Koperasi Indonesia (Manajemen)

Koperasi merupakan salah satu soko guru perekonomian Indonesia. Anda tentunya pernah membaca atau mendengar kalimat tersebut. Kapan Anda membacanya? Kapan Anda mendengarnya? Tahun 2019 ini? Atau beberapa tahun yang lalu? Atau lebih dari 10 tahun yang lalu? Bagaimana dengan sekarang?

Sistem bisnis koperasi merupakan sistem bisnis yang sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat. Ingat, asas koperasi yaitu kekeluargaan dan gotong royong. Dua hal yang sangat baik jika mampu dilaksanakan. Namun, pada kenyataannya saat ini banyak koperasi yang sulit untuk berkembang bahkan tidak sedikit koperasi yang telah bubar. Apakah ada yang salah dengan koperasi?

Anda tentunya mengenal Koperasi Unit Desa (KUD) atau koperasi lain dengan berbagai bidang usaha. Beberapa pertanyaan mendasar berikut perlu Anda jawab sebelum Anda belajar Akuntansi Koperasi.

  1. Coba Anda sebutkan macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya?
  2. Coba Anda jelaskan tujuan koperasi dan peran penting koperasi.
  3. Permasalahan apa saja yang saat ini dihadapi oleh koperasi? Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?
  4. Apa saja tantangan yang akan dihadapi koperasi? Bagaimana mengatasinya?
  5. Apa saja ekuitas yang terdapat di dalam koperasi? Beri penjelasan secukupnya.

Silahkan tuliskan jawaban/pendapat Anda pada kolom komentar. Semangat belajar.

60 comments

  1. 1. Macam-macam koperasi
    -Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Contohnya ketika petani tomat diberikan bibit yang unggul sekaligus memberikan pupuknya.
    -Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Contohnya koperasi ini membuka usaha seperti ritel namun dengan harga yang terjangkau, terlebih kepada para anggotanya namun tetap melayani konsumen non anggota.
    -Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Pada dasarnya, koperasi ini sama siklusnya dengan bank. Namun, karena memang tujuannya untuk menyejahterakan anggotanya, koperasi biasanya memberikan bunga yang lebih murah.
    -Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Koperasi ini bisa mencakup dari tiga jenis koperasi yang ada sebelumnya.

    2. Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
     . Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    Karena dalam kopeasi membutuhkan banyak aknggota, jadi pasti akan menyerap banyak pengangguran.
     Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    Dalam meningkatkan usahannya, koperasi biasanya melakukan banyak kegiatan yang akan membatu kegiatan usahannya seperti dalam bidang pertanian dan melakukan kegiatan penjualan hasil panen.
     Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    Adanya unit usaha dalam koperasi akan membatu anggotanya lebihh banyak mengerti tentang dunia usaha.
     Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    Dengan adanya koperasi yang lebih dekat dengan masyarakat, diharapkan dapat membuat perekonomian di daerah lebih berkembang.
    3. ada banyak masalah yang dihadapi oleh koperasi diantaranya kurangnya fasilitas, dana yang kurang, kurangnya Pendidikan mengenai koperasi dan keuntungannya, kemudian tingkat indiviualis yang semakin kuat dimasyarakat. Solusi yang perlu dilakukan ialah yaitu dengan memperbanyak sosialisasi tentang penting, manfaat, dan keuntungan ketika masyarakt terlibat didalam koperasi itu sendiri, kemudian pemerintah dengan baik memberikan perhatian khusus agar koperasi dapat tetap berkembang dan tidak kalah dengan Lembaga lainnya.
    4. tantangan yang dihadapi oleh koperasi di era yang semakin modern ini ialah persaingan yang semakin sengit. Banyak sekali lembaga-lembaga keuangan yang berlomba-lomba memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memberikan hutang dengan bunga yang juga kompetitif. Ini menjadi hal yang cukup berbahaya bagi koperasi karena koperasi juga sedikit banyak mendapatkan SHU dari usaha tersebut. Langkah yang harus dilakukan oleh koperasi ialah dengan memberikan pelayanan yang uga kompetitif disertai bantuan teknologi yang semakin canggih sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengakses lembaga koperasi itu sendiri dan uga mengetahui produk dan layanan yang diberikan oleh koperasi itu sendiri.
    5. Dalam sebuagh koperasi terdapat beberapa sumber yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, modal penyertaan, cadangan kas dan SHU yang belum dibagikan.
    a. Simpanan pokok merupakan setoran uang yang diberikan oleh anggotanya yang nantinya dianggap sebagai modal ketika ikut bergabung ke koperasi.
    b. Simpanan wajib merupakan adalah uang yang disetorkan oleh anggota yang secara rutin setiap bulannya dan dapat di ambil sesuai kesepakatan yang ada di koperasi tersebut.
    c. Modal penyertaan adalah modal yang diberikan langsung oleh pemilik koperasi tersebut.
    d. Cadangan adalah SHU yang disisihkan untuk dana pengembangan kperasi itu sendiri.
    e. SHU yang belum dibagikan adalah keuntungan yang didapatkan oleh koperasi dari hasil kegiatan yang dilakukan dan belum dibagikan kepada anggotanya.

  2. 1. Macam-macam koperasi:
    a. berdasarkan jenis usahanya:
    koperasi simpan pinjam: Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman.
    Koperasi serba usaha: Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang terdiri atas berbagai jenis usaha
    Koperasi konsumsi: Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota.
    Koperasi produksi: Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama yang merupakan hasil produksi anggota koperasi.
    b. berdasarkan keanggotannya
    koperasi petani: Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orang orang yang terlibat dalam usaha pertanian. Kegiatannya berhubungan dengan pertanian.
    Koperasi pensiuanan: Koperasi pensiunan berisikan para pensiunan pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan.
    Koperasi pegawai republik Indonesia: Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah. KPRI bertujuan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup department atau instansi.
    Koperasi sekolah: Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain.
    Koperasi unit desa: Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan).
    Koperasi pasar: Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. koperasi ini untuk melayani kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan para pedagang.
    c. berdasarkan tingkatannya
    koperasi primer: Koperasi primer merupakan koperasiyang beranggotakan orang-orang paling sedikit 20 orang.
    Koperasi sekunder: koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi.koeprasi sekunder meliputi pusat koperasi, gabungan koperasi, induk koperasi.
    2. Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan peran penting koperasi adalah koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran, koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat, koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha, koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi, dan koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional.
    3. kurangnya kepercyaan masyarakat terhadap koperasi masyarakat lebih percaya dgn bankutk memibjam atau meminjam uang. solusi yang ditawarkan yaitu lebih menyasar pada kelompok kelompok dagang atau biasanya menyasar pada pedagang dipasar
    4.Tantangan yang dihadapi oleh koperasi adalah koperasi harus menyejahterakan banyak orang dan bisa bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan. Solusinya adalah koperasi harus bisa mengikuti perkembangan zaman yang aja di era sekarang ini tanpa mengenyampingkan tujuan dan peran utama yg sudah di jalakankan selama ini.
    5. Dalam sebuagh koperasi terdapat beberapa sumber yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, modal penyertaan, cadangan kas dan SHU yang belum dibagikan.
    a. Simpanan pokok merupakan setoran uang yang diberikan oleh anggotanya yang nantinya dianggap sebagai modal ketika ikut bergabung ke koperasi.
    b. Simpanan wajib merupakan adalah uang yang disetorkan oleh anggota yang secara rutin setiap bulannya dan dapat di ambil sesuai kesepakatan yang ada di koperasi tersebut.
    c. Modal penyertaan adalah modal yang diberikan langsung oleh pemilik koperasi tersebut.
    d. Cadangan adalah SHU yang disisihkan untuk dana pengembangan kperasi itu sendiri.
    e. SHU yang belum dibagikan adalah keuntungan yang didapatkan oleh koperasi dari hasil kegiatan yang dilakukan dan belum dibagikan kepada anggotanya.
    Balas

  3. 1. Macam-macam koperasi:
    a. berdasarkan jenis usahanya:
    koperasi simpan pinjam: Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman.
    Koperasi serba usaha: Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang terdiri atas berbagai jenis usaha
    Koperasi konsumsi: Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota.
    Koperasi produksi: Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama yang merupakan hasil produksi anggota koperasi.
    b. berdasarkan keanggotannya
    koperasi petani: Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orang orang yang terlibat dalam usaha pertanian. Kegiatannya berhubungan dengan pertanian.
    Koperasi pensiuanan: Koperasi pensiunan berisikan para pensiunan pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan.
    Koperasi pegawai republik Indonesia: Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah. KPRI bertujuan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup department atau instansi.
    Koperasi sekolah: Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain.
    Koperasi unit desa: Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan).
    Koperasi pasar: Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. koperasi ini untuk melayani kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan para pedagang.
    c. berdasarkan tingkatannya
    koperasi primer: Koperasi primer merupakan koperasiyang beranggotakan orang-orang paling sedikit 20 orang.
    Koperasi sekunder: koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi.koeprasi sekunder meliputi pusat koperasi, gabungan koperasi, induk koperasi.
    2. Tujuan koperasi Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Peran dari koeprasi sendiri adalah:
    1. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    • Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya.
    2. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    • Sebagai contoh, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha pengadaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani dapat membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian tersebut.
    3. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    • Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.
    4. Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    • Sesuai dengan prinsip koperasi bahwa koperasi harus memiliki kemandirian, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Majunya koperasi akan dapat memberi dorongan untuk meningkatkan taraf hidup para anggota dan masyarakat.
    5. Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    • Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sedangkan pemerintah hanya wajib memberi dorongan, pengarahan, dan bimbingan.
    6. Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    • Koperasi sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa, perlu dikembangkan bersama kegiatan usaha lainnya. Dengan memberdayakan koperasi, berarti pula dapat memberdayakan masyarakat, yang pada akhirnya akan dapat memberdayakan perekonomian nasional.
    3. secara umum permasalahan yang dihadapi koperasi adalah :
    a. Koperasi kurang diminati, hal ini dikarenakan adanya asumsi bahwa koperasi lebih mudah untuk gagal dan kegagaln tersebut tidak dipertanggungjawabkan kepada masyrakat, sehingga menimbulkan rasa tidak percaya tentang pengelolaan koperasi. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan guna pengelolaan koperasi yang lebih baik
    b. keterbatasan modal, hal ini bisa diatasi oleh dana yang berasal dari pemerintah dimana saat ini pemerintah telah menyalurkan banyak bantuan kepada umkm melalui berbagai program baik melalui kerjasama dengan swasta atau murni dari pemerintah.
    c. internal koperasi, seringkali anggota koperasi tidak mendukung jalannya koperasi dan ketidak profesinal pengelola dalam mengelola koperasi sesuai dengan kaidah yang berlaku. Maka dari itu diperlukan pelatihan dan pengawasan dari pemerintah, anggota maupun masyarakat agar pengelolaan koperasi dapat menjadi lebih baik.
    d. Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Solusinya tentu saja harus dilakukan perubahan sistem dari epmerintah terkait penyaluran dana tersebut dan diadakan pengawasan serta pendampingan.
    4. tantangan yang dihadapi koperasi:
    a. mensejahterakan semua orang bukan hanya anggotanya saja. Hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan meningkatkan jumlah anggotannya sehingga kemanfaatn dari koeprasi dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Selain itu makin banyak jumlah anggota makin banyak modal yang diperoleh dan makin berkembang pula koperasi tersbeut.
    b. bertahan ditengah kompetisi perbankan, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.
    5. ekuitas-ekuitas yang terdapat dalam koperasi:
    a. modal sendiri:
    simpanan pokok, sejumlah uang yang wajib disetorkan oleh anggotanya saat pertama kali masu menjadi anggota dan besarannya adalah sama.
    Simpanan wajib, simpanan yang wajib dibayarkaan pada periode waktu teretntu dengan besaran yang tidak sama antara anggota satu dengan yang lain serta modal tersebut tidak dapat diambil.
    Dana cadangan, sejumlah dana yang berasal dari sisa hasil usaha yang menumpuk.
    Hibah/donasi, pemberian atau hibah untuk memperlancar jalannya koperasi.
    b. modal pinjaman, modal ini bisa berasal dari berbagai pihak yaitu:
    anggota
    koperasi atau badan usaha lain
    bahan dan lembaga keuangan lainnya
    Penelitian Obligasi atau Surat Hutang Lainnya
    Sumber Lain Yang Sah
    Modal Penyertaan

    Referensi:
    http://dinkop-umkm.jatengprov.go.id/resc/img/media/1773-sumber_modal_koperasi.pdf
    https://blog.ruangguru.com/tujuan-peran-cara-kerja-koperasi
    https://informazone.com/jenis-jenis-koperasi/
    http://niaaarahmawati.blogspot.com/2017/11/tulisan-1ekonomi-koperasi-masalah.html
    http://hendraekasuparman.blogspot.com/2016/12/permasalahan-koperasi-dan-solusinya.html

  4. 1.
    a. Macam-macam koperasi yang berdasarkan jenis usahanya:
    – Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
    Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”
    – Koperasi Serba Usaha (KSU)
    Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang terdiri atas berbagai jenis usaha. Misalnya, melayani simpan pinjam dan pelayanan jasa, menjual barang-barang hasil produksi anggota, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit wartel.
    – Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga. Barang-barang yang disediakan harganya lebih murah dibandingkan dengan toko-toko lainnya.
    – Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama yang merupakan hasil produksi anggota koperasi. Bagi para anggota yang memiliki usaha, dapat memasok hasil produksinya ke koperasi, dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
    b. Macam-macam koperasi yang nerdasarkan keanggotaannya:
    – Koperasi Petani
    Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orang orang yang terlibat dalam usaha pertanian. Koperasi pertanian melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian, misalnya penyuluhan pertanian, pengadaan bibit unggul, penyediaan pupuk, obat-obatan dan lain-lainnya.
    -Koperasi Pensiunan
    Berbeda dengan Koperasi pertanian yang beranggotakan para petani, anggota Koperasi pensiunan berisikan para pensiunan pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan.
    – Koperasi Pegawai Replubik Indonesia (KPRI)
    Berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah. Sebelum KPRI, koperasi ini lebih dikenal dengan nama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup department atau instansi.
    – Koperasi Sekolah
    Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain latihan kepemimpinan, latihan tanggung jawab, latihan kejujuran, latihan mengenal lingkungan, serta latihan belajar berorganisasi dalam bentuk usaha bersama.Koperasi sekolah diusahakan diurus oleh siswa, hal ini dimaksudkan agar tujuan koperasi sebagai media pendidikan dapat tercapai.
    – Koperasi Unit Desa (KUD)
    Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan).
    – Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. Pada umumnya pedagang di setiap pasar mendirikan koperasi untuk melayani kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan para pedagang. Misalnya modal dan penyediaan barang dagangan. Di tingkat kabupaten atau provinsi terdapat Pusat Koperasi Pasar (Puskoppas) yang bertujuan memberikan bimbingan kepada koperasi pasar yang ada di wilayah binaannya.
    c. Macam-macam koperasi yang berdasarkan tingkatannya:
    – Koperasi Primer
    Koperasi primer merupakan koperasiyang beranggotakan orang-orang. Anggota koperasi primer paling sedikit 20 orang.
    – Koperasi Sekunder
    Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi.

    2. Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan peran penting koperasi adalah koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran, koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat, koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha, koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi, dan koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional.

    3. Permasalahan yang dihadapi koperasi dapat berasal dari internal maupun eksternal, yaitu:
    a. Masalah internal seperti : 1) Minimnya sikap profesionalitas para pengelola koperasi, hal ini terjadi bisa karena tingkat pendidikan pengelola serta keahlian yang dimiliki pengelola koperasi yang terbatas, 2) Kurang bekerjanya fungsi pengawas koperasi, 3) Minimnya inovasi – inovasi yang dilakukan koperasi dalam menarik minat masyarakat untuk tergabung menjadi anggota.
    b. Masalah eksternal yang biasa dialami koperasi antara lain: 1) Tingkat pengembalian pinjaman yang kurang lancar sehingga mengurangi pendapatan dari Koperasi, 2) Partisipasi anggota yang rendah dalam kegiatan – kegiatan koperasi seperti RAT, 3) Lebih banyak anggota yang tidak memiliki usaha sehingga ketika meminjam di Koperasi hanya digunakan sebagai kebutuhan konsumsi, 4) Kurangnya pemahaman bagi masyarakat tentang keuntungan bergabung dengan koperasi, 5) Hambatan yang cukup besar pula dirasa saat ini adalah dimana koperasi harus mampu bertahan ditengah kompetisi perbankan.
    – Adapun solusinya adalah mengaktifkan kegiatan pendidikan perkoperasian, perlu dilakukan regenerasi kepengurusan/ pengelola koperasi. Kurang profesionalnya pengelola dalam mengelola koperasi salah satu nya dikarenakan adanya rangkap jabatan dalam struktur kepengurusan dan juga regenerasi yang kurang berjalan dengan baik, seperti kebanyakan pengelola koperasi adalah generasi tua dan sangat minim generasi muda yang terlibat di dalam pengelolaannya. Maka perlu kemudian dilakukan regenerasi kepengurusan atau tahapan pengkaderan bagi pengelola koperasi, untuk meminimalisir adanya pinjaman bermasalah, hendaknya koperasi memiliki quality control terkait proses peminjaman seperti adanya survey kelayakan calon peminjaman, memastikan jaminan yang diberikan adalah senilai dengan jumlah pinjaman. Selain itu dapat juga diberlakukan rasio besarnya pinjaman terhadap tabungan anggota. Semakin besar tabungan/ simpanan yang dimiliki anggota di koperasi maka semakin besar pula jumlah pinjaman yang bisa diberikan oleh koperasi, jika pinjaman bermasalah sudah terlalu tinggi/ kredit macet tinggi hal yang bisa dilakukan antara lain ; melakukan pendataan ulang para peminjam koperasi dan dibagi berdasarkan kategori tertentu seperti pinjaman lancar, pinjaman kurang lancar, pinjaman tidak lancar dan pinjaman macet, untuk menarik minat masyarakat untuk bergabung di Koperasi, koperasi bisa memberikan program program yang menarik seperti adanya reward/ hadiah bagi anggota yang jumlah tabungannya besar atau anggota yang rutin membayarkan angsuran tepat waktu, pengelola koperasi harus paham dan mampu mengikuti perkembangan teknologi, seperti pengelola harus mampu menggunakan komputer dengan baik dalam melakukan pencatatan atau pembukuan, dan mampu menggunakan internet dan sosial media.

    4. Tantangan yang dihadapi oleh koperasi adalah koperasi harus menyejahterakan banyak orang dan bisa bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan. Solusinya adalah koperasi harus bisa mengikuti perkembangan zaman yang aja di era sekarang ini tanpa mengenyampingkan tujuan dan peran utama yg sudah di jalakankan selama ini.

    5. Ekuitas yang terdapat di koperasi:
    – Simpanan Pokok adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    – Simpanan Wajib adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    – Simpanan Lain-Lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    – Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    – Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    – SHU belum dibagi adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    – Cadangan adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  5. 1. Macam koperasi dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan faktor-faktor yang membedakannya, antara lain :
    A. Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya
    1. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Ada berbagai macam bentuk koperasi produksi seperti koperasi produksi untuk para petani, peternak sapi, pengrajin, dan sejenisnya.
    Bentuk bantuan yang diberikan juga dapat berupa bantuan untuk menjual barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi akan menampung seluruh hasil produksi agar para anggotanya bisa dengan mudah menjual barang hasil usahanya.
    2. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Sebagai contoh koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya.
    3. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.
    4. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.
    B. Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya
    1. Koperasi Pegawai Negeri
    Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) sekarang telah berubah nama menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia. Koperasi ini memiliki tujuan utama utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya.
    2. Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Bentuk koperasi koperasi pasar dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang.
    3. Koperasi Unit Desa
    Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan. Koperasi unit desa biasanya melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi khususnya yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan.
    4. Koperasi Sekolah
    Koperasi sekolah biasa dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Anggota koperasi ini biasanya terdiri dari guru, siswa, dan karyawan pada sebuah sekolah.
    C. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Tingkatannya
    1. Koperasi Primer
    Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.
    2. Koperasi Sekunder
    Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.
    D. Jenis Koperasi Berdasarkan Fungsinya
    1. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya barang-barang tersebut disesuaikan dengan jenis anggota dalam koperasi tersebut.
    2. Koperasi Jasa
    Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Dimana pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri.
    3. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu. Selain itu koperasi juga ikut membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi.

    2. Tujuan Koperasi adalah sesuai dengan yang tercantum dalam UU No.25 Tahun 1992 mengenai Perkoperasian, Tujuan Koperasi yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pada Pacasila dan UUD 1945.
    Sedangkan, peran penting koperasi adalah
    A. Meningkatkan Pendapatan Anggota
    Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi merupakan keuntungan para anggota. Makin besar jasa seorang anggota terhadap koperasi makin besar pula penghasilan yang diperoleh anggota itu.
    B. Menciptakan Lapangan Pekerjaan
    Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan juga masyarakat pada umumnya. Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi berusaha melakukan kegiatan sesuai dengan jenis koperasi, seperti di bidang kerajinan, pertanian, dan pertokoan. Dibukanya lapangan usaha koperasi berarti memberi kesempatan kepada tenaga kerja dan menyerap sumber daya manusia pada umumnya.
    C. Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
    Kegiatan koperasi dapat meningkatkan penghasilan para anggota koperasi. Ini berarti sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan memperoleh penghasilan yang tinggi kemungkinan akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam.
    D. Turut Mencerdaskan Bangsa
    Usaha koperasi bukan hanya kegiatan di bidang material, tetapi juga mengadakan kegiatan pendidikan terhadap para anggota. Pendidikan tersebut antara lain diberikan dalam bentuk pelatihan keterampilan dan manajemen. Dengan demikian, koperasi turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
    E. Mempersatukan & mengembangkan Daya Usaha
    Koperasi merupakan kekuatan yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, koperasi pertanian dalam melakukan kegiatan usahanya dapat mempersatukan usaha para petani untuk memenuhi kebutuhannya, seperti usaha pengadaan pupuk, bibit, alat pertanian, dan menjual bersama produksi pertanian.
    F. Menyelenggarakan Kehidupan Ekonomi
    Pada setiap kegiatan, koperasi bertindak bukan atas kehendak pengurus, melainkan berdasarkan keinginan para anggota, yaitu terlebih dahulu harus dimusyawarahkan. Hal ini merupakan pencerminan dari pelaksanaan demokrasi ekonomi.

    3. Permasalahan yang dihadapi oleh koperasi saat ini adalah :
    A. Koperasi saat ini kurang diminati
    Saat ini, koperasi kurang diminati karena koperasi masih dianggap sebagai badan yang kurang kekinian, atau kurang menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga pengguna koperasi masih didominasi oleh kalangan orang yang berusia 40 tahun ke atas.
    B. Kurangnya sumber daya manusia (pengelola)
    Efek dari kurang berkembangnya koperasi juga karena kurangnya pengelola yang mau mengelola koperasi, karena mindset dari masyarakat yang menganggap koperasi masih kuno, sehingga kalangan muda banyak yang enggan menjadi pengelola koperasi.
    C. Keterbatasan modal
    Karena sepi dalam minat pengguna koperasi, maka modal yang dimiliki koperasi pun terbatas. Berbagai simpanan pokok dan wajib yang seharusnya dimiliki koperasi karena dibayarkan anggotanya menjadi sedikit karena hanya sedikit yang mau memanfaatkan koperasi.
    D. Pesaing
    Saat ini, pesaing yang paling berat bagi koperasi adalah Bank. Karena bank memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga membuat para masyarakat lebih memilih bank dari pada koperasi.
    E. Masalah budaya
    Budaya yang masih tertanam dalam masyarakat Indonesia saat ini adalah koperasi hanya digunakan oleh orang tua, sehingga banyak anak muda yang enggan menggunakan koperasi.
    F. Teknologi
    Teknologi yang digunakan oleh koperasi, menurut saya belum memaksimalkan kemajuan yang terjadi sekarang, sehingga koperasi masih ketinggalan apabila dibandingkan dengan pesaingnya, seperti Bank.

    Solusi dalam Mengatasi Masalah yang Menghambat Perkembangan Koperasi di Indonesia
    A. Adanya sosialisasi kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung dengan koperasi tersebut
    B. Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dapat berpartisipasi dalam koperasi. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi. Partisipasi akan meningkatkan rasa tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif.
    C. Melakukan trik-trik khusus melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum. Mungkin koperasi sulit untuk bermain dalam harga, tapi hal ini dapat dilakukan dengan cara sistem kredit, yang pembayarannya dapat dilakukan dalam waktu mingguan ataupun bulanan tergantung perjanjian. Dengan adanya hal seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi anggota.
    D. Pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan juga masyarakat yang memiliki dana dapat menyimpan uang mereka dikoperasi supaya memperluas usahanya agar dapat bertahan dan bisa berkembang.
    E. Pemerintah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan dan dukungan yang dapat membantu perkembangan koperasi.
    F. Membenahi kondisi internal koperasi.
    G. Penyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif.
    H. Perlu adanya pengelolaan dengan menggunakan sarana teknologi yang lebih efektif, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar

    4. Tantangan yang dihadapi oleh koperasi adalah :
    A. Menyejahterakan banyak orang
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan.
    Solusi yang ditawarkan adalah membuat Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.
    B. Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.
    Dari sekitar 209.000 koperasi di Indonesia tahun 2015, maka sekitar 110.000 adalah Koperasi Simpan Pinjam. Bahkan USP atau Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini.
    Solusi yang ditawarkan adalah Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.

    5. Ekuitas yang terdapat di dalam koperasi antara lain
    A. Simpanan pokok dan simpanan wajib dapat diambil kembali oleh anggota koperasi yang mengundurkan diri dari keanggotaan koperasi, namun diasumsikan bahwa anggota koperasi tetap terus menjadi anggota dalam waktu yang tidak terbatas. Dengan demikian simpanan pokok dan simpanan wajib tersebut bersifat permanen;
    B. Simpanan pokok dan simpanan wajib yang belum diterima (belum dibayarkan oleh anggota) termasuk sebagai piutang simpanan pokok dan simpanan wajib karena memang biasanya pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib ini dapat dilakukan secara angsuran, baik dalam jumlah dan waktu pembayaran dapat ditetapkan dalam Anggaran Dasar maupun di dalam Anggaran Rumah Tangga;
    C. Penampilan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib di neraca koperasi adalah dengan mencantumkan nilai nominal simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok dan simpanan wajib yang belum diterima ditampikan sebagai piutang;
    D. Kelebihan dana dari komponen simpanan pokok dan simpanan wajib yang disetorkan kemudian oleh anggota baru di atas nilai nominal simpanan pokok dan simpanan wajib anggota pendiri diakui sebagai Modal Penyertaan Partisipasi Anggota.

  6. 1. a. Pengelompokan jenis-jenis koperasi berdasarkan jenis usahanya:
    1) Koperasi produksi: sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Ada berbagai macam bentuk koperasi produksi seperti koperasi produksi untuk para petani, peternak sapi, pengrajin, dan sejenisnya. Bentuk bantuan yang diberikan juga dapat berupa bantuan untuk menjual barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi akan menampung seluruh hasil produksi agar para anggotanya bisa dengan mudah menjual barang hasil usahanya.
    2) Koperasi konsumsi: sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Sebagai contoh koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya.
    3) Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.
    4) Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.

    b. Jenis-jenis koperasi berdasarkan status anggotanya :
    1) Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) sekarang telah berubah nama menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia. Koperasi ini memiliki tujuan utama utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya.
    2) Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Bentuk koperasi koperasi pasar dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang.
    3) Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan. Koperasi unit desa biasanya melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi khususnya yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan.
    4) Koperasi sekolah biasa dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Anggota koperasi ini biasanya terdiri dari guru, siswa, dan karyawan pada sebuah sekolah.
    5) Koperasi pondok pesantren (Kopontren) adalah koperasi yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan. Kegiatan yang dilakukan Kopontren biasanya menyediakan barang-barang kebutuhan santri seperti kitab-kitab dan baju muslim.

    c. Jenis-jenis koperasi berdasarkan tingkatannya terbagi:
    1) Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.
    2) Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.

    d. Jenis-jenis koperasi berdasarkan fungsinya:
    1) Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya barang-barang tersebut disesuaikan dengan jenis anggota dalam koperasi tersebut.
    2) Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Dimana pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri.
    3) Koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu. Selain itu koperasi juga ikut membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi.

    2. Tujuan dan peran :
    Tujuan :
    Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju ,adil ,dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 .
    Peran dan fungsi :
    a. Membangun dan mengembangkan potesi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
    b. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;
    c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perkonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya;
    d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perkonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    3. Masalah yang sering dihadapi oleh koperasi diantaranya:
    a) Keterbatasan dana yang dimiliki.
    b) Tingkat pendidikan, keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh para anggota terbatas.
    c) Partisipasi para anggotanya masih rendah baik dari RAP maupun kegiatan lainnya yang diberikan.
    d) Keterbatasan pengetahuan anggota terhadap pembagian SHU.
    e) Banyaknya anggota yang tidak mau bekerjasama, bahkan tingkat pengembalian pinjaman yang amat lama sehingga dana / modal koperasi semakin berkurang.
    f) Kurangnya pengawasan dari para pengurus koperasi.
    g) Kurangnya fasilitas-fasilitas yang dapat menarik perhatian masyarakat dan peminat dari masyarakatnya kurang, karena sebagian masyarakat beranggapan bahwa koperasi kurang menjanjikan.
    h) Kurangnya edukasi tentang keuntungan dari koperasi bagi masyarakat.
    i) Sedikitnya masyarakat untuk berwirausaha.

    Adapun menurut saya solusi yang bisa dilakukan:
    a. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang koperasi baik melalui iklan di tv, spanduk,koran ataupun sera langsung survei ke masyarakat, agar masyarakat percaya dan yakin bahwa koperasi badan usaha yang bagus sekaligus bisa meningkatkan dana/ modal koperasi karena banyak masyarakat yang mau menjadi anggota koperasi dan mau menginvestasikan uangnya kepada koperasi.
    b. Memberikan pendidikan/ pelatihan untuk para anggota koperasi.
    c. Adanya perjanjian hukum agar antar anggota dengan koperasi tidak saling merugikan baik dari pihak anggota maupun koperasi.
    d. Adanya rasa saling percaya dan bertanggung jawab atas kemajua koperasi baik dari pihak anggota maupun dari pihak pengurus atau pengawas koperasi.
    e. Memaksimalkan kerja para pengawas atau pengurus koperasi, karena ini adalah inti dari koperasi, jika pengurus atau pengawasnya tidak bekerja dengan baik seberapa banyak anggota yang ada dikoperasi tidak akan membuat koperasi berkembang.

    4. Dua contoh tantangan yang akan dihadapi koperasi :
    Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan.
    Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.
    Koperasi bukan sebuah perusahaan yang tujuannya mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, namun sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang. Program sosialisasi akan keuntungan dan manfaat besar koperasi bagi individu, keluarga dan masyarakat harus dilakukan secara rutin. Makin besar tubuh koperasi, makin banyak modal yang dipupuk. Makin banyak transaksi di Koperasi dan makin besar pemasukan, makin banyak juga pihak yang terlibat, dan tentu saja makin bisa pula menyejahterakan banyak orang.
    b. Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.
    Dari sekitar 209.000 koperasi di Indonesia tahun 2015, maka sekitar 110.000 adalah Koperasi Simpan Pinjam. Bahkan USP atau Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini.
    Sementara itu tidak dapat dipungkiri bahwa dunia perbankan di Indonesia perkembangannya maju pesat. Bukan hanya perbankan konvensional saja, tetapi juga perbankan syariah. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Indonesia cukup ‘dimanja’ dengan pilihan beragam cara dan layanan mudah untuk menabung dan meminjam. Hal ini merupakan jenis tantangan selanjutnya bagi Koperasi-koperasi di Indonesia, agar juga dapat berkembang dengan baik melayani kebutuhan simpan pinjam anggota, maupun non anggota.
    Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.
    Setelah meningkatkan jumlah anggota, proses selanjutnya yang harus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi pada umumnya adalah mendata anggota beserta kebutuhannya. Menganalisa kebutuhan anggota terhadap barang dan jasa. Hal ini akan mudah bila didukung dengan penggunaan system teknologi informasi modern, untuk menghasilkan data akurat tentang kebutuhan anggota akan barang dan jasa yang harus diadakan koperasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dilakukan dengan TI yang handal dan terkoneksi online.

    5. Ekuitas dalam Koperasi terdiri dari ekuitas sendiri dan ekuitas pinjaman.
    Ekuitas sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah, sedangkan ekuitas pinjaman dapat berasal dari anggota, Koperasi lainnya dan/atau anggotanya, bank dan lembaga, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, dan sumber lain yang sah. Sumber lain yang bisa digunakan adalah modal penyertaan.
    a. Simpanan Pokok: adalah sejumlah uang yang sama banyaknya yang wajib
    dibayarkan oleh anggota kepada Koperasi pada saat masuk menjadi anggota.
    Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih
    menjadi anggota.
    b. Simpanan Wajib: adalah jumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada Koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
    c. Dana Cadangan: adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha, yang dimaksudkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian Koperasi bila diperlukan.
    d. Hibah: merupakan bantuan berupa uang atau barang dari pihak ketiga yang
    diberikan kepada Koperasi tanpa adanya ikatan dan kewajiban bagi Koperasi
    untuk mengembalikannya.
    e. Pinjaman Anggota: Pinjaman yang diperoleh dari anggota, termasuk calon anggota yang memenuhi syarat.
    f. Pinjaman Koperasi/anggota Koperasi Lain: Pinjaman dari Koperasi lainnya dan/atau anggotanya didasari dengan perjanjian kerja sama antarkoperasi.
    g. Pinjaman Bank atau Lembaga Keuangan: Pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya dilakukan berdasarkan
    ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    h. Penerbitan Obligasi: Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya dilakukan berdasarkan ketentuan
    peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    i. Sumber Lain yang Sah: adalah pinjaman dari bukan anggota yang dilakukan tidak melalui penawaran secara umum.
    j. Modal Penyertaan: merupakan sejumlah uang atau barang, baik yang bersumber dari pemerintah maupun dari masyarakat dilaksanakan dalam rangka memperkuat kegiatan usaha Koperasi terutama yang berbentuk investasi.

  7. Jawaban 1.
    Pasal 16 UU No 25 tahun 1992 menjelaskan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaaan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Dalam penjelasan pasal tersebut diuraikan jenis koperasi adalah koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Pemasaran, dan Koperasi Jasa. Sedangkan jika dilihat dari berbagai pendekatan, jenis koperasi dapat dibedakan berdasarkan bidang usaha, jenis anggota, jenis anggota, jenis komoditi, dan daerah kerja.
    1) Berdasarkan bidang usahanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan bidang usahanya mencerminkan jenis jasa yang ditawarkan koperasi kepada pelanggannya.
    a) koperasi produksi yaitu koperasi yang kegiatan utamanya memroses bahan baku menjadi barang jadi atau bsetengah jadi barang.
    b) koperasi konsumsi yaitu koperasi yang berusaha dalam penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan anggotanya.
    c) koperasi pemasaran yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan.
    d) koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang bergerak dalam penghimpunan simpanan dari anggota kemudian meminjamkannya kembali kepada anggota yang membutuhkan.
    2) Berdasarkan jenis komoditinya
    Penggolongan ini didasarkan pada jenis barang dan jasa yang menjadi obyek usaha koperasi.
    a) koperasi pertambangan yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat sumber-sumber alam tersebut.
    b) koperasi pertanian yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan komoditi pertanian tertentu.
    c) koperasi peternakan yaitu koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu.
    d) koperasi industri dan kerajinan yaitu koperasi yang melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertentu.
    e) koperasi jasa yaitu koperasi mengkhususkan kegiatannnya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    3) Berdasarkan jenis anggotanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan jenis anggota hanya terjadi di Indonesia. Dengan dikelompokkannya koperasi ini secara tidak langsung terjadi diskriminasi dalam penerimaan anggota. Koperasi berdasarkan jenis anggota sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai koperasi dalam arti sebenarnaya tetapi lebih tepat disebut sebagai konsentrasi atau persekutuan majikan (Hatta dalam Revrisond Baswir, 2000: 81). Berdasarkan anggotanya koperasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    a) koperasi karyawan (Kopkar)
    b) koperasi pedagang pasar (Koppas)
    c) koperasi angkatan darat (Primkopad)
    d) koperasi mahasiswa (Kopma)
    e) koperasi pondok pesantren (Koppontren) f) koperasi peranserta wanita (Koperwan)
    g) koperasi pramuka (Kopram)
    h) koperasi pegawai negeri (KPN)
    i) dan sebagainya.
    4) Berdasarkan daerah kerjanya
    Yang dimaksud dengan daerah kerja adalah luas sempitnya wilayah yang dijangkau oleh suatu badan usaha koperasi dalam melayani kepentingan anggotanya atau dalam melayani masyarakat.
    Penggolongannya adalah sebagai berikut
    a) koperasi primer yaitu koperasi yang beranggotakan orang-orang yang biasanya didirikan pada lingkup kesatuan wilayah tertentu.
    b) koperasi sekunder atau pusat koperasi yaitu koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer
    c) koperasi tersier atau induk koperasi yang beranggotakan koperasikoperasi sekunder dan berkedudukan di ibukota negara.

    Jawaban 2.
    Tujuan koperasi sebagaimana yang tertuang dalam pasal 3 UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian, yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan koperasi adalah.
    1) Memajukan kesejahteraan anggota koperasi.
    2) Memajukan kesejahteraan masyarakat.
    3) Membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran dan Fungsi Koperasi
    Keberadaan koperasi diharapkan mampu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membangun tatanan perekonomian nasional. Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, fungsi dan peranan koperasi adalah sebagai berikut.
    1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    Jawaban 3. masalah masalah koperasi secara umum adalah :
    1. Koperasi jarang peminatnya
    Solusi : koperasi sebaiknya memperbanyak layanan yang sesuai kebutuhan konsumen dan yang kekinian, kemudian memasarkan produk koperasi melalui media sosial dan website agar konsumen dapat mengetahui dengan mudah karena jaman sekarang semua mengacu dan berkumpul di media sosial.
    2. Sulitnya koperasi berkembang
    Solusi : merujuk kepada beberapa perusahaan terkini, perusahaan membutuhkan personal yang unik dan kreatif yang dapat membuat inovasi agar dapat menarik peminat/ konsumen.
    3. Masalah permodalan
    Solusi : dengan layanan/ produk yang menarik harapannya para investor dapat tertarik dan membawa uang mereka ke koperasi sehingga koperasi dapat berkembang dan sukses.

    Jawaban 4. Koperasi sebenarnya memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Namun pada kenyataannya, koperasi masih menghadapi beberapa hambatan struktural dan sistem untuk dapat berfungsi dan berperan dalam memperkukuh perekonomian nasional. Dengan demikian, yang menjadi tantangan bagi koperasi adalah mewujudkan koperasi, baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat agar mampu berperan secara nyata dalam kegiatan ekonoi rakyat. Oleh karena itu, produk/ layanan yang koperasi berikan harus disesuaikan dengan kondisi/ psikologis konsumen serta pemasaran sebaiknya melalui jejaring sosial berbasis internet.

    Jawaban 5. Ekuitas di koperasi berupa :
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    Baca Juga : Persamaan Dasar Akuntansi

    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  8. 1. Berdasarkan jenis usahanya:
    • Koperasi produksi/produsen adalah jenis koperasi dengan tujuan membantu anggotanya untuk membuat usaha bersama. Usaha yang dilakukan berupa memproduksi atau menjual barang kepada konsumen. Selain itu anggotanya mendapat dana sebagai bantuan modal usaha. Contoh koperasi produksi berupa koperasi pertanian, koperasi peternakan, koperasi kerajinan dan lain-lain.
    • Koperasi konsumsi/konsumen adalah jenis koperasi yang menjaul berbagai kebutuhan pokok sehari-hari anggota koperasinya. Harga yang dipatok tentunya lebih murah dan terjangkau. Beberapa barang yang dijual yaitu bahan pangan, pakaian, perabotan rumah tangga dan lain-lain.
    • Koperasi Simpan Pinjam (KSP) adalah jenis koperasi yang menyediakan peminjaman uang dan tempat penyimpanan uang. Koperasi ini terkenal oleh masyarakat karena dengan menjadi anggota KSP dapat meminjam dana dengan mudah. Kerja dari KSP sendiri hampir mirip dengan bank, namun bedanya bunga di koperasi lebih ringan dan pembayarannya dapat diangsur. Selain bunga anggota juga mendapat hasil pinjaman dinikmati secara bersamaan dengan cara bagi hasil tiap anggota.
    • Koperasi Serba Usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang dalamnya terdapt banyak jenis usaha. Barang yang dijual menjadi lebih murah jika kita menjadia anggota. Bentuk usaha bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan KSP.
    Berdasarkan tingkatannya:
    • Koperasi primer adalah jenis koperasi memiliki anggota minimal 20 orang. Koperasi ini memenuhi syarat anggaran dasar dan memiliki tujuan yang sama antar anggota.
    • Koperasi sekunder adalah jenis koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi primer serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan koperasi primer. Tiap kopeasi memiliki tujuan sama agar kegiatan dilakukan lebih efisien. Koperasi ini dibagi menjadi 3 yaitu koperasi pusat terdiri paling sedikit 5 koperasi primer, gabungan koperasi memiliki minimal 3 koperasi pusat, dan induk koperasi yaitu koperasi yang memiliki anggota 3 gabungan koperasi.
    Berdasarkan status anggotanya,
    • Koperasi Pegawai Republik Indonesia adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari pegawai negeri pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebelumnya koperasi ini dikenal dengan Koperasi Pegawai Negeri (KPN). Tujuannya adalah untuk mensejahterakan anggotanya dan mensejahterakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tergabung dalam koperasi tersebut.
    • Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari pada pedagang pasar. Koperasi pasar dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang. Koperasi ini berupa KSP menyediakan modal bagi para pedagang. Tujuannya untuk mensejahterakan para pedagang pasar memiliki dana pinjaman sebagai modal berdagang.
    • Koperais Unit Desa (KUD) adalah jenis koperasi yang anggotanya masyarakat dalam struktur pemerintahan desa yang ada di desa-desa. KUD merekrut masyarakat pedesaan untuk bergabung menjadi anggotanya. KUD biasanya melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi khususnya berkaitan dengan pertanian atau perikanan.
    • Koperasi sekolah adalah jenis koperasi yang ditemui di tingkat SD, SMP, SMA mauopun perguruan tinggi. Anggotanya adalah siswa, guru dan karyawan sekolah itu sendiri. Koperasi ini menyediakan peralatan sekolah dengan harga murah untuk kebutuhan siswa dan guru.
    Berdasarkan fungsinya,
    • Koperasi pengadaan dan koperasi pembelian adalah jenis koperasi ang menyelenggarakan fungsi pembelian dan pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Anggotanya berperan sebagai pemilik sekaligus pembeli bagi koperasinya.
    • Koperasi Jasa adalah jenis koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggotanya. Anggota koperasi berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jas koperasi. Contoh koperasi jasalaha KSP, koperasi asuransi dan lain-lain.
    • Koperasi produksi adala jenis koperasi yang menghasilkan barang dan jasa dimana anggota bekerja sebagai karyawan atau pegawai koperasi. Anggota beroperasi sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
    • Koperasi pemasaran/ koperasi penjualan adalah jenis koperasi yang menyelenggarakan fungsi distirbusi barrang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai ke konsumen. Anggota adalah pemilik sekaligus pemaosk barang/jasa kepada koperasi.

    2. Tujuan koperasi
    • Diatur dalam UU pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Prioritas utama adalah anggota koperasi terlebih dahulu kemudian koperasi dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat.
    Peran koperasi
    • Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    • Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    • Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha
    • Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    • Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    • Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional

    3. Permasalahannya adalah saat ini koperasi kurang diminati, kurangnya SDM, keterbatasan modal, pesaing, dan teknologi. Solusi yang bisa diatasi adalah perlunya sosialiasi terhadap masyarakat tentang bagaimana peran fungsi dan manfaat adanya koperasi supaya masyarakat dapat terbantu dengan adanya koperasi. Untuk saat ini SDM banyak tetapi mereka masih kurang memiliki akses bagaimana menjadi pegawai suatu koperasi. Keterbasan modal saat ini mungkin bisa ditambahkan dengan bantuan dana pemerintah agar dana koperasi tidak merugi. Pesaing saat ini mengapa ketertarikan koperasi menurun karena banyaknya pesaing, saat ini trik yang dapat dilakukan adalah melalui harga barang, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum. Terakhir adalah, teknologi, koperasi saat ini masih minim menggunakan teknologi masa kini, solusinya sistem pembukuan, keuangan, administrasi harus menggunakan teknologi saat ini yang dirasa efektif dan efisien.

    4. Tantangan paling berat adalah menurunnya minat masyarakat saat ini di bidang koperasi, terbukti dengan penurunan eksistensi koperasi di kalangan masyarakat. Padahal banyak keuntungan menjadi anggota koperais. Usaha mikro beromset Rp 1-3 juta per hari memiliki produktifitas tertinggi dalam koperasi, hal ini koperasi sangat bersahabat untuk pelaku ekonomi skala mikro. Koperasi juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Bisnis online dnegan sistem koperasi merupakan juga menjadi alternatif agar koperasi tetap diterapkan dan di kenal masyarakat.

    5. Ekuitas koperasi yaitu:
    • Simpanan pokok merupakan sejumlah uang yang besarnya sama, masing-masing anggota harus menyetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    • Simpanan wajib merupakan simpanan yang harus dibayarkan oleh anggota misal sebulan sekali yang terlah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib dicairkan dengan mengacu aturan aturan yang telah ditetapkan.
    • Simpanan lain-lain adalah simapanan yg karakteristiknya sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang didapat anggota maupun non anggota, simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis ini sebagai hutang jangka pendek.
    • Modal sumbangan adalah sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat
    • Modal penyertaan merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal
    • SHU belum dibagi merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semua anggota
    • Cadangan merupakan bagian SHU yang disisihkan utnuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa me

  9. Jawaban 1.
    Pasal 16 UU No 25 tahun 1992 menjelaskan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaaan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Dalam penjelasan pasal tersebut diuraikan jenis koperasi adalah koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Pemasaran, dan Koperasi Jasa. Sedangkan jika dilihat dari berbagai pendekatan, jenis koperasi dapat dibedakan berdasarkan bidang usaha, jenis anggota, jenis anggota, jenis komoditi, dan daerah kerja.
    1) Berdasarkan bidang usahanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan bidang usahanya mencerminkan jenis jasa yang ditawarkan koperasi kepada pelanggannya.
    a) koperasi produksi yaitu koperasi yang kegiatan utamanya memroses bahan baku menjadi barang jadi atau bsetengah jadi barang.
    b) koperasi konsumsi yaitu koperasi yang berusaha dalam penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan anggotanya.
    c) koperasi pemasaran yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan.
    d) koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang bergerak dalam penghimpunan simpanan dari anggota kemudian meminjamkannya kembali kepada anggota yang membutuhkan.
    2) Berdasarkan jenis komoditinya
    Penggolongan ini didasarkan pada jenis barang dan jasa yang menjadi obyek usaha koperasi.
    a) koperasi pertambangan yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat sumber-sumber alam tersebut.
    b) koperasi pertanian yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan komoditi pertanian tertentu.
    c) koperasi peternakan yaitu koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu.
    d) koperasi industri dan kerajinan yaitu koperasi yang melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertentu.
    e) koperasi jasa yaitu koperasi mengkhususkan kegiatannnya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    3) Berdasarkan jenis anggotanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan jenis anggota hanya terjadi di Indonesia. Dengan dikelompokkannya koperasi ini secara tidak langsung terjadi diskriminasi dalam penerimaan anggota. Koperasi berdasarkan jenis anggota sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai koperasi dalam arti sebenarnaya tetapi lebih tepat disebut sebagai konsentrasi atau persekutuan majikan (Hatta dalam Revrisond Baswir, 2000: 81). Berdasarkan anggotanya koperasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    a) koperasi karyawan (Kopkar)
    b) koperasi pedagang pasar (Koppas)
    c) koperasi angkatan darat (Primkopad)
    d) koperasi mahasiswa (Kopma)
    e) koperasi pondok pesantren (Koppontren) f) koperasi peranserta wanita (Koperwan)
    g) koperasi pramuka (Kopram)
    h) koperasi pegawai negeri (KPN)
    i) dan sebagainya.
    4) Berdasarkan daerah kerjanya
    Yang dimaksud dengan daerah kerja adalah luas sempitnya wilayah yang dijangkau oleh suatu badan usaha koperasi dalam melayani kepentingan anggotanya atau dalam melayani masyarakat.
    Penggolongannya adalah sebagai berikut
    a) koperasi primer yaitu koperasi yang beranggotakan orang-orang yang biasanya didirikan pada lingkup kesatuan wilayah tertentu.
    b) koperasi sekunder atau pusat koperasi yaitu koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer
    c) koperasi tersier atau induk koperasi yang beranggotakan koperasikoperasi sekunder dan berkedudukan di ibukota negara.

    Jawaban 2.
    Tujuan koperasi sebagaimana yang tertuang dalam pasal 3 UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian, yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan koperasi adalah.
    1) Memajukan kesejahteraan anggota koperasi.
    2) Memajukan kesejahteraan masyarakat.
    3) Membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran dan Fungsi Koperasi
    Keberadaan koperasi diharapkan mampu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membangun tatanan perekonomian nasional. Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, fungsi dan peranan koperasi adalah sebagai berikut.
    1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    Jawaban 3. masalah masalah koperasi secara umum adalah :
    1. Koperasi jarang peminatnya
    Solusi : koperasi sebaiknya memperbanyak layanan yang sesuai kebutuhan konsumen dan yang kekinian, kemudian memasarkan produk koperasi melalui media sosial dan website agar konsumen dapat mengetahui dengan mudah karena jaman sekarang semua mengacu dan berkumpul di media sosial.
    2. Sulitnya koperasi berkembang
    Solusi : merujuk kepada beberapa perusahaan terkini, perusahaan membutuhkan personal yang unik dan kreatif yang dapat membuat inovasi agar dapat menarik peminat/ konsumen.
    3. Masalah permodalan
    Solusi : dengan layanan/ produk yang menarik harapannya para investor dapat tertarik dan membawa uang mereka ke koperasi sehingga koperasi dapat berkembang dan sukses.

    Jawaban 4. Koperasi sebenarnya memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Namun pada kenyataannya, koperasi masih menghadapi beberapa hambatan struktural dan sistem untuk dapat berfungsi dan berperan dalam memperkukuh perekonomian nasional. Dengan demikian, yang menjadi tantangan bagi koperasi adalah mewujudkan koperasi, baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat agar mampu berperan secara nyata dalam kegiatan ekonoi rakyat. Oleh karena itu, produk/ layanan yang koperasi berikan harus disesuaikan dengan kondisi/ psikologis konsumen serta pemasaran sebaiknya melalui jejaring sosial berbasis internet.

    Jawaban 5. Ekuitas di koperasi berupa :
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    Baca Juga : Persamaan Dasar Akuntansi

    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  10. Jawaban 1.
    Pasal 16 UU No 25 tahun 1992 menjelaskan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaaan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Dalam penjelasan pasal tersebut diuraikan jenis koperasi adalah koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Pemasaran, dan Koperasi Jasa. Sedangkan jika dilihat dari berbagai pendekatan, jenis koperasi dapat dibedakan berdasarkan bidang usaha, jenis anggota, jenis anggota, jenis komoditi, dan daerah kerja.
    1) Berdasarkan bidang usahanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan bidang usahanya mencerminkan jenis jasa yang ditawarkan koperasi kepada pelanggannya.
    a) koperasi produksi yaitu koperasi yang kegiatan utamanya memroses bahan baku menjadi barang jadi atau bsetengah jadi barang.
    b) koperasi konsumsi yaitu koperasi yang berusaha dalam penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan anggotanya.
    c) koperasi pemasaran yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan.
    d) koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang bergerak dalam penghimpunan simpanan dari anggota kemudian meminjamkannya kembali kepada anggota yang membutuhkan.
    2) Berdasarkan jenis komoditinya
    Penggolongan ini didasarkan pada jenis barang dan jasa yang menjadi obyek usaha koperasi.
    a) koperasi pertambangan yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat sumber-sumber alam tersebut.
    b) koperasi pertanian yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan komoditi pertanian tertentu.
    c) koperasi peternakan yaitu koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu.
    d) koperasi industri dan kerajinan yaitu koperasi yang melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertentu.
    e) koperasi jasa yaitu koperasi mengkhususkan kegiatannnya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    3) Berdasarkan jenis anggotanya
    Berdasarkan anggotanya koperasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    a) koperasi karyawan (Kopkar)
    b) koperasi pedagang pasar (Koppas)
    c) koperasi angkatan darat (Primkopad)
    d) koperasi mahasiswa (Kopma)
    e) koperasi pondok pesantren (Koppontren) f) koperasi peranserta wanita (Koperwan)
    g) koperasi pramuka (Kopram)
    h) koperasi pegawai negeri (KPN)
    i) dan sebagainya.
    4) Berdasarkan daerah kerjanya
    Penggolongannya adalah sebagai berikut
    a) koperasi primer yaitu koperasi yang beranggotakan orang-orang yang biasanya didirikan pada lingkup kesatuan wilayah tertentu.
    b) koperasi sekunder atau pusat koperasi yaitu koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer
    c) koperasi tersier atau induk koperasi yang beranggotakan koperasikoperasi sekunder dan berkedudukan di ibukota negara.

    2.
    Tujuan koperasi sebagaimana yang tertuang dalam pasal 3 UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian, yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan koperasi adalah.
    1) Memajukan kesejahteraan anggota koperasi.
    2) Memajukan kesejahteraan masyarakat.
    3) Membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran dan Fungsi Koperasi
    Keberadaan koperasi diharapkan mampu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membangun tatanan perekonomian nasional. Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, fungsi dan peranan koperasi adalah sebagai berikut.
    1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    3. masalah masalah koperasi secara umum adalah :
    1. Koperasi jarang peminatnya
    Solusi : koperasi sebaiknya memperbanyak layanan yang sesuai kebutuhan konsumen dan yang kekinian, kemudian memasarkan produk koperasi melalui media sosial dan website agar konsumen dapat mengetahui dengan mudah karena jaman sekarang semua mengacu dan berkumpul di media sosial.
    2. Sulitnya koperasi berkembang
    Solusi : merujuk kepada beberapa perusahaan terkini, perusahaan membutuhkan personal yang unik dan kreatif yang dapat membuat inovasi agar dapat menarik peminat/ konsumen.
    3. Masalah permodalan
    Solusi : dengan layanan/ produk yang menarik harapannya para investor dapat tertarik dan membawa uang mereka ke koperasi sehingga koperasi dapat berkembang dan sukses.

    4. Koperasi sebenarnya memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Namun pada kenyataannya, koperasi masih menghadapi beberapa hambatan struktural dan sistem untuk dapat berfungsi dan berperan dalam memperkukuh perekonomian nasional. Dengan demikian, yang menjadi tantangan bagi koperasi adalah mewujudkan koperasi, baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat agar mampu berperan secara nyata dalam kegiatan ekonoi rakyat. Oleh karena itu, produk/ layanan yang koperasi berikan harus disesuaikan dengan kondisi/ psikologis konsumen serta pemasaran sebaiknya melalui jejaring sosial berbasis internet.
    5. Ekuitas di koperasi berupa :
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    Baca Juga : Persamaan Dasar Akuntansi

    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  11. Jawaban 1.
    Pasal 16 UU No 25 tahun 1992 menjelaskan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaaan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Dalam penjelasan pasal tersebut diuraikan jenis koperasi adalah koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Pemasaran, dan Koperasi Jasa. Sedangkan jika dilihat dari berbagai pendekatan, jenis koperasi dapat dibedakan berdasarkan bidang usaha, jenis anggota, jenis anggota, jenis komoditi, dan daerah kerja.
    1) Berdasarkan bidang usahanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan bidang usahanya mencerminkan jenis jasa yang ditawarkan koperasi kepada pelanggannya.
    a) koperasi produksi yaitu koperasi yang kegiatan utamanya memroses bahan baku menjadi barang jadi atau bsetengah jadi barang.
    b) koperasi konsumsi yaitu koperasi yang berusaha dalam penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan anggotanya.
    c) koperasi pemasaran yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan.
    d) koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang bergerak dalam penghimpunan simpanan dari anggota kemudian meminjamkannya kembali kepada anggota yang membutuhkan.
    2) Berdasarkan jenis komoditinya
    Penggolongan ini didasarkan pada jenis barang dan jasa yang menjadi obyek usaha koperasi.
    a) koperasi pertambangan yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat sumber-sumber alam tersebut.
    b) koperasi pertanian yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan komoditi pertanian tertentu.
    c) koperasi peternakan yaitu koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu.
    d) koperasi industri dan kerajinan yaitu koperasi yang melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertentu.
    e) koperasi jasa yaitu koperasi mengkhususkan kegiatannnya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    3) Berdasarkan jenis anggotanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan jenis anggota hanya terjadi di Indonesia. Dengan dikelompokkannya koperasi ini secara tidak langsung terjadi diskriminasi dalam penerimaan anggota. Koperasi berdasarkan jenis anggota sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai koperasi dalam arti sebenarnaya tetapi lebih tepat disebut sebagai konsentrasi atau persekutuan majikan (Hatta dalam Revrisond Baswir, 2000: 81). Berdasarkan anggotanya koperasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    a) koperasi karyawan (Kopkar)
    b) koperasi pedagang pasar (Koppas)
    c) koperasi angkatan darat (Primkopad)
    d) koperasi mahasiswa (Kopma)
    e) koperasi pondok pesantren (Koppontren) f) koperasi peranserta wanita (Koperwan)
    g) koperasi pramuka (Kopram)
    h) koperasi pegawai negeri (KPN)
    i) dan sebagainya.
    4) Berdasarkan daerah kerjanya
    Yang dimaksud dengan daerah kerja adalah luas sempitnya wilayah yang dijangkau oleh suatu badan usaha koperasi dalam melayani kepentingan anggotanya atau dalam melayani masyarakat.
    Penggolongannya adalah sebagai berikut
    a) koperasi primer yaitu koperasi yang beranggotakan orang-orang yang biasanya didirikan pada lingkup kesatuan wilayah tertentu.
    b) koperasi sekunder atau pusat koperasi yaitu koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer
    c) koperasi tersier atau induk koperasi yang beranggotakan koperasikoperasi sekunder dan berkedudukan di ibukota negara.

    Jawaban 2.
    Tujuan koperasi sebagaimana yang tertuang dalam pasal 3 UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian, yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan koperasi adalah.
    1) Memajukan kesejahteraan anggota koperasi.
    2) Memajukan kesejahteraan masyarakat.
    3) Membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran dan Fungsi Koperasi
    Keberadaan koperasi diharapkan mampu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membangun tatanan perekonomian nasional. Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, fungsi dan peranan koperasi adalah sebagai berikut.
    1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    Jawaban 3. masalah masalah koperasi secara umum adalah :
    1. Koperasi jarang peminatnya
    Solusi : koperasi sebaiknya memperbanyak layanan yang sesuai kebutuhan konsumen dan yang kekinian, kemudian memasarkan produk koperasi melalui media sosial dan website agar konsumen dapat mengetahui dengan mudah karena jaman sekarang semua mengacu dan berkumpul di media sosial.
    2. Sulitnya koperasi berkembang
    Solusi : merujuk kepada beberapa perusahaan terkini, perusahaan membutuhkan personal yang unik dan kreatif yang dapat membuat inovasi agar dapat menarik peminat/ konsumen.
    3. Masalah permodalan
    Solusi : dengan layanan/ produk yang menarik harapannya para investor dapat tertarik dan membawa uang mereka ke koperasi sehingga koperasi dapat berkembang dan sukses.

    Jawaban 4. Koperasi sebenarnya memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Namun pada kenyataannya, koperasi masih menghadapi beberapa hambatan struktural dan sistem untuk dapat berfungsi dan berperan dalam memperkukuh perekonomian nasional. Dengan demikian, yang menjadi tantangan bagi koperasi adalah mewujudkan koperasi, baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat agar mampu berperan secara nyata dalam kegiatan ekonoi rakyat. Oleh karena itu, produk/ layanan yang koperasi berikan harus disesuaikan dengan kondisi/ psikologis konsumen serta pemasaran sebaiknya melalui jejaring sosial berbasis internet.

    Jawaban 5. Ekuitas di koperasi berupa :
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    Baca Juga : Persamaan Dasar Akuntansi

    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  12. 1.Jenis-jenis koperasi di Indonesia dan cara kerjanya:
    -Koperasi produksi: koperasi produksi membantu anggotanya untuk melakukan usahanya. Komoditas yang dijual oleh koperasi produksi bermacam-macam jenisnya. Antara lain pertanian, peternakan, kerajinan, dsb. Koperasi produksi memiliki misi untuk membantu anggotanya yang kesulitan. Contoh kegiatan koperasi produksi adalah anggota koperasi yang merupakan seorang petani menitipkan hasil panennya untuk dijual oleh koperasi tersebut.
    -Koperasi konsumsi: koperasi konsumsi menyediakan barang-barang yang menjadi kebutuhan para anggotanya. Sejalan dengan tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggotanya, koperasi konsumsi menetapkan harga yang lebih rendah dari pasar untuk produk-produknya. Contoh kegiatan koperasi konsumsi adalah koperasi siswa yang menyediakan kebutuhan para siswa di sekolah.
    -Koperasi simpan pinjam: koperasi simpan pinjam menyediakan jasa peminjaman dan penyimpanan dana bagi para anggotanya. Contoh kegiatan koperasi simpan pinjam adalah kredit bunga rendah dan tabungan.
    -Koperasi serba usaha: koperasi serba usaha menggabungkan beberapa jenis koperasi menjadi satu. Contohnya adalah koperasi yang memiliki unit simpan pinjam, produksi, dan konsumsi.
    -Koperasi unit desa: koperasi unit desa menyelenggarakan kegiatannya di daerah pedesaan. Koperasi unit desa biasanya melayani kebutuhan masyarakat desa contohnya pertanian dan perikanan.
    -Koperasi primer: koperasi primer adalah koperasi yang anggotanya minimal berjumlah 20 orang.
    -Koperasi sekunder: koperasi sekunder adalah koperasi yang terdiri atas koperasi primer. Hal ini dilakukan karena alasan efisiensi.

    2.Tujuan koperasi:
    Berdasarkan UU tentang koperasi pada pasal 3, disebutkan bahwa koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Maka, bisa disimpulkan bahwa anggota koperasi menjadi prioritas untuk disejahterakan terlebih dahulu, selanjutnya koperasi diharapkan bisa memberikan kontribusi jika memungkinkan untuk masyarakat sekitar. Karena pada dasarnya, anggota koperasi adalah anggota masyarakat, maka dengan jalan ini diharapkan koperasi dapat berperan aktif dalam menaikkan taraf hidup masyarakat.
    Peran koperasi:
    -Mengurangi tingkat pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat
    -Mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    -Meningkatkan pendidikan rakyat
    -Alat perjuangan ekonomi
    -Meraih demokrasi ekonomi
    -Mengatur tatanan ekonomi

    3.Masalah yang dihadapi oleh koperasi dewasa ini adalah:
    -Turunnya minat masyarakat untuk melakukan transaksi di koperasi
    -Tantangan global membuat koperasi sulit berkembang
    -Sulitnya mendapatkan sumber modal
    -Birokrasi internal yang masih kuno

    4.Seiring dengan kemajuan zaman, koperasi hendaknya juga turut serta untuk menyesuaikan diri. Tantangan global datang dalam berbagai bidang. Dalam bidang teknologi, koperasi hendaknya mulai menerapkan penggunaan perangkat IT untuk administrasi. Selain lebih cepat, hal tersebut juga lebih efisien. Untuk pelayanan nasabah, koperasi dapat memanfaatkan teknologi untuk menyediakan fasilitas internet banking kepada para nasabahnya.

    5.Ekuitas dalam koperasi adalah:
    -Simpanan pokok: simpanan pokok adalah sejumlah uang dengan besaran sama yang harus disetorkan oleh anggota selama dia menjadi anggota koperasi tersebut.
    -Simpanan wajib: simpanan wajib harus dibayarkan oleh anggota sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati melalui AD/ART dan rapat anggota
    -Simpanan lain-lain: simpanan ini sifatnya sukarela bagi anggota
    -Modal sumbangan: merupakan hibah dalam bentuk uang maupun barang dari pihak lain
    -Modal penyertaan: modal yang ditanamkan oleh pemodal
    -SHU belum dibagi: SHU yang ditahan
    -Cadangan: SHU yang disisihkan untuk pengembangan

  13. 1. Berikut ini adalah macam-macam koperasi :
    Berdasarkan bidang usahanya
    a. Koperasi produksi adalah jenis koperasi dimana para anggotanya terdiri dari para produsen, baik itu produk barang maupun jasa. Koperasi konsumsi: menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari anggotanya. Contohnya, koperasi peternak lebah dimana produk yang dijual adalah madu dan makanan olahan dari madu.
    b. Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Sebagai contoh koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya. Koperasi simpan pinjam: menyediakan pinjaman uang sekaligus tempat menyimpan uang.
    c. Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang
    d. Koperasi serba usaha: didalamnya terdapat lebih dari satu usaha.
    Berdasarkan jenis komoditinya
    a. Koperasi pertambangan: melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam.
    b. Koperasi pertanian: melakukan usaha dengan komiditi pertanian tertentu.
    c. Koperasi peternakan: usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu.
    d. Koperasi industri dan kerajinan: melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertentu.
    e. Koperasi jasa: mengkhususkan kegiatannya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    Berdasarkan status anggotanya
    a. Koperasi pedagang pasar (koppas) : jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar
    b. Koperasi angkatan darat (primkopad): hasil usahanya sepenuhnya diperuntukkan bagi kesejahteraan anggota koperasi, serta pelaksanaan penataannya di lingkungan TNI AD.
    c. Koperasi mahasiswa (kopma): pengurus dari mahasiswa.
    d. Koperasi pondok pesantren (koppontren): koperasi yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan.
    e. Koperasi pramuka (kopram): menyediakan perlengkapan pramuka, tanda pengenal, bendera, seragam, buku-buku kepramukaan,. alat berkemah, Madu pramuka, dll.
    f. Koperasi pegawai negeri (KPN): Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri.
    Koperasi berdasarkan tingkatannya
    a. Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.
    b. Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.

    2. Tujuan dan peran penting
    a. Tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    b. Peran penting koperasi adalah membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk nantinya meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

    3. Permasalahan dan solusi
    a. Permasalahan yang dihadapi koperasi adalah
    – Tingkat pendidikan, keterampilan dan keahlian anggotanya terbatas.
    – Keterbatasan dana
    – Kurangnya pengawasan dari para pengurus koperasi.
    – Kurangnya edukasi tentang keuntungan dari koperasi bagi masyarakat.
    – Sedikitnya masyarakat untuk berwirausaha.
    b. Solusi mengatasi permasalahan tersebut,sebagai berikut
    – Memberikan edukasi kepada masyarakat agar percaya dan yakin bahwa koperasi adalah badan usaha yang baik dan bisa meningkatkan dana/modal koperasi.
    – Memberikan pendidikan/pelatihan para anggota koperasi, dan memaksimalkan kerja para pengawas atau pengurus koperasi.
    – Perjanjian hukum agar antar anggota dengan koperasi tidak saling merugikan
    4. Tantangan yang dihadapi koperasi dan cara mengatasi,sebagai berikut
    • Kelangkaan modal pada koperasi menjadi factor ganda yang membentuk hubungan sebab akibat lemahnya perkoperasian di Indonesia selama ini. Hubungan tadi menjadi lingkaran setan yang membelit dan semakin memperlemah koperasi. Upaya untuk memutus lingkaran setan ini tak dapat diserahkan pada mekanisme pasar, tapi harus dillakukan melalui upaya terobosan structural dalam bentuk restrukturisasi dalam penguasaan factor produksi, khususnya permodalan.
    • Dalam menghadapi situasi sekarang, dimana perekonomian dunia cenderung tidak menentu, kehadiran koperasi yang benar-benar mandiri sangat diperlukan. Kehadiran kopewrasi dalam kancah perekonomian nasional, sebagai salah satu pelaku ekonomi diharapkan akan mampu ikut dalam memecahkan permasalahan nasional yang timbul, yaitu mengatasi masalah pengangguran atau memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat serta pemerataan kegiatan pembangunan. Masalah nasional akan dapat diatasi setidaknya jika koperasi berkembang sebagaimana yang diharap baik pemerintah ataupun masyarakat dan bangsa Indonesia.Dalam pengembangan koperasi, bukan peranan pemerintah yang menentukan perkembangannya, tetapi juga masyarakat itu sendiri, yang turut menentukan berkembang atau tidaknya suatu koperasi, baik sebagai anggota koperasi ataupun sebagai anggota masyarakat yang berada dalam ruang lingkup koperasi tersebut. Organisasi/lembaga koperasi, merupakan organisasi ekonomi yang terdiri dari kumpulan orang-orang yang secara bersama-sama dan sukarela memajukan kepentingan ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat dalam lingkungan kerjanya. Dan karena koperasi merupakan sekumpulan orang-orang yang berusaha untuk mencapai tujuan yang telah mereka programkan bersama, sudah barang tentu kemajuan dan perkembangnnya tergantung pada orang-orang yang menjadi anggotanya, khususnya orang yang berada dalam kepengurusan atau yang mengelola koperasi tersebut.
    5. Ekuitas yang terdapat dalam koperasi
    Ekuitas adalah kekayaan bersih suatu badan usaha atau selisih antara total kekayaan dengan total hutangnya.
    a. Simpanan pokok merupakan sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    b. Simpanan wajib merupakan simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota (misal sebulan sekali) yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat diambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    c. Simpanan lain-lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan, SHU. Simpanan ini dapat diambil setiap saat dan dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    d. Modal sumbangan merupakan sejumlah barang / uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    e. Modal penyertaan merupakan sejumlah barang / modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    f. SHU merupakan selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    g. Cadangan merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan / kerugian koperasi di masa yang akan datang.

  14. 1. A. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya
    1. Koperasi produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama untuk proses bisnisnya koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinanBentuk bantuan yang diberikan juga dapat berupa bantuan untuk menjual barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi akan menampung seluruh hasil produksi agar para anggotanya bisa dengan mudah menjual barang hasil usahanya.
    2. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Untuk proses bisnisnya koperasi ini mebjual kebutuhan sehari hari dengan harga yang lebih murah seperti beras, kopi, gula dan lain sebagainya.
    3. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi ini biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya. Proses bisnis untuk koperasi ini yaitu meminjamkan dana bagi yang membutuhkan dengan bunga kecil.
    4. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.
    B. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya
    1. Koperasi Pegawai Negeri
    Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) sekarang telah berubah nama menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia. Koperasi ini memiliki tujuan utama utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya.

    2. Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Bentuk koperasi koperasi pasar dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang.
    3. Koperasi Unit Desa
    Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan. Koperasi unit desa biasanya melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi khususnya yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan.

    4. Koperasi Sekolah
    Koperasi sekolah biasa dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Anggota koperasi ini biasanya terdiri dari guru, siswa, dan karyawan pada sebuah sekolah.
    5. Koperasi Pondok Pesantren
    Koperasi pondok pesantren (Kopontren) adalah koperasi yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan. Kegiatan yang dilakukan Kopontren biasanya menyediakan barang-barang kebutuhan santri seperti kitab-kitab dan baju muslim.
    C. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Tingkatannya
    1. Koperasi Primer
    Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.
    2. Koperasi Sekunder
    Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.
    D. Jenis Koperasi Berdasarkan Fungsinya
    1. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya barang-barang tersebut disesuaikan dengan jenis anggota dalam koperasi tersebut.

    2. Koperasi Jasa
    Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Dimana pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri.

    3. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu. Selain itu koperasi juga ikut membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi.
    2. Tujuan Koperasi
    1. Mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
    2. Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat adil, maju, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.

    Peran koperasi :
    1. Membantu anggota untuk peningkatan pendapatan/penghasilan
    2. Menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan
    3. Meningkatkan taraf hidup masyarakat
    4 Turut mencerdaskan bangsa
    5 Mempersatukan dan mengembangkan daya usaha dari orang, baik perseorangan maupun warga masyarakat.
    6. Menyelenggarakan kehidupan ekonomi secara demokrasi

    3. Permasalahan dan solusi koperasi :
    1. Koperasi saat ini kurang diminati, dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak kemakmuran yang merata.
    2. Kurangnya SDM (Pengelola), pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan tentang koperasi agar dapat berpartisispasi di dalamnya.
    4. Tantangan Koperasi
    a) Akses terhadap informasi pasar dan teknologi masih relatif rendah.
    b) Akses terhadap sumber permodalan masih rendah.
    c) Kapasitas Sumber Daya Manusia masih rendah
    d) Keberadaan koperasi belum cukup dikenal apalagi mengakar kalangan masyarakat.

    5. Ekuitas koperasi terdiri dari :
    • Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi
    • Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    • Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU.
    • Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    • Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.

  15. Jawaban 1.
    Pasal 16 UU No 25 tahun 1992 menjelaskan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaaan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Dalam penjelasan pasal tersebut diuraikan jenis koperasi adalah koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Pemasaran, dan Koperasi Jasa. Sedangkan jika dilihat dari berbagai pendekatan, jenis koperasi dapat dibedakan berdasarkan bidang usaha, jenis anggota, jenis anggota, jenis komoditi, dan daerah kerja.
    1) Berdasarkan bidang usahanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan bidang usahanya mencerminkan jenis jasa yang ditawarkan koperasi kepada pelanggannya.
    a) koperasi produksi yaitu koperasi yang kegiatan utamanya memroses bahan baku menjadi barang jadi atau bsetengah jadi barang.
    b) koperasi konsumsi yaitu koperasi yang berusaha dalam penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan anggotanya.
    c) koperasi pemasaran yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan.
    d) koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang bergerak dalam penghimpunan simpanan dari anggota kemudian meminjamkannya kembali kepada anggota yang membutuhkan.
    2) Berdasarkan jenis komoditinya
    Penggolongan ini didasarkan pada jenis barang dan jasa yang menjadi obyek usaha koperasi.
    a) koperasi pertambangan yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat sumber-sumber alam tersebut.
    b) koperasi pertanian yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan komoditi pertanian tertentu.
    c) koperasi peternakan yaitu koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu.
    d) koperasi industri dan kerajinan yaitu koperasi yang melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertentu.
    e) koperasi jasa yaitu koperasi mengkhususkan kegiatannnya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    3) Berdasarkan jenis anggotanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan jenis anggota hanya terjadi di Indonesia. Dengan dikelompokkannya koperasi ini secara tidak langsung terjadi diskriminasi dalam penerimaan anggota. Koperasi berdasarkan jenis anggota sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai koperasi dalam arti sebenarnaya tetapi lebih tepat disebut sebagai konsentrasi atau persekutuan majikan (Hatta dalam Revrisond Baswir, 2000: 81). Berdasarkan anggotanya koperasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    a) koperasi karyawan (Kopkar)
    b) koperasi pedagang pasar (Koppas)
    c) koperasi angkatan darat (Primkopad)
    d) koperasi mahasiswa (Kopma)
    e) koperasi pondok pesantren (Koppontren) f) koperasi peranserta wanita (Koperwan)
    g) koperasi pramuka (Kopram)
    h) koperasi pegawai negeri (KPN)
    i) dan sebagainya.
    4) Berdasarkan daerah kerjanya
    Yang dimaksud dengan daerah kerja adalah luas sempitnya wilayah yang dijangkau oleh suatu badan usaha koperasi dalam melayani kepentingan anggotanya atau dalam melayani masyarakat.
    Penggolongannya adalah sebagai berikut
    a) koperasi primer yaitu koperasi yang beranggotakan orang-orang yang biasanya didirikan pada lingkup kesatuan wilayah tertentu.
    b) koperasi sekunder atau pusat koperasi yaitu koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer
    c) koperasi tersier atau induk koperasi yang beranggotakan koperasikoperasi sekunder dan berkedudukan di ibukota negara.

    Jawaban 2.
    Tujuan koperasi sebagaimana yang tertuang dalam pasal 3 UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian, yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan koperasi adalah.
    1) Memajukan kesejahteraan anggota koperasi.
    2) Memajukan kesejahteraan masyarakat.
    3) Membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran dan Fungsi Koperasi
    Keberadaan koperasi diharapkan mampu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membangun tatanan perekonomian nasional. Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, fungsi dan peranan koperasi adalah sebagai berikut.
    1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    Jawaban 3. masalah masalah koperasi secara umum adalah :
    1. Koperasi jarang peminatnya
    Solusi : koperasi sebaiknya memperbanyak layanan yang sesuai kebutuhan konsumen dan yang kekinian, kemudian memasarkan produk koperasi melalui media sosial dan website agar konsumen dapat mengetahui dengan mudah karena jaman sekarang semua mengacu dan berkumpul di media sosial.
    2. Sulitnya koperasi berkembang
    Solusi : merujuk kepada beberapa perusahaan terkini, perusahaan membutuhkan personal yang unik dan kreatif yang dapat membuat inovasi agar dapat menarik peminat/ konsumen.
    3. Masalah permodalan
    Solusi : dengan layanan/ produk yang menarik harapannya para investor dapat tertarik dan membawa uang mereka ke koperasi sehingga koperasi dapat berkembang dan sukses.

    Jawaban 4. Koperasi sebenarnya memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Namun pada kenyataannya, koperasi masih menghadapi beberapa hambatan struktural dan sistem untuk dapat berfungsi dan berperan dalam memperkukuh perekonomian nasional. Dengan demikian, yang menjadi tantangan bagi koperasi adalah mewujudkan koperasi, baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat agar mampu berperan secara nyata dalam kegiatan ekonoi rakyat. Oleh karena itu, produk/ layanan yang koperasi berikan harus disesuaikan dengan kondisi/ psikologis konsumen serta pemasaran sebaiknya melalui jejaring sosial berbasis internet.

    Jawaban 5. Ekuitas di koperasi berupa :
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    Baca Juga : Persamaan Dasar Akuntansi

    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  16. 1. Macam-macam koperasi berdasarkan jenis usahanya :
    – Koperasi Produsen
    Koperasi Produsen atau koperasi produksi adalah jenis koperasi yang bertujuan membantu anggotanya untuk membuat usaha bersama-sama berupa memproduksi atau menjual barang kepada konsumen. 
    -Koperasi Konsumen
    Koperasi Konsumen atau koperasi konsumsi adalah jenis koperasi yang menjual berbagai kebutuhan pokok sehari-hari untuk anggota koperasi tersebut. 
    -Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi Simpan Pinjam (KSP) adalah jenis koperasi yang menyediakan pinjaman uang dan juga sebagai tempat menyimpan uang.
    Koperasi Serba Usaha
    Koperasi Serba Usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang di dalamnya terdapat banyak jenis usaha. Hal ini sesuai dengan namanya yakni Serba Usaha.

    Berdasarkan tingkatannya :
    -Koperasi Primer
    Koperasi Primer adalah jenis koperasi yang memiliki anggotanya minimal sebanyak 20 orang. 
    -Koperasi Sekunder
    Koperasi Sekunder adalah jenis koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi primer serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer.

    Berdasarkan status anggotanya :
    -Koperasi Pegawai Republik Indonesia
    Koperasi Pegawai Republik Indonesia adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari pegawai negeri pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebelumnya koperasi ini juga dikenal dengan Koperasi Pegawai Negeri (KPN).
    -Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi Pasar atau disingkat Koppas adalah jenis koperasi koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. 
    Koperasi Unit Desa (KUD)
    Koperasi Unit Desa atau disingkat KUD adalah jenis koperasi yang anggotanya adalah masyarakat yang ada dalam struktur pemerintahan desa yang ada di desa-desa. 
    Koperasi Sekolah
    Koperasi sekolah menyediakan peralatan sekolah dengan harga yang lebih murah sehingga kebutuhan para siswa dan guru dapat terpenuhi.

    Berdasarkan fungsinya :
    -Koperasi Konsumsi
    Koperasi Konsumsi atau juga disebut koperasi pengadaan dan koperasi pembelian merupakan jenis koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir.
    -Koperasi Jasa
    Koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggotanya
    -Koperasi Produksi
    Jenis koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi.
    -Koperasi Pemasaran
    Jenis koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen.

    2. Tujuan Koperasi
    Berikut ini secara khusus tujuan didirikannya koperasi, yang perlu digaris bawahi
    1. Mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
    2. Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat adil, maju, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.

    Peran koperasi :
    . Membantu anggota untuk peningkatan pendapatan/penghasilan
    . Menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan
    . Meningkatkan taraf hidup masyarakat
    . Turut mencerdaskan bangsa
    . Mempersatukan dan mengembangkan daya usaha dari orang, baik perseorangan maupun warga masyarakat.
    . Menyelenggarakan kehidupan ekonomi secara demokrasi

    3. Permasalahan dan solusi koperasi :
    • Koperasi saat ini kurang diminati, dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak kemakmuran yang merata.
    • Kurangnya SDM (Pengelola), pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan tentang koperasi agar dapat berpartisispasi di dalamnya

    4. Tantangan Koperasi

    Koperasi sebenarnya memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan kehidupan ekonomi rakyat. Namun pada kenyataannya, koperasi masih menghadapi beberapa hambatan struktural dan sistem untuk dapat berfungsi dan berperan dalam memperkukuh perekonomian nasional. Dengan demikian, yang menjadi tantangan bagi koperasi adalah mewujudkan koperasi, baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat agar mampu berperan secara nyata dalam kegiatan ekonoi rakyat.

    5. Ekuitas koperasi terdiri dari :
    • Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi
    • Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    • Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. 
    • Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    • Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.

  17. 1. Macam-macam koperasi
    a. Koperasi berdasarkan jenisnya ada 4 yaitu :
    1) Koperasi Produksi
    Koperasi Produksi melakukan usaha produksi atau menghasilkan barang. Barang-barang yang dijual di koperasi adalah hasil produksi anggota koperasi.
    2) Koperasi Konsumsi
    Koperasi Konsumsi menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam bentuk barang antara lain berupa: bahan makanan, pakaian, alat tulis atau peralatan rumah tangga.
    3) Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi Simpan Pinjam melayani para anggotanya untuk menabung dengan mendapatkan imbalan. Bagi anggota yang memerlukan dana dapat meminjam dengan memberikan jasa kepada koperasi.
    4) Koperasi Serba Usaha
    Koperasi Serba Usaha (KSU) terdiri atas berbagai jenis usaha. Seperti menjual kebutuhan pokok dan barang-barang hasil produksi anggota, melayani simpan dan pinjam.
    b. Berdasarkan keanggotaannya koperasi terdiri dari:
    1) Koperasi Pegawai Negeri
    Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah. Koperasi pegawai negeri didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri.
    2) Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi pasar beranggotakan para pedagang pasar. Pada umumnya pedagang di setiap pasar mendirikan koperasi untuk melayani kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan para pedagang.
    3) Koperasi Unit Desa (KUD)
    Koperasi Unit Desa beranggotakan masyarakat pedesaan. KUD melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan).
    4) Koperasi Sekolah
    Koperasi sekolah beranggotakan warga sekolah yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah biasanya menyediakan kebutuhan warga sekolah.
    c. Berdasarkan tingkatannya, koperasi terdiri dari:
    1) Koperasi Primer
    Koperasi primer merupakan koperasi yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.
    2) Koperasi sekunder
    Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi-koperasi.7 Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer.

    2. berikut ini adalah beberapa tujuan koperasi tersebut:
    • Untuk meningkatkan taraf hidup anggota koperasi dan masyarakat di sekitarnya.
    • Untuk membantu kehidupan para anggota koperasi dalam hal ekonomi.
    • Membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
    • Koperasi berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran Koperasi
    • Mengembangkan Kegiatan Usaha Masyarakat
    Contohnya, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha pengadaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani bisa membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga yang lebih murah. Karena itu, kegiatan usaha pertanian tersebut bisa menjadi lebih baik dan meningkat.
    • Meningkatkan Pendapatan Anggota
    Kalau kamu menjadi anggota koperasi, kamu bisa mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi sehingga kamu mendapatkan keuntungan. Hal ini karena semakin besar jasa seorang anggota terhadap koperasi, maka semakin besar pula penghasilan yang diperoleh anggota itu.
    • Mengurangi Tingkat Pengangguran
    Kehadiran koperasi di Indonesia diharapkan bisa menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya. Setiap orang juga bisa belajar mengelola keuangan dan mendapatkan penghasilan setiap bulan dari pengelolaan koperasi ini. Pada dasarnya, koperasi bisa memberi kesempatan kepada tenaga kerja dan menyerap sumber daya manusia.
    • Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
    Kegiatan koperasi bisa meningkatkan penghasilan para anggota koperasi. Ini berarti peran koperasi bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan memperoleh penghasilan yang tinggi, kemungkinan akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam, dan sebagai alat perjuangan ekonomi untuk bisa bersaing dengan badan usaha lainnya.
    • Turut Mencerdaskan Bangsa
    Usaha koperasi bukan hanya kegiatan di bidang material atau jasa saja lho, tapi juga mengadakan kegiatan pendidikan terhadap para anggotanya. Pendidikan tersebut antara lain diberikan dalam bentuk pelatihan keterampilan serta manajemen bisnis dan keuangan. Dengan begitu, peran koperasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa juga sudah sangat terbukti dengan mengamalkan pengetahuan kepada anggota dan masyarakat sekitar. Hebat, kan?
    • Membangun Tatanan Perekonomian Nasional
    Koperasi sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa dan dikembangakan oleh pemerintah, perlu dikembangkan bersama kegiatan usaha lainnya. Dengan memberdayakan koperasi, berarti juga bisa memberdayakan masyarakat, yang pada akhirnya akan mampu memberdayakan perekonomian nasional.

    3. Berikut adalah beberapa kendala pokok yang dihadapi oleh koperasi di Indonesia :
    a. Koperasi Jarang Peminatnya
    b. Kualitas Sumber Daya yang Terbatas
    c. Banyaknya Pesaing dengan Usaha yang Sejenis
    d. Keterbatasan Modal
    e. Partisipasi anggota
    f. Perhatian pemerintah
    g. Manajemen koperasi
    Solusi dalam Mengatasi Masalah yang Menghambat Perkembangan Koperasi di Indonesia
    a. Adanya sosialisasi kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung.
    b. Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dapat berpartisipasi dalam koperasi. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi. Partisipasi akan meningkatkan rasa tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif.
    c. Melakukan trik-trik khusus melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum. Mungkin koperasi sulit untuk bermain dalam harga, tapi hal ini dapat dilakukan dengan cara sistem kredit, yang pembayarannya dapat dilakukan dalam waktu mingguan ataupun bulanan tergantung perjanjian. Dengan adanya hal seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi anggota.
    d. Pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan juga masyarakat yang memiliki dana dapat menyimpan uang mereka dikoperasi supaya memperluas usahanya agar dapat bertahan dan bisa berkembang.
    e. Pemerintah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan dan dukungan yang dapat membantu perkembangan koperasi.
    f. Membenahi kondisi internal koperasi.
    g. Penyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif.

    4. Tantangan yang akan dihadapi koperasi
    a. Hilangnya pasar produk ekspor kita karena kalah bersaing karena harga dankualitas produk kita kalah dibanding Negara lain di ASEAN.
    b. Semakin banyaknya produk impor di pasaran dalam negeri yang akan mematikan usaha di Negara kita, contohnya saja Koperasi yang semakin harus dapat bersaing.
    c. Masuknya SDM dari Negara lain yang mungkin lebih berkualitas, yang akan menggusur tenaga keja dalam negeri. Dengan semakin tingginya peluang Koperasi yang semakin banyak dan berjalan dengan baik di Indonesia. Banyak pula masalah/tantangan yang dihadapi oleh Koperasi diIndonesia.
    Cara mengatasi
    a. Memperkuat idiologisasi koperasi pada anggota
    b. Penguatan kelembagaan koperasi sebagai entitas bisnis modern
    c. Membangun kultur kreatif, inovatif dan nilai tambah damlam kerangkameningkatkan daya saing koperasi
    d. Memperkuat jaringan kemitraan koperasi dengan stake holderJika dilihat dari segi Bisnis Koperasinya,
    e. Peningkatan modal sendiri berdasar skala ekonomi yang layak
    f. Penerapan IT

    5. Ekuitas adalah kekayaan bersih suatu badan usaha atau selisih antara total kekayaan dengan total hutangnya. Ekuitas koperasi terdiri dari:
    a. Simpanan Pokok adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    b. Simpanan Wajib adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    c. Simpanan Lain-Lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    d. Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    e. Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    f. SHU belum dibagi adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    g. Cadangan adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  18. 1.Jenis Koperasi dibedakan menjadi beberapa jenis menurut kriterianya masing-masing, diantara jenis tersebut adalah koperasi jasa, konsumsi, produksi, primer, sekunder, simpan pinjam, unit desa, KPRI, dan sekolah.

    2.Tujuan koperasi adalah meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia dan untuk mensejahterakan secara keselurhan dengan sistem yang menganut asas kekeluargaan.

    3.Permasalahan koperasi saat ini adalah kurang percayanya masyarakat akan kemampuan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian mereka, maka perlu diadakan sosialisasi untuk menyadarkan kembali pentingnya koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    4.Tantangan koperasi saat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk percaya kepada koperasi, dan untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penyadaran akan pentingnya koperasi tersebut.

    5.Ekuitas dalam koperasi dapat berupa modal bersama dimana pengurus menyetorkan dananya untuk digunakan dalam operasional koperasi dan hasilnya akan dibagi dalam bentuk SHU secara adil. Selain itu dapat juga dana dalam bentuk hibah dari instansi atau pihak lain.

  19. 1.Macam koperasi
    a)Berdasar Fungsinya
    i.Koperasi Jasa, aktivitas utama dari koperasi ini adalah menyediakan jasa
    ii.Koperasi Konsumsi, menyediakan produk untuk konsumen
    iii.Kopeasi Produksi, memproduksi barang atau jasa
    b)Berdasar luas wilayah kerja
    i.Primer
    ii.Sekunder
    c)Berdasar jenis usahanya
    i.Simpan Pinjam
    ii.Serba Usaha
    iii.Produksi
    iv.Konsumsi
    d)Berdasarkan anggotanya
    i.Unit Desa
    ii.Pegawai Republik Indonesia
    iii.Sekolah

    2.Tujuan dan peran penting koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat indonesia melalui usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan dan untuk meningkatkanperekonomian Indonesia sehingga dapat menghantarkan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dari segi ekonomi.

    3.Permasalahan koperasi saat ini adalah kurangnya minat dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam usaha koperasi tersebut, dan untuk mengatasi masalah tersebut bisa dilakukan dengan sosialisasi lebih lanjut mengenai manfaat dan peran koperasi dalam menngkatkan kesejahteraan masyarakat.

    4.Tantangan koperasi saat ini adalah pandangan masyarakat bahwa koperasi adalah jenis usaha yang kecil dan kurang menguntungkan, maka perlu diadakan pemberitahuan dan sosialisasi lebih lanjut untuk masyarakar sehingga lebih terbuka pemikirannya terhadap koperasi dan bersedia untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan perkoperasian di Indonesia.

    5.Ekitas dalam koperasi bisa dalam bentuk modal bersama dengan mengumpulkan dana sukarela sebagai modal dalam menjaankan usaha dan hasil keuntungan akan dibagi dalam bentuk SHU secara adil, selain itu juga ada dana dari pihak lain seperti hibah dari beberapa instansi pemerintah untuk menambah modal koperasi sehingga mempermudah permasalahan koperasi yang biasanya terletak pada modal untuk emngembangkan usahanya.

  20. 1. Macam-macam koperasi
    Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Contohnya ketika petani tomat diberikan bibit yang unggul sekaligus memberikan pupuknya.
    Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Contohnya koperasi ini membuka usaha seperti ritel namun dengan harga yang terjangkau, terlebih kepada para anggotanya namun tetap melayani konsumen non anggota.
    Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Pada dasarnya, koperasi ini sama siklusnya dengan bank. Namun, karena memang tujuannya untuk menyejahterakan anggotanya, koperasi biasanya memberikan bunga yang lebih murah.
    Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Koperasi ini bisa mencakup dari tiga jenis koperasi yang ada sebelumnya.

    2. Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
     . Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    Karena dalam kopeasi membutuhkan banyak aknggota, jadi pasti akan menyerap banyak pengangguran.
     Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    Dalam meningkatkan usahannya, koperasi biasanya melakukan banyak kegiatan yang akan membatu kegiatan usahannya seperti dalam bidang pertanian dan melakukan kegiatan penjualan hasil panen.
     Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    Adanya unit usaha dalam koperasi akan membatu anggotanya lebihh banyak mengerti tentang dunia usaha.
     Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    Dengan adanya koperasi yang lebih dekat dengan masyarakat, diharapkan dapat membuat perekonomian di daerah lebih berkembang.
    3. ada banyak masalah yang dihadapi oleh koperasi diantaranya kurangnya fasilitas, dana yang kurang, kurangnya Pendidikan mengenai koperasi dan keuntungannya, kemudian tingkat indiviualis yang semakin kuat dimasyarakat. Solusi yang perlu dilakukan ialah yaitu dengan memperbanyak sosialisasi tentang penting, manfaat, dan keuntungan ketika masyarakt terlibat didalam koperasi itu sendiri, kemudian pemerintah dengan baik memberikan perhatian khusus agar koperasi dapat tetap berkembang dan tidak kalah dengan Lembaga lainnya.
    4. tantangan yang dihadapi oleh koperasi di era yang semakin modern ini ialah persaingan yang semakin sengit. Banyak sekali lembaga-lembaga keuangan yang berlomba-lomba memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memberikan hutang dengan bunga yang juga kompetitif. Ini menjadi hal yang cukup berbahaya bagi koperasi karena koperasi juga sedikit banyak mendapatkan SHU dari usaha tersebut. Langkah yang harus dilakukan oleh koperasi ialah dengan memberikan pelayanan yang uga kompetitif disertai bantuan teknologi yang semakin canggih sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengakses lembaga koperasi itu sendiri dan uga mengetahui produk dan layanan yang diberikan oleh koperasi itu sendiri.
    5. Dalam sebuagh koperasi terdapat beberapa sumber yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, modal penyertaan, cadangan kas dan SHU yang belum dibagikan.
    a. Simpanan pokok merupakan setoran uang yang diberikan oleh anggotanya yang nantinya dianggap sebagai modal ketika ikut bergabung ke koperasi.
    b. Simpanan wajib merupakan adalah uang yang disetorkan oleh anggota yang secara rutin setiap bulannya dan dapat di ambil sesuai kesepakatan yang ada di koperasi tersebut.
    c. Modal penyertaan adalah modal yang diberikan langsung oleh pemilik koperasi tersebut.
    d. Cadangan adalah SHU yang disisihkan untuk dana pengembangan kperasi itu sendiri.
    e. SHU yang belum dibagikan adalah keuntungan yang didapatkan oleh koperasi dari hasil kegiatan yang dilakukan dan belum dibagikan kepada anggotanya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *