Kelompok Pengolahan Telur Asin Puguh

Oleh: Renggo Ardhi Nugroho

Kelompok pengolahan telur asin Puguh adalah sebuah usaha kecil yang mengolah telur bebek menjadi telur asin yang beralamat di Doplang, Teras, Boyolali. Usaha ini di kelola oleh Bp Sunardi dan mempunyai dua orang pekerja. Usaha ini telah berdiri 20 tahun yang lalu dalam bentuk usaha rumahan. Namun, Usaha baru berkembang dan mempunyai rumah pengelolaan sendiri pada tahun 2014 dengan bantuan dari Dinas Peternakan.

Usaha ini memproduksi berbagai produk makanan terutama telur asin dan melakukan percobaan membuat produk baru seperti telur oven, telur mentah dan telur asap. Usaha ini juga pernah menjual makanan ringan seperti onde-onde dan snack. Namun untuk snack usaha ini belum bisa memproduksi dan hanya menjual kembali dari produsen makanan ringan di sekitarnya.

Pemasaran

Dalam hal pemasaran, KPTA Puguh mempunyai berbagai pasar dan pelanggan, diantaranya toko oleh oleh khas, toko kelontong, warung makan sampai angkringan pinggir jalan. Pemasaran tersebar di daerah di sekitar boyolali, seperti Klaten, Semarang, dan Surakarta. KPTA Puguh juga mempunyai banyak relasi kerjasama dalam bidang produksi makanan dan pemasaran dengan umkm kecil lainya dan ikut serta dalam pameran dan bazar makanan.

Berikut adalah urutan proses pembuatan telur asin:

Bahan baku pembuatan telur asin yaitu telur bebek didapat dari berbagai peternak bebek dan pengepul telur yang berasal dari daerah Boyolali, Klaten, dan daerah Semarang.

  • Setelah telur mentah dari peternak dan pengepul terkumpul, telur akan dibawa ke rumah produksi.
  • Telur akan di seleksi apakah telur ada yang pecah atau tidak.
  • Jika telur yang masih mentah ternyata pecah, telur akan di jual di warung makan sabagai bahan masakan.
  • Telur yang masih mentah juga dapat di jual di depot jamu. Setelah di seleksi, telur mentah selanjutnya dicuci dengan air agar kotoran yang masih menempel hilang dan bersih.
  • Telur yang sudah bersih siap di rendam di larutan yang berasal dari tanah liat, air dan dicampur dengan garam madura yang mempunyai tekstur kasar (bukan garam dapur).
  • Proses perendaman dilakukan umumnya 7 sampai 10 hari. Setelah 7 sampai 10 hari rendaman akan dibuka dan telur akan di bilas untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel pada telur.
  • Setelah itu telur direbus menggunakan air selama kurang lebih 2 jam.
  • Jika membuat telur asap maka telur akan di asapi selama 1 jam dengan tempurung kelapa.

Hambatan dalam usaha

  • Hambatan pada usaha ini yaitu ketidakpastian ketersediaan bahan baku karena bebek bertelur pada musim tertentu
  • Pemasaran yang belum menjangkau daerah yang luas
  • Keterbatasan jumlah produksi karena pekerja yang masih sedikit
  • Produk yang masih monoton dan sedikit

 Solusi dari Hambatan

  • Menambah pasokan peternak telur dan pengepul
  • Memanfaatkan teknologi dan sosial media untuk pemasaranya
  • Menambah alat atau tenaga kerja agar proses produksi berjalan dengan lancar dan lebih produktif
  • Melakukan inovasi produk makanan baru

84 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *