Koperasi Indonesia (Akuntansi)

Koperasi merupakan salah satu soko guru perekonomian Indonesia. Anda tentunya pernah membaca atau mendengar kalimat tersebut. Kapan Anda membacanya? Kapan Anda mendengarnya? Tahun 2019 ini? Atau beberapa tahun yang lalu? Atau lebih dari 10 tahun yang lalu? Bagaimana dengan sekarang?

Sistem bisnis koperasi merupakan sistem bisnis yang sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat. Ingat, asas koperasi yaitu kekeluargaan dan gotong royong. Dua hal yang sangat baik jika mampu dilaksanakan. Namun, pada kenyataannya saat ini banyak koperasi yang sulit untuk berkembang bahkan tidak sedikit koperasi yang telah bubar. Apakah ada yang salah dengan koperasi?

Anda tentunya mengenal Koperasi Unit Desa (KUD) atau koperasi lain dengan berbagai bidang usaha. Beberapa pertanyaan mendasar berikut perlu Anda jawab sebelum Anda belajar Akuntansi Koperasi.

  1. Coba Anda sebutkan macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya?
  2. Coba Anda jelaskan tujuan koperasi dan peran penting koperasi.
  3. Permasalahan apa saja yang saat ini dihadapi oleh koperasi? Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?
  4. Apa saja tantangan yang akan dihadapi koperasi? Bagaimana mengatasinya?
  5. Apa saja ekuitas yang terdapat di dalam koperasi? Beri penjelasan secukupnya.

Silahkan tuliskan jawaban/pendapat Anda pada kolom komentar. Semangat belajar.

71 comments

  1. 1. Macam-macam koperasi
    a. Berdasarkan bidang usahanya:
    1) Koperasi produksi
    Koperasi yang bergerak dalam proses produksi yang dilakukan anggotanya, mencakup penyadiaan bahan baku, menyediakan berbagai macam alat dan membantu produksi berbagai macam jenis barang.
    2) Koperasi konsumsi
    Koperasi yang menjual berbagai macam kebutuhan anggotanya sehari-hari. Apabila anggota belanja kebutuhan maka harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan toko di luar.
    3) Koperasi pemasaran
    Koperasi yang didirikan untuk membantu anggota dalam mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan hingga sampai pada tangan konsumen.
    4) Koperasi simpan pinjam
    Koperasi ini bergerak dalam proses penyediaan pinjaman uang sekaligus tempat menyimpan uang.
    5) Koperasi serba usaha
    Koperasi yang didalamnya terdapat lebih dari satu usaha, berupa gabungan dari koperasi prosuksi dan komsumsi.
    b. Berdasarkan jenis komoditinya
    1) Koperasi pertambangan
    Koperasi ini melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumberdaya alam.
    2) Koperasi pertanian
    Koperasi yang bergerak dalam bidang pertanian, berupa penyediaan bibit, pupuk sampai peralatan untuk pertanian.
    3) Koperasi peternakan
    Koperasi yang usahanya dalam bidang pertenakan.
    4) Koperasi industry dan kerajinan
    Koperasi yang melakukan usahanya dalam bidang industry dan kerajinan tertentu.
    5) Koperasi jasa
    Koperasi yang khususnya menjelankan kegiatan dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    c. Berdasarkan tingkatnya
    1) Koperasi primer
    Koperasi yang terdiri dari 20 orang yang bergabung dalam koperasi tersebut. Biasanya tingkat kecamatan ataupun desa.
    2) Koperasi pusat
    Koperasi yang terdiri dari paling sedikit lima koperasi primer, biasanya kedudukannya di ibukota kabupaten.
    3) Koperasi gabungan
    Koperasi yang beranggotakan paling sedikit tiga koperasi pusat, meliputi daerah tingkat provinsi.
    4) Koperasi induk
    Koperasi gabungan paling sedikit tiga koperasi gabungan biasanya kedudukannya di ibukota Negara.
    2. Tujuan dan peran penting koperasi
    Tujuan koperasi yan tercantum dalam UU No.25 Tahun 1992 mengenai perkoperasian, tujuan koperasi yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945.
    Peran penting koperasi yang tercantum dalam UU No.25 tahun 1992 yaitu:
    a) Peran koperasi untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosisalnya.
    b) Untuk mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    c) Untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    d) Untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama yang didasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
    3. Permasalahan yang dihadapi oleh koperasi dan solusinya
    a) Penataan kelembagaan
    Masih sulitnya menginventarisasi dan mengidentifikasi koperasi yang beku yan tidak mempunyai aktivitas usaha selama dua tahun atau lebih, namun masih memiliki asset-aset yang produktif.
    Cara mengatasinya dengan para pihak kader perlu mengadakan inventarisasi dan identifikasi terhadap kperasi yang ada untuk menetapkan program kebijakan teknis selanjutnya.
    b) Produktivitas dan efisiensi
    Berupa keterbatasan Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana yang memadai yang dimiliki oleh koperasi serta mantapnya jaringan usaha kemitraan dengan prinsip saling keterkaitan, saling membutuhkan dan saling menguntungkan.
    Cara mengatasinya dengan diberikan peran besar pada sector jasa dan perdagangan sesuai dengan mekanisme pasar, untuk meningkatkan peranan tersebut pemerintah maupun usaha lainnya dapat memberikan fasilitas baik dalam pengembangan, sarana prasarana dan kemitraan koperasi.
    c) Manajemen koperasi yang belum professional
    Anggota dan pengurus memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
    Cara mengatasinya dengan pelatihan manajemem koperasi. Dalam pelaksanaan perlu namajemen koperasi yang baik mulai dari bentuk perencanaan, pengoorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Hal ini sangat penting dalam mengambil keputusan tetapi tidak melupakan partisipasi dari anggota.
    d) Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah
    Sosialisasi yang belum maksimal dan optimal, masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman.
    Cara mengatasinya dengan berpartisipasi marupakan factor yang paling penting dalam mendukung keberhasilan atau perkembangan koperasi. Semua program manajemen harus memperoleh dukungan dari anggota, sehingga memperoleh berbagai informasi dari anggota khususnya informasi tentang kebutuhan dan kepentingan anggota. Informasi ini akan diperoleh jika partisipasi dalam koperasi berjalan dengan baik.
    e) Distribusi, pemasaran dan promosi
    Koperasi mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Output yang dihasilkan tidak memiliki jalur distribusi, serta tidak memiliki kemampuan untuk memasarkan dan melakukan promosi. Sehingga produk tidak mampu untuk meraih pangsa pasar yang cukup untuk dapat tetap eksis menjalankan kegiatan usahanya.
    Cara mengatasinya berupa peran pemerintah sangan penting sekali untuk menyediakan sarana distribusi yang memadai dengan memperkenalkan produk-produk yan menjadi unggulan dari daerah itu. Dengan demikian output koperasi dapat dikenal dan permintaan potensial dapat menjadi permintaan efektif.
    4. Tantangan yang dihadapi koperasi dan bagaimana mengatasinya
    Tantangan yang dihadapi koperasiantara lain:
    a) Masuknya Sumber Daya Manusia (SDM) dari nrgara lain yang lebih berkualitas yang akan menggusur tenaga kerja dalam negeri.
    b) Semakin banyak produk impor di pasaran dalam negeri yang akan mematikan usaha di Negara singga koperasi harus dapat bersaing.
    c) Hilangnya pasar produk ekspor karena kalah bersaing harga dan kualitas produk kita disbanding dengan Negara lain.
    d) Lemahnya kelembagaan dan permodalan internal koperasi
    e) Kurangnya inovasi dalam bisnis koperasi dan lambatnya pemanfaatan IT
    f) Lemahnya kualitas SDM dan kurangnya profesionalisme di koperasi.
    Cara mengatasinya yaitu:
    a) Penguatan kelembagaan koperasi sebagai entitas bisnis modern
    b) Membangun kultur kreatif, inovatif dan nilai tambah dalam rangka meningkatkan daya saing koperasi.
    c) Memperkuat jaringan kemitraan koperasi
    d) Peningkatan modal sendiri berdasar skala ekonomi yang layak
    e) Penerapan IT dalam proses kerja koperasi
    5. Ekuitas yang terdapat dalam koperasi antara lain:
    a) Simpanan pokok
    Simpanan yang nilai uangnya sama besarnya setiap masing-masing anggota yang disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi.
    b) Simpanan wajib
    Simpanan yang harus dibayarkan oleh anggota sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    c) Simpanan lain-lain
    Simpanan yang dapat diambil kapanpun dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    d) Simpanan sukarela
    Simpanan yang di berikan secara sukarela bisa dari anggota ataupun luar anggota.
    e) Modal sumbangan
    Sejumlah barang ataupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    f) Modal penyertaan
    Sejumlah barang maupun modal yang dianankan oleh si pihak pemodal.
    g) SHU belum dibagi
    Selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum dibagi rapa kepada semua anggota.
    h) Cadangan
    Bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  2. 1. Macam-macam koperasi,penjelasanya dan proses bisnisnya
    Jenis-Jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya
    1. Koperasi Produsen
    Koperasi Produsen atau koperasi produksi adalah jenis koperasi yang bertujuan membantu anggotanya untuk membuat usaha bersama-sama. Usaha yang dilakukan bisa berupa memproduksi atau menjual barang kepada konsumen. Selain itu dengan bergabung dengan koperasi produsen, anggotanya akan mendapat dana sebagai bantuan modal usaha.
    2. Koperasi Konsumen
    Koperasi Konsumen atau koperasi konsumsi adalah jenis koperasi yang menjual berbagai kebutuhan pokok sehari-hari untuk anggota koperasi tersebut. Harga yang dipatok pada koperasi konsumen tentunya lebih murah dan terjangkau dibanding tempat lain.
    3. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi Simpan Pinjam (KSP) adalah jenis koperasi yang menyediakan pinjaman uang dan juga sebagai tempat menyimpan uang. Koperasi ini cukup dikenal dan banyak diikuti oleh masyarakat karena dengan menjadi anggota koperasi simpan pinjam, kita bisa mendapat pinjaman dana dengan mudah.
    4. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi Serba Usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang di dalamnya terdapat banyak jenis usaha. Hal ini sesuai dengan namanya yakni Serba Usaha. Barang-barang yang dijual akan menjadi lebih murah jika kita sudah menjadi anggota dari koperasi serba usaha ini.
    Jenis-Jenis Koperasi Berdasarkan Tingkatannya
    1. Koperasi Primer
    Koperasi Primer adalah jenis koperasi yang memiliki anggotanya minimal sebanyak 20 orang. Selain itu koperasi primer harus memenuhi syarat anggaran dasar dan memiliki tujuan yang sama antar anggotanya.
    2. Koperasi Sekunder
    Koperasi Sekunder adalah jenis koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi primer serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Tiap koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.
    Jenis-Jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya
    1. Koperasi Pegawai Republik Indonesia
    Koperasi Pegawai Republik Indonesia adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari pegawai negeri pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebelumnya koperasi ini juga dikenal dengan Koperasi Pegawai Negeri (KPN).
    2. Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi Pasar atau disingkat Koppas adalah jenis koperasi koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Koperasi pasar dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang.
    3. Koperasi Unit Desa (KUD)
    Koperasi Unit Desa atau disingkat KUD adalah jenis koperasi yang anggotanya adalah masyarakat yang ada dalam struktur pemerintahan desa yang ada di desa-desa. KUD juga merekrut masyarakat pedesaan untuk bergabung menjadi anggotanya.
    4. Koperasi Sekolah
    Koperasi Sekolah atau juga disebut Koperasi Siswa adalah salah satu jenis koperasi yang dapat ditemui di sekolah-sekolah, baik di tingkat SD, SMP, SMA atau perguruan tinggi. Anggota dari koperasi sekolah adalah siswa, guru dan karyawan sekolah itu sendiri.
    Jenis-Jenis Koperasi Berdasarkan Fungsinya
    1. Koperasi Konsumsi
    Koperasi Konsumsi atau juga disebut koperasi pengadaan dan koperasi pembelian merupakan jenis koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Anggota koperasi berperan sebagai pemilik sekaligus pembeli bagi koperasinya.
    2. Koperasi Jasa
    Koperasi Jasa adalah jenis koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggotanya. Anggota koperasi berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi. Contoh koperasi jasa adalah koperasi simpan pinjam, koperasi asuransi dan lain-lain.
    3. Koperasi Produksi
    Koperasi Produksi adalah jenis koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Anggota koperasi berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
    4. Koperasi Pemasaran
    Koperasi Pemasaran atau juga disebut koperasi penjualan adalah jenis koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Anggota koperasi berperan sebagai pemilik sekaligus pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
    2. Tujuan dan peran koperasi
    Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Peran koperasi
    1. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya.
    2. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    Sebagai contoh, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha pengadaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani dapat membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian tersebut.
    3. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.
    4. Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    Sesuai dengan prinsip koperasi bahwa koperasi harus memiliki kemandirian, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Majunya koperasi akan dapat memberi dorongan untuk meningkatkan taraf hidup para anggota dan masyarakat.
    5. Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sedangkan pemerintah hanya wajib memberi dorongan, pengarahan, dan bimbingan.
    6. Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    Koperasi sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa, perlu dikembangkan bersama kegiatan usaha lainnya. Dengan memberdayakan koperasi, berarti pula dapat memberdayakan masyarakat, yang pada akhirnya akan dapat memberdayakan perekonomian nasional.
    3. Permasalahan koperasi
    Beberapa permasalahan koperasi di masa kini dari pilar administrasi, dan usaha:
    Pilar Administrasi
    Secara administrasi, permasalahan koperasi di masa kini adalah:
    a. Sistem Penyusunan administrasi koperasi
    Koperasi yang tertib administrasi bisa dibilang masih minim. Hal ini karena kesadaran pentingnya memiliki dan mengerjakan 16 buku koperasi masih rendah. Pengurus dan karyawan koperasi tidak menyadari arti pentingnya tertib administrasi bagi perkembangan koperasi di masa mendatang. Untuk itu dirasa penting melakukan pembinaan, pelatihan, dan monitoring evaluasi administrasi koperasi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
    b. Sistem Pengarsipan
    Banyakya koperasi yang tidak memiliki data-data masa lalu, bahkan kehilangan akta pendirian dan akta badan hukum membuktikan bahwa lemahnya sistem pengarsipan di koperasi. Segala hal yang berkaitan dengan administrasi dibuat hanya untuk jangka pendek. Sehingga rekam jejak koperasi yang tentu sangat diperlukan di masa depan akan sulit didapatkan. Seringkali alasan koperasi adalah karena minimnya tempat penyimpanan, bahkan seringkali lupa tempat menyimpannya. Karena itu koperasi perlu melakukan pelatihan dan pembiasaan digitalisasi data. Secara digital, arsip yang tersimpan tidak terikat ruang dan waktu, sehingga arsip dapat tersimpan dengan baik dalam jumlah yang sangat banyak dan tidak lagi berbasis kertas.
    c. Sistem Pelaporan
    Koperasi wajib membuat laporan secara berkala. Laporan tersebut ditujukan kepada pemilik koperasi, pembina dan stakeholder lainnya. Namun, karena tidak adanya kewajiban yang mengikat koperasi untuk melaporkan data secara daring (elektronik), maka kecenderungan koperasi hanya melaporkan satu tahun sekali dalam bentuk buku RAT. Kecepatan dan ketepatan sangat dibutuhkan oleh koperasi demi mengembangkan diri. Sehingga kepercayaan anggota dan para pemangku kepentingan terhadap koperasi semakin meningkat.
    Pilar Usaha
    Dilihat dari segi usaha, permasalahan koperasi di masa kini adalah:
    a. Daya saing
    Mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus mengakui bahwa mayoritas koperasi belum mampu bersaing dengan pelaku bisnis lain yang lebih besar selain koperasi. Seringkali diibaratkan rusa melawan harimau. Berbagai keterbatasan koperasi menjadi penghambat meningkatnya daya saing koperasi. Dalam rangka menghadapi hal ini, maka perlu dilakukan upaya sinergi dan kolaborasi. Koperasi kecil ibarat lidi, maka akan menjadi kuat dan bermanfaat jika diikat menjadi satu kesatuan sapu lidi. Oleh karena itu, upaya sinergi dan kolaborasi harus terus diupayakan dengan pola insentif yang saling menguntungkan. Sebagai insan koperasi, sudah saatnya kita mengganti kompetisi menjadi sinergi dan kolaborasi.
    b. Kompetitor
    Persaingan bebas dan terbuka yang terjadi di sekitar kita menyajikan adegan bahwa yang kuat akan menang dan akan melibas yang lemah. Jika bisnis koperasi adalah sektor keuangan, maka saat ini banyak lembaga keuangan non koperasi yang bebas masuk memberi pelayanan anggota koperasi secara langsung. Jika bisnis koperasi dibidang retail, maka sekarang banyak retail modern yang bebas berdampingan dengan toko koperasi. Menghadapi hal ini, maka perlu regulasi terkait masuknya kompetitor secara langsung dan terbuka ke anggota koperasi. Dengan asumsi, koperasi mampu memberikan pelayaan yang sama dengan kompetitor, maka hendaknya regulasi berpihak pada koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa.
    4. Tantangan koperasi dan cara mengatasinya
    a. Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.
    Koperasi bukan sebuah perusahaan yang tujuannya mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, namun sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang. Program sosialisasi akan keuntungan dan manfaat besar koperasi bagi individu, keluarga dan masyarakat harus dilakukan secara rutin. Makin besar tubuh koperasi, makin banyak modal yang dipupuk. Makin banyak transaksi di Koperasi dan makin besar pemasukan, makin banyak juga pihak yang terlibat, dan tentu saja makin bisa pula menyejahterakan banyak orang.
    b. Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.
    Dari sekitar 209.000 koperasi di Indonesia tahun 2015, maka sekitar 110.000 adalah Koperasi Simpan Pinjam. Bahkan USP atau Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini. Sementara itu tidak dapat dipungkiri bahwa dunia perbankan di Indonesia perkembangannya maju pesat. Bukan hanya perbankan konvensional saja, tetapi juga perbankan syariah. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Indonesia cukup ‘dimanja’ dengan pilihan beragam cara dan layanan mudah untuk menabung dan meminjam. Hal ini merupakan jenis tantangan selanjutnya bagi Koperasi-koperasi di Indonesia, agar juga dapat berkembang dengan baik melayani kebutuhan simpan pinjam anggota, maupun non anggota.
    Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI. Setelah meningkatkan jumlah anggota, proses selanjutnya yang harus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi pada umumnya adalah mendata anggota beserta kebutuhannya. Menganalisa kebutuhan anggota terhadap barang dan jasa. Hal ini akan mudah bila didukung dengan penggunaan system teknologi informasi modern, untuk menghasilkan data akurat tentang kebutuhan anggota akan barang dan jasa yang harus diadakan koperasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dilakukan dengan TI yang handal dan terkoneksi online.
    5. Ekuitas dalam koperasi
    Ekuitas koperasi terdiri dari Beberapa point dibawah ini berikut penjelasannya :
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  3. 1. Macam-macam koperasi
    a. Berdasarkan bidang usahanya:
    1) Koperasi produksi
    Koperasi yang bergerak dalam proses produksi yang dilakukan anggotanya, mencakup penyadiaan bahan baku, menyediakan berbagai macam alat dan membantu produksi berbagai macam jenis barang.
    2) Koperasi konsumsi
    Koperasi yang menjual berbagai macam kebutuhan anggotanya sehari-hari. Apabila anggota belanja kebutuhan maka harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan toko di luar.
    3) Koperasi pemasaran
    Koperasi yang didirikan untuk membantu anggota dalam mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan hingga sampai pada tangan konsumen.
    4) Koperasi simpan pinjam
    Koperasi ini bergerak dalam proses penyediaan pinjaman uang sekaligus tempat menyimpan uang.
    5) Koperasi serba usaha
    Koperasi yang didalamnya terdapat lebih dari satu usaha, berupa gabungan dari koperasi prosuksi dan komsumsi.
    b. Berdasarkan jenis komoditinya
    1) Koperasi pertambangan
    Koperasi ini melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumberdaya alam.
    2) Koperasi pertanian
    Koperasi yang bergerak dalam bidang pertanian, berupa penyediaan bibit, pupuk sampai peralatan untuk pertanian.
    3) Koperasi peternakan
    Koperasi yang usahanya dalam bidang pertenakan.
    4) Koperasi industry dan kerajinan
    Koperasi yang melakukan usahanya dalam bidang industry dan kerajinan tertentu.
    5) Koperasi jasa
    Koperasi yang khususnya menjelankan kegiatan dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu.
    c. Berdasarkan tingkatnya
    1) Koperasi primer
    Koperasi yang terdiri dari 20 orang yang bergabung dalam koperasi tersebut. Biasanya tingkat kecamatan ataupun desa.
    2) Koperasi pusat
    Koperasi yang terdiri dari paling sedikit lima koperasi primer, biasanya kedudukannya di ibukota kabupaten.
    3) Koperasi gabungan
    Koperasi yang beranggotakan paling sedikit tiga koperasi pusat, meliputi daerah tingkat provinsi.
    4) Koperasi induk
    Koperasi gabungan paling sedikit tiga koperasi gabungan biasanya kedudukannya di ibukota Negara.

    2. Tujuan dan peran penting koperasi
    Tujuan koperasi yan tercantum dalam UU No.25 Tahun 1992 mengenai perkoperasian, tujuan koperasi yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945.
    Peran penting koperasi yang tercantum dalam UU No.25 tahun 1992 yaitu:
    a) Peran koperasi untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosisalnya.
    b) Untuk mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    c) Untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    d) Untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama yang didasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    3. Permasalahan yang dihadapi oleh koperasi dan solusinya
    a) Penataan kelembagaan
    Masih sulitnya menginventarisasi dan mengidentifikasi koperasi yang beku yan tidak mempunyai aktivitas usaha selama dua tahun atau lebih, namun masih memiliki asset-aset yang produktif.
    Cara mengatasinya dengan para pihak kader perlu mengadakan inventarisasi dan identifikasi terhadap kperasi yang ada untuk menetapkan program kebijakan teknis selanjutnya.
    b) Produktivitas dan efisiensi
    Berupa keterbatasan Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana yang memadai yang dimiliki oleh koperasi serta mantapnya jaringan usaha kemitraan dengan prinsip saling keterkaitan, saling membutuhkan dan saling menguntungkan.
    Cara mengatasinya dengan diberikan peran besar pada sector jasa dan perdagangan sesuai dengan mekanisme pasar, untuk meningkatkan peranan tersebut pemerintah maupun usaha lainnya dapat memberikan fasilitas baik dalam pengembangan, sarana prasarana dan kemitraan koperasi.
    c) Manajemen koperasi yang belum professional
    Anggota dan pengurus memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
    Cara mengatasinya dengan pelatihan manajemem koperasi. Dalam pelaksanaan perlu namajemen koperasi yang baik mulai dari bentuk perencanaan, pengoorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Hal ini sangat penting dalam mengambil keputusan tetapi tidak melupakan partisipasi dari anggota.
    d) Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah
    Sosialisasi yang belum maksimal dan optimal, masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman.
    Cara mengatasinya dengan berpartisipasi marupakan factor yang paling penting dalam mendukung keberhasilan atau perkembangan koperasi. Semua program manajemen harus memperoleh dukungan dari anggota, sehingga memperoleh berbagai informasi dari anggota khususnya informasi tentang kebutuhan dan kepentingan anggota. Informasi ini akan diperoleh jika partisipasi dalam koperasi berjalan dengan baik.
    e) Distribusi, pemasaran dan promosi
    Koperasi mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Output yang dihasilkan tidak memiliki jalur distribusi, serta tidak memiliki kemampuan untuk memasarkan dan melakukan promosi. Sehingga produk tidak mampu untuk meraih pangsa pasar yang cukup untuk dapat tetap eksis menjalankan kegiatan usahanya.
    Cara mengatasinya berupa peran pemerintah sangan penting sekali untuk menyediakan sarana distribusi yang memadai dengan memperkenalkan produk-produk yan menjadi unggulan dari daerah itu. Dengan demikian output koperasi dapat dikenal dan permintaan potensial dapat menjadi permintaan efektif.

    4. Tantangan yang dihadapi koperasi dan bagaimana mengatasinya
    Tantangan yang dihadapi koperasiantara lain:
    a) Masuknya Sumber Daya Manusia (SDM) dari nrgara lain yang lebih berkualitas yang akan menggusur tenaga kerja dalam negeri.
    b) Semakin banyak produk impor di pasaran dalam negeri yang akan mematikan usaha di Negara singga koperasi harus dapat bersaing.
    c) Hilangnya pasar produk ekspor karena kalah bersaing harga dan kualitas produk kita disbanding dengan Negara lain.
    d) Lemahnya kelembagaan dan permodalan internal koperasi
    e) Kurangnya inovasi dalam bisnis koperasi dan lambatnya pemanfaatan IT
    f) Lemahnya kualitas SDM dan kurangnya profesionalisme di koperasi.
    Cara mengatasinya yaitu:
    a) Penguatan kelembagaan koperasi sebagai entitas bisnis modern
    b) Membangun kultur kreatif, inovatif dan nilai tambah dalam rangka meningkatkan daya saing koperasi.
    c) Memperkuat jaringan kemitraan koperasi
    d) Peningkatan modal sendiri berdasar skala ekonomi yang layak
    e) Penerapan IT dalam proses kerja koperasi

    5. Ekuitas yang terdapat dalam koperasi antara lain:
    a) Simpanan pokok
    Simpanan yang nilai uangnya sama besarnya setiap masing-masing anggota yang disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi.
    b) Simpanan wajib
    Simpanan yang harus dibayarkan oleh anggota sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    c) Simpanan lain-lain
    Simpanan yang dapat diambil kapanpun dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    d) Simpanan sukarela
    Simpanan yang di berikan secara sukarela bisa dari anggota ataupun luar anggota.
    e) Modal sumbangan
    Sejumlah barang ataupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    f) Modal penyertaan
    Sejumlah barang maupun modal yang dianankan oleh si pihak pemodal.
    g) SHU belum dibagi
    Selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum dibagi rapa kepada semua anggota.
    h) Cadangan
    Bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  4. JENIS-JENIS KOPERASI
    A. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya
    1. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama.
    2. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya.
    3. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang.
    4. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha.

    B. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya
    1. Koperasi Pegawai Negeri
    Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) sekarang telah berubah nama menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia.
    2. Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar.
    3. Koperasi Unit Desa
    Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan.
    4. Koperasi Sekolah
    Koperasi sekolah biasa dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.
    5. Koperasi Pondok Pesantren
    Koperasi pondok pesantren (Kopontren) adalah koperasi yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan.
    C. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Tingkatannya

    1. Koperasi Primer
    Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang.
    2. Koperasi Sekunder
    Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer.
    D. Jenis Koperasi Berdasarkan Fungsinya
    1. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya.
    2. Koperasi Jasa
    Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota.
    3. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu.

    2. Tujuan adanya koperasi adalah terciptanya masyarakat yang sadar akan gotong royong, sehingga dalam suatu sistem masyarakat tidak akan ada yang dirugikan satu dengan yang lainnya.

    3. Permasalahan koperasi saat ini ada pada pengelola dimana masih ada koperasi yang dikelola dengan sumber daya manusia yang terbatas sehingga inovasi inovasi pada koperasi juga masih kurang. Solusinya bisa kita merekrut pengelola dengan menunjukkan bahwa menjadi pengelola koperasi mempunyai banyak manfaat

    4. Tantangan koperasi saat ini adalah persaingan di era digital. Jika koperasi tidak mampu bersaing di revolusi industri saat ini maka peran koperasi akan tergeser dengan sistem sistem yang menyediakan layanan yang lebih mudah

  5. 1. Macam-macam koperasi
    a. Berdasarkan jenis usahanya
    1) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) adalah koperasi yang menampung simpanan anggota sekaligus melayani peminajaman. Di KSP anggota yang menyimpan akan mendapat imbalan jasa dan bagi yang meminjam akan dikeanakan jasa. Jadi dana yang bergerak di KSP ini dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota”.
    2) Koperasi Serba Usaha (KSU) yaitu koperasi yang memiliki bermacam-macam bidang usaha. Bidang usahanya bisa bergerak di Unit usaha simpan pinjam, unit produksi, unit pertokoan, dan unit wartel. Jadi didalam KSU ini bidang usahanya bisa bergerak gabungan atau pun sendiri-sendiri
    3) Koperasi Produksi yaitu koperasi yang bergerak dibidang produksi atau menghasilkan barang. Di koperasi produksi barang yang dijual adalah hasil dari produksi anggota produksi. Sehingga koperasi produksi biasanya memiliki anggota yang memiliki usaha, melalui koperasi anggota dapat memasok hasil serta mendapatkan modal dan pemasaran. Selain itu koperasi produksi juga bisa membantu dalam menyediakan bahan baku, menyediakan pupuk dan sebagainya
    4) Koperasi Konsumsi yaitu, koperasi yang bergerak dibidang menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Biasanya barang yang dijual dikoperasi ini lebih murah dibanding toko-toko lainnya agar mensejahterakan anggotanya sendiri. Biasanya berupa koperasi yang menjual bahan makanan, pakaian, alat tulis atau peralatan rumah tangga.
    b. Berdasarkan tingkatannya koperasi
    1) Koperasi primer yaitu koperasi yang beranggotakan dari orang seorang dengan jumlah minimal 20 orang. Biasanya memiliki kesamaan aktivitas, kepentingan tujuan serta kebutuhan ekonomi.
    2) Koperasi sekunder yaitu koperasi yang terdiri dari berbagai macam gabungan badan-badan koperasi. Koperasi sekunder meliputi:
    a) Koperasi pusat merupakn koperasi yang memiliki paling sedikit lima 5 koperasi primer
    b) Koperasi gabungan koperasi yang anggotanya mininal 3 dari koperasi pusat
    c) Koperasi induk adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi.
    c. Berdasarkan fungsinya
    1) Koperasi konsumsi yaitu koperasi yang bertujuan menyediakan kebutuhan barang parang anggotanya.
    2) Koperasi jasa yaitu koperasi yang menyediakan pelayanan jasa bagi anggotanya. Contohnya simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain.
    3) Koperasi produksi yaitu koperasi yang menyediakan kegiatan produksi seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, membantu memasarkan dan menjual hasil produksi anggota.

    2. Tujuan dan peran koperasi
    Tujuan koperasi
    Koperasi memiliki tujuan yang tertuang dalam UU No.25 Tahun 1992 yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yabg maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dapat disimpulkan bahwa yang menjadi prioritas untuk kesejahteraannya adalah anggota terlebih dahulu, baru kemudian koperasi diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat sekitarnya. Karena pada dasarnya ya anggota koperasi adalah masyarakat itu sendiri.
    Peran Koperasi
    1) Koperasi dapat menciptakan lapangan pekerjaan
    Dengan tujuan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan masyarakat pada umumnya. Menyebabkan adanya jenis-jenis kegiatan yang dilakukan agar terbukannya lapangan pekerjaan dengan menyerap sumber daya manusia seperti di bidang kerajinan, pertanian, dan pertokoan. Selain itu untuk dalam pengelolaan koperasi ini juga membutuhkan sumber daya manusia yang lumayan cukup banyak sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran.
    2) Koperasi dapat meningkatkan taraf hidup
    Kegiatan koperasi dapat meningkatkan penghasilan para anggotanya. Sehingaa memperoleh penghasilan yang tinggi dimana akan membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam.
    3) Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    Sebagai contoh, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha pengadaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani dapat membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian tersebut.
    4) Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.
    5) Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    Sesuai dengan prinsip koperasi bahwa koperasi harus memiliki kemandirian, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Majunya koperasi akan dapat memberi dorongan untuk meningkatkan taraf hidup para anggota dan masyarakat.
    6) Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sedangkan pemerintah hanya wajib memberi dorongan, pengarahan, dan bimbingan.

    3. Permasalah yang dihadapi oleh koperasi beserta solusinya
    Permasalahan yang dihadapi koperasi saat ini
    1) SDM pengelola dan pengurus masih terbatas
    Karena masih terbatasnya menyebabkan kurang kompeten SDM dalam manajemen koperasi seperti tingkat pendidikan dari pengelola dan pengurus yang masih rendah serta pengetahuan yang rendah menyebabkan kegiatan koperasi yang hanya berputar di peminjaman saja. Jika itu tetap dibiarkan seperti itu maka koperasi tidak dapart perkembang pesat.
    Oleh karena itu diperlukannya bimbingan teknis atau berupa pelatihan mengenai kegiatan pendidikan perkoperasian sesuai dengan tema yang mau dipilih.
    2) Regenerasi kepengurusan/pengelola koperasi yang kurang
    Maksudnya kurang profesionalnya pengelola dalam mengelola koperasi karena adanya rangkap jabatan, ini juga berdasarkan faktor seperti kebanyakan pengelola koperasi adalah generasi tua. Sehingga sangat minim generasi muda ikut terlibat dalam mengelola koperasi. Oleh karena itu perlunya ditingkatkan regenerasi kepengurusan dalam tingkat batasan umur agar proses pergantian tidak hanya dari kalangan generasi tua tetapi generasi muda yang dapat diharapkan akan membantu koperasi lebih produktif kedepannya.
    3) Keterbatasan modal
    Masih sulitnya koperasi dalam masalah permodalan. Oleh karena itu perlu adanya perhatian oleh pemerintah agar sektor koperasi dapat bertahan dan berkembang luas.

    4. Tantangan yang dihadapi oleh koperasi
    1) Kurangnya minat masyarakat terhadap koperasi
    Kurangnya minat masyarakat terhadap koperasi ini membuat munculnya permasalahan baru yaitu tidak adanya sumber daya manusia yang akan menggerakan koperasi sehingga koperasi juga masih kalah bersaing dengan lembaga-lembaga sejenis seperti perbankan. Alasan ini menyebabkan orang-orang lebih memilih untuk meminjam uang di bank dibanding di koperasi karena ada anggapan bahwa kredit yang diberikan oleh koperasi adalah kredit kecil.
    Oleh karena itu diperlukan sebuah program untuk menarik minat masyarakat dalam bergabung ke koperasi yaitu dengan diadakannya reward bagi yang jumlah tabungan anggotanya paling besar dan juga yang paling rutin membayar tepat waktu.
    2) Semakin majunya perkembangan zaman. Terjadinya globalisasi dapat menyebabkan keberadaan koperasi yang mungkin bisa tergeser. Oleh karena itu diharapkan koperasi dapat berkembang mengikuti zaman dengan adanya pendampingan dalam memperbaiki manajemen, kualitas, serta pengembangan pasar.

    5. Ekuitas yang terdapat dalam koperasi
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi..
    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU.
    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  6. 1. Macam Macam Koperasi
     Berdasarkan jenis usahanya
    a. Koperasi produksi
    Koperasi jenis ini melakukan usaha produksi atau menghasilkan barang.
    b. Koperasi konsumsi
    Koperasi ini menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam bentuk barang antara lain berupa bahan makanan, pakaian, alat tulis atau peralatan rumah tangga.
    c. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
    Koperasi ini melayani para anggotanya untuk menabung dengan mendapatkan imbalan jasa. Bagi anggota yang memerlukan dana dapat meminjam dengan memberikan jasa kepada koperasi
    d. Koperasi Serba Usaha (KSU)
    Koperasi Serba Usaha (KSU) terdiri atas berbagai jenis usaha. Seperti menjual kebutuhan pokok dan barang-barang hasil produksi anggota, melayani simpan pinjam dan pelayanan jasa.
     Berdasarkan keanggotaannya
    a. Koperasi Pegawai Negeri (KPN)
    Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah.
    b. Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. Pada umumnya pedagang di setiap pasar mendirikan koperasi untuk melayani kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan para pedagang.
    c. Koperasi Unit Desa (KUD)
    Koperasi Unit Desa beranggotakan masyarakat pedesaan
    d. Koperasi Sekolah
    Koperasi sekolah beranggotakan warga sekolah yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah biasanya menyediakan kebutuhan warga sekolah
     Berdasarkan Tingkatannya
    a. Koperasi primer
    Koperasi primer merupakan koperasi yang beranggotakan orang-orang. Anggota koperasi primer paling sedikit 20 orang.
    b. Koperasi sekunder
    Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi.

    2. Tujuan dan Peran Koperasi
    – Tujuan Koperasi
    Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Berdasarkan pasal tersebut, bisa disimpulkan bahwa yang menjadi prioritas untuk disejahterakan adalah anggota koperasi terlebih dahulu, kemudian koperasi diharapkan bisa memberikan kontribusi jika memungkinkan untuk masyarakat sekitar. Karena pada dasarnya, anggota koperasi adalah anggota masyarakat, maka dengan jalan ini diharapkan koperasi dapat berperan aktif dalam menaikkan taraf hidup masyarakat.
    – Peran Koperasi
    1. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan,.
    2. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    3. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.

    3. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh koperasi serta solusinya antara lain,
    Permasalahan yang dihadapi koperasi saat ini sangat beranekaragam, baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Permasalahan internal biasanya terjadi pada pengurus atau keanggotaan itu sendiri serta modal dan untuk masalah eksternal berasal dari pesaing dan asumsi masyarakat mengenai koperasi sangat buruk. Berikut merupakan permasalahan yang akan kita bahas, yaitu :

    – Koperasi saat ini kurang diminati
    Solusinya, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi. Dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah.
    – Koperasi sulit berkembang
    solusi yang tepatnya pula untuk permaslahan lain yang menyangkut dalam sulitnya mengembangkan koperasi yakni dengan adanya pengelolaan yang serius dimulai dari keanggotaan
    – Keterbatasan modal
    solusi yang diharapkan mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah membangun lembaga penjaminan bagi koperasi, melaksanakan program perkreditan bagi koperasi yang dijamin oleh sindikasi pemerintah dan stakeholder lainnya.
    – Ketidakmampuan pengurus (SDM)
    Di dalam mencapai kinerja yang baik, pengurus dan anggota mempunya peran yang seimbang. Jangan sampai anggota menuntut pengurus untuk berkinerja dengan baik sementara dia melupakan kewajibannya.

    4. Tantangan yang dihadapi koperasi dan cara mengatasinya.
    – Koperasi kurang peminat bisa dikarenakan kalah bersaing dengan Lembaga
    lembaga yang sejenis seperti perbankan, kebanyakan koperasi ruang lingkup nya masih kecil sehingga banyak orang beranggapan bahwa jumlah kredit yang diberikan masih kecil dan beranggapan kredit hanya diberikan kepada anggota koperasi sehingga lebih memilih jasa perbankan yang cakupannya lebih luas, saran koperasi harus ada marketingnya seperti di perbankan, menawarkan kredit, mengenalkan produk yang ada dikoperasi, mendekati konsumen, agar mereka tau dan tertarik dengan koperasi. Satu yang tertarik dan merasa pelayanan baik, pasti akan disebarkan kepada yang lain.
    – Keberadaan koperasi yang bisa tergesser akibat globalisasi. Solusi diharapkan agar koperasi tidak bergeser akibat arus globalisasi disarankan adanya pendampingan yang dapat memperbaiki manajemen usaha, kualitas produk, dan pengembangan pasar. Juga adanya intervensi dari pemerintah sebagai perlindungan koperasi.

    5. Apa saja ekuitas yang terdapat di dalam koperasi
    1. Simpanan pokok yaitu sejumlah uang yang disetorkan setiap anggota ketika masuk menjadi anggota koperasi dengan nominal yang sama dan tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota.
    2. Simpanan wajib yaitu jenis simpanan yang harus dibayarkan oleh anggota dengan jumlah nominal yang disesuaikan dengan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan keputusan rapat anggota, perbedaannya simpanan ini dapat di ambil namun harus sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan.
    3. Simpanan lain-lain adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    4. Modal sumbangan yaitu sejumlah barang atau uang yang telah dihibahkan dari pihak lain, namun tidak mengikat.
    5. Modal penyertaan yaitu sejumlah barang atau uang (modal) yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    6. SHU belum dibagi yaitu selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semua anggota.
    7. Cadangan yaitu bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  7. 1. Koperasi terbagi menjadi 4 jenis, yaitu koperasi berdasarkan jenis usahanya, koperasi berdasarkan status anggotanya, koperasi berdasarkan tingkatannya, dan yang terakhir koperasi berdasarkan fungsinya. besaran nilai tambah yang didapat dari koperasi bergantung pada seberapa bagus pelayanan yang diberikan untuk para anggotanya. pelayanan ini bisa dikatakan seperti simpan pinjam, pendanaan, maupun pemberian materi untuk para anggotanya seputar manajemen bisnis. proses bisnis dimuali dari pendaftaran anggota, lalu setelahnya pembayaran iuran pertama sebagai pencatatan point, pembelanjaan, dan keaktifan para anggotanya serta ketepatan pembayaran.

    2. Yang pastinya koperasi memiliki tujuan utama yaitu menyejahterakan anggotanya terlebih dahulu lalu jika memungkinkan maka koperasi diharapkan bisa memberikan kontribusi pada masyarakat yang sebisanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat itu sendiri. dalam perannya koperasi sebenarnya ditujukan sebagai wadah untuk bisa mewujudkan keinginan masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya, mengurangi pengangguran, memberikan solusi pada usaha-usaha kecil dan menengah, serta membantu mengarahkan kita untuk menciptakan demokrasi ekonomi.

    3. Ada banyak faktor yang menghambat kemajuan koperasi, bisa dari kurangnya fasilitas koperasi, anggotanya yang tidak serius, masyarakat, pemerintah bahkan pengurus koperasi itu sendiri. namun tetap saja keterbatasan dana masih menjadi masalah utama saat ini, bukan itu saja pengelolaan dana yang tidak seimbang dan efektif juga masih menjadi masalah sehingga kebanyakan koperasi malah gulung tikar dan selesai begitu saja tanpa langkah yang jelas. solusi yang bisa dilakukan pertama-tama adalah pemerintah harus lebih bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai koperasi dan prosesnya itu sendiri, mengoptimalkan pendampingan untuk pengurus koperasi yang baru berjalan paling tidak dalam setahun, dan yang paling penting adalah perjanjian hukum antar pihak koperasi maupun anggota koperasi agar tidak ada rasa saling merugikan satu sama lain.

    4. Semakin majunya era digital saat ini sudah menjadi tantangan terbesar disegala aspek kehidupan salah satunya juga koperasi, manusia di era ini selalu menginginkan hal-hal yang bersifat instant, maka kebiasaan-kebiasaan lama dalam berkoperasi ditinggalkan. eksistensi koperasi mengalami penurunan yang sangat signifikan dimata masyarakat, bisa jadi hal ini disebabkan oleh stigma koperasi yang berbau negatif seperti berita-berita yang beredar dimasyarakat, beberapa oknum yang memanfaatkan koperasi untuk kepentingan pribadinya dari hal inilah citra koperasi semakin buruk dimata masyarakat. maka solusi terbaik dari tantangan yang dihadapi kali ini adalah adanya rebranding dari koperasi itu sendiri agar mengembalikan citranya dimasyarakat serta inovasi yang bisa mengikuti perkembangan di era digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    5. Ekuitas yang terdapat dalam pengelolaan keuangan koperasi yaitu ada simpanan pokok yang sejumlah nilai uang besarnya sama dari masing-masing anggota, lalu ada simpanan wajib yaitu simpanan yang harus dibayarkan anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, simpanan lain-lain yang hampir sama dengan simpanan pokok bisa diambil kapanpun sehingga dikelompokkan menjadi hutang jangka pendek, modal sumbangan merupakan sumbangan yang diberikan oleh pihak lain yang tidak mengikat, lalu ada modal penyertaan sejumlah barang maupun modal dari pihak pemodal, SHU belum dibagi yaitu selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum dibagi rata kepada sdeluruh anggota, dan terakhir ada cadangan yang merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian untuk koperasi dimasa mendatang.

  8. 1. Jenis-jenis koperasi dikelompokkan berdasarkan 4 faktor;
    a. Berdasarkan jenis usahanya
    1) Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Ada berbagai macam bentuk koperasi produksi seperti koperasi produksi untuk para petani, peternak sapi, pengrajin, dan sejenisnya.
    Koperasi produksi yang membantu usaha para anggotanya biasanya memiliki tujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan anggotanya dalam menjalani usaha. Sebagai contoh koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan.
    2) Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Sebagai contoh koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya.
    3) Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.
    Jika dilihat secara sekilas tampak bahwa cara kerja koperasi simpan pinjam sama seperti bank pada umumnya. Namun sebenarnya terdapat beberapa perbedaan antara KSP dengan bank konvensional.
    4) Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.

    b. Berdasarkan status anggotanya
    1) Koperasi Pegawai Negeri
    Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) sekarang telah berubah nama menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia. Koperasi ini memiliki tujuan utama utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya.
    Hampir setiap instansi pemerintahan di daerah atau pun nasional memiliki koperasi pegawai negeri. Selain itu terkadang setiap instansi juga memiliki lebih dari satu koperasi karena ada juga departemen-departemen dalam yang membuat koperasi sendiri.
    2) Koperasi Pasar (Koppas)
    Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Bentuk koperasi koperasi pasar dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang. Sehingga bisa mengurangi kerugian akibat para pedagang berutang kepada para rentenir. Meskipun begitu masih banyak para pedagang yang terjerat pusaran rentenir. Sehingga perlu terus dilakukan upaya agar para pedagang tidak terjerat utang dengan para rentenir.
    3) Koperasi Unit Desa
    Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan. Koperasi unit desa biasanya melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi khususnya yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan.
    4) Koperasi Sekolah
    Koperasi sekolah biasa dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Anggota koperasi ini biasanya terdiri dari guru, siswa, dan karyawan pada sebuah sekolah. Pada umumnya koperasi sekolah melakukan kegiatan seperti koperasi serba usaha. Jadi selain menjual barang-barang kebutuhan sekolah, koperasi juga bisa digunakan oleh para siswa dan guru sebagai tempat untuk menyimpan uang.
    5) Koperasi Pondok Pesantren
    Koperasi pondok pesantren (Kopontren) adalah koperasi yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan. Kegiatan yang dilakukan Kopontren biasanya menyediakan barang-barang kebutuhan santri seperti kitab-kitab dan baju muslim.
    c. Berdasarkan Tingkatannya
    1) Koperasi Primer
    Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.
    Syaratnya adalah beranggotakan warga negara Indonesia dan memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan hukum. Dikarenakan koperasi merupakan sebuah badan hukum. Akan tetapi bagi pelajar dianggap belum bisa mengambil tindakan hukum dan membentuk koperasi.
    2) Koperasi Sekunder
    Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.
    Koperasi sekunder bisa didirikan oleh koperasi sejenis atau pun berbagai jenis atau tingkatan koperasi. Yang dimaksud dengan tingkatan contohnya adalah tingkat pusat, gabungan, dan induk, dimana penamaan dan jumlah tingkatan ini ditentukan sendiri oleh anggota koperasi sekunder.
    d. Berdasarkan Fungsinya
    1) Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya barang-barang tersebut disesuaikan dengan jenis anggota dalam koperasi tersebut.
    2) Koperasi Jasa
    Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Dimana pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri.
    3) Koperasi Produksi
    Koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu. Selain itu koperasi juga ikut membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi.

    2. Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Adapun peran penting koperasi antara lain yaitu:
    a. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya.
    b. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    Sebagai contoh, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha pengadaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani dapat membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian tersebut.
    c. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.
    d. Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    Sesuai dengan prinsip koperasi bahwa koperasi harus memiliki kemandirian, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Majunya koperasi akan dapat memberi dorongan untuk meningkatkan taraf hidup para anggota dan masyarakat.
    e. Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sedangkan pemerintah hanya wajib memberi dorongan, pengarahan, dan bimbingan.
    f. Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    Koperasi sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa, perlu dikembangkan bersama kegiatan usaha lainnya. Dengan memberdayakan koperasi, berarti pula dapat memberdayakan masyarakat, yang pada akhirnya akan dapat memberdayakan perekonomian nasional.

    3. Permasalahan koperasi saat ini antara lain yaitu kurangnya minat masyarakat terhadap koperasi, kurangnya sumber daya manusia (pengelola), keterbatasan modal, banyaknya pesaing, masalah budaya dan teknologi.
    Solusi yang dapat saya tawarkan untuk permasalahan tersebut yaitu:
    a. Dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung.
    b. Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dapat berpartisipasi dalam koperasi. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi. Partisipasi akan meningkatkan rasa tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif.
    c. Melakukan trik-trik khusus melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum. Mungkin koperasi sulit untuk bermain dalam harga, tapi hal ini dapat dilakukan dengan cara sistem kredit, yang pembayarannya dapat dilakukan dalam waktu mingguan ataupun bulanan tergantung perjanjian. Dengan adanya hal seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi anggota.
    d. Pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan juga masyarakat yang memiliki dana dapat menyimpan uang mereka dikoperasi supaya memperluas usahanya agar dapat bertahan dan bisa berkembang.
    e. Pemerintah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan dan dukungan yang dapat membantu perkembangan koperasi.
    f. Membenahi kondisi internal koperasi.
    g. Penyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif.
    h. Perlu adanya pengelolaan dengan menggunakan sarana teknologi yang lebih efektif, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.

    4. Tantangan koperasi antara lain yaitu bagaimana menyejahterakan banyak orang, bagaimana bertahan hidup dalam kompetisi dengan perbankan dan teknologi yang semakin canggih di era revolusi industri 4.0.
    Cara mengatasinya yaitu antara lain dengan menambah keanggotaan, karena melalui hal ini koperasi dapat memberikan pekerjaan dan juga keuntungan serta manfaat. Semakin banyak pihak yang terlibat, tentu semakin bisa menyejahterakan banyak orang. Kemudian, untuk dapat melompati tantangan terkait persaingan dengan perbankan, koperasi harus keluar dari zona lama – yang biasanya cenderung konvensional & tradisional saat ini harus bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.

    5. Ekuitas Koperasi antara lain yaitu
    a. Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    b. Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    c. Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    d. Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    e. Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    f. SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    g. Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  9. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    1. Koperasi merupakan suatu badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh para anggotanya dan bertujuan untuk memperbaiki nasib kehidupan anggota dan masyarakat agar lebih sejahtera dalam beragam aspek ekonomi, melalui mekanisme asas gotong royong dan kekeluargaan yang berlaku di Indonesia.
    Macam-macam jenis koperasi di Indonesia, diantaranya sebagai berikut:
    – Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi yang beranggotakan masyarakat, baik sebagai konsumen maupun sebagai produsen barang. Kegiatan koperasi ini adalah menyalenggarakan fungsi penghimpunan dana dan menyediakan pinjaman/modal untuk kepentingan anggota.
    – Koperasi Konsumen
    Koperasi konsumen adalah koperasi yang beranggotakan konsumen. Kegiatan dari koperasi ini adalah menyalenggarakan fungsi penyedia barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk kepentingan anggota dan masyarakat selaku konsumen.
    – Koperasi Produsen
    Koperasi yang beranggotakan para produsen barang dan memiliki usaha rumah tangga. Kegiatan koperasi ini adalah menyalenggarakan fungsi penyedia bahan atau sarana produksi, pemrosesan, dan pemasaran barang yang dihasilkan oleh anggota selaku produsen.
    – Koperasi Pemasaran
    Koperasi yang beranggotakan para pemasok barang hasil produksi. Kegiatan koperasi ini adalah menyalenggarakan fungsi pemasaran barang yang diproduksi oleh anggota.
    – Koperasi Jasa
    Koperasi yang menyelenggarakan fungsi pelayanan jasa tertentu untuk kepentingan anggota. Misalnya jasa asuransi, angkutan, serta pendidikan dan pelatihan.

    Jenis-jenis koperasi tersebut juga masih dibedakan berdasarkan beberapa aspek seperti jenis koperasi menurut fungsinya dibedakan menjadi empat yaitu:
    – Koperasi Pembelian/Pengadaan/Konsumsi
    Koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Dalam koperasi ini, anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli bagi koperasinya.
    – Koperasi Penjualan/Pemasaran
    Koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai ke tangan konsumen, di koperasi ini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
    – Koperasi Produksi
    Koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai koperasi. Di koperasi ini, anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
    – Koperasi Jasa
    Koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya, simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Anggota dari koperasi ini berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.

    Jenis koperasi menurut tingkat dan luas daerah kerjanya, dibedakan menjadi dua yaitu:
    – Koperasi Primer
    Koperasi yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.
    – Koperasi Sekunder
    Koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi jenis ini dapat dibedakan menjadi: Koperasi pusat (koperasi yang beranggotakan minimal 5 koperasi primer), Gabungan koperasi (koperasi yang beranggotakan minimal 3 koperasi pusat), dan Induk koperasi (koperasi yang beranggotakan minimal 3 gabungan koperasi)

    Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya dibedakan menjadi:
    – Koperasi Produsen
    Koperasi yang beranggotakan para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha.
    – Koperasi Konsumen
    Koperasi yang beranggotakan para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.

    Untuk proses bisnis utama yang ada dalam koperasi adalah seluruh proses yang bertujuan untuk melayani anggota mulai dari proses pendaftaran anggota, dilakukannya pelatihan anggota, pencatatan poin atau pembayaran iuran terutama iuran sukarela, pembelanjaan, keaktifan dan ketepatan waktu dalam pembayaran, lalu adanya kegiatan belanja konsumsi, seleksi kredit konsumsi, sampai dengan pemenuhan kebutuhan anggota seperti mendapat SHU.

    2. Tujuan utama dari koperasi tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk membangun masyarakat yang maju, adil dan makmur. Koperasi juga turut serta dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
    Untuk peran penting koperasi sendiri sudah tercantum dalam Undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian Pasal 4, yaitu:
    • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    • Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    • Memperkukuh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai saka gurunya.
    • Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    3. Permasalahan yang saat ini sering dihadapi koperasi antara lain:
    • Kurang diminati
    Saat ini koperasi mulai jarang diminati dikarenakan adanya asumsi yang berkembang dalam masyarakat, contohnya mungkin seperti terjadi kegagalan koperasi pada tempo yang lalu tanpa ada pertanggungjawaban kepada masyarakat yang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat tentang pengelolaan koperasi. Makadari itu diperlukan adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi. Dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah dan masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak kemakmuran yang merata sehingga masyarakat dapat merubah mindset mereka.
    • Kurangnya Sumber Daya Manusia
    Sumber daya manusia yang dimaksud adalah semua pengurus koperasi. Mungkin di beberapa koperasi, kita pernah menjumpai para pengurus koperasi yang biasanya merangkap jabatan sebagai tokoh masyarakat pula, misalnya ketua RT setempat atau lainnya, sehingga dia kurang fokus terhadap koperasi. Ditambah pengurus koperasi berisiko besar masih belum bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman, seperti teknologi. Solusi yang dapat disampaikan adalah sangat perlunya pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan tentang koperasi agar dapat berpartisispasi di dalamnya.
    • Keterbatasan Modal
    Dalam masalah permodalan pihak yang paling bersangkutan adalah pemerintah. Di sini pemerintah yang memiliki dan memberi modal cukup besar dan dengan pemberian modal tersebut, koperasi dapat memperluas usahanya sehingga dapat bertahan dan bisa berkembang. Selain pemerintah, masyarakat merupakan pihak yang tak kalah pentingnya. Pada kenyataannya, masih ada beberapa koperasi yang lebih mengandalkan modal sendiri. Mereka cukup puas dengan modal yang dipupuk sendiri, meskipun sebenarnya masih sangat membutuhkan tambahan modal dari pihak luar. Solusi yang bisa diberikan adalah masyarakat atau anggota mereka yang memiliki dana lebih dapat menyimpan uang mereka dikoperasi yang nantinya dapat digunakan untuk modal koperasi.
    • Adanya pesaing
    Pesaing merupakan hal yang lumrah ada terutama dalam melakukan usaha. Tentu keberadaan pesaing juga sangat krusial, karena bila kita tidak peka terhadap lingkungan terutama pesaing kita, maka kita akan tersingkir. Yang perlu dilakukan koperasi adalah mencari tahu bagaimana cara menyikapinya sehingga koperasi dapat surface dan dapat berkembang.

    4. Tantangan yang dihadapi koperasi, antara lain:
    • Kemajuan teknologi yang semakin pesar
    Untuk bertahan, tentu suatu badan usaha harus selalu mengikuti perkembagan zaman salah satunya teknologi. Namun, saat ini masih banyak koperasi yang masih belum mengimplementasikan teknologi dalam melakukan dan menunjang kegiatan sehari-hari mereka seperti pembukuan, keuangan, administrasi dan pada bidang-bidang lainnya. Untuk itul hendaknya koperasi mulai sekarang harus memperhatikan teknologi untuk produksi maupun informasi kepada para anggota. Ditambah mungkin perlu adanya sosialisasi dan pelatihan dari pemerintah tentang pentingnya teknologi terhadap koperasi-koperasi di Indonesia.
    • Kurangnya SDM yang berkualitas
    Faktor budaya menjadi salah satu kendala rendahnya tingkat pendidikan formal masyarakat yang juga tidak diberi kesepatan untuk turut serta aktif dalam berorganisasi. Untuk itu, dalam menetapkan pengurus koperasi harus diseleksi dengan baik agar kualitas pekerjaan yang dilakukan baik dan menghindari adanya gaji buta tanpa mau bekerja. Selain itu, hendaknya pemerintah atau pihak koperasi itu sendiri untuk memberikan pelatihan atau bimbingan kepada seluruh pengurus dan anggota.

    5. Ekuitas yang ada dalam Koperasi
    • Simpanan Pokok
    Sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    • Simpanan Wajib
    Jenis simpanan yang harus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    • Simpanan Lain-Lain
    Simpanan yang memiliki ciri khas yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan, dan SHU. Biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    • Modal Sumbangan
    Sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    • Modal Penyertaan
    Sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    • Sisa Hasil Usaha (SHU) belum dibagi
    Selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    • Cadangan
    Bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  10. 1. Macam-macam koperasi
    Berdasarkan jenis usahanya, koperasi dibedakan menjadi:
    a. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi merupakan koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya dengan cara mengelola usaha bersama, sehingga di dalam koperasi ini akan berfokus mengembangkan suatu usaha dengan memberdayakan para anggotanya untuk menjalankannya. Contoh koperasi yang tergolong dalam koperasi produksi yakni koperasi untuk para petani, koperasi untuk pengrajin, koperasi peternak sapi, dan lain sebagainya.
    b. Koperasi Konsumsi
    Koperasi jenis ini koperasi yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh para anggota untuk kemudian dijual.
    c. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam atau yang bisa disebut juga koperasi kredit merupakan koperasi yang menawarkan jasa berupa jasa simpan dan pinjam kepada seluruh anggotanya. Simpan pinjam tang ada pada koperasi ini memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan produk simpan pinjam pada bank. Keunggulan yang dimiliki antara lain, ringannya bunga yang dibebankan, pembayaran bisa dilakukan secara berangsur-angsur (cicil), dan bunga yang didapatkan dari hasil pinjaman dinikmati secara bersama.
    d. Koperasi Serba Usaha
    Merupakan koperasi yang di dalamnya terdapat beberapa jenis usaha. Koperasi ini bisa berupa gabungan antara koperasi konsumsi dengan koperasi simpan pinjam atau yang lain.
    Berdasarkan status anggotanya, koperasi digolongkan menjadi
    a. Koperasi Pegawai Negeri
    Merupakan koperasi yang anggotanya merupakan para pegawai negeri yang biasanya ada si setiap instansi pemerintahan maupun nasional. Dalam suatu instansi, koperasi jenis ini bisa ada satu dan bisa juga lebih dari satu karena adanya departemen-departemen di dalamnya.
    b. Koperasi Pasar
    Koperasi pasar ini merupakan jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Biasanya koperasi ini berbentuk koperasi simpan pinjam yang nantinya digunakan olah para pedagang untuk melakukan simpanan maupun pinjaman yang lebih aman jika dibandingkan dengan meminjam melalui rentenir.
    c. Koperasi Unit Desa
    Koperasi yang beranggotakan masyarakat suatu desa ini melakukan kegiatan usaha dalam bidang ekonomi seperti dibidang pertanian maupun perikanan.
    d. Koperasi Sekolah
    Koperasi ini ada di setiap jenjang sekolah dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Koperasi ini beranggotakan seluruh siswa dari instansi sekolah, guru, dan karyawan sekolah. Koperasi sekolah merupakan koperasi yang menyediakan barang-barang kebutuhan sekolah dan juga sebagai tempat untuk para guru menyimpankan uangnya.
    e. Koperasi Pondok Pesantren
    Anggota dari koperasi pondok pesantren terdiri dari pengurus pondong pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan. Koperasi biasanya menyediakan barang-barang kebutuhan santri seperti kitab-kitab maupun baju muslim.
    Jenis koperasi berdasarkan tingkatannya
    a. Koperasi Primer
    Merupakan koperasi yang terdiri atas minimal 20 anggota.
    b. Koperasi Sekunder
    Merupakan koperasi yang terdiri atas beberapa koperasi
    2. Tujuan dan peran penting koperasi
    Tujuan utama dari koperasi sendiri ialah menyejahterakan seluruh anggotanya sehingga diharapkan bisa meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkukuh perekonomian Indonesia.
    3. Permasalahan koperasi saat ini dan bagaimana cara mengatasinya
    Permasalahan yang ada pada saat ini ialah mengenai minimnya administrasi, pengarsipan, dan pelaporan. Permasalahan tersebut terjadi karena kurang adanya kesadaran dari anggotanya akan pentingnya kegiatan-kegiatan tersebut bagi kelangsungan koperasi ke depannya. Oleh karena itu, diperlukan adanya pembinaan, pelatihan, dan monitoring secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Selain itu, permasalahan yang tengah dihadapi koperasi saat ini terkait dengan daya saing dan kompetitor. Koperasi dianggap lemah dalam daya saing terhadap kompetitor-kompetitor yang tumbuh menjamur. Oleh karenanya, diperlukan adanya sinergi dan kolaborasi antar koperasi.
    4. Apa saja tantangan yang akan dihadapi koperasi dan bagaimana cara mengatasinya
    Tantangan terbesar bagi koperasi untuk saat ini yakni era digital, ialah menurunnya minat masyarakat untuk terjun langsung dalam kegiatan perkoperasian. Penurunan ini disebabkan karena munculnya stigma-stigma negatif tentang koperasi yang beredar di masyarakat yang tidak sepenuhnya benar. Dengan demikian, perlu diadakannya penyuluhan ke masyarakat mengenai keuntungan berkoperasi perlu dicanangkan agar masyarakat memahami manfaat berkoperasi.
    5. Penjelasan mengenai ekuitas yang ada di koperasi
    Sumber dana koperasi terdiri dari :
    • Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah uang yang setorkan oleh anggota pada awal menjadi anggota dan tidak bisa diambil selama orang tersebut masih menjadi anggota.
    • Simpanan wajib
    Merupakan simpanan yang dibayarkan oleh anggota dengan besaran yang sama dan dibayarkan secara berkala oleh anggota.
    • Simpanan lain-lain
    Merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan, SHU. Dana ini bisa diambil setiap saat sehingga simpanan ini digolongkan sebagai hutang jangka pendek.
    • Modal sumbangan
    Merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    • Modal penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    • SHU belum dibagi
    Selisih antara penghasilan serta biaya pada suatu periode yang belum dibagikan kepada anggota
    • Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun untuk antisipasi kerugian dimasa depan

  11. 1. A. Koperasi Konsumsi
    Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.

    B. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.

    C. Koperasi Jasa
    Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi

    D. Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
    Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dajn bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”

    E. Koperasi Serba Usaha (KSU).
    Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel.

    2. Tujuan Koperasi
    tujuan pembentukan koperasi adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Selengkapnya, berikut ini adalah beberapa tujuan koperasi tersebut:
    • Untuk meningkatkan taraf hidup anggota koperasi dan masyarakat di sekitarnya.
    • Untuk membantu kehidupan para anggota koperasi dalam hal ekonomi.
    • Membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
    • Koperasi berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran Koperasi
    • Meningkatkan Pendapatan Anggota
    • Menciptakan Lapangan Pekerjaan
    • Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
    • Turut Mencerdaskan Bangsa 
    • Mempersatukan & mengembangkan Daya Usaha
    • Menyelenggarakan Kehidupan Ekonomi

    3. Permasalahan yang dihadapi koperasi
    • Kurang diminati masyarakat
    • Kurang modal
    • Kurang sdm
    • Pesaing semakin banyak (non-koperasi)
    • Teknologi berkembang pesat
    Solusi
    • Adanya sosialisasi kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah.  Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung dengan koperasi tersebut 
    • Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dapat berpartisipasi dalam koperasi. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi. Partisipasi akan meningkatkan rasa tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif. 
    • Melakukan trik-trik khusus melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum. Mungkin koperasi sulit untuk bermain dalam harga, tapi hal ini dapat dilakukan dengan cara sistem kredit, yang pembayarannya dapat dilakukan dalam waktu mingguan ataupun bulanan tergantung perjanjian. Dengan adanya hal seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi anggota. 
    • Pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan juga masyarakat yang memiliki dana dapat menyimpan uang mereka dikoperasi supaya memperluas usahanya agar dapat bertahan dan bisa berkembang. 
    • Pemerintah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan dan dukungan yang dapat membantu perkembangan koperasi. 
    • Membenahi kondisi internal koperasi. 
    • Penyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif. 
    • Perlu adanya pengelolaan dengan menggunakan sarana teknologi yang lebih efektif, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar 
    4. Tantangan yang akan dihadapi
    • Akses terhadap informasi pasar dan teknologi masih relatif rendah. Khususnya dalam penerapan sistem administrasi dan keuangan yang masih tertinggal jauh sehingga sulit bersaing dengan pengusaha lainnya.
    • Akses terhadap sumber permodalan masih rendah. Berdasarkan pengamatan dan penelitian pada kenyataannya beberapa koperasi yang lebih mengandalkan modal sendiri. Mereka cukup puas dengan modal yang dipupuk sendiri, walaupun sebenarnya membuthukan tambahan modal dari pihak luar.
    • Kapasitas Sumber Daya Manusia masih rendah. Faktor budaya menjadi salah satu kendala rendahnya tingkat pendidikan formal masyarakat juga tidak memberi kesepatan untuk terlalu banyak aktif dalam berorganisasi. Hal itu menyebabkan mereka banyak yang menjadi tenga paruh waktu dala koperasi. Dengan terbatasnya kapasitas sumberdaya manusia akan berpengaruh pula dalam akses informasi pasar dan teknologi. Sehingga mengakibatkan koperasi kalah bersaing dengan pelaku usaha yang lain.
    • Keberadaan koperasi belum cukup dikenal apalagi mengakar kalangan masyarakat.

    5. Ekuitas dalam Koperasi
    • Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.

    • Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.

    • Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.

    • Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    • Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.

    • SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.

    • Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *