Kedai Hitz di Jogja “Hellthy Grill & BBQ”

Oleh: Husein Fadhila Azhar

Kedai yang dimiliki oleh Pak Jhonny ini merupakan sebuah UMKM Menengah yang bergerak di bidang kuliner khususnya masakan chinese food, seafood dan berbagai macam bakaran seperti daging barbeque. Kedai yang terletak di dalam food court Angkringan Jaman Edan yang berada di Jl. Margo Utomo No. 30, Gowongan, Jetis, Yogyakarta ini sudah berdiri sejak tahun 2018. Pak jhonny sendiri bersama dengan istrinya dan 2 karyawan lainnya menjalankan bisnis kedai minimalis ini. Dari kedai ini pak Jhonny mampu meraih keuntungan kotor dengan rata rata sebulan mencapai 10 – 15 juta rupiah.

Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai hal – hal yang menghambat selama proses produksi, pemasaran dan keuangan kedai milik pak Jhonny ini. Beliau mengatakan bahwa hambatan dalam proses produksi yang kerap ditemui yaitu Supplier yang susah dijangkau serta keterbatasan supplier dalam mensupply bahan baku, seperti sering kali terjadi kehabisan stock daging, bumbu dan rempah – rempah dan bahan baku lainnya seperti keju, mentega, beras, es batu dan lain – lain. Sehingga menyulitkan proses produksi yang pada umumnya sering terjadi saat Hari Libur Nasional / Long Weekend. Selanjutnya hambatan yang kedua di bagian pemasaran yaitu banyaknya saingan dalam berbisnis kuliner, mengingat banyaknya umkm yang ada di kota Yogyakarta sehingga menyulitkan untuk bersaing. Baik pemasaran secara online melalui media sosial, aplikasi pesan online seperti Go – food, Grabfood, dll.  Kurangnya pengelolaan tempat food court yang dinilai kurang strategis dan kurang menarik perhatian pembeli dikarenakan tempatnya yang kurang diperhatikan keadaanya, kebersihannya, dan beberapa fasilitas yang mulai rusak yang ada diruko penjual. Hambatan yang ketiga yaitu di bagian keuangan, hambatan yang terkadang terjadi adalah keterbatasan biaya dalam membayar tempat sewa yang bisa dikatakan cukup mahal, yakni 3,5 juta per bulan. Hambatan ini terjadi jika dalam keadaan sepi pengunjung.

Dari hambatan – hambatan yang sudah dijelaskan pak Jhonny diatas, solusi untuk bagian produksi yaitu tidak selalu mengandalkan supplier dalam stock bahan baku, yakni dengan mendapatkan stock bahan baku secara mandiri dengan membeli bahan baku di pasar swalayan, dll. Yang kedua memperluas jaringan supplier khususnya supplier daging yang dinilai cukup susah untuk dicari dan berusaha memanajemen bahan baku seefektif mungkin. Bersifat terbuka pada konsumen, yaitu menerima segala kritik dan saran terhadap hasil produksi yang telah disajikan kepada konsumen. Solusi yang kedua dalam bagian pemasaran adalah memasarkan toko melalui semua sosial media, internet, aplikasi pesan online, dll. Mengingat zaman sekarang adalah zaman teknologi yang canggih dan pengguna internet masyarakat indonesia yang banyak sehingga bisa memungkinkan UMKM dengan mudah dikenal oleh masyarakat. Dan dalam kurung waktu tertentu mengadakan promo diskon agar menarik perhatian masyakarat untuk mencoba produk UMKM, selain itu wajib menampilkan hasil produk sebagus mungkin untuk menarik minat konsumen/masyarkat. Solusi yang terakhir untuk bagian keuangan yaitu dengan menetapkan target keuntungan harian, mingguan dan bulanan yang harus dicapai agar memiliki motivasi dalam mencapai profit maksimum, selain itu berusaha memanajemen pengeluaran se-efisien mungkin agar mendapat hasil yang terbaik.

261 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *