = Laba Bersih / Ekuitas
    Rp 99.350.000 / Rp 210.000.000 = 0,47 atau 47%)

    2. Rasio Likuiditas
    a. Current Ratio
    CR = Aset Lancar / Utang Lancar
    Rp 159.000.000 / Rp 10.500.000 = 15,14 atau 1.514%
    b. Quick Ratio
    QR = (Aset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya) / Utang Lancar
    (Rp 159.000.000 – Rp 18.000.000 – Rp 10.500.000) / Rp 10.500.000 = 12,42 atau 1.242%

  9. Nama : Wiranto
    NIM : 19809334056
    Kelas : B19 Akuntansi

    UKM JAYA LARAS
    Laporan Laba Rugi
    Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2018

    Penjualan Rp 300.000.000
    (Retur Penjualan) (Rp 10.000.000)
    (Potongan Penjualan) (Rp 2.000.000)
    Penjualan Bersih Rp 288.000.000
    (HPP) (Rp 150.000.000)
    Laba Kotor Rp 138.000.000
    Dikurangi :
    Biaya gaji Rp 22.000.000
    Biaya sewa Rp 9.000.000
    Biaya pemasaran Rp 3.000.000
    Biaya angkut penjualan Rp 2.000.000
    Biaya perlengkapan Rp 1.500.000
    Biaya listrik, air dan telepon Rp 500.000
    Biaya kebersihan Rp 200.000
    Biaya Penyusutan Kendaraan Rp 300.000
    Biaya Penyusutan Peralatan Rp 150.000
    Total Biaya (Rp 38.650.000)
    Laba (Rugi) bersih sebelum pajak Rp 99.350.000
    Pajak (1% dari omset/penjualan) (Rp 30.000.000)
    Laba Bersih setelah pajak Rp 69.350.000

    UKM JAYA LARAS
    Neraca
    Per 31 Desember 2018

    Aset Lancar
    Kas Rp 110.000.000
    Piutang Dagang Rp 15.000.000
    Persediaan Barang Rp 18.000.000
    Perlengkapan Rp 5.500.000
    Sewa Dibayar Dimuka Rp 4.000.000
    Asuransi Dibayar Dimuka Rp 6.500.000
    Total Aset Lancar Rp 159.000.000

    Aset Tetap
    Kendaraan Rp 60.000.000
    Akm. Penyusutan Kendaraan (Rp 2.000.000)
    Peralatan Rp 20.000.000
    Akm. Penyusutan Peralatan (Rp 1.500.000)
    Total Aset Tetap Rp 76.500.000
    Total Aset Rp 235.500.000

    Utang Lancar
    Utang Dagang Rp 7.000.000
    Utang Gaji Rp 3.000.000
    Utang Pajak Rp 500.000

    Utang Jangka Panjang
    Utang Bank Rp 15.000.000
    Ekuitas
    Modal Nn. Laras Rp 210.000.000

    Total Utang dan Ekuitas Rp 235.500.000

    Analisis Rasio Keuangan :
    1. Rasio Profitabilitas
    a. Gross Profit Margin
    GPM = (Penjualan bersih – HPP) / Penjualan Bersih
    (Rp 288.000.000 – Rp 150.000.000) / Rp 288.000.000 = 0,48 atau 48%
    b. Net Profit Margin
    NPM = Laba bersih setelah pajak / Penjualan Bersih
    Rp 69.350.000 / Rp 288.000.000 = 0,24 atau 24%
    c. Return on Assets Ratio
    ROA = Laba Bersih / Total Aset
    Rp 99.350.000 / Rp 235.500.000 = 0,42 atau 42%
    d. Return on Equity Ratio
    ROE = Laba Bersih / Ekuitas
    Rp 99.350.000 / Rp 210.000.000 = 0,47 atau 47%)

    2. Rasio Likuiditas
    a. Current Ratio
    CR = Aset Lancar / Utang Lancar
    Rp 159.000.000 / Rp 10.500.000 = 15,14 atau 1.514%
    b. Quick Ratio
    QR = (Aset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya) / Utang Lancar
    (Rp 159.000.000 – Rp 18.000.000 – Rp 10.500.000) / Rp 10.500.000 = 12,42 atau 1.242%

  10. PT Tuban Berkah
    Laporan Laba Rugi
    Per 31 Des 2019
    Pendapatan
    Penjualan: 300.000.000
    Retur Penjualan: (80.000.000)
    Total Penjualan Bersih: 220.000.000
    HPP: (30.500.000)
    Laba kotor: 189.500.000
    —————————–
    Beban
    Beban Gaji: 4.000.000
    Beban Listrik: 4.500.000
    Total Beban: 9.500.000
    —————————–
    Laba Sebelum Pajak: 180.000.000
    Beban Pajak: (20.500.000)
    Laba Setelah Pajak: 169.500.000

    PT Tuban Berkah
    Laporan Keuangan
    Per 31 Des 2019
    Aset Lancar
    Kas: 300.500.000
    Persediaan Barang: 50.000.000
    Perlengkapan: 32.000.000
    Sewa Dibayar Di muka 8.000.000
    Total Aset Lancar: 390.500.000

    Aset Tetap
    Kendaraan: 50.000.000
    Akm. Penyusutan Kendaraan: (10.000.000)
    Peralatan: 30.500.000
    Akm. Penyusutan Peralatan: (8.500.000)
    Total Aset Tetap: 62.000.000
    Total Aset: 450.500.000
    ————————————————-
    Utang Lancar
    Utang Dagang: 35.000.000
    Utang Gaji: 26.500.000
    Utang Pajak: 30.500.000
    Total Utang: 143.000.000
    Ekuitas
    Modal: 307.500.000
    —————————————————
    Total Utang dan Ekuitas: 450.500.000
    1. Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan Bersih = Net Profit Margin
    169.500.000 / 220.000.000 = 0.77 / 77%
    2. (Penjualan Bersih – HPP) / Penjualan Bersih = Gross Profit Margin
    (220.000.000 – 30.500.000) / 220.000.000 = 0.86 / 86%
    3. Laba Bersih setelah pajak / Total Aset = Return On Asset
    169.500.000 / 390.500.000 = 0.43 / 43%
    4. Laba Bersih setelah pajak / Equitas = Return On Equity
    169.500.000 / 307.500.000 = 0.55 / 55%
    5. Aset Lancar / Utang Lancar = Current Ratio
    390.500.000 / 143.000.000 = 2.7 / 270%
    6. (Aset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya) / Utang Lancar = Quick Ratio
    (390.500.000 – 50.000.000 – 8.000.000) / 143.000.000 = 2.32 / 232%

  11. Muh Aldan Abrari
    19809334053 / B19 D4 Akuntansi

    REVISI

    PT Tuban Berkah
    Laporan Laba Rugi
    Per 31 Des 2019
    Pendapatan
    Penjualan: 300.000.000
    Retur Penjualan: (60.000.000)
    Total Penjualan Bersih: 240.000.000
    HPP: (20.500.000)
    Laba kotor: 219.500.000
    —————————–
    Beban
    Beban Gaji: 4.000.000
    Beban Listrik: 4.500.000
    Total Beban: 9.500.000
    —————————–
    Laba Sebelum Pajak: 210.000.000
    Beban Pajak: (20.500.000)
    Laba Setelah Pajak: 189.500.000

    PT Tuban Berkah
    Laporan Keuangan
    Per 31 Des 2019
    Aset Lancar
    Kas: 300.500.000
    Persediaan Barang: 50.000.000
    Perlengkapan: 32.000.000
    Sewa Dibayar Di muka 8.000.000
    Total Aset Lancar: 390.500.000

    Aset Tetap
    Kendaraan: 50.000.000
    Akm. Penyusutan Kendaraan: (20.000.000)
    Peralatan: 30.500.000
    Akm. Penyusutan Peralatan: (10.500.000)
    Total Aset Tetap: 50.000.000
    Total Aset: 440.500.000
    ————————————————-
    Utang Lancar
    Utang Dagang: 35.000.000
    Utang Gaji: 26.500.000
    Utang Pajak: 30.500.000
    Total Utang: 143.000.000
    Ekuitas
    Modal: 297.500.000
    —————————————————
    Total Utang dan Ekuitas: 440.500.000

    1. Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan Bersih = Net Profit Margin
    189.500.000 / 240.000.000 = 0.78 / 78%
    2. (Penjualan Bersih – HPP) / Penjualan Bersih = Gross Profit Margin
    (240.000.000 – 20.500.000) / 240.000.000 = 0.91 / 91%
    3. Laba Bersih setelah pajak / Total Aset = Return On Asset
    189.500.000 / 440.500.000 = 0.43 / 43%
    4. Laba Bersih setelah pajak / Equitas = Return On Equity
    189.500.000 / 297.500.000 = 0.63 / 63%
    5. Aset Lancar / Utang Lancar = Current Ratio
    390.500.000 / 143.000.000 = 2.7 / 270%
    6. (Aset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya) / Utang Lancar = Quick Ratio
    (390.500.000 – 50.000.000 – 8.000.000) / 143.000.000 = 2.32 / 232%

  12. UMKM MAJU JAYA
    Laporan Laba Rugi
    Untuk Perioda yang berakhir pada 31 Desember 2019 (dalam rupiah)

    Penjualan 250,000,000
    (Retur Penjualan) (5,000,000)
    (Potongan Penjualan) (2,500,000)
    Penjualan Bersih 242,500,000
    (HPP) (142,500,000)
    Laba kotor 100,000,000
    Dikurangi:
    Biaya Gaji 15,000,000
    Biaya Sewa 8,000,000
    Biaya Listrik, Air, Telepon 2,000,000
    Biaya Pemasaran 1,500,000
    Biaya Angkut Penjualan 700,000
    Biaya Perlengkapan 300,000
    Biaya Penyusutan Kendaraan3,500,000
    Biaya Penyusutan Peralatan 1,000,000
    Total Biaya 32,000,000

    Laba (Rugi) bersih sebelum pajak 68,000,000
    Pajak (2,500,000)
    Laba bersih setelah pajak 65,500,000

    UMKM MAJU JAYA
    Neraca
    Per 31 Desember 2019 (dalam rupiah)

    Aset Lancar Utang Lancar
    Kas 80,000,000 Utang Dagang 35,000,000
    Persediaan Barang Dagang 120,000,000 Utang Gaji 15,000,000
    Perlengkapan 5,000,000
    Sewa dibayar dimuka 15,000,000 Utang Jangka Panjang
    Total Aser Lancar 220,000,000 Utang Bank 25,000,000
    Aset Tetap Utang Hipotek 35,000,000
    Kendaraan 50,000,000
    Akm Penyusutan kendaraan (7,500,000) Ekuitas
    Peralatan 22,500,000 Modal pemilik 175,000,000
    Total Aset Tetap 65,000,000
    Total Aset 285,000,000 Total Utang + Ekuitas 285,000,000

    Sumber : membuat sendiri

    1. * RASIO PROFITABLITAS*
      1.Gross Profit Margin
      GPM = (Penjualan Bersih – HPP) / Penjualan Bersih
      = (Rp 242.500.000- Rp 142.500.000) / Rp 242.500.000
      = 41 %
      2. Nett Profit Margin
      NPM = Laba bersih setelah pajak / penjualan bersih
      = Rp 65.500.000 / Rp 242.500.000
      = 27%
      3. Return on Asset
      ROA = Laba bersih / Total Asset
      = Rp 65.500.000 / Rp 285.000.000
      = 23%
      4. Return On Equity
      ROE = Laba bersih / Ekuitas
      = Rp 65.500.000 / Rp 175.000.000
      = 37%

      *RASIO LIKUIDITAS*
      1. Current Ratio
      CR = Asset Lancar / Utang Lancar
      = Rp 220.000.000 / Rp 50.000.000
      = 4,4 / 440%
      2. Quick Ratio
      QR = (Asset Lancar- Persediaan – Persekot Biaya) / Utang Lancar
      =(Rp 220.000.000- Rp 120.000.000- Rp 15.000.000) / Rp 50.000.000
      = 1,7 / 170%

  13. nama :bertha novena
    nim: 19809334004
    kelas: 19 akutansi

    PT. Berta Jaya
    Laporan Laba – Rugi
    Untuk Bulan yang Berakhir 31 Desember 2019

    Penjualan Rp33.695.000
    Dukurangi : Diskon Penjualan Rp(392.200)
    Penjualan Bersih Rp33.302.800
    Beban Pokok Penjualan Rp(22.395.000)
    Laba Bruto Rp10.907.800

    Beban Usaha
    Beban Penjualan
    Beban Gaji Penjualan Rp2.200.000
    Beban Pengriman Rp405.000
    Beban Pemeliharaan Kendaraan Rp109.000
    Beban Asuransi Rp90.000
    Beban Depresiasi Bangunan Rp400.000
    Beban Depresiasi Peralatan Toko Rp156.250
    Beban Depresiasi Kendaraan Rp187.500
    Beban Iklan Rp540.000
    Beban Perlengkapan Toko Rp445.000
    Beban Piutang Tak Teragih Rp300.000
    Beban Penjualan Lainnya Rp67.000
    Jumlah Beban Penjualan Rp4.899.750

    Beban Administrasi Umum
    Beban Gaji dan Admin Rp2.750.000
    Beban Listrik, Air dan telepon Rp595.000
    Beban Depresiasi Peralatan Kantor Rp156.250
    Beban Perlengkapan Kantor Rp114.000
    Beban Adm. Dan Umum lainnya Rp-
    Jumlah Beban Administrasi Umum Rp3.615.250
    Jumlah Beban Usaha Rp8.515.000
    Laba Usaha (Laba Operasi) Rp2.392.800

    Pendapatan Beban Lainnya
    Pendapatan Bungan Rp125.000
    Pendapatan Sewa Rp500.000

    Laba Sebelum Bunga dan Pajak Rp3.017.800
    Beban Bunga Rp(957.500)
    Laba Sebelum Pajak Rp2.060.300
    Biaya Pajak UMKM (0,5%) Rp(168.475)
    Laba Bersih Setelah Pajak Rp1.891.825

    PT. Berta Jaya
    Laporan Posisi Keuangan
    Untuk Bulan yang Berakhir 31 Desember 2019

    Aset Liabilitas dan Ekuitas
    Aset Lancar Liabilitas Lancar
    Kas Kecil Rp500.000 Utang Dagang Rp5.880.000
    Bank Rp35.290.400 Utang Gaji Rp1.100.000
    Piutang Dagang Rp2.150.000 Utang Bunga Rp1.537.500
    Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp(300.000) Beban yang Masih Harus Di Bayar Rp495.000
    Wesel Tagih Rp10.000.000 Sewa Diterima Dimuka Rp4.500.000
    Piutang Bunga Rp250.000 Wesel Bayar Rp7.500.000
    Persedian Barang Dagang Rp2.017.400 Total Liabilitas Lancar Rp21.012.500
    Perlengkapan Toko Rp380.000
    Asuransi Di Bayar di Muka Rp1.990.000 Liabilitas Jangka Panjang
    Total Aset Lancar Rp52.277.800 Wesel Bayar Rp30.000.000
    Utang Bunga Rp50.000.000
    Aset Tetap Total Liabilitas Jangka Panjang Rp80.000.000
    Tanah Rp40.000.000
    Bangunan Rp60.000.000 Ekuitas
    Akm. Depresiasi Bangunan Rp(8.400.000) Modal Disetor Rp60.000.000
    Peralatan Rp15.000.000 Saldo Laba (Rugi) Rp240.300
    Akm. Depresiasi Peralatan Rp(7.187.500) Total Ekuitas Rp60.240.300
    Kendaraan Rp12.000.000
    Akm. Depresiasi Kendaraan Rp(2.437.500)
    Total Aset Tetap Rp108.975.000
    Total Aset Rp161.252.800 Total Liabilitas dan Ekuitas Rp161.252.800

    Rasio Profitabilitas
    Gross Profit Margin
    GPM = (Penjualan Bersih – HPP)
    Penjualan Bersih

    = Rp10.907.800 : Rp33.302.800

    = 0,327534021

    = 32,75340212 %

    Net Profit Margin
    NPM = Laba Bersih Setelah Pajak: Penjualan Bersih

    = Rp1.891.825: Rp33.302.800

    = 0,056806785

    = 5,680678502 %

    Return On Asset
    ROA = Laba Bersih : Total Asset

    = Rp2.060.300: Rp161.252.800

    = 0,012776832

    = 1,27768324 %

    Return on Equity
    ROE = Laba Bersih : Ekuitas

    = Rp2.060.300: Rp60.240.300

    = 0,034201357
    = 3,42013569 %

    Rasio Likuiditas
    Current Rasio
    CR = Asset Lancar: Utang Lancar

    = Rp52.277.800 : Rp21.012.500

    = 2,487938132

    = 248,7938132 %

    Quick Ratio
    QR = (Asset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya) : Utang Lancar

    = Rp48.270.400 :Rp21.012.500

    = 2,297223081

    = 229,7223081 %

  14. Nama : Alfina Az Zahro
    NIM : 19809334036
    Kelas : A19 Akuntansi

    Analisis Rasio Profitabilitas dan Likuiditas Perusahaan “Motor-Motor Network”

    Rasio Profitabilitas :
    1. Gross Profit Margin (GPM) = Penjualan bersih-HPP/Penjualan bersih
    = Rp 158.265.000-Rp 109.021.000/Rp 158.265.000
    = Rp 49.244.000/Rp 158.265.000
    = 0,31/31%
    2. Net Profit Margin (NPM) = Laba bersih setelah pajak/Penjualan bersih
    = Rp 37.802.938/Rp 158.265.000
    = 0,24/24%
    3. Return on Assets (RoA) = Laba bersih/Total Asset
    = Rp 37. 802.938/Rp 779.821.438
    = 0,05/5%
    4. Return of Equity (RoE) = Laba bersih/Total Ekuitas
    = Rp 37.802.938/Rp 569.058.438
    = 0,07/7%

    Rasio Likuiditas :
    1. Current Ratio (CR) = Aset lancar/Utang lancar
    = Rp 676.386.738/Rp 210.763.300
    = 3,2/320%
    2. Quick Ratio (QR) = (Aset lancar-Persediaan-Persekot biaya)/Utang lancar
    = (Rp 676.386.738-Rp 200.884.000-Rp 53.500.000)/Rp 210.763.300
    = Rp 422.002.738/Rp 210.763.300
    = 2,0/200%

    sumber informasi laporan keuangan : https://pakar.co.id/akuntansi-keuangan/laporan-keuangan-untuk-perusahaan-dagang/

  15. Nama : Adiva Reunika Wiranti
    NIM :19809334079
    Kelas : B19 akuntansi D4

    PT. MAJU JAYA
    Laporan Laba/Rugi
    untuk periode yang berakhir 31 Desember 2019

    Penjualan Rp 300.000.000
    (Retur penjualan) (Rp 6.000.000)
    (Diskon penjualan) (Rp 4.000.000)
    ——————————
    Penjualan bersih Rp 290.000.000
    HPP (Rp 200.000.000)
    Laba kotor Rp. 90.000.000

    Beban usaha :
    Beban penjualan Rp 15.000.000
    Beban adm.umum Rp 2.500.000
    Beban angkut penjualan Rp 4.000.000
    Beban perlengkapan Rp 3.500.000
    Beban peny.kendaraan Rp 2.000.000
    Beban peny.peralatan Rp 1.000.000
    —————————–
    Jumlah Rp 28.000.000
    —————————
    Laba sblm pajak Rp 62.000.000
    Pajak penghasilan (Rp 4.500.000)
    —————————-
    Laba stlh pajak Rp 57.500.000

    PT. MAJU JAYA
    Neraca
    Per 31 Desember 2019

    Aset Lancar
    Kas Rp 120.000.000
    Pers. barang dagang Rp 150.000.000
    Perlengkapan Rp 40.000.000
    Asuransi dibayar dimuka Rp 10.000.000
    —————————–
    Jumlah aset lancar Rp 320.000.000

    Aset Tetap
    Perlengkapan Rp 20.000.000
    Akm.peny. perlengkapan (Rp 8.000.000)
    Kendaraan Rp 30.000.000
    Akm.peny.kendaraan (Rp 2.000.000)
    ————————–
    Jumlah aset tetap Rp 40.000.000
    ——————————–
    Jumlah aset lancar + aset tetap Rp 360.000.000

    Utang Lancar
    Utang dagang Rp 70.000.000
    Utang gaji Rp 30.000.000
    Sewa dibayar dimuka Rp 10.000.000
    ——————————
    Jumlah Utang Lancar Rp 110.000.000

    Utang Tetap
    Utang bank Rp 90.000.000
    Utang hipotek Rp 20.000.000
    —————————-
    Rp 110.000.000
    Ekuitas
    Modal pemilik PT.MAJU JAYA Rp 140.000.000
    —————————-
    Total Utang & Ekuitas Rp 360.000.000

    GPM : (290.000.000-200.000.0000 / 290.000.000
    = 0,31/31%
    NPM : 57.500.000 / 290.000.000
    = 0,19/19%
    ROA : 57.500.000 / 360.000.000
    = 0,15/15%
    ROE : 57.500.000 / 140.000.000
    = 0,41/41%
    CR : 320.000.000 / 110.000.000
    = 2,9 / 290%
    QR : (320.000.000-150.000.000-10.000.0000 / 110.000.000
    = 1,45/145%

  16. HERNANDA SUKMA M
    19809334008/ A19 AKUNTANSI

    UMKM SUKA MAJU
    LAPORAN LABA RUGI
    UNTUK PERIODE BERAKHIR PADA DESEMBER 2019(dalam rupiah)

    PENJUALAN 150.000.000
    (Retur Penjualan) (10.000.000)
    (Potongan Penjualan) (1.000.000)
    Penjualan Bersih 139.000.000
    (HPP) (70.000.000)
    Laba Kotor 69.000.000
    Biaya Gaji 15.000.000
    Biaya Sewa 5.000.000
    Biaya Air,Listrik,Telp 700.000
    Biaya Pemasaran 800.000
    Biaya Angkut 500.000
    Biaya Perlengkapan 300.000
    Biaya Penyusutan Kendaraan 400.000
    Biaya Penyusutan Peralatan 250.000
    Total Biaya (22.950.000)
    Laba bersih sebe;um pajak 46.050.000
    Pajak (1% dari omzet/penjualan) 1.500.000
    Laba Bersih Setelah pajak 44.550.000

    UMKM SUKA MAJU
    NERACA
    UNTUK PERIODE BERAKHIR PADA DESEMBER 2019(dalam rupiah)

    Aset Lancar
    Kas 70.000.000
    PBD 50.000.000
    Perlengkapan 30.000.000
    Sewa Di bayar dimuka 10.000.000
    Total Aset Lancar 160.000.000

    Aset Tetap
    Kendaraan 20.000.000
    Akum Peny Kendaraan (5.000.000)
    Peralatan 10.000.000
    Akum Peny Peralatan (1.000.000)
    Total Aset Tetap 24.000.000
    Total Aset 184.000.000

    Utang Lancar
    Utang Dagang 30.000.000
    Utang Gaji 20.000.000
    Utang Pajak 10.000.000
    Utang Jangka Panjang
    Utang Bank 30.000.000
    Ekuitas
    Modal Suka maju 94.000.000
    Total utang+Ekuitas 184.000.000

    RASIO PROFITABILITAS

    1.GPM ( GROSS PROFIT MARGIN):
    (Penjualan bersih-HPP)/Penjulan Bersih
    Rp. 139.000.000-Rp. 70.000.000) / Rp. 139.000.000= 0,50 / 50%

    2.NPM ( NET PROFIT MARGIN)
    Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan Bersih
    Rp. 44.550.000 / Rp. 139.000.000 = 0,32/32%

    3.ROA ( RETURN ON ASSETS)
    Laba Bersih/Total Aset
    Rp. 44.550.000 / 184.000.000 =0,24/24%

    4.ROE( RETURN ON EQUITY)
    Laba Bersih / Ekuitas
    Rp. 44.550.000 / Rp. 94.000.000= 0,47/47%

    RASIO LIKUIDITAS
    1.CR ( CURRENT RATIO)
    Aset Lancar / Utang Lancar
    Rp.160.000.000 / Rp.60.000.000= 2,66 / 266%

    2.QR (QUICK RATIO)
    (Aset Lancar-Persediaan-Persekot Biaya) / Utang Lancar
    Rp.160.000.000-Rp.50.000.000-Rp.10.000.000) / Rp 70.000.000 = 1,43/143%

  17. UMKM DUA PUTRA
    NERACA
    per 31 desember 2014

    Kas 50.000.000 utang lancar
    persediaan barang dagang 55.000.000 utang dagang 30.000.000
    perlengkapan 17.000.000 utang gaji 17.500.000
    sewa dibayar dimuka 7.000.000 utang pajak 5.000.000
    total aset lancar 129.000.000 utang jangka panjang
    aset tetap utang bank 20.000.000
    kendaraan 30.000.000 utang hipotek 15.000.000
    Akm.penyusutan kendaraan 5.000.000 ekuitas
    peralatan 15.000.000 modal pandu tri 90.000.000
    Akm penyusutan peralatan (1.500.000)
    total aset tetap 48.500.000
    total aset 177.500.000 total utang+ekuitas 177.500.000

    UMKM DUA PUTRA
    laporan laba rugi
    untuk periode yang berakhir pada 31 desember 2014

    penjualan 100.000.000
    (retur penjualan) (2.000.000)
    (potongan penjualan) (400.000)
    penjualan bersih 97.600.000
    (HPP) 70.000.000
    Laba kotor 27.600.000
    dikurangi
    biaya gaji 6.000.000
    biaya sewa 5.400.000
    biaya listrik,air,telepon 1.500.000
    biaya pemasaran 800.000
    biaya angkut penjualan 2.000.000
    biaya perlengkapan 900.000
    biaya penyusutan kendaraan 1.300.000
    biaya penyusutan peralatan 600.000
    total biaya 18.500.000
    laba(rugi)bersih sebelum pajak 9.100.000
    pajak (1% dari penjualan) (1.000.000)
    laba bersih setelah pajak 8.100.000

    1. Rasio profitabilitas
    > gross profit margin (97.600.000-70.000.000)/97.600.000= 0.28
    >net profit margin (GPM) (8.100.000/97.600.000)=0,08
    >return on aset (ROA/ROI) (8.100.000/177.500.000= 0.05
    >return on equity (ROE) (8.100.000/90.000.000=0.09

    2. rasio likuiditas
    >curent rasio (129.000.000/52.500.000)=2.46
    >quick ratio (129.000.000-55.000.000-70.000.000)/52.500.000= 1.28

  18. PT. RAFI MAKMUR
    Laporan Laba/Rugi
    untuk periode yang berakhir 31 Desember 2019

    Penjualan Rp 250.000.000
    (Retur penjualan) (Rp 5.000.000)
    (Diskon penjualan) (Rp 2.500.000)
    ———————–
    Penjualan bersih Rp 242.500.000
    HPP (Rp 180.000.000)
    Laba kotor Rp. 62.500.000

    Beban usaha :
    Beban penjualan Rp 10.000.000
    Beban adm.umum Rp 1.500.000
    Beban angkut penjualan Rp 2.000.000
    Beban perlengkapan Rp 2.500.000
    Beban peny.kendaraan Rp 1.500.000
    Beban peny.peralatan Rp 500.000
    ————————
    Jumlah Rp 18.000.000
    ———————–
    Laba sblm pajak Rp 44.500.000
    Pajak penghasilan (Rp 2.500.000)
    ————————
    Laba stlh pajak Rp 42.000.000

    PT. MAJU JAYA
    Neraca
    Per 31 Desember 2019

    Aset Lancar
    Kas Rp 150.000.000
    Pers. barang dagang Rp 100.000.000
    Perlengkapan Rp 60.000.000
    Asuransi dibayar dimuka Rp 5.000.000
    ———————-
    Jumlah aset lancar Rp 315.000.000
    Aset Tetap
    Perlengkapan Rp 15.000.000
    Akm.peny. perlengkapan (Rp 4.000.000)
    Kendaraan Rp 25.000.000
    Akm.peny.kendaraan (Rp 1.000.000)
    ———————–
    Jumlah aset tetap Rp 35.000.000
    ———————-
    Jumlah aset lancar + aset tetap Rp 350.000.000

    Utang Lancar
    Utang dagang Rp 60.000.000
    Utang gaji Rp 15.000.000
    Sewa dibayar dimuka Rp 5.000.000
    ——————–
    Jumlah Utang Lancar Rp 80.000.000
    Utang Tetap
    Utang bank Rp 80.000.000
    Utang hipotek Rp 15.000.000
    ———————
    Rp 95.000.000
    Ekuitas
    Modal pemilik PT.MAJU JAYA Rp 175.000.000
    ———————-
    Total Utang & Ekuitas Rp 350.000.000

    GPM : (242.500.000 – 180.000.000) / 242.500.000
    = 0,26 / 26%
    NPM : 42.000.000 / 242.500.000
    = 0,17 / 17%
    ROA : 42.000.000 / 350.000.000
    = 0,12 / 12%
    ROE : 42.000.000 / 175.000.000
    = 0,24 / 24%
    CR : 315.000.000 / 80.000.000
    = 3,9 / 390%
    QR : (315.000.000 – 100.000.000 – 5.000.0000 / 80.000.000
    = 2,6 / 260%

  19. Analisis Lap.Keu
    Nama:Yonathan Aditya M
    NIM:19809334052

    Laporan Keuangan PT.Trimuda Nuansa Citra Tbk.
    Untuk Tahun berakhir pada Desember 2018

    ASET LANCAR

    Kas dan bank 2.079.053.001
    Piutang usaha –
    setelah dikurangi
    penyisihan penurunan nilai piutang
    sebesar Rp.538.826.567 pada tanggal
    30 Juni 2017, Rp.538.826.567 pada tanggal
    31 Desember 2017 8.130.836.583
    Piutang lain-lain 9.792.358
    Uang muka pajak –
    Persediaan 164.988.725
    Uang muka dan bebbayar dimuka 8.204.918.158
    JUMLAH ASET LANCAR 18.589.588.825

    ASET TIDAK LANCAR
    Aset tetap – setelah dikurangi akumulasi
    penyusutan sebesar Rp. 7.570.141.618,-
    pada tanggal 30 Juni 2018 dan
    Rp. 7.402.120.614,- pada tanggal
    31 Desember 2017 2.559.788.399
    Aset takterwujud – setelah dikurangi akumulasi
    amortisasi sebesar Rp. 5.625.000,- pada
    tanggal 30 Juni 2018 dan Rp.2.812.500,-
    pada tanggal 31 Desember 2017 129.375.000
    Aset pajak tangguhan 966.249.384
    Aset lain-lain 48.791.227
    JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 2.981.591.919
    JUMLAH ASET 21.571.180.744

    LIABILITAS DAN EKUITAS
    (DIFISIENSI EKUITAS) – NETTO
    LIABILITAS
    LIABILITAS JANGKA PENDEK
    Utang usaha
    Pihak ketiga 4.181.427.725
    Utang lain-lain
    Pihak ketiga 1.000.000.000
    Pihak berelasi 2.400.000.000
    Beban masih harus di bayar
    81.400.653
    Hutang pajak 497.647.019
    Utang pembiayaan jangka panjang
    yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 89.164.860
    JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 8.249.640.257

    LIABILITAS JANGKA PANJANG

    Utang pembiayaan jangka panjang setelah
    dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
    satu tahun
    106.411.902
    Liabilitas imbalan kerja karyawan 3.326.170.969
    JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 3.432.582.871
    JUMLAH LIABILITAS 11.682.223.128

    EKUITAS
    Modal saham – nilai nominal Rp.100 per saham
    Rp.100 per saham pada tanggal 30 Juni 2018
    dan 31 Desember 2017
    Modal dasar – 880.000.000 saham
    pada tanggal 30 Juni 2017 dan
    31 Desember 2017

    Modal ditempatkan dan disetor penuh
    421.640.000 dan 221.640.000 saham pada
    tanggal 30 Juni 2018 dan 31 Desember 2017 22.164.000.000
    Tambahan Modal Disetor 40.570.804
    Agio saham –
    Emisi saham –
    Saldo rugi (12.315.613.188)
    JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI EKUITAS) NETTO 9.888.957.616
    (DIFISIENSI EKUITAS) – NETTO
    – –
    JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
    PT TRIMUDA NUANSA CITRA, Tbk
    Berakhir Tanggal 30 Juni 2018
    21.571.180.744

    PENDAPATAN 26.515.966.154
    BEBAN POKOK PENDAPATAN 20.741.166.826
    LABA KOTOR 5.774.799.328
    Beban penjualan 1.018.285.088
    Beban umum dan administrasi 3.445.184.197
    LABA OPERASI 1.311.330.043
    Laba penjualan aset tetap –
    Lain-lain – bersih –

    LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
    PAJAK PENGHASILAN
    MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
    Kini
    (349.631.435)
    Tangguhan
    56.484.157
    LABA (RUGI) TAHUN / PERIODE BERJALAN 1.018.182.765
    PENGHASILAN (BEBAN) KOMFREHENSIF LAIN
    Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba-rugi
    pada periode berikut nya :
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja 150.509.989
    Manfaat (beban) pajak penghasilan terkait (22.192.327)
    Penghasilan(rugi) komfrehensif lain setelah pajak 128.317.662
    JUMAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 1.146.500.427

    Rasio likuiditas
    1. Current ratio :18.589.588.825 /8.249.640.257 x100% =2.25
    2.Quick ratio : 18.589.588.825-164.988.725 / 8.249.640.257×100%=0,223
    3. Cash ratio : 2.079.053.001/ 8.249.640.257 x100%=0,252

    Rasio profitabilitas
    1. Gross profit margin : 26.515.966.154 – 20.741.166.826/26.515.966.154 =26,515,966,153.2
    2. Net profit margin: 1.018.182.765-26.515.966.154=−25,497,783,389
    3. Operating profit margin :1.018.182.765/ 26.515.966.154x 100%=0,038
    4. Basic Earning Power/Rentabilitas Ekonomi =1.311.330.043 / 21.571.180.744=0,060
    5.Return on Investment: 1.018.182.765/ 21.571.180.744=0,47
    6. Return on equity :1.018.182.765 /9.888.957.616 =0,102

    Jadi perusahaan sedang dalam keadaan rugi

    Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201808/fa4c0cc792_52907bfe2d.pdf&ved=2ahUKEwib57-gu_PoAhUEH7cAHSPlBEEQFjADegQIARAB&usg=AOvVaw1bCk69JArvmkJX82lVzFYg

  20. NOVAN JAYA
    LAPORAN LABA RUGI
    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2018

    Pendapatan
    Penjualan Rp360.000.000
    Dikurangi :
    Retur dan Potongan Penjualan -Rp9.000.000
    Diskon Penjualan -Rp1.000.000
    -Rp10.000.000
    Penjualan Bersih Rp350.000.000
    Dikurangi :
    Harga Pokok Penjualan Rp220.000.000
    Laba Bruto Rp130.000.000

    Beban
    Beban Penjualan
    Beban Gaji Penjualan Rp15.000.000
    Beban Iklan Rp1.500.000
    Beban Depresiasi – Peralatan Toko Rp500.000
    Beban Perlengkapan Toko Rp1.250.000
    Beban Kirim Penjualan Rp3.250.000
    Beban Listrik, Air, Telepon – Toko Rp1.000.000
    Total Rp22.500.000
    Beban Administrasi
    Beban Gaji Administrasi Rp7.500.000
    Beban Sewa Rp7.500.000
    Beban Depresiasi – Peralatan Kantor Rp300.000
    Beban Asuransi Rp1.500.000
    Beban Listrik, Air, Telepon – Kantor Rp700.000
    Total Rp17.500.000
    Total Beban Rp40.000.000

    Laba Bersih Sebelum Pajak Rp90.000.000
    Dikurangi : Pajak (2,5% dari penjualan) Rp9.000.000
    Laba Bersih Setelah Pajak Rp81.000.000

    NOVAN JAYA
    LAPORAN POSISI KEUANGAN
    PER 31 DESEMBER 2018

    ASET
    Aset Lancar
    Kas Rp150.000.000
    Piutang Dagang Rp50.000.000
    Persediaan Barang Dagang Rp175.000.000
    Sewa Dibayar di Muka Rp10.000.000
    Perelengkapan Toko Rp25.000.000
    Total Aset Lancar Rp410.000.000

    Aset Tetap
    Peralatan Toko Rp50.000.000
    Akumulasi Depresiasi – Peralatan Toko -Rp5.000.000
    Peralatan Kantor Rp20.000.000
    Akumulasi Depresiasi – Peralatan Kantor -Rp2.000.000
    Total Aset Tetap Rp63.000.000

    Total Aset Rp473.000.000

    LIABILITAS DAN EKUITAS
    Liabilitas Jangka Pendek (Liabilitas Lancar)
    Utang Dagang Rp90.000.000
    Utang Gaji Rp30.000.000
    Beban Yang Masih Harus Dibayar Rp15.000.000
    Total Rp135.000.000

    Liabilitas Jangka Panjang
    Utang Bank Rp103.000.000
    Total Rp103.000.000
    Total Liabilitas Rp238.000.000

    EKUITAS
    Modal Novan Jaya Rp235.000.000
    Total Ekuitas Rp235.000.000

    Total Liabilitas dan Ekuitas Rp473.000.000

    GROSS PROFIT MARGIN (GPM)
    GPM = (Penjualan Bersih – HPP)/Penjualan Bersih
    GPM = (Rp 350.000.000 – Rp 220.000.000)/Rp 350.000.000
    GPM = 0,37 atau 0,37 x 100% = 37%

    NETT PROFIT MARGIN (NPM)
    NPM = Laba Bersih Setelah Pajak/Penjualan Bersih
    NPM = Rp 81.000.000/Rp 350.000.000
    NPM = 0,23 atau 0,23 x 100% = 23%

    RETURN ON ASSETS (ROA)
    ROA = Laba Bersih/Total Aset
    ROA = Rp 81.000.000/Rp 473.000.000
    ROA = 0,17 atau 0,17 x 100 % = 17%

    RETURN ON EQUITY (ROE)
    ROE = Laba Bersih/Ekuitas
    ROE = Rp 81.000.000/Rp 235.000.000
    ROE = 0,34 atau 0,34 x 100% = 34%

    CURRENT RATIO (CR)
    CR = Aset Lancar/Utang Lancar
    CR = Rp 410.000.000/Rp 135.000.000
    CR = 3,0 atau 3,0 x 100% = 300%

    QUICK RATIO (QR)
    QR = (Aset Lancar – Persediaan – Persekot Biaya)/Utang Lancar
    QR = (Rp 410.000.000 – Rp 175.000.000 – Rp 10.000.000)/Rp 135.000.000
    QR = 1,6 atau 1,6 x 100% = 160%

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *