Koperasi di Indonesia

Koperasi merupakan salah satu soko guru perekonomian Indonesia. Anda tentunya pernah membaca atau mendengar kalimat tersebut. Kapan Anda membacanya? Kapan Anda mendengarnya? Tahun 2020 ini? Atau beberapa tahun yang lalu? Atau lebih dari 10 tahun yang lalu? Bagaimana dengan sekarang?

Sistem bisnis koperasi merupakan sistem bisnis yang sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat. Ingat, asas koperasi yaitu kekeluargaan dan gotong royong. Dua hal yang sangat baik jika mampu dilaksanakan. Namun, pada kenyataannya saat ini banyak koperasi yang sulit untuk berkembang bahkan tidak sedikit koperasi yang telah bubar. Apakah ada yang salah dengan koperasi?

Anda tentunya mengenal Koperasi Unit Desa (KUD) atau koperasi lain dengan berbagai bidang usaha. Beberapa pertanyaan mendasar berikut perlu Anda jawab sebelum Anda belajar Akuntansi Koperasi.

  1. Coba Anda sebutkan macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya?
  2. Coba Anda jelaskan tujuan koperasi dan peran penting koperasi.
  3. Permasalahan apa saja yang saat ini dihadapi oleh koperasi? Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?
  4. Apa saja tantangan yang akan dihadapi koperasi? Bagaimana mengatasinya?
  5. Apa saja ekuitas yang terdapat di dalam koperasi? Beri penjelasan secukupnya.

Silahkan tuliskan jawaban/pendapat Anda pada kolom komentar. Jawaban ditunggu sampai dengan 14 Mei 2020 pukul 08.08. Semangat belajar.

89 comments

  1. Nama : Avinta Rizki Lestari
    Kelas : A19
    NIM : 19809334042

    1. Jenis – Jenis Koperasi yang ada Indonesia dikelompokkan menjadi 4 bagian, diantaranya:
    1) Berdasarkan Jenis Usahanya
    a. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Pada koperasi produksi yang membantu usaha para anggotanya biasanya memiliki tujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan anggotanya dalam menjalani usaha. Bentuk bantuan yang diberikan juga dapat berupa bantuan untuk menjual barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi akan menampung seluruh hasil produksi agar para anggotanya bisa dengan mudah menjual barang hasil usahanya.
    b. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Sebagai contoh koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya.
    c. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.
    d. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.
    2) Berdasarkan Status Anggotanya
    a. Koperasi Pegawai Negeri
    b. Koperasi Pasar
    c. Koperasi Unit Desa (KUD)
    d. Koperasi Sekolah
    3) Berdasarkan Tingkatannya
    a. Koperasi Primer –> adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.
    b. Koperasi Sekunder –> adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.
    Yang dimaksud dengan tingkatan contohnya adalah tingkat pusat, gabungan, dan induk, dimana penamaan dan jumlah tingkatan ini ditentukan sendiri oleh anggota koperasi sekunder.
    4) Berdasarkan Fungsinya
    a. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya barang-barang tersebut disesuaikan dengan jenis anggota dalam koperasi tersebut.
    b. Koperasi Jasa
    Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Dimana pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri.
    c. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu. Selain itu koperasi juga ikut membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi.

    2. Tujuan Koperasi dan Peran penting Koperasi
    • Tujuan Koperasi
    1. Mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
    2. Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat adil, maju, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.
    • Peran Penting Koperasi dalam Membangun Perekonomian
    1. Meningkatakan Pendapatan Anggota dan Taraf Hidup Masyarakat
    Anggota akan mendapatkan keuntungan dari Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperole Koperasi
    2. Menciptakan Lapangan Pekerjaan
    Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi berusaha melakukan kegiatan sesuai dengan jenis koperasi, seperti di bidang kerajinan, pertanian, dan pertokoan. Dibukanya lapangan usaha koperasi berarti memberi kesempatan kepada tenaga kerja dan menyerap sumber daya manusia pada umumnya.
    3. Turut Mencerdaskan Bangsa
    Adanya pendidikan bagi para anggota akan menambah dan memberikan pelatihan keterampilan dan manajemen yang dapat mencerdasakan kehidupan bangsa
    4. Mempersatukan & mengembangkan Daya Usaha
    Koperasi merupakan kekuatan yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, koperasi pertanian dalam melakukan kegiatan usahanya dapat mempersatukan usaha para petani untuk memenuhi kebutuhannya, seperti usaha pengadaan pupuk, bibit, alat pertanian, dan menjual bersama produksi pertanian.
    5. Menyelenggarakan Kehidupan Ekonomi
    Pada setiap kegiatan, koperasi bertindak bukan atas kehendak pengurus, melainkan berdasarkan keinginan para anggota, yaitu terlebih dahulu harus dimusyawarahkan. Hal ini merupakan pencerminan dari pelaksanaan demokrasi ekonomi.

    3. Permasalahan yang sedang dihadap koperasi saat ini beserta solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut antaralain:
    1) Koperasi saat ini kurang diminati
    Masalah: Hal ini terjadi karena harga barang dikoperasi lebih mahal bila dibandingkan dengan harga pasar. Sehingga mayarakat akan lebih memilih untuk membeli suatu barang dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama. Selain itu juga adanya ketidakpercayaan masyarakat tentang pengelolaan koperasi
    Solusi: Diperlukan adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan Koperasi dan meningkatkan daya jual koperasi serta melakukan sarana promosi untuk menarik minat masyarakat.
    2) Koperasi sulit berkembang
    Masalah: Banyaknya pesaing yang mempunyai usaha yang sedang dijalani oleh koperasi dengan tidak diimbangi oleh SDM yang baik dari koperasi.
    Solusi: Menciptakan inovasi dan strategi yang baru agar tidak kalah dalam bersaing dan meningkaatkan kualitas SDM koperasi dengan merekrut anggota yang kompeten dalam bidangnya.
    3) Keterbatasan modal
    Masalah: Kurang meluasnya modal yang diberikan pemerintah dan yang terkumpul dari masyarakat, serta adanya penyelewengan dana dari koperasi itu sendiri.
    Solusi: Membangun lembaga penjaminan bagi koperasi dan melaksanakan program perkreditan bagi koperasi yang dijamin oleh sindikasi pemerintah dan stakeholder lainnya.
    4) Ketidakmampuan pengurus (SDM)
    Masalah : adanya ketidakpuasan anggota koperasi terhadap kinerja pengurus koperasi.
    Solusi: Meningkatkan kebijakan terkait dengan pemberian pinjaman terhadap anggota, dan anggota juga perlu meningkatkan kesadarannya dalam melunasi hutang-hutangnya.

    4. Masalah dan tantangan yang akan dihadapi koperasi antara lain sebagai berikut:
    • Akses terhadap informasi pasar dan teknologi masih relatif rendah
    • Rendahnya akses terhadap sumber permodalan
    • Kapasitas Sumber Daya Manusia relatif rendah
    • Keberadaan Koperasi belum cukup dikenal dikalangan masyarakat
    Melihat berbagai masalah yang ada, yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mencari peluang dan memperluas akses dalam hal mencari informasi dan relasi terkait dengan sumber permodalan baik dari pemerintah maupun masyarakat, meningkatkan kualitas SDM koperasi baik pengurus maupun anggotanya, serta memberikan inovasi berupa promosi yang menarik agar dapat menarik minat masyarakat.

    5. Ekuitas yang terdapat dalam koperasi terdiri dari beberapa hal diantaranya:
    1. Simpanan Pokok, yaitu sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi.
    2. Simpanan Wajib, yaitu jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    3. Simpanan Lain-lain, adalah simpanan yang memiliki karateristik yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU, namun lebih bersifat sukarela.
    4. Modal Sumbangan, merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    5. Modal Penyertaan, Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    6. SHU belum dibagi, Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    7. Cadangan, Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  2. 1. a. Koperasi produksi, yaitu koperasi yang berfungsi membantu kegiatan proses produksi yang dilakukan anggotanya. Proses produksi ini mencakup menyediakan bahan baku untuk proses produksi, membantu menyediakan berbagai macam alat yang digunakan dalam proses produksi dan juga membantu produksi berbagai macam jenis barang tertentu.
    Contoh, koperasi membantu mempersiapkan bibit dan pupuk untuk menanam padi. Contoh lainnya, koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan.
    b. Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari anggotanya. Kelebihannya adalah jika anggota yang berbelanja kebutuhan maka harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan harga di toko lain. Karena tujuan utama dari koperasi ini adalah mensejahterakan para anggotanya.
    Contohnya,koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya.Koperasi buruh migran Indonesia salah satu contoh koperasi konsumsi
    c. Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan hingga sampai di tangan konsumen.Koperasi pemasaran batik
    d. Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi dapat menyediakan pinjaman uang sekaligus tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.Salah satu contoh koperasi simpan pinjam
    2. FUNGSI KOPERASI
    Berdasarkan UU no.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, fungsi-fungsi koperasi adalah sebagai berikut :
    1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2. Berperan serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3. Memperkukuh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai guru utamanya.
    4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
    PERAN KOPERASI
    1. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    • Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya.
    2. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    • Sebagai contoh, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha pengadaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani dapat membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian tersebut.
    3. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    • Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.
    4. Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    • Sesuai dengan prinsip koperasi bahwa koperasi harus memiliki kemandirian, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Majunya koperasi akan dapat memberi dorongan untuk meningkatkan taraf hidup para anggota dan masyarakat.
    5. Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    • Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sedangkan pemerintah hanya wajib memberi dorongan, pengarahan, dan bimbingan.
    6. Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    • Koperasi sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa, perlu dikembangkan bersama kegiatan usaha lainnya. Dengan memberdayakan koperasi, berarti pula dapat memberdayakan masyarakat, yang pada akhirnya akan dapat memberdayakan perekonomian nasional.
    3. Faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi.Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus,pengawas,manajer belum berjiwa koperasi sehingga harus diperbaiki lagi. Secara global permasalahan koperasi yang menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang ialah:
    1. Koperasi saat ini kurang diminati
    2. Kurangnya sumber daya manusia (pengelola)
    3. Keterbatasan modal
    4. Pesaing
    5. Masalah budaya
    6. Teknologi

    Solusi dalam Mengatasi Masalah yang Menghambat Perkembangan Koperasi di Indonesia
    1. Adanya sosialisasi kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung dengan koperasi tersebut
    2. Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dapat berpartisipasi dalam koperasi. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi. Partisipasi akan meningkatkan rasa tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif.
    3. Melakukan trik-trik khusus melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum. Mungkin koperasi sulit untuk bermain dalam harga, tapi hal ini dapat dilakukan dengan cara sistem kredit, yang pembayarannya dapat dilakukan dalam waktu mingguan ataupun bulanan tergantung perjanjian. Dengan adanya hal seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi anggota.
    4. Pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan juga masyarakat yang memiliki dana dapat menyimpan uang mereka dikoperasi supaya memperluas usahanya agar dapat bertahan dan bisa berkembang.
    5. Pemerintah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan dan dukungan yang dapat membantu perkembangan koperasi.
    6. Membenahi kondisi internal koperasi.
    7. Penyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif.
    8. Perlu adanya pengelolaan dengan menggunakan sarana teknologi yang lebih efektif, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.
    4. Saat ini koperasi sedang dihadapkan pada tantangan-tantangan yang perlu disikapi dengan baik agar dapat tercapai tujuan-tujuannya dan tidak menjadi sebuah hambatan di masa depan. salah satu tantangan koperasi di era global adalah untuk menyejahterakan banyak orang, dalam hal ini diartikan bahwa bagaimana cara koperasi agar bisa menyejahterakan kehidupan serta ekonomi seluruh masyarakat bukan hanya anggotanya.solusinya yaitu sosialisasi sangat diperlukan untuk menhadapi tantang yang satu ini, agar dapat terwujudnya jumlah masyarakat yang mau menjadi anggota koperasi untuk saling menyejahterakan.
    Tantangan berikutnya adalah bertahan eksis di tengah kompetisi perbankan. untuk dapat melewati tantangan ini, koperasi harus bisa keluar dari zona nyamannya yaitu cenderung bersifat bersifat konvensional dan tradisional. kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan untuk kemajuan koperasi sehingga koperasi tindak tertinggal jauh dari perbankan.
    5. Pengertian Ekuitas Koperasi, Setoran dan Penarikan, Sisa Hasil Usaha dan Metode SHU
    1). Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan pokok ini tidak dapat diambil orang tersebut selama menjadi anggota.

    2). Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.

    3). Simpanan Lain-Lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU. Berbeda halnya dengan simpanan sukarela yang bisa didapat dari anggota atau bukan anggota. sebab biasanya jenis simpanan ini bisa diambil kapanpun maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.

    4). Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    5). Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.

    6). SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.

    7). Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  3. Nama : Dicky Adrianus
    Nim : 19809334011
    Kelas : Akuntansi A
    KOPERASI
    1. a. kopersi produksi : sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu uasaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama sama
    b. koperasi konsunsi : sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya
    c.Koperasi Simpan Pinjam : kop[erasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk menyimpan uang.
    d.Koperasi Serba Usaha : jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha
    2. tujuan koperasi :
    a.mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar
    b.memperbaiki kehidupan para anggotanya dan masyarakat di bidang ekonomi
    c.mewujudkan masyarakat adil,maju,dan makmur
    d.membangun tatanan perekonomian nasional

    peran koperasi :
    a.meningkatkan pendapatan anggota
    b.menciptakan lapangan pekerjaan
    c. meningkatkan taraf hidup masyarakat
    d. turut mencerdaskan bangsa
    e. mempersatukan dan mengembangkan daya usaha
    f. menyelenggarakan kehidupan ekonomi
    3. permasalahan yang dihadapi koperasi :
    a.koperasi saat ini kurang diminati
    b.kurangnya SDM
    c. keterbatasan modal
    d.persainagan
    e.masalah budaya
    f.teknologi
    solusi permasalhan koperasi :
    a. adanya sosialisasi kepada masyarakat
    b. perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi terhadap generasi muda
    c. pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan masyarakat
    d. pemerintah sebaiknya memberikan kebijakan dan mendukung perkembangan koperasi
    e. menyediakan sarana dan prasarana dalam kegiatan koperasi
    4. tantangan koperasi :
    a.hilangnya pasar produk ekspor karena kalah bersaing dengan harga dan kualitas produk
    b.semakin banyak produk import di pasaran dalam negeri akan mematikan usaha dalam negeri
    .
    Solusinya :
    a.memperkuat ideologis koperasi pada anggota
    b.penguatan kelembagaan koperasi sebagai entitas bisnis modern
    memperkuat jaringan kemitraan koperasi
    5. a.Simpanan Pokok : sejumlah nilai uang yang besarnya sma setiap anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi
    b.simpanan wajib : jenis simpanan yang harius dibayar anggota setiap sebulan sekali
    c.modal sumbangan : sejumlah barang ataupun uang yang dihibahkan
    d.modal penyertaan : sejumlah barang atau modal yang ditanam pihak modal
    e.sadangan : bahian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan atau kerugian dimasa depan
    f. SHU : selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu

  4. 1. macam macam koperasi
    a. koperasi simpan pinjam: kegiatan untuk menghimpun dana dan menyalurkan melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota koperasi yg bersangkutan
    b. koperasi produksi: memfasilitasi kebutuhan para anggotanya
    c. koperasi konsumsi: menjual berbagai produk bahan pangan sehari-hari
    d. koperasi serba usaha: koperasi ini berwujud gabungan antara koperasi produksi dan konsumsi atau koperasi produksi dan simpan pinjam.
    2. tujuan: mensejahterakan anggota dan masyarakat, serta ikut membantu tatanan perekonomian nasional.
    peran koperasi: lembaga penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat
    – mambantu mengembangkan potensi perekonomian
    – identik dengan perekonomian rakyat sehingga berperan aktif untuk mempertinggi kualitas perekonomian
    3. permasalahan yang dihadapi:
    – kurang diminati
    – kurang SDM
    – keterbatasan modal
    -banyak pesaing
    -tekonologi
    solusinya:
    – adanya sosialisasi kepada masyarakat
    – pemberian modal koperasi
    – membenahi kondisi internal koperasi
    4. tantangan yang harus dihadapi koperasi:
    – menyejahterakan banyak orang
    untuk dapat menyejahterakan banyak orang koperasi harus menambahkan jumlah anggota.
    – bertahan hidup di tengah kompetisi
    untuk dapat bertahan hidup koperasi harus keluar dari zona nyaman. perubahan yang harus dilakukan dengan membangun koperasi berbasis IT
    5 ekuitas yang terdapat di dalam koperasi
    – simpanan pokok: yang harus dibayarkan anggota koperasi saat pertama kali menjadi anggota.
    – simpanan wajib: yang dibayarkan oleh anggota koperasi sesuai dengan peraturan yang ditetapkan koperasi.
    – simpanan sukarela: tidak diwajibkan bagi semua anggota
    – modal sumbangan: modal yang diperoleh kembali
    – modal penyertaan cadangan: sejumlah dana yang disisihkan dari sisa hasil usaha untuk memupuk modal sendiri.
    – SHU yang belum dibagi

  5. Nama : Rachma Fajar Kurniasari
    NIM : 19809334073
    Kelas : B19 AKUNTANSI

    1. Macam-macam koperasi
    a. Koperasi produksi
    Koperasi produksi merupakan koperasi yang bertujuan membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama.
    b. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi merupakan koperasi yang menjual barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya.
    c. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam merupakan koperasi yang menyediakan pinjaman uang dan untuk menyimpan uang.
    d. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha.
    Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya :
    a. Koperasi pegawai negeri
    Koperasi pegawai negeri merupakan koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya.
    b. Koperasi Pasar
    Koperasi pasar merupakan koperasi yang anggotanya para pedagang pasar.
    c. Koperasi Unit Desa
    Koperasi unit desa merupakan koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan.
    d. Koperasi Sekolah
    Koperasi Sekolah merupakan koperasi yang berada di sekolah mulai SD hingga perguruan tinggi yang beranggotakan guru,siswa, dan karyawan.
    Koperasi Berdasarkan Tingkatannya :
    a. Koperasi Primer
    Koperasi Primer merupakan koperasi yang beranggota orang dengan syarat minimal 20 orang.
    b. Koperasi Sekunder
    Koperasi Sekunder merupakan koperasi yang didirikan sebuah organisasi koperasi beranggotakan koperasi primer.
    Koperasi berdasarkan fungsinya :
    a. Koperasi Konsumsi= bertujuan menyediakan barang kebutuhan anggota.
    b. Koperasi jasa= melayani jasa yang dibutuhkan anggota.
    c. Koperasi Produksi= menyediakan bahan baku,peralatan,dan membantu produksi.

    2. Tujuan Koperasi
    Bertujuan menyejahterakan anggota koperasi terlebih dahulu, kemudian koperasi diharapkan bisa memberikan kontribusi jika memungkinkan untuk masyarakat sekitar. Karena pada dasarnya, anggota koperasi adalah anggota masyarakat, maka dengan jalan ini diharapkan koperasi dapat berperan aktif dalam menaikkan taraf hidup masyarakat.

    Peran Koperasi
    a. Mengurangi tingkat pengangguran
    b. Mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    c. Meningkatkan pendidikan rakyat,terutama tentang perkoperasian
    d. Alat perjuangan ekonomi
    e. Menciptakan demokrasi ekonomi
    f. Membangun tatanan perekonomian nasional.

    3. Permasalahan yang dihadapi Koperasi dan solusinya :
    a. Kurangnya SDM (Pengelola)
    Sumber daya manusia yang dimaksud adalah semua pengurus koperasi. Karena kita pasti pernah menjumpai bahkan lebih cenderung sering menjumpai pengurus koperasi biasanya tokkoh masyarakat yang rangakap jabatan, misalnya ketua RT setempat atau lainnya, sehingga dia tidak fokus terhadap koperasi, atau bahkan pengurus koperasi yang sudah berumur sehingga kapasaitasnya terbatas, tidak memahami perkembangan zaman. Sangat diperlukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan tentang koperasi agar dapat berpartisispasi di dalamnya. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi.
    b. Keterbatasan modal
    Masalah modal pihak yang paling bersangkutan adalah pemerintah. Di sini pemerintahyang memiliki modal cukup besar. Dengan pemberian modal koperasi dapat memperluas usahanya sehingga dapat bertahan dan bisa berkembang. Selain pemerintah masyarakat merupakan pihak yang tak kalah pentingnya, dimana mereka yang memiliki dana lebih dapat menyimpan uang mereka dikoperasi yang nantinya dapat digunakan untuk modal koperasi.
    c. Pesaing
    Pesaing merupakan hal yang tidak dapat kita elakkan lagi tetapi kita harus tau bagaimana menyikapinya. Bila kita tidak peka terhadap lingkungan (pesaing) maka mau tidak mau kita akan tersingkir. Bila kita tahu bagaimana menyikapinya maka koperasi akan surface dan dapat berkembang. Dalam menanggapi pesaing kita harus mempunyai trik – trik khusus, trik – trik/ langkah khusus tersebut dapat kita lakukan dengan cara melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum. Mungkin koperasi sulit untuk bermain dalam harga, tapi hal ini dapat kita lakukan dengan cara sistem kredit, yang pembayarannya dapat dilakukan dalam waktu mingguan ataupun bulanan tergantung perjanjian. Dengan adanya hal seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi anggota.

    4. Tantangan Koperasi dan cara menanganinya :
    Tantangan :
    a. Akses informasi pasar dan teknologi relative rendah
    b. Akses sumber modal rendahh
    c. Kapasitas SDM rendah
    d. Koperasi belum cukup dikenal dikalangan masyarakat.
    Cara menangani tantangan koperasi :
    a. Anggota harus update dan menggali informasi baru
    b. Mencari modal missal dengan cara mengajukan proposal kepada pemerintah
    c. Mengumpulkan orang-orang yang belum bekerja (pengangguran) yang berpotensi
    d. Mengenalkan koperasi dengan cara sosialisasi dimasyarakat tentang apa itu koperasi.

    5. Ekuitas Koperasi
    a. Simpanan Pokok
    Merupakan sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi.
    b. Simpanan Wajib
    merupakan jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    c. Simpanan lain-lain
    Adalah simpanan yang memiliki karateristik atau ciri-ciri yang sama dengan simpanan pokok, wajib cadangan dan SHU.
    d. Modal Sumbangan
    merupakan sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    e. Modal Penyertaan
    Merupakan sejumlah barang maupun modal yang ditanamkan oleh si pihak pemodal.
    f. SHU belum dibagi
    Merupakan selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    g. Cadangan
    Merupakan bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  6. Nama : Shafira Hasna Aulia Umam
    NIM : 19809334021 (A19 Akuntansi)

    1).Macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya?
    Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2012, koperasi terbagi atas Koperasi Produksi, Konsumsi, Simpan Pinjam, dan Serba Usaha (KSU).
    a). Koperasi Simpan Pinjam: Pinjaman (mengisi surat pinjaman & diserahkan ke SP untuk di verifikasi, setelah mendapat persetujuan dana dicairkan, dan SP mencatat ke buku besar dan membuat laporan ke ketua). Simpanan (mengisi formulir simpanan untuk diverifikasi, transaksi dicatat ke BS/P, membuat buku besar dan laporan simpanan ke ketua). Angsuran (mengisi formulir dan mengisi angsuran dan melengkapi uang, verifikasi SP, dicatat ke BB dan laporan ke ketua).
    b).Koperasi Produksi: menyediakan bahan baku untuk proses produksi, membantu menyediakan berbagai macam alat yang digunakan dalam proses produksi dan juga membantu produksi berbagai macam jenis barang tertentu.
    c). Koperasi Konsumsi: menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari anggotanya. Lembaga ini menjual berbagai produk bahan pangan sehari-hari. Pihak pembeli dari koperasi konsumsi terdiri atas para anggotanya sendiri sehingga harga barang yang dijual pun cenderung lebih murah dibandingkan toko umumnya.
    d). Koperasi Serba Usaha: berwujud gabungan antara koperasi produksi dan konsumsi atau koperasi produksi dan simpan pinjam. Contohnya adalah koperasi penyedia dana kredit/pinjaman, penyedia bahan baku dan kebutuhan pangan sehari-hari, hingga pemilik usaha kecil menengah (UKM).

    2). Tujuan & Peran Penting Koperasi
    Tujuan: Berdasarkan UU pasal 3, untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Peran Penting: mengurangi tingkat pengangguran, mengembangkan kegiatan usaha masyarakat, meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha, sebagai alat perjuangan ekonomi, menciptakan demokrasi ekonomi, membangun tatanan perekonomian nasional.

    3). Masalah Koperasi saat ini dan solusinya
    a).Sistem Penyusunan administrasi koperasi, Koperasi yang tertib administrasi bisa dibilang masih minim. Hal ini karena kesadaran pentingnya memiliki dan mengerjakan 16 buku koperasi masih rendah. Pengurus dan karyawan koperasi tidak menyadari arti pentingnya tertib administrasi bagi perkembangan koperasi di masa mendatang. Untuk itu dirasa penting melakukan pembinaan, pelatihan, dan monitoring evaluasi administrasi koperasi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
    b). Sistem Pengarsipan, Segala hal yang berkaitan dengan administrasi dibuat hanya untuk jangka pendek. Sehingga rekam jejak koperasi yang tentu sangat diperlukan di masa depan akan sulit didapatkan. Seringkali alasan koperasi adalah karena minimnya tempat penyimpanan, bahkan seringkali lupa tempat menyimpannya. Karena itu koperasi perlu melakukan pelatihan dan pembiasaan digitalisasi data. Secara digital, arsip yang tersimpan tidak terikat ruang dan waktu, sehingga arsip dapat tersimpan dengan baik dalam jumlah yang sangat banyak dan tidak lagi berbasis kertas.

    4). Tantangan Koperasi dan solusi
    Tantangan: Koperasi saat ini kurang diminati, Kurangnya sumber daya manusia (pengelola), Keterbatasan modal, pesaing, masalah budaya, teknologi.
    Solusi: sosialisasi kepada masyarakat, pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan, melakukan trik-trik khusus melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum, Pemerintah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan dan dukungan yang dapat membantu perkembangan koperasi, membenahi kondisi internal koperasi, menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif, pengelolaan dengan menggunakan sarana teknologi yang lebih efektif.

    5). Ekuitas dalam koperasi
    Simpanan Pokok (sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi). Simpanan Wajib (harus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota). Simpanan lain-lain (jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek). Modal Sumbangan (sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat). Modal Penyertaan (sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal). SHU yang belum dibagi (selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota). Cadangan (bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang).

  7. Nama : Razy Ulul Azima
    NIM : 19809334046

    1. Macam-Macam Koperasi :
    • Koperasi Produksi
    Koperasi Produksi adalah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu sesama anggotanya atau melakukan suatu usaha secara bersama. Lebih tepatnya lagi saat pendirian koperasi ini bertujuan untuk mengurangi kesulitasn anggotanya saat menjalankan usahanya. Seperti contohnya yaitu pada usaha kerajinan, koperasi akan menyiapkan bahan baku yang dibutuhkan. Jadi disini proses bisnisnya itu dimana sebuah koperasi produksi yang berdiri ditengah-tengah suatu usaha untuk meminimalisir kes
    • Koperasi Konsumsi
    Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok para anggotanya seperti beras, minyak, gula, dan lain sebagainya. Biasanya yang dijual dikoperasi ini lebih murah. Proses bisnisnya itu seperti sebuah koperasi yang awal berdirinya untuk menyejahterakan anggotanya dengan menjual kebutuhan pokok yang lebih murah
    • Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
    Koperasi Simpan Pinjam yaitu koperasi yang dapat membantu perekonomian rakyat terutama pelaku usaha kecil dimana koperasi ini memberikan pinjaman uang dan juga koperasi ini sebagai tempat menabung. Dalam proses bisnisnya KSP ini ada 3 jenis yaitu proses peminjaman, proses penyimpanan, dan proses angsuran. Proses Peminjaman : Mengisi Surat Peminjaman  Serahkan ke bagian SP  SP Memverifikasi  Persetujuan Ketua  Mencairkan Uang  SP Mencatat ke Buku Besar  Membuat Laporan  Ketua Menerima Laporan. Proses Penyimpanan : Anggota Meminta Formulir dan Mengisinya  Bagian Simpan Pinjam Memverifikasi  Mencatat Transaksi ke BS/P  Mencatat Transaksi ke Buku Besar  Membuat Laporan Simpanan  Ketua Menerima Laporan. Proses Angsuran : Anggota Meminta Formulir dan Mengisinya  SP Memverifikasi  Mencatat ke Buku Besar  Membuat Laporan Angsuran  Ketua Menerima Laporan.
    • Koperasi Serba Usaha
    Koperasi Serba Usaha merupakan gabungan koperasi dari jenis koperasi lainnya. Koperasi ini untuk menyejahterakan anggotanya secara maksimal namun pengelolaannya lebih rumit dan dengan sistemasi yang teratur.

    2. Tujuan Koperasi :
    Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Peran Penting Koperasi :
    • Organisasi atau lembaga penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
    • Membantu untuk membangun serta mengembangkan potensi perekonomian bagi anggotanya yang kebanyakan tidak memiliki akses langsung atau diberi porsi besar dalam industri keuangan Indonesia.
    • Identik dengan perekonomian rakyat sehingga berperan aktif untuk mempertinggi kualitas perekonomian rakyat kecil serta pelaku usaha seperti UMKM (kecil menengah).
    • Pilar utama ketahanan ekonomi masyarakat Indonesia karena asas gotong royongnya itu.
    • Mampu mewujudkan perekonomian nasional sebagai usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan dan keadilan ekonomi.

    3. Permasalahan Koperasi Saat ini beserta solusinya :
    • Koperasi saat ini kurang diminati
    Sejauh ini koperasi jarang peminatnya dikarenakan ada asumsi yang berkembang dalam masyarakat adalah kegagalan koperasi pada waktu yang lalu tanpa ada pertanggungjawaban kepada masyarakat yang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat tentang pengelolaan koperasi. Dari sinilah perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi. Dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak kemakmuran yang merata. Sehingga mereka berminat untuk bergabung.
    • Kurangnya SDM (Pengelola)
    Sumber daya manusia yang dimaksud adalah semua pengurus koperasi. Karena kita pasti pernah menjumpai bahkan lebih cenderung sering menjumpai pengurus koperasi biasanya tokkoh masyarakat yang rangakap jabatan, misalnya ketua RT setempat atau lainnya, sehingga dia tidak fokus terhadap koperasi, atau bahkan pengurus koperasi yang sudah berumur sehingga kapasaitasnya terbatas, tidak memahami perkembangan zaman. Sangat diperlukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan tentang koperasi agar dapat berpartisispasi di dalamnya. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi.
    • Keterbatasan modal
    Masalah modal pihak yang paling bersangkutan adalah pemerintah. Di sini pemerintah yang memiliki modal cukup besar. Dengan pemberian modal koperasi dapat memperluas usahanya sehingga dapat bertahan dan bisa berkembang. Selain pemerintah masyarakat merupakan pihak yang tak kalah pentingnya, dimana mereka yang memiliki dana lebih dapat menyimpan uang mereka dikoperasi yang nantinya dapat digunakan untuk modal koperasi.
    • Budaya

    Kerja keras dan disiplin bangsa Indonesia yang jauh dari harapan, sehingga koperasi akan sulit untuk berkembang apalagi untuk maju. Untuk itu dalam menetapkan pengurus koperasi harus diseleksi dengan baik agar nantinya dalam perjalanannya tidak ada pengurus yang makan gaji buta tanpa mau bekerja. Selain itu hendaknya dilakukan atau diberikan pelatihan atau bimbingan kepada seluruh pengurus dan anggota agar mereka sadar bahwa ini adalah koperasi mereka harus mau untuk bekerja keras guna kemajuan koperasi tersebut.
    • Teknologi
    Koperasi yang sampai sekarang masih belum menggunakan teknologi dalam melakukan kegiatan sehari-hari baik dalam pembukuan, keuangan, administrasi dan pada bidang-bidang lainnya. Sehingga bagaimana mungkin koperasi tersebut bisa atau akan maju jika sarana dan prasarananya yang menunjang kegiatan ini tidak dimiliki. Untuk itu hendaknya koperasi mulai sekarang harus memperhatikan teknologi untuk produksi maupun informasi kepada para anggota.

    4. Tantangan yang akan dihadapi Koperasi dan Cara Mengatasinya :
    • Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan. Lantas, bagaimana caranya? Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.
    Koperasi bukan sebuah perusahaan yang tujuannya mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, namun sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang. Program sosialisasi akan keuntungan dan manfaat besar koperasi bagi individu, keluarga dan masyarakat harus dilakukan secara rutin. Makin besar tubuh koperasi, makin banyak modal yang dipupuk. Makin banyak transaksi di Koperasi dan makin besar pemasukan, makin banyak juga pihak yang terlibat, dan tentu saja makin bisa pula menyejahterakan banyak orang.
    • Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.
    Dari sekitar 209.000 koperasi di Indonesia tahun 2015, maka sekitar 110.000 adalah Koperasi Simpan Pinjam. Bahkan USP atau Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini.
    Sementara itu tidak dapat dipungkiri bahwa dunia perbankan di Indonesia perkembangannya maju pesat. Bukan hanya perbankan konvensional saja, tetapi juga perbankan syariah. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Indonesia cukup ‘dimanja’ dengan pilihan beragam cara dan layanan mudah untuk menabung dan meminjam. Hal ini merupakan jenis tantangan selanjutnya bagi Koperasi-koperasi di Indonesia, agar juga dapat berkembang dengan baik melayani kebutuhan simpan pinjam anggota, maupun non anggota.
    Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.
    Setelah meningkatkan jumlah anggota, proses selanjutnya yang harus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi pada umumnya adalah mendata anggota beserta kebutuhannya. Menganalisa kebutuhan anggota terhadap barang dan jasa. Hal ini akan mudah bila didukung dengan penggunaan system teknologi informasi modern, untuk menghasilkan data akurat tentang kebutuhan anggota akan barang dan jasa yang harus diadakan koperasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dilakukan dengan TI yang handal dan terkoneksi online.

    5. Ekuitas yang ada di Koperasi :
    • Simpanan Pokok, adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    • Simpanan Wajib, adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    • Simpanan Lain-Lain, merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    • Modal Sumbangan, adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    • Modal Penyertaan, adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    • SHU belum dibagi, adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    • Cadangan, adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  8. 1. Macam-macam koperasi
    -Koperasi Produksi
    Proses bisnisnya adalah membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama
    -Koperasi Komunikasi
    Menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya
    -Koperasi Simpan Pinjam
    Menyediakan pinjaman uang dan tempat menyimpan uang
    -Koperasi Serba Usaha
    Koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha

    2. Tujuan Koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar
    Peran penting koperasi
    -Untuk membangun perekonomian
    -untuk meningkatkan pendapatan anggota
    -untuk menciptakan lapangan pekerjaan
    -untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat
    -untuk mengembangkan usaha

    3. Koperasi kurang diminati
    Sebaiknya koperasi menciptakan inovasi baru untuk membuat koperasi diminati masyarakat lagi

    4. Kurangnya pendidikan atau penyuluhan tentang koperasi
    Seharusnya diajarkan sejak dini mengenai pengertian koperasi, apa saja tujuan koperasi, dan pentingnya koperasi. Bisa diadakan di sekolah-sekolah atau diluar sekolah

    5. Ekuitas yang ada dikoperasi
    -Simpanan Pokok
    Jumlah uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi
    -SHU belum dibagi
    Selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu di bagi rata kepada semua anggota
    -Cadangan
    Bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi

  9. 1.Macam-macam koperasi beserta penejelasan mengenai proses bisnis

    A.Berdasarkan bidang usahanya
    1. Koperasi produksi, yaitu koperasi yang bertujuan untuk membantu kegiatan proses produksi yang dilakukan anggota koperasi. Proses produksi mencakup menyediakan bahan baku untuk menjalankan proses produksi, membantu menyediakan berbagai macam alat atau mesin yang digunakan dalam proses produksi dan juga membantu proses produksi berbagai macam jenis barang.
    Contoh, koperasi membantu mempersiapkan bibit dan pupuk untuk menanam padi. Contoh lainnya, koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan tanngan, koperasi yang membantu menyiapkan bahan baku untuk pembuatan genting.
    2.Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang menjual barang-barang  kebutuhan sehari-hari, seperti koperasi yang menjual sembako. Kelebihan dari koperasi ini adalah jika anggota yang berbelanja kebutuhan maka harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan harga di toko lain. Karena tujuan utama dari koperasi ini adalah  mensejahterakan para anggotanya. Selain itu, jika anggota membeli barang di koperasi maka akan mengjidupkan ekonomi koperasi.
    Contohnya, koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya, atau koperasi sembako
    3.Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang dibentuk dengan bertujuan membantu anggota untuk mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan hingga sampai di tangan konsumen. Dalam koperasi ini, anggota berperan sebagai pemasok barang atau jasa kepada koperasi
    Contoh koperasi ini yitu koperasi yang membantu memasarkan barang-barang bangunan
    4.koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang menyediakan kesempatan kepada anggotanya untuk melakukan pinjaman uang sekaligus tempat menyimpan uang. Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari anggota koperasi yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada anggotanya. Biasanya persyaratn yang diajukan tidak sulit, dan mudah dipenuhi oleh anggota yang hendak meminjam uang.
    Contoh koperasi ini yaitu koperasi karyawan pabrik gula, atau koperasi yang anggotana guru.
    5. Koperasi serba usaha, yaitu koperasi yang didalamnya terdapat lebih dari satu jenis unit usaha. Kegiatan usaha di berbagai sektor ekonomi ini terdiri dari produksi, distribusi, konsumsi, dan kegiatan lainnya. Koperasi ini memudahkan anggotanya untuk melakukan kegiatan ekonomi sehari-hari, serta dapat membantu menyejahterakan anggota.
    Salah satu contoh koperasi serba usaha yaitu Koperasi Wira Karya yang berada di Kebumen.
    B. Berdasarkan jenis komoditinya
    Penggolongan jenis koperasi ini didasarkan pada jenis barang dan jasa yang menjadi obyek usaha koperasi, antara lain :
    a. Koperasi pertambangan, yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam, dan terfokus pada jenis barang tambang.
    b. Koperasi pertanian, yaitu koperasi yang melakukan usaha dengan komoditi pertanian tertentu, baik pertanian lahan kering atau lahan basah.
    c. Koperasi peternakan, yaitu koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu, baik dari sektor kecil atau sektor besar.
    d. Koperasi industri dan kerajinan, yaitu koperasi yang melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertetu, difokuskan pada bidang industri UMKM.
    e. Koperasi jasa, yaitu koperasi yang mengkhususkan kegiatannya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu, seperti jasa sewa bangunan, atau sewa kendaraan.
    C. Berdasarkan jenis anggotanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan anggotanya, yaitu :
    a. Koperasi karyawan (kopkar), koprasi ini beranggotakan karyawan dari perusahaan atau lembaga tertentu, tujuannya yaitu membantu karyawan untuk hidup lebih sejahtera melalui koperasi.
    b. Koperasi pedagang pasar (koppas), koperasi ini beranggotakan pedagang pasar, baik pada pasar induk ataupun pasar kecil.
    c. Koperasi angkatan darat (primkopad), koperasi yang beranggotakan TNI angkatan darat.
    d. Koperasi mahasiswa (kopma), koperasi yang beranggotakan mahasiuswa, kopma sangat membantu anggotanya dalam memnuhi kebutuhan hidup, karena biasanya terdapat potongan harga untuk anggota (mahasiswa).
    e. Koperasi peran serta wanita (koperwan), koperasi ini beranggotakan wanita, baik dalam pengelolaan, wanita sangat berperan dalam koperasi ini.
    f. Koperasi pegawai negeri (KPN), koperasi ini beranggotakan pegawai negeri, baik dari tingkat daerah, atau kota.

    D.Berdasarkan tingkatannya koperasi dibagi menjadi dua, yaitu :
    1. Koperasi primer merupakan sebuah koperasi yang terdiri dari minimal 20 orang anggota yang tergabung pada koperasi tersebut dengan tujuan yang sama. Agar kinerja koperasi ini efektif dan efisien. Koperasi primer memiliki daerah cakupan yang kecil, seperti desa, kecamatan. Contoh koperasi primer adalah KUD.
    2. Koperasi Sekunder yaitu jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari gabungan badan- badan dari koperasi primer. Koperasi ini memiliki cakupan daerah yang lebih luas dari pada koperasi primer. Anggota yang tergabung memiliki tujuan yang sama agar pencapaian pada koperasi ini lebih efisien. Koperasi sekunder terbagi menjadi beberapa jenis, yakni
    1. Koperasi pusat, terdiri paling sedikit lima koperasi primer
    2. Gabungan koperasi , terdiri paling sedikit tiga koperasi pusat.
    3. Induk Koperasi, terdiri paling sedikit tiga gabungan koperasi.

    2.Tujuan koperasi dan peran penting koperasi

    A.Tujuan Koperasi
    Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Berikut ini secara khusus tujuan didirikannya koperasi, yang perlu digaris bawahi
    1. Mensejahterakan anggota, dan masyarakat sekitar melalui koperasi.
    2. Memperbaiki taraf kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.
    5. Memajukan kehidupan ekonomi UMKM.

    B.Peran penting koperasi

    Koperasi tentu memiliki peran penting dalam perekonomian, tentunya dalam membangun sektor ekonomi ke depannya Berikut adalah beberapa peran dari koperasi.

    1.Meningkatkan Pendapatan Anggota
    Melalui Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi merupakan keuntungan para anggota. Makin besar jasa seorang anggota terhadap koperasi makin besar pula penghasilan yang diperoleh anggota itu.
     
    2.Menciptakan Lapangan Pekerjaan
    Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan juga masyarakat pada umumnya. Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi berusaha melakukan kegiatan sesuai dengan jenis koperasi, seperti di bidang kerajinan, pertanian, dan pertokoan. Dibukanya lapangan usaha koperasi berarti memberi kesempatan kepada tenaga kerja dan menyerap sumber daya manusia pada umumnya.
     
    3.Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
    Kegiatan koperasi dapat meningkatkan penghasilan para anggota koperasi. Ini berarti sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan memperoleh penghasilan yang tinggi kemungkinan akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam.
     
    4.Turut Mencerdaskan Bangsa
    Usaha koperasi bukan hanya kegiatan di bidang material, tetapi juga mengadakan kegiatan pendidikan terhadap para anggota. Pendidikan tersebut antara lain diberikan dalam bentuk pelatihan keterampilan dan manajemen. Dengan demikian, koperasi turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
     
    5.Mempersatukan & mengembangkan Daya Usaha
    Koperasi merupakan kekuatan yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, koperasi pertanian dalam melakukan kegiatan usahanya dapat mempersatukan usaha para petani untuk memenuhi kebutuhannya, seperti usaha pengadaan pupuk, bibit, alat pertanian, dan menjual bersama produksi pertanian.
     
    6.Menyelenggarakan Kehidupan Ekonomi
    Pada setiap kegiatan, koperasi bertindak bukan atas kehendak pengurus, melainkan berdasarkan keinginan para anggota, yaitu terlebih dahulu harus dimusyawarahkan. Hal ini merupakan pencerminan dari pelaksanaan demokrasi ekonomi.
     

    3.Permasalahan dalam koperasi, serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut

    Secara global permasalahan koperasi yang menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang ialah:
    1. Koperasi saat ini kurang diminati oleh masyarakat
    2. Kurangnya sumber daya manusia (pengelola) dalam mengelola koperasi dengan baik dan efektif
    3. Adanya keterbatasan modal dalam mengelola koperasi
    4. Koperasi tidak diberikan fasilitas yang sama dalam hal perkembangan permodalan.
    5. Minimumnya kesadaran berkoperasi dikalangan masyarakat Indonesia.
    6. Pengelolaan dan pengawasan koperasi yang masih sangat melemah.
    7. Korupsi dan salah urus masih sering terjadi di usaha sector koperasi.
    8. Dibidang kegiatan koperasi tidak ditopang oleh sumber daya,kemampuan,dan pengembangan kelembagaan yang memadai sehingga koperasi sulit untuk dijalankan.

    Agar masalah koperasi dapat terselesaikan maka dalam kegiatan perkoperasian harus diawali dengan adanya kepercayaan anggota terhadap lembaga itu sendiri. Untuk itu koperasi harus bisa komunikatif dan aspiratif, maksudnya komunikatif dalam berhubungan dengan pasar dan aspiratif terhadap kebutuhan anggotanya,koperasi harus bersifat kolektif pada anggotanya dan koperasi harus ditopang oleh tersedianya sumber daya,kemampuan manajerial koperasi yang bagus dan hebat,dan memperbaiki atau mengubah konsep-konsep koperasi dan strategi pembangunan ekonomi,serta konsep tersebut harus diubah agar lebih mendorong perkoperasiaan kearah tujuan koperasi yang sesunggunya berdasarkan atas azas kekeluargaan.
    Untuk menarik masyarakat Indonesia terhadap koperasi, dapat dilakukan dengan diberikannya motivasi serta pengetahuan dan kelebihan tentang koperasi kepada masyarakat. Meski hal ini tidak mudah, kita sebagai generasi muda penerus bangsa, tidak boleh pantang menyerah untuk memberikan penyuluhan mengenai koperasi kepada masyarakat awan, untuk membangun perekonomian Indonesia yang lebih maju dan meninngkatkan taraf hidup masyarakat.

    4.Tantangan yang akan dihadapi kopersi serta cara mengatasinya

    A.Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.   
    Dari sekitar 209.000 koperasi di Indonesia tahun 2015, maka sekitar 110.000 adalah Koperasi Simpan Pinjam. Bahkan USP atau Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini. Sementara itu tidak dapat dipungkiri bahwa dunia perbankan di Indonesia perkembangannya maju pesat. Bukan hanya perbankan konvensional saja, tetapi juga perbankan syariah. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Indonesia cukup ‘dimanja’ dengan pilihan beragam cara dan layanan mudah untuk menabung dan meminjam. Hal ini merupakan jenis tantangan selanjutnya bagi Koperasi-koperasi di Indonesia, agar juga dapat berkembang dengan baik melayani kebutuhan simpan pinjam anggota, maupun non anggota.
    Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik.  Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.
    Setelah meningkatkan jumlah anggota, proses selanjutnya yang harus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi pada umumnya adalah mendata anggota beserta kebutuhannya. Menganalisa kebutuhan anggota terhadap barang dan jasa. Hal ini akan mudah bila didukung dengan penggunaan system teknologi informasi modern, untuk menghasilkan data akurat tentang kebutuhan anggota akan barang dan jasa yang harus diadakan koperasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dilakukan dengan TI yang handal dan terkoneksi online.

    B.Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan. Lantas, bagaimana caranya? Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya. Koperasi bukan sebuah perusahaan yang tujuannya mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, namun sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang. Program sosialisasi akan keuntungan dan manfaat besar koperasi bagi individu, keluarga dan masyarakat harus dilakukan secara rutin. Makin besar tubuh koperasi, makin banyak modal yang dipupuk. Makin banyak transaksi di Koperasi dan makin besar pemasukan, makin banyak juga pihak yang terlibat, dan tentu saja makin bisa pula menyejahterakan banyak orang.

    C.Masalah pembagian SHU(sisa hasil usaha) Koperasi yang tidak adil atau proporsional yang sering kali pengurus koperasi tidak paham tentang pembagian SHU tahunan yang benar dan adil. Di akhir tahun setiap anggota koperasi mendapatkan pembagian SHU tahunan semua mendapatkan Rp.300.000/ anggota.
    Cara Penyelesaiannya : seharusnya  anggota menerima SHU tahunan sesuai dengan besar kecilnya simpanan tiap anggota, jika simpanannya lebih besar maka SHU yang diterima Lebih besar, dan sebaliknya jika simpanannya lebih kecil otomatis SHU yang diterima lebih kecil, Contoh : Parno simpanannya Rp. 3.000.000 pada tahun tersebut menerima SHU tahunan Rp.300.000, Joko menerima SHU tahunan Rp.600.000 karena simpanannya dikoperasi Rp. 6.000.000.

    5.Ekuitas yang terdapat dalam koperasi

    A.Simpanan Pokok, adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.

    B.Simpanan Wajib, adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.  Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.

    C.Simpanan Lain-Lain, merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.

    D.Modal Sumbangan, adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

  10. 1. Macam-macam koperasi :
    – Koperasi produksi
    Proses bisnisnya yaitu dengan menyediakan dan menjual produk-produk dari anggotanya.
    – Koperasi konsumsi
    Proses bisnisnya yaitu dengan menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Dengan laba yang diperoleh atau Sisa Hasil Usaha (SHU), maka akan di bagikan ke anggota berdasarkan jumlah pembelian dari setiap anggotanya.
    – Koperasi jasa
    Proses bisnisnya yaitu dengan memberikan pelayanan atau jasa kepada anggota koperasi atau masyarakat luar.
    – Koperasi simpan pinjam
    Proses bisnisnya yaitu dengan memberikan pinjaman jangka pendek kepada anggota koperasi dengan syarat yang mudah dan bunga yang rendah.
    – Koperasi serba usaha
    Proses bisnisnya yaitu dengan menyediakan berbagai layanan sekaligus kepada para anggotanya, misalnya selain memberikan jasa simpan pinjam kepada anggotanya koperasi tersebut juga memberikan layanan jasa.

    2. Tujuan dan peran penting koperasi :
    Tujuan dari adanya badan usaha berupa koperasi yaitu membantu meningkatkan kesejahteraan anggotanya termasuk masyarakat sekitarnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.
    Sedangkan peran penting dari koperasi yaitu :
    -Mengurangi tingkat pengangguran
    karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola koperasi tersebut.
    – Meningkatkan pendapatan para anggotanya
    Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi merupakan keuntungan para anggota. Makin besar jasa seorang anggota terhadap koperasi makin besar pula penghasilan yang diperoleh anggota itu
    -Turut Mencerdaskan Bangsa
    Melalui pelatihan keterampilan dan manajemen yang diberikan untuk anggota koperasi.
    -Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    – Menciptakan demokrasi ekonomi
    Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sedangkan pemerintah hanya wajib memberi dorongan, pengarahan, dan bimbingan.

    3. Permasalahan saat ini yang dihadap oleh koperasi :
    – Tingkat pendidikan dan keahlian yang dimiliki anggota koperasi terbatas
    solusi : memberikan pelatihan pendidikan dan keterampilan kepada anggota koperasi sehingga anggota koperasi akan lebih kompeten.
    – Keterbatasan modal
    solusi : pemerintah dapat memberikan modal sehingga koperasi dapat memperluas usahanya sehingga dapat bertahan dan bisa berkembang.
    – Koperasi kurang diminati
    solusi : memberikan edukasi kepada masyarakat tentang koperasi. Dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah, sehingga masyaraat tertarik untuk bergabung.

    4. Tantangan yang akan dihadapi koperasi :
    – Menyejahterakan banyak orang
    Hal ini diartikan bahwa bagaimana cara koperasi agar bisa menyejahterakan kehidupan serta ekonomi seluruh masyarakat bukan hanya anggotanya. Untuk menghadapi tantangan tersebut sosialisasi sangat diperlukan agar dapat terwujudnya jumlah masyarakat yang mau menjadi anggota koperasi untuk saling menyejahterakan.
    – Bertahan eksis di tengah kompetisi perbankan. untuk dapat melewati tantangan ini, koperasi harus bisa keluar dari zona nyamannya yaitu cenderung bersifat bersifat konvensional dan tradisional. kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan untuk kemajuan koperasi sehingga koperasi tindak tertinggal jauh dari perbankan.

    5. Ekuitas yang terdapat dalam koperasi :
    – Simpanan pokok yaitu setoran sejumlah uang yang besarnya sama setiap anggota pada saat waktu pertama kali mendaftar menjadi anggota koperasi. Simpanan ini tidak dapat dicairkan.
    – Simpanan wajib yaitu simpanan yang harus dibayarkan setiap anggota dalam waktu yang sudah ditentukan (misalnya satu bulan sekali). Simpanan wajib ini bisa di dicairkan dengan mengacu aturan-aturan yang telah di tetapkan.
    – Simpanan lain-lain yaitu simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU.
    – Modal Sumbangan yaitu sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    – Modal Penyertaan yaitu sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    – SHU belum dibagi yaitu selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    – Cadangan yaitu bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  11. NAMA : HERNANDA SUKMA MELATI
    KELAS : AKUNTANSI A19
    NIM :19809334008
    1. Penggolongan koperasi berdasarkan bidang usahanya
    mencerminkan jenis jasa yang ditawarkan koperasi kepada
    pelanggannya.
    a) koperasi produksi yaitu koperasi yang kegiatan utamanya memroses
    bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi barang.
    b) koperasi konsumsi yaitu koperasi yang berusaha dalam penyediaan
    barang-barang konsumsi yang dibutuhkan anggotanya.
    c) koperasi pemasaran yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu
    anggota dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan.
    d) koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang bergerak dalam
    penghimpunan simpanan dari anggota kemudian meminjamkannya
    kembali kepada anggota yang membutuhkan
    2. Tujuan Koperasi sebagai berikut:
    Tujuan koperasi sebagaimana yang tertuang dalam pasal 3 UU No.
    25/1992 tentang Perkoperasian, yaitu memajukan kesejahteraan anggota
    pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun
    tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
    maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
    1945
    1) Memajukan kesejahteraan anggota koperasi.
    2) Memajukan kesejahteraan masyarakat.
    3) Membangun tatanan perekonomian nasional.
    Peran Penting Koperasi
    Keberadaan koperasi diharapkan mampu memajukan kesejahteraan
    anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membangun
    tatanan perekonomian nasional. Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25
    tahun 1992, fungsi dan peranan koperasi adalah sebagai berikut.
    1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi
    anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk
    meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. 2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas
    kehidupan manusia dan masyarakat.
    3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan
    ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian
    nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
    dan demokrasi ekonomi.
    3. Permasalahan yang di hadapi Koperasi
    • Keterbatasan dana yang dimiliki.
    • Tingkat pendidikan, keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh para anggota terbatas.
    • Partisipasi para anggotanya masih rendah baik dari RAP maupun kegiatan lainnya yang diberikan.
    • Keterbatasan pengetahuan anggota terhadap pembagian SHU.
    • Banyaknya anggota yang tidak mau bekerjasama, bahkan tingkat pengembalian pinjaman yang amat lama sehingga dana / modal koperasi semakin berkurang.
    • Kurangnya pengawasan dari para pengurus koperasi.
    • Kurangnya fasilitas-fasilitas yang dapat menarik perhatian masyarakat dan peminat dari masyarakatnya kurang, karena sebagian masyarakat beranggapan bahwa koperasi kurang menjanjikan.
    • Kurangnya edukasi tentang keuntungan dari koperasi bagi masyarakat.
    • Sedikitnya masyarakat untuk berwirausaha.

    Cara/solusi mengatasi permasalahan koperasi :
    1. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang koperasi baik melalui iklan di tv, spanduk,koran ataupun sera langsung survei ke masyarakat, agar masyarakat percaya dan yakin bahwa koperasi badan usaha yang bagus sekaligus bisa meningkatkan dana/ modal koperasi karena banyak masyarakat yang mau menjadi anggota koperasi dan mau menginvestasikan uangnya kepada koperasi.
    2. Memberikan pendidikan/ pelatihan untuk para anggota koperasi.
    3. Adanya perjanjian hukum agar antar anggota dengan koperasi tidak saling merugikan baik dari pihak anggota maupun koperasi.
    4. Adanya rasa saling percaya dan bertanggung jawab atas kemajua koperasi baik dari pihak anggota maupun dari pihak pengurus atau pengawas koperasi.
    5. Memaksimalkan kerja para pengawas atau pengurus koperasi, karena ini adalah inti dari koperasi, jika pengurus atau pengawasnya tidak bekerja dengan baik seberapa banyak anggota yang ada dikoperasi tidak akan membuat koperasi berkembang
    4. Tantangan Koperasi di indonesia :
    Dengan semakin berkembanganya perekonomian menuju kearah globalisasi ekonomi seperti dengan adanya MEA, maka tantangan yang dihadapi antara lain
    • Hilangnya pasar produk ekspor kita karena kalah bersaing karena harga dankualitas produk kita kalah dibanding Negara lain di Asean.
    • Semakin banyaknya produk impor di pasaran dalam negeri yang akan mematikanusaha di Negara kita, contohnya saja Koperasi yang semakin harus dapat bersaing.
    • Masuknya SDM dari Negara lain yang mungkin lebih berkualitas, yang akanmenggusur tenaga keja dalam negeri
    Cara Mengatasi :
    • Memperkuat idiologisasi koperasi pada anggota.
    • Penguatan kelembagaan koperasi sebagai entitas bisnis modern.
    • Membangun kultur kreatif, inovatif dan nilai tambah damlam kerangkameningkatkan daya saing koperasi
    • Memperkuat jaringan kemitraan koperasi dengan stake holder
    • Peningkatan kualitas SDM koperasi.
    • Pengembangan system kompensasi yang menarik.
    • Profesionalisasi manajemen.
    • Pengukuran kinerja SDM yang unggul

    5. Ekuitas dalam koperasi
    kuitas adalah kekayaan bersih suatu badan usaha atau selisih antara total kekayaan dengan total hutangnya. Ekuitas koperasi terdiri dari…
    1. SHU yang belum di bagi
    2. Simpanan Pokok adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    3. Simpanan Wajib adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    4. Simpanan Lain-Lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    5. Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    6. Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    7. SHU belum dibagi adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    8. Cadangan adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang

  12. Beberapa pertanyaan koperas
    1. Macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya
    Berdasarkan bidang usahanya
    a. Koperasi produksi, yaitu koperasi yang berfungsi membantu kegiatan proses produksi yang dilakukan anggotanya. Proses produksi ini mencakup menyediakan bahan baku untuk proses produksi, membantu menyediakan berbagai macam alat yang digunakan dalam proses produksi dan juga membantu produksi berbagai macam jenis barang tertentu.
    Contoh, koperasi membantu mempersiapkan bibit dan pupuk untuk menanam padi. Contoh lainnya, koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan.
    b. Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari anggotanya. Kelebihannya adalah jika anggota yang berbelanja kebutuhan maka harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan harga di toko lain. Karena tujuan utama dari koperasi ini adalah mensejahterakan para anggotanya.
    c. Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan hingga sampai di tangan konsumen.
    d. Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi dapat menyediakan pinjaman uang sekaligus tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya
    e. Koperasi serba usaha, yaitu jenis koperasi yang didalamnya terdapat lebih dari satu usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.
    Berdasarkan jenis komoditinya
    Penggolongan jenis koperasi ini didasarkan pada jenis barang dan jasa yang menjadi obyek usaha koperasi, antara lain :
    a. Koperasi pertambangan, yaitu koperasi yangmelakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam, dan terfokus pada jenis barang tambang.
    b. Koperasi pertanian, yaitu koperasi yang melakukan usaha dengankomoditi pertanian tertentu, baik pertanian lahan kering atau lahan basah.
    c. Koperasi peternakan, yaitu koperasi yang usahanya berhubungan dengan komoditi peternakan tertentu, baik dari sektor kecil atau sektor besar.
    d. Koperasi industri dan kerajinan, yaitu koperasi yang melakukan usaha dalam bidang industri atau kerajinan tertetu, difokuskan pada bidang industri UMKM.
    e. Koperasi jasa, yaitu koperasi yang mengkhususkan kegiatannya dalam memproduksi dan memasarkan kegiatan jasa tertentu, seperti jasa sewa bangunan, atau sewa kendaraan.
    Berdasarkan jenis anggotanya
    Penggolongan koperasi berdasarkan anggotanya, yaitu :
    a. Koperasi karyawan (kopkar), koprasi ini beranggotakan karyawan dari perusahaan atau lembaga tertentu, tujuannya yaitu membantu karyawan untuk hidup lebih sejahtera melalui koperasi.
    b. Koperasi pedagang pasar (koppas), koperasi ini beranggotakan pedagang pasar, baik pada pasar induk ataupun pasar kecil.
    c. Koperasi angkatan darat (primkopad), koperasi yang beranggotakan TNI angkatan darat.
    d. Koperasi mahasiswa (kopma), koperasi yang beranggotakan mahasiuswa, kopma sangat membantu anggotanya dalam memnuhi kebutuhan hidup, karena biasanya terdapat potongan harga untuk anggota (mahasiswa).
    e. Koperasi peran serta wanita (koperwan), koperasi ini beranggotakan wanita, baik dalam pengelolaan, wanita sangat berperan dalam koperasi ini.
    f. Koperasi pegawai negeri (KPN), koperasi ini beranggotakan pegawai negeri, baik dari tingkat daerah, atau kota.
    Berdasarkan tingkatannya koperasi dibagi menjadi dua, yaitu :
    1. Koperasi primer merupakan sebuah koperasi yang terdiri dari minimal 20 oranganggota yang tergabung pada koperasi tersebut dengan tujuan yang sama. Agar kinerja koperasi ini efektif dan efisien. Koperasi primer memiliki daerah cakupan yang kecil, seperti desa, kecamatan. Contoh koperasi primer adalah KUD.
    2. Koperasi Sekunder yaitu jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari gabungan badan- badan dari koperasi primer. Koperasi ini memiliki cakupan daerah yang lebih luas dari pada koperasi primer. Anggota yang tergabung memiliki tujuan yang sama agar pencapaian pada koperasi ini lebih efisien
    2. Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan pasal tersebut, bisa disimpulkan bahwa yang menjadi prioritas untuk disejahterakan adalah anggota koperasi terlebih dahulu, kemudian koperasi diharapkan bisa memberikan kontribusi jika memungkinkan untuk masyarakat sekitar. Karena pada dasarnya, anggota koperasi adalah anggota masyarakat, maka dengan jalan ini diharapkan koperasi dapat berperan aktif dalam menaikkan taraf hidup masyarakat.
    tujuan didirikannya koperasi, yang perlu digaris bawahi antara lain:
    1. Mensejahterakan anggota, dan masyarakat sekitar melalui koperasi.
    2. Memperbaiki taraf kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.
    5. Memajukan kehidupan ekonomi UMKM.

    PERAN KOPERASI
    1. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya.
    2. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    Sebagai contoh, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha pengadaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani dapat membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian tersebut.
    3. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.
    4. Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    Sesuai dengan prinsip koperasi bahwa koperasi harus memiliki kemandirian, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Majunya koperasi akan dapat memberi dorongan untuk meningkatkan taraf hidup para anggota dan masyarakat.
    5. Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sedangkan pemerintah hanya wajib memberi dorongan, pengarahan, dan bimbingan.
    6. Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    Koperasi sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa, perlu dikembangkan bersama kegiatan usaha lainnya. Dengan memberdayakan koperasi, berarti pula dapat memberdayakan masyarakat, yang pada akhirnya akan dapat memberdayakan perekonomian nasional.
    3. Permasalahan dalam koperasi, serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut
    Secara global permasalahan koperasi yang menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang ialah:
    1. Koperasi saat ini kurang diminati oleh masyarakat
    2. Kurangnya sumber daya manusia (pengelola) dalam mengelola koperasi dengan baik dan efektif
    3. Adanya keterbatasan modal dalam mengelola koperasi
    4. Koperasi tidak diberikan fasilitas yang sama dalam hal perkembangan permodalan.
    5. Minimumnya kesadaran berkoperasi dikalangan masyarakat Indonesia.
    6. Pengelolaan dan pengawasan koperasi yang masih sangat melemah.
    7. Korupsi dan salah urus masih sering terjadi di usaha sector koperasi.
    8. Dibidang kegiatan koperasi tidak ditopang oleh sumber daya,kemampuan,dan pengembangan kelembagaan yang memadai sehingga koperasi sulit untuk dijalankan.
    Agar masalah koperasi dapat terselesaikan maka dalam kegiatan perkoperasian harus diawali dengan adanya kepercayaan anggota terhadap lembaga itu sendiri. Untuk itu koperasi harus bisa komunikatif dan aspiratif, maksudnya komunikatif dalam berhubungan dengan pasar dan aspiratif terhadap kebutuhan anggotanya,koperasi harus bersifat kolektif pada anggotanya dan koperasi harus ditopang oleh tersedianya sumber daya,kemampuan manajerial koperasi yang bagus dan hebat,dan memperbaiki atau mengubah konsep-konsep koperasi dan strategi pembangunan ekonomi,serta konsep tersebut harus diubah agar lebih mendorong perkoperasiaan kearah tujuan koperasi yang sesunggunya berdasarkan atas azas kekeluargaan.
    Untuk menarik masyarakat Indonesia terhadap koperasi, dapat dilakukan dengan diberikannya motivasi serta pengetahuan dan kelebihan tentang koperasi kepada masyarakat. Meski hal ini tidak mudah, kita sebagai generasi muda penerus bangsa, tidak boleh pantang menyerah untuk memberikan penyuluhan mengenai koperasi kepada masyarakat awan, untuk membangun perekonomian Indonesia yang lebih maju dan meninngkatkan taraf hidup masyarakat.
    4. Tantangan yang akan dihadapi kopersi serta cara mengatasinya
    a. Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.
    Dari sekitar 209.000 koperasi di Indonesia tahun 2015, maka sekitar 110.000 adalah Koperasi Simpan Pinjam. Bahkan USP atau Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini.Sementara itu tidak dapat dipungkiri bahwa dunia perbankan di Indonesia perkembangannya maju pesat. Bukan hanya perbankan konvensional saja, tetapi juga perbankan syariah. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Indonesia cukup ‘dimanja’ dengan pilihan beragam cara dan layanan mudah untuk menabung dan meminjam. Hal ini merupakan jenis tantangan selanjutnya bagi Koperasi-koperasi di Indonesia, agar juga dapat berkembang dengan baik melayani kebutuhan simpan pinjam anggota, maupun non anggota.
    Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.
    Setelah meningkatkan jumlah anggota, proses selanjutnya yang harus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi pada umumnya adalah mendata anggota beserta kebutuhannya. Menganalisa kebutuhan anggota terhadap barang dan jasa. Hal ini akan mudah bila didukung dengan penggunaan system teknologi informasi modern, untuk menghasilkan data akurat tentang kebutuhan anggota akan barang dan jasa yang harus diadakan koperasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dilakukan dengan TI yang handal dan terkoneksi online.

    B.Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan. Lantas, bagaimana caranya? Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.Koperasi bukan sebuah perusahaan yang tujuannya mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, namun sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang. Program sosialisasi akan keuntungan dan manfaat besar koperasi bagi individu, keluarga dan masyarakat harus dilakukan secara rutin. Makin besar tubuh koperasi, makin banyak modal yang dipupuk. Makin banyak transaksi di Koperasi dan makin besar pemasukan, makin banyak juga pihak yang terlibat, dan tentu saja makin bisa pula menyejahterakan banyak orang.
    C.Masalah pembagian SHU(sisa hasil usaha) Koperasi yang tidak adil atau proporsional yang sering kali pengurus koperasi tidak paham tentang pembagian SHU tahunan yang benar dan adil. Di akhir tahun setiap anggota koperasi mendapatkan pembagian SHU tahunan semua mendapatkan Rp.300.000/ anggota.
    Cara Penyelesaiannya : seharusnya anggota menerima SHU tahunan sesuai dengan besar kecilnya simpanan tiap anggota, jika simpanannya lebih besar maka SHU yang diterima Lebih besar, dan sebaliknya jika simpanannya lebih kecil otomatis SHU yang diterima lebih kecil, Contoh : Parno simpanannya Rp. 3.000.000 pada tahun tersebut menerima SHU tahunan Rp.300.000, Joko menerima SHU tahunan Rp.600.000 karena simpanannya dikoperasi Rp. 6.000.000.

    5. Ekuitas yang terdapat dalam koperasi
    A.Simpanan Pokok, adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.
    B.Simpanan Wajib, adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    C.Simpanan Lain-Lain, merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    D.Modal Sumbangan, adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat

  13. • Coba Anda sebutkan macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya?
    1. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Koperasi produksi membantu usaha para anggotanya biasanya memiliki tujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan anggotanya dalam menjalani usaha. Sebagai contoh koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan.

    2. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran.

    3. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.

    Jika dilihat secara sekilas tampak bahwa cara kerja koperasi simpan pinjam sama seperti bank pada umumnya. Namun sebenarnya terdapat beberapa perbedaan antara KSP dengan bank konvensional. Beberapa poin yang membedakan koperasi simpan pinjam dengan bank:
    – Bunga pinjaman yang ditawarkan lebih ringan dibanding dengan bank.
    – Pembayaran pinjaman dapat dilakukan secara mengangsur.
    – Bunga yang didapatkan dari hasil pinjaman dinikmati secara bersama dengan cara bagi hasil.

    4. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.

    • Coba Anda jelaskan tujuan koperasi dan peran penting koperasi.
     
    Tujuan Koperasi
    1. Mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
    2. Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat adil, maju, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.

     Peran Koperasi

    – Meningkatkan Pendapatan Anggota
    Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi merupakan keuntungan para anggota. Makin besar jasa seorang anggota terhadap koperasi makin besar pula penghasilan yang diperoleh anggota itu.

     
    – Menciptakan Lapangan Pekerjaan
    Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan juga masyarakat pada umumnya. Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi berusaha melakukan kegiatan sesuai dengan jenis koperasi, seperti di bidang kerajinan, pertanian, dan pertokoan. Dibukanya lapangan usaha koperasi berarti memberi kesempatan kepada tenaga kerja dan menyerap sumber daya manusia pada umumnya.

    – Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
    Kegiatan koperasi dapat meningkatkan penghasilan para anggota koperasi. Ini berarti sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan memperoleh penghasilan yang tinggi kemungkinan akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam.

    – Turut Mencerdaskan Bangsa
    Usaha koperasi bukan hanya kegiatan di bidang material, tetapi juga mengadakan kegiatan pendidikan terhadap para anggota. Pendidikan tersebut antara lain diberikan dalam bentuk pelatihan keterampilan dan manajemen. Dengan demikian, koperasi turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
     
    – Mempersatukan & mengembangkan Daya Usaha
    Koperasi merupakan kekuatan yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, koperasi pertanian dalam melakukan kegiatan usahanya dapat mempersatukan usaha para petani untuk memenuhi kebutuhannya, seperti usaha pengadaan pupuk, bibit, alat pertanian, dan menjual bersama produksi pertanian.

    – Menyelenggarakan Kehidupan Ekonomi
    Pada setiap kegiatan, koperasi bertindak bukan atas kehendak pengurus, melainkan berdasarkan keinginan para anggota, yaitu terlebih dahulu harus dimusyawarahkan. Hal ini merupakan pencerminan dari pelaksanaan demokrasi ekonomi.

    • Permasalahan apa saja yang saat ini dihadapi oleh koperasi? Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?

    Masalah koperasi yang dihadapi pada masa ini menurut saya adalah sedikit minat masyarakat untuk bergabung dengan koperasi. Kebanyakan masyarakat lebih senang meminjam di bank konvensional. Selain itu, masyarakat lebih suka berbelanja di supermarket dari pada di koperasi. Anggota pengurus koperasipun kini hanya sedikit dan kerap ada penyalah gunaan dana. Ada masyarakat yang meminjam dana koperasi namun tidak dikembalikan/dibayarkan saat usahanya sudah lancar, ada juga masyarakat yang meminjam namun usahanya gagal sehingga tidak bisa mengembalikan uang pinjaman, dan kerap terjadi korupsi di koprerasi.

    Dari masalah tersebut, solusi yang tepat menurut saya adalah koperasi memberikan sosialisai lebih dekat kepada masyarakat, agar masyarakat mau meminjam, membeli, menjual barang du koperasi. Selain itu, untuk mencegah terjadinya masyarakat yang meminjam namun tidak bisa/tidak mau membayar adalah memberikan perjanjian pinjaman dengan surat tertulis sebagai bukti dan agar usaha peminjam tidak gagal atau gulung tikar, koperasi bisa merangkul usaha masyarakat tersebut agar banyak peminatnya. Terakhir, agar tidak terjadi korupsi maka perlu pengecekan kas koprasi secara rutin misal dua minggu sekali atau sebulan sekali dan antara pemegang kas dan pencatat kas adalah orang yang berbeda.

    • Apa saja tantangan yang akan dihadapi koperasi? Bagaimana mengatasinya?
    Tantangan yang akan dihadapi koperasi kedepannya :
    – Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan.

    Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.

    Koperasi bukan sebuah perusahaan yang tujuannya mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, namun sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang. Program sosialisasi akan keuntungan dan manfaat besar koperasi bagi individu, keluarga dan masyarakat harus dilakukan secara rutin. Makin besar tubuh koperasi, makin banyak modal yang dipupuk. Makin banyak transaksi di Koperasi dan makin besar pemasukan, makin banyak juga pihak yang terlibat, dan tentu saja makin bisa pula menyejahterakan banyak orang.

    – Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.   

    Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini.

    Sementara itu tidak dapat dipungkiri bahwa dunia perbankan di Indonesia perkembangannya maju pesat. Bukan hanya perbankan konvensional saja, tetapi juga perbankan syariah. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Indonesia cukup ‘dimanja’ dengan pilihan beragam cara dan layanan mudah untuk menabung dan meminjam. Hal ini merupakan jenis tantangan bagi Koperasi-koperasi di Indonesia, agar dapat berkembang dengan baik melayani kebutuhan simpan pinjam anggota, maupun non anggota.

    Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik.  Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.

    Setelah meningkatkan jumlah anggota, proses selanjutnya yang harus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi pada umumnya adalah mendata anggota beserta kebutuhannya. Menganalisa kebutuhan anggota terhadap barang dan jasa. Hal ini akan mudah bila didukung dengan penggunaan system teknologi informasi modern, untuk menghasilkan data akurat tentang kebutuhan anggota akan barang dan jasa yang harus diadakan koperasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dilakukan dengan TI yang handal dan terkoneksi online.

    • Apa saja ekuitas yang terdapat di dalam koperasi? Beri penjelasan secukupnya.

    – Simpanan Pokok adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.

    – Simpanan Wajib adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.  Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.

    – Simpanan Lain-Lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.

    – Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    – Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.

    – SHU belum dibagi adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.

    – Cadangan adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  14. • Coba Anda sebutkan macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya?
    1. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Koperasi produksi membantu usaha para anggotanya biasanya memiliki tujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan anggotanya dalam menjalani usaha.

    2. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran.

    3. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.

    Jika dilihat secara sekilas tampak bahwa cara kerja koperasi simpan pinjam sama seperti bank pada umumnya. Namun sebenarnya terdapat beberapa perbedaan antara KSP dengan bank konvensional.

    4. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.

    • Coba Anda jelaskan tujuan koperasi dan peran penting koperasi.
    Tujuan Koperasi
    1. Mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
    2. Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat adil, maju, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.

     Peran Koperasi
    – Meningkatkan Pendapatan Anggota
    Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi merupakan keuntungan para anggota.
    – Menciptakan Lapangan Pekerjaan
    Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan juga masyarakat pada umumnya. Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi berusaha melakukan kegiatan sesuai dengan jenis koperasi, seperti di bidang kerajinan, pertanian, dan pertokoan. Dibukanya lapangan usaha koperasi berarti memberi kesempatan kepada tenaga kerja dan menyerap sumber daya manusia pada umumnya.
    – Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
    Kegiatan koperasi dapat meningkatkan penghasilan para anggota koperasi. Ini berarti sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan memperoleh penghasilan yang tinggi kemungkinan akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam.
    – Turut Mencerdaskan Bangsa
    Usaha koperasi bukan hanya kegiatan di bidang material, tetapi juga mengadakan kegiatan pendidikan terhadap para anggota. Pendidikan tersebut antara lain diberikan dalam bentuk pelatihan keterampilan dan manajemen. Dengan demikian, koperasi turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
    – Mempersatukan & mengembangkan Daya Usaha
    Koperasi merupakan kekuatan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan bersama.
    – Menyelenggarakan Kehidupan Ekonomi
    Koperasi bertindak bukan atas kehendak pengurus, melainkan berdasarkan keinginan para anggota, yaitu terlebih dahulu harus dimusyawarahkan. Hal ini merupakan pencerminan dari pelaksanaan demokrasi ekonomi.

    • Permasalahan apa saja yang saat ini dihadapi oleh koperasi? Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?
    Masalah koperasi yang dihadapi pada masa ini menurut saya adalah sedikit minat masyarakat untuk bergabung dengan koperasi. Kebanyakan masyarakat lebih senang meminjam di bank konvensional. Selain itu, masyarakat lebih suka berbelanja di supermarket dari pada di koperasi. Anggota pengurus koperasipun kini hanya sedikit dan kerap ada penyalah gunaan dana. Ada masyarakat yang meminjam dana koperasi namun tidak dikembalikan/dibayarkan saat usahanya sudah lancar, ada juga masyarakat yang meminjam namun usahanya gagal sehingga tidak bisa mengembalikan uang pinjaman, dan kerap terjadi korupsi di koprerasi.

    Dari masalah tersebut, solusi yang tepat menurut saya adalah koperasi memberikan sosialisai lebih dekat kepada masyarakat, agar masyarakat mau meminjam, membeli, menjual barang du koperasi. Selain itu, untuk mencegah terjadinya masyarakat yang meminjam namun tidak bisa/tidak mau membayar adalah memberikan perjanjian pinjaman dengan surat tertulis sebagai bukti dan agar usaha peminjam tidak gagal atau gulung tikar, koperasi bisa merangkul usaha masyarakat tersebut agar banyak peminatnya. Terakhir, agar tidak terjadi korupsi maka perlu pengecekan kas koprasi secara rutin misal dua minggu sekali atau sebulan sekali dan antara pemegang kas dan pencatat kas adalah orang yang berbeda.

    • Apa saja tantangan yang akan dihadapi koperasi? Bagaimana mengatasinya?
    Tantangan yang akan dihadapi koperasi kedepannya :
    – Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan.
    Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.

    Koperasi bukan sebuah perusahaan yang• Coba Anda sebutkan macam-macam koperasi beserta dengan penjelasan singkat mengenai proses bisnisnya?
    1. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Koperasi produksi membantu usaha para anggotanya biasanya memiliki tujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan anggotanya dalam menjalani usaha. Sebagai contoh koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan.

    2. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran.

    3. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.

    Jika dilihat secara sekilas tampak bahwa cara kerja koperasi simpan pinjam sama seperti bank pada umumnya. Namun sebenarnya terdapat beberapa perbedaan antara KSP dengan bank konvensional. Beberapa poin yang membedakan koperasi simpan pinjam dengan bank:
    – Bunga pinjaman yang ditawarkan lebih ringan dibanding dengan bank.
    – Pembayaran pinjaman dapat dilakukan secara mengangsur.
    – Bunga yang didapatkan dari hasil pinjaman dinikmati secara bersama dengan cara bagi hasil.

    4. Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.

    • Coba Anda jelaskan tujuan koperasi dan peran penting koperasi.
     
    Tujuan Koperasi
    1. Mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
    2. Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi.
    3. Mewujudkan masyarakat adil, maju, dan makmur.
    4. Membangun tatanan perekonomian nasional.

     Peran Koperasi

    – Meningkatkan Pendapatan Anggota
    Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi merupakan keuntungan para anggota. Makin besar jasa seorang anggota terhadap koperasi makin besar pula penghasilan yang diperoleh anggota itu.

     
    – Menciptakan Lapangan Pekerjaan
    Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan juga masyarakat pada umumnya. Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi berusaha melakukan kegiatan sesuai dengan jenis koperasi, seperti di bidang kerajinan, pertanian, dan pertokoan. Dibukanya lapangan usaha koperasi berarti memberi kesempatan kepada tenaga kerja dan menyerap sumber daya manusia pada umumnya.

    – Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
    Kegiatan koperasi dapat meningkatkan penghasilan para anggota koperasi. Ini berarti sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan memperoleh penghasilan yang tinggi kemungkinan akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam.

    – Turut Mencerdaskan Bangsa
    Usaha koperasi bukan hanya kegiatan di bidang material, tetapi juga mengadakan kegiatan pendidikan terhadap para anggota. Pendidikan tersebut antara lain diberikan dalam bentuk pelatihan keterampilan dan manajemen. Dengan demikian, koperasi turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
     
    – Mempersatukan & mengembangkan Daya Usaha
    Koperasi merupakan kekuatan yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, koperasi pertanian dalam melakukan kegiatan usahanya dapat mempersatukan usaha para petani untuk memenuhi kebutuhannya, seperti usaha pengadaan pupuk, bibit, alat pertanian, dan menjual bersama produksi pertanian.

    – Menyelenggarakan Kehidupan Ekonomi
    Pada setiap kegiatan, koperasi bertindak bukan atas kehendak pengurus, melainkan berdasarkan keinginan para anggota, yaitu terlebih dahulu harus dimusyawarahkan. Hal ini merupakan pencerminan dari pelaksanaan demokrasi ekonomi.

    • Permasalahan apa saja yang saat ini dihadapi oleh koperasi? Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?

    Masalah koperasi yang dihadapi pada masa ini menurut saya adalah sedikit minat masyarakat untuk bergabung dengan koperasi. Kebanyakan masyarakat lebih senang meminjam di bank konvensional. Selain itu, masyarakat lebih suka berbelanja di supermarket dari pada di koperasi. Anggota pengurus koperasipun kini hanya sedikit dan kerap ada penyalah gunaan dana. Ada masyarakat yang meminjam dana koperasi namun tidak dikembalikan/dibayarkan saat usahanya sudah lancar, ada juga masyarakat yang meminjam namun usahanya gagal sehingga tidak bisa mengembalikan uang pinjaman, dan kerap terjadi korupsi di koprerasi.

    Dari masalah tersebut, solusi yang tepat menurut saya adalah koperasi memberikan sosialisai lebih dekat kepada masyarakat, agar masyarakat mau meminjam, membeli, menjual barang du koperasi. Selain itu, untuk mencegah terjadinya masyarakat yang meminjam namun tidak bisa/tidak mau membayar adalah memberikan perjanjian pinjaman dengan surat tertulis sebagai bukti dan agar usaha peminjam tidak gagal atau gulung tikar, koperasi bisa merangkul usaha masyarakat tersebut agar banyak peminatnya. Terakhir, agar tidak terjadi korupsi maka perlu pengecekan kas koprasi secara rutin misal dua minggu sekali atau sebulan sekali dan antara pemegang kas dan pencatat kas adalah orang yang berbeda.

    • Apa saja tantangan yang akan dihadapi koperasi? Bagaimana mengatasinya?
    Tantangan yang akan dihadapi koperasi kedepannya :
    – Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan.

    Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.

    Koperasi bukan sebuah perusahaan yang tujuannya mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, namun sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang. Program sosialisasi akan keuntungan dan manfaat besar koperasi bagi individu, keluarga dan masyarakat harus dilakukan secara rutin. Makin besar tubuh koperasi, makin banyak modal yang dipupuk. Makin banyak transaksi di Koperasi dan makin besar pemasukan, makin banyak juga pihak yang terlibat, dan tentu saja makin bisa pula menyejahterakan banyak orang.

    – Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.   

    Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini.

    Sementara itu tidak dapat dipungkiri bahwa dunia perbankan di Indonesia perkembangannya maju pesat. Bukan hanya perbankan konvensional saja, tetapi juga perbankan syariah. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Indonesia cukup ‘dimanja’ dengan pilihan beragam cara dan layanan mudah untuk menabung dan meminjam. Hal ini merupakan jenis tantangan bagi Koperasi-koperasi di Indonesia, agar dapat berkembang dengan baik melayani kebutuhan simpan pinjam anggota, maupun non anggota.

    Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik.  Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.

    Setelah meningkatkan jumlah anggota, proses selanjutnya yang harus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi pada umumnya adalah mendata anggota beserta kebutuhannya. Menganalisa kebutuhan anggota terhadap barang dan jasa. Hal ini akan mudah bila didukung dengan penggunaan system teknologi informasi modern, untuk menghasilkan data akurat tentang kebutuhan anggota akan barang dan jasa yang harus diadakan koperasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dilakukan dengan TI yang handal dan terkoneksi online.

    • Apa saja ekuitas yang terdapat di dalam koperasi? Beri penjelasan secukupnya.

    – Simpanan Pokok adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. Jenis simpanan ini tidak bisa diambil orang tersebut selama menjadi anggota.

    – Simpanan Wajib adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.  Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.

    – Simpanan Lain-Lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.

    – Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    – Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.

    – SHU belum dibagi adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.

    – Cadangan adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  15. 1. Macam-macam koperasi
    Berdasarkan jenis usaha :
    a) Koperasi Simpan Pinjam : Biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit.Koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.
    cara kerja koperasi simpan pinjam sama seperti bank pada umumnya. Bedanya ialah KSP memupunyai bunga pinjaman yang lebih ringan dibanding bank, pembayaran pinjaman dapat diangsur, bunga yang di dapat dari hasil pinjaman dapat dinikmati bersama dengan cara bagi hasil
    b) Koperasi Produksi : sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama.
    cara kerja koperasi ini memberikan bentuk bantuan yang diberikan juga dapat berupa bantuan untuk menjual barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi akan menampung seluruh hasil produksi agar para anggotanya bisa dengan mudah menjual barang hasil usahanya.
    c) Koperasi Konsumsi : sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga di pasaran.
    cara kerja koperasi ini dengan cara menjuak barang dengan harga lebih murah dari pasarannya seperti beras,telur,gula

    Berdasarkan status anggota :
    a) Koperasi Pegawai Negeri : Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi ini memiliki tujuan utama utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya.Hampir setiap instansi pemerintahan di daerah atau pun nasional memiliki koperasi pegawai negeri. Selain itu terkadang setiap instansi juga memiliki lebih dari satu koperasi karena ada juga departemen-departemen dalam yang membuat koperasi sendiri.
    b) Koperasi Pasar : Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Bentuk koperasi koperasi pasar dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang. Sehingga bisa mengurangi kerugian akibat para pedagang berutang kepada para rentenir.
    c) Koperasi Sekolah : Koperasi sekolah biasa dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Anggota koperasi ini biasanya terdiri dari guru, siswa, dan karyawan pada sebuah sekolah.Pada umumnya koperasi sekolah melakukan kegiatan seperti koperasi serba usaha
    cara kerja koperasi sekolah dengan cara menjuak barang barang kebutuhan sekolah, atau makanan ringan yang sesuai dengan kantong anak sekolah. Selain menjual kebutuhan sekolah biasanya juga digunakan untuk menyimpan uang oleh para siswa atau guru.

    Berdasarkan Tingkatannya :
    a) Koperasi Konsumsi : Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya. Dalam penyediannya semua barang-barang tersebut disesuaikan dengan jenis anggota dalam koperasi tersebut.
    b) Koperasi Jasa : Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Dimana pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri
    c) Koperasi Produksi : Koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu. Selain itu koperasi juga ikut membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi.

    2. Tujuan koperasi : Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Peran penting koperasi :
    1. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran : Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya.
    2. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat : Dengan adanya koperasi tersebut, maka petani dapat membeli kebutuhan alat-alat pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian tersebut.
    3. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha : Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada para anggota koperasi dan dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitar.
    4. Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi: Sesuai dengan prinsip koperasi bahwa koperasi harus memiliki kemandirian, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya.
    3. Masalah yang sedang dihadapi koperasi pada saat ini dan solusinya
    1. Koperasi saat ini kurang diminati
    2. Kurangnya SDM (Pengelola)
    3. Keterbatasan modal
    4. Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal.
    5. Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju.
    6. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri.
    7. Kurangnya pengembangan kerjasama antar usaha koperasi
    Solisinya :
    1. Adanya sosialisasi kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung dengan koperasi tersebut
    2. Melakukan trik-trik khusus melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum.
    3. Pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan juga masyarakat yang memiliki dana dapat menyimpan uang mereka dikoperasi supaya memperluas usahanya agar dapat bertahan dan bisa berkembang.
    4. Penyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif.
    5. Perlu adanya pengelolaan dengan menggunakan sarana teknologi yang lebih efektif, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar

    4. Tantangan yang dihadapi koperasi dan cara mengatasinya
    1. Menyejahterakan banyak orang.
    Menyejahterakan banyak orang adalah tujuan dan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja. Namun, masyarakat di sekitar Koperasi juga tidak luput harus disejahterakan dengan cara program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya. Sebuah organisasi yang disusun atas usaha bersama, yang tujuannya mulia yaitu menyejahterakan anggotanya
    Cara mengatasinya : penambahan keanggotaan adalah kegiatan yang perlu dilakukan, agar kemanfaatan dan keberadaan koperasi dirasakan oleh lebih banyak orang.
    2. Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan.
    Dari sekitar 209.000 koperasi di Indonesia tahun 2015, maka sekitar 110.000 adalah Koperasi Simpan Pinjam. Bahkan USP atau Unit Simpan Pinjam adalah unit usaha yang hampir paling banyak dimiliki oleh Koerpasi di Indonesia. Dari kondisi ini maka kegiatan penghimpunan dana anggota dan penyaluran kembali merupakan bisnis Koperasi yang banyak dijalankan saat ini.
    Cara mengetasi : Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI.

    5. Ekuitas yang terdapat di koperasi
    1. Simpanan Pokok : sejumlah nilai uang yang besarnya sama, masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi.
    2. Simpanan Wajib : jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang telah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.
    3. Modal Sumbangan : sejumlah barang maupun uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    4. SHU belum dibagi : selisih antara penghasilan serta biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi rata kepada semaua anggota.
    5. Cadangan : bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan maupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  16. Nama : Dwi Yoga Pratama
    NIM : 19809334015
    Kelas : Akuntansi A19

    1. jenis-jenis koperasi

    a) Berdasarkan jenis usahanya
    1) Koperasi Produksi
    Koperasi produksi memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya dan menjalani usaha bersama-sama. Koperasi produksi biasanya untuk para petani, peternak, pengrajin dan lainnya. Contoh usaha : menampung hasil pertanian anggotanya dan bantuan untuk menjual hasi pertaniannya.
    2) Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi menjual bahan kebutuhan pokok kepada para anggotanya. Biasanya menjual dengan harga lebih murah.
    3) Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi pinjam pinjam ialah koperasi yang menyediakan pinjaman uang dan tempat untuk menyimpan uang bagi para anggotanya.
    4) Koperasi Serba Usaha
    Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.
    b) Berdasarkan Status Anggotanya
    1) Koperasi Pegawai Negeri
    Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
    2) Koperasi Pasar
    Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. Koperasi ini menyediakan sarana simpan pinjam terutama pinjaman untuk modal.
    3) Koperasi Unit Desa
    Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan. Koperasi unit desa biasanya melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi khususnya yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan.
    4) Koperasi Sekolah
    Beranggotakan semua anggota elemen sekolah. Koperasi ini menjual barang-barang kebutuhan sekolah, koperasi juga bisa digunakan oleh para siswa dan guru sebagai tempat untuk menyimpan uang.
    5) Koperasi Pondok Pesantren
    Koperasi pondok pesantren (Kopontren) adalah koperasi yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan. Kegiatan yang dilakukan Kopontren biasanya menyediakan barang-barang kebutuhan santri seperti kitab-kitab dan baju muslim.
    c) Berdasarkan tingkatannya
    1) Koperasi Primer
    Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.
    2) Koperasi Sekunder
    Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.
    Koperasi sekunder bisa didirikan oleh koperasi sejenis atau pun berbagai jenis atau tingkatan koperasi. Yang dimaksud dengan tingkatan contohnya adalah tingkat pusat, gabungan, dan induk, dimana penamaan dan jumlah tingkatan ini ditentukan sendiri oleh anggota koperasi sekunder.
    d) Berdasarkan Fungsinya
    1) Koperasi Konsumsi
    2) Koperasi Produksi
    3) Koperasi Jasa
    Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Dimana pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri.

    2. Tujuan dan Peran Penting Koperasi
    a). Tujuan Koperasi tercantum dalam UU.25 Tahun 1992 mengenai perekonomian, Tujuan Koperasi yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    b) Peran penting koperasi dalam membangun perekonomian Indonesia. Koperasi sangat berjasa dalam kesejahteraan anggotanya di semua kalangan. Masyarakat ekonomi rendah terbantu dengan adanya pinjaman berbunga rendah di koperasi, adanya koperasi untuk membantu menjualkan barang produksi anggotanya, dan juga membeli bahan pokok sehari-hari di koperasi yang lebih murah. Itu contoh kecil peran koperasi bagi masyarakat Indonesia dalam membangun perekonomian.

    3. Permasalahan yang dihadapi koperasi saat ini
    • Pada saat ini koperasi kurang diminati di berbagai kalangan, khususnya di masyarakat perkotaan. Perlunya sosialisasi tentang koperasi ke berbagai kalangan. Dengan begitu diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi bertambah dan koperasi banyak diminati oleh semua kalangan masyarakat.
    • Pada saat ini koperasi juga banyak pesaingnya. Banyak yang menawarkan jasa simpan pinjam lainnya. Koperasi harus mempunyai cara khusus untuk menanggapi pesaing dengan cara harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum.
    • Koperasi yang belum memakai teknologi. Sekarang sudah jamannya apa apa teknologi. Bank yang sudah bisa dengan online menjadi salah satu yang membuat masyarakat tertarik pada bank. Seharusnya koperasi sekarang mulai memperhatikan teknologi untuk produksi maupun teknologi informasi bagi para anggotanya.
    4. Tantangan yang dihadapi koperasi
    • Akses terhadap informasi pasar dan teknologi masih relatif rendah
    Khususnya dalam penerapan sistem administrasi dan keuangan yang masih tertinggal jauh sehingga sulit bersaing dengan pengusaha lainnya.
    • Akses terhadap sumber permodalan masih rendah.
    Berdasarkan pengamatan dan penelitian pada kenyataannya beberapa koperasi yang lebih mengandalkan modal sendiri. Mereka cukup puas dengan modal yang dipupuk sendiri, walaupun sebenarnya membuthukan tambahan modal dari pihak luar.
    • Kapasitas Sumber Daya Manusia masih rendah
    Faktor budaya menjadi salah satu kendala rendahnya tingkat pendidikan formal masyarakat juga tidak memberi kesepatan untuk terlalu banyak aktif dalam berorganisasi. Hal itu menyebabkan mereka banyak yang menjadi tenga paruh waktu dala koperasi. Dengan terbatasnya kapasitas sumberdaya manusia akan berpengaruh pula dalam akses informasi pasar dan teknologi. Sehingga mengakibatkan koperasi kalah bersaing dengan pelaku usaha yang lain.
    Solusi
    • Dalam globalisasi koperasi dituntut untuk mengoptimalkan potensi ekonominya serta berkemampuan untuk bekerjasama, saling menghargai, menghormati antar koperasi dan seluruh stakeholder lainnya dengan tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah
    • Dalam rangka prengembangan kapabalitas usaha koperasi agar bertahan globalisasi dibutuhkan pula pendampingan yang dapat memperbaiki manajemen usaha, kualitas produk dan pengembangan pasar.
    5. Ekuitas yang terdapat didalam koperasi
    • Simpanan pokok : simpanan yang dibayarkan pada saat mendaftar menjadi anggota
    • Simpanan wajib : simpanan yang dibayarkan wajib pada setiap periode
    • SHU Ditahan : hasil usaha yang ditahan untuk modal koperasi yang tidak dibagikan kepada anggota

  17. Nama : Muhammad rafi Humam
    Kelas: B-19 Akuntansi / 19809334082

    1. Koperasi produksi, yaitu koperasi yang berfungsi membantu kegiatan proses produksi yang dilakukan anggotanya. Proses produksi ini mencakup menyediakan bahan baku untuk proses produksi, membantu menyediakan berbagai macam alat yang digunakan dalam proses produksi dan juga membantu produksi berbagai macam jenis barang tertentu.
    koperasi membantu mempersiapkan bibit dan pupuk untuk menanam padi. Contoh lainnya, koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan.
    Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari anggotanya. Kelebihannya adalah jika anggota yang berbelanja kebutuhan maka harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan harga di toko lain. Karena tujuan utama dari koperasi ini adalah mensejahterakan para anggotanya.
    Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang dibentuk untuk membantu anggota mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan hingga sampai di tangan konsumen.
    Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi dapat menyediakan pinjaman uang sekaligus tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya
    Koperasi serba usaha, yaitu jenis koperasi yang didalamnya terdapat lebih dari satu usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.
    2. koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur
    menjadi prioritas untuk disejahterakan adalah anggota koperasi terlebih dahulu, kemudian koperasi diharapkan bisa memberikan kontribusi jika memungkinkan untuk masyarakat sekitar. Karena pada dasarnya, anggota koperasi adalah anggota masyarakat, maka dengan jalan ini diharapkan koperasi dapat berperan aktif dalam menaikkan taraf hidup masyarakat
    3. Koperasi kurang dinikmati, Kurangnya SDM, keterbatasan modal, pesaing, masalah budaya, Teknologi, solusinya perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi.Dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak kemakmuran yang merata. Sehingga mereka berminat untuk bergabung
    4. Menyejahterakan banyak orang, Bertahan hidup di tengah kompetisi perbankan. Untuk dapat melompati tantangan yang satu ini, Koperasi harus keluar dari zona lama (yang biasanya cenderung konvensional, tradisional), lalu bergerak mengikuti zaman. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image koperasi yang lebih baik. Perubahan yang mendasar untuk koperasi adalah membangun koperasi berbasis TI, Program yang dapat dilakukan diantaranya adalah mendorong koperasi meningkatkan jumlah anggotanya.
    5. Ekuitas adalah kekayaan bersih suatu badan usaha atau selisih antara total kekayaan dengan total hutangnya. Ekuitas koperasi terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan lain-lain, Modal Sumbangan, Modal Penyertaan, Cadangan, SHU yang belum di bagi

  18. 1.-Koperasi Produksi, sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama
    -Koperasi Konsumsi, sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya.
    -Koperasi simpan pinjam (KSP), sebuah koperasi menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang.
    -Koperasi serba usaha (KSU), sebuah koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha.
    2. Fungsi Koperasi adalah Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.,Berperan serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.,Memperkukuh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai guru utamanya.,Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
    Peran Penting Koperasi
    • Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran
    • Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
    • Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.
    • Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi
    • Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi
    • Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional
    3. Permasalahan yang sering dihadapi diKoperasi
    • Koperasi saat ini kurang diminati
    • Kurangnya sumber daya manusia (pengelola)
    • Keterbatasan modal
    • Pesaing
    • Masalah budaya
    • Teknologi
    Cara Mengatasi Permasalahan tersebut
    • Mengadakan Sosialisasi secara berkala
    • Mengadakan Pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan tentang koperasi agar dapat berpartisispasi di dalamnya. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi.
    • Menghadapi lingkungan pesaing dengan melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum.
    4. Tantangan yang harus dihadapi Koperasi
    • Kinerja anggotanya yang kurang berkompeten
    • Isu-isu struktural
    • Perbedaan antara kepentingan individu dan kolektif
    • Lemahnya manajemen koperasi
    • Rendahnya tingkat kecerdasan rakyat Indonesia
    • Kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi
    • Kurangnya Modal Kerja
    Solusi untuk menghadapi tantangan tersebut
    • Pemberian modal koperasi oleh pemerintah dan juga masyarakat yang memiliki dana dapat menyimpan uang mereka dikoperasi supaya memperluas usahanya agar dapat bertahan dan bisa berkembang.
    • Pemerintah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan dan dukungan yang dapat membantu perkembangan koperasi.
    • Membenahi kondisi internal koperasi.
    • Penyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan koperasi yang efektif.
    • Perlu adanya pengelolaan dengan menggunakan sarana teknologi yang lebih efektif, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar
    5. Ekuitas yang ada dalam koperasi
    • Simpanan Wajib adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota. Simpanan wajib ini dapat di ambil dengan mengacu aturan-aturan yang sudah di tentukan.
    • Simpanan Lain-Lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota. Karena biasanya jenis simpanan ini dapat diambil setiap saat maka jenis simpanan ini dikelompokan sebagai hutang jangka pendek.
    • Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    • Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    • SHU belum dibagi adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.
    • Cadangan adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  19. Muh Aldan Abrari
    19809334053
    B19/D4 Akuntansi

    1. Koperasi Konsumsi.
    Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
    Misalnya, Kelompok PKK, Karang Taruna, Pondok Pesantren, Pemuda dan lain-lain yang membeli barang-barang untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti sabun, gula pasir, minyak tanah.

    Koperasi Pemasaran.
    Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
    Misalnya, Koperasi Pemasaran ternak sapi, anggotanya adalah pedagang sapi, Koperasi Pemasaran elektronik, anggotanya adalah pedagang barang-barang elektronik, dan Koperasi Pemasaran alat-alat tulis kantor, anggotanya adalah pedagang barang-barang alat tulis kantor.

    Koperasi Produksi.
    Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
    Misalnya, Koperasi Kerajinan Industri Kecil, anggotanya para pengrajin, Koperasi Perkebunan, anggotanya produsen perkebunan rakyat dan Koperasi Produksi Peternakan, anggotanya para peternak.

    Koperasi Jasa.
    Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
    Misalnya, Koperasi Angkutan, memberikan jasa angkutan barang atau orang. Koperasi angkutan didirikan oleh orang-orang yang mempunyai kegiatan di bidang jasa angkutan barang atau orang. v Koperasi Perumahan, memberikan jasa penyewaan rumah sehat dengan sewa yang cukup murah atau menjual rumah dengan harga murah. v Koperasi Asuransi, memberi jasa jaminan kepada para anggotanya seperti asuransi jiwa, asuransi pinjaman, asuransi kebakaran. Anggota Koperasi Asuransi adalah orang-orang yang bergerak di bidang jasa asuransi. Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).

    2. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan para anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan Makmur, Sedangkan tujuan dari KUD, yaitu mengembangkan ideologi dan kehidupan perkoperasian, mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada kerja pada umumnya, mengembangkan kemampuan ekonomi, daya kreasi dan kemampuan usaha para anggota dalam meningkatkan produksi dan pendapatannya.

    3. Permasalahan yang dihadapi koperasi saat ini sangat beranekaragam, baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Permasalahan internal biasanya terjadi pada pengurus atau keanggotaan itu sendiri serta modal dan untuk masalah eksternal berasal dari pesaing dan asumsi masyarakat mengenai koperasi sangat buruk, seperti koperasi kurang diminati, sulit berkembang, keterbatasan modal, ketidakmampuan mengurus SDM. Untuk solusinya bisa dengan meningkatkan daya jual dengan promosi, mengatur system koperasi, memperbaiki fasilitas, pelayanan, dan untuk keterbatasan modal bisa dengan membangun penjamin Lembaga koperasi

    4. Tantangan koperasi saat ini ialah menghadapi era global seperti bagaimana mensejahterahkan kehidupan serta ekonomi seluruh masyarakat. Sosialisasi sangat di butuhkan untuk melwati hal ini agar terwujudmya jumlah masyarakat yang mau menjadi anggota koperasi untuk saling mensejahterahkan. Tantangan selanjutnya ialah bertahan di tengah kompetisi perbankan. Untuk bisa menghadapi ini koeprasi harus meningkatkan kreativitas dan inovasi, karena hal itu sanga di butuhkan supaya koperasi tidak tertingal jauh dari perbankan

    5. Ekuitas adalah selisih antara total kekayaan suatu badan usaha dengan total utangnya.Artinya, ekuitas merupakan kekayaan bersih badan usaha tersebut.Ekuitas koperasi terdiri dari modal anggota, dalam bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan lain, modal penyertaan, modal sumbangan, cadangan sisa hasil usaha yang belum dibagi, dan modal penyertaan

    Simpanan Pokok adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi.

    Simpanan Wajib adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota.

    Simpanan Lain-Lain merupakan simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU. Berbeda dengan simpanan sukarela yang dapat diperoleh dari anggota maupun bukan anggota.

    Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.

    Cadangan adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.

  20. 1. A. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. membantu usaha para anggotanya biasanya memiliki tujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan anggotanya dalam menjalani usaha. Sebagai contoh koperasi membantu menyiapkan bahan baku untuk dibuat kerajinan.
    B. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya.
    C. Koperasi Simpan Pinjam
    Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.
    2. Berdasarkan UU yang mengatur koperasi pada pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Peran koperasi : Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat. Koperasi dapat berperan ikut meningkatkan pendidikan rakyat, terutama pendidikan perkoperasian dan dunia usaha.Koperasi dapat berperan sebagai alat perjuangan ekonomi. Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi. Koperasi Indonesia berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional.
    3. Koperasi saat ini kurang diminati solusinya dengan meningkatkan daya jual koperasi dan melakukan sarana promosi Untuk meningkatkan daya jual koperasi, yang dilakukan adalah membuat koperasi lebih bagus lagi
    Koperasi sulit berkembang solusinya Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dapat berpartisipasi dalam koperasi. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi. pengelolaan yang serius dimulai dari keanggotaan koperasi itu sendiri, pertama dengan merekrut anggota yang berkompeten dalam bidangnya.
    Keterbatasan Modal solusinya membangun lembaga penjaminan bagi koperasi, melaksanakan program perkreditan bagi koperasi yang dijamin oleh sindikasi pemerintah dan stakeholder lainnya.
    4. a) Akses terhadap informasi pasar dan teknologi masih relatif rendah
    Khususnya dalam penerapan sistem administrasi dan keuangan yang masih tertinggal jauh sehingga sulit bersaing dengan pengusaha lainnya.
    b) Akses terhadap sumber permodalan masih rendah.
    Berdasarkan pengamatan dan penelitian pada kenyataannya beberapa koperasi yang lebih mengandalkan modal sendiri. Mereka cukup puas dengan modal yang dipupuk sendiri, walaupun sebenarnya membuthukan tambahan modal dari pihak luar.
    c) Kapasitas Sumber Daya Manusia masih rendah
    d) Keberadaan koperasi belum cukup dikenal apalagi mengakar kalangan masyarakat. Dalam rangka prengembangan kapabalitas usaha koperasi agar bertahan globalisasi dibutuhkan pula pendampingan yang dapat memperbaiki manajemen usaha, kualitas produk dan pengembangan pasar. Lembaga pendampingan seperti BDS/LPB dan inkubator perlu diberdayakan kembali oleh pemerintah, sehingga mampu menjalankan perannya sebagai tenaga konsultan yang sangat dibutuhkan UKM dan Koperasi.
    Sebagian besar koperasi yakni sebanyak 65 % nya memiliki jenis Usaha Simpan Pinjam (USP) yang memberikan pelayanan pinjaman kredit untuk pemenuhan kebutuhan modal usaha bagi anggotanya
    5. Ekuitas koperasi terdiri dari…
    A. simpanan pokok
    adalah sejumlah nilai uang tertentu yang besarnya sama tiap masing-masing anggota yang harus disetorkan sewaktu masuk menjadi anggota koperasi. B.simpanan wajib
    adalah jenis simpanan yang diharus dibayarkan oleh anggota semisal sebulan sekali yang sudah
    diatur oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan rapat anggota
    C. simpanan lain-lain
    simpanan yang mempunyai kareteristik yang sama dengan simpanan pokok,wajib cadangan, SHU.
    D.Modal Sumbangan adalah sejumlah barang atau uang yang dihibahkan dari pihak lain yang tidak mengikat.
    E. Modal Penyertaan adalah sejumlah barang atau modal yang ditanamkan oleh pihak pemodal.
    F. Cadangan
    adalah bagian dari SHU yang disisihkan untuk pengembangan ataupun kerugian koperasi di masa mendatang.
    G. SHU yang belum di bagi
    adalah selisih antara penghasilan dan biaya dalam periode tertentu yang belum di bagi kepada anggota.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *