Kalah saing dengan teknologi baja ringan, Perusahaan genteng mengalami Fluktuasi Pendapatan

Oleh: Nuryahya Artresnanto

Dht group adalah sebuah usaha mikro yang berada di daerah kunden, sidoluhur, godean, sleman, yogyakarta yang berkecimpung dibidang kerajinan tanah liat dan juga dimanfaatkan dalam bidang bahan bangunan turun temurun,dengan ciri khas ‘tobong’ atau bisa juga disebut cerobong asap yang menjadi ikon disetiap pengrajin tanah liat kecamatan godean ini.

Hasil karya tanah liat yang diciptakan dht group yaitu genteng,batu bata,dan bahan bangunan yang dikenal sebutan ‘adem’ oleh para pelanggan setia dht sejak dulu ,dengan teknologi press yang sudah maju pada jamannya karya dht bisa disebut maju pada jamanya. Dht group bisa dikatakan usaha kecil turun temurun karena memiliki sejarah panjang keluarga yang di lanjutkan oleh anak cucu mereka untuk melestarikan usaha ini.

Dht group memiliki sebuah spesialis atau produk andalan dari semua kerajinan yang mereka ciptakan yaitu genteng. Terbukti genteng dari penjualan mereka yang dominan laku dipasaran dalam jumlah besar.

Secara turun temurun, pada masa lampau dht gendeng memiliki resep campuran tanah liat ala dht genteng yang jitu membuat dht genteng terkenal dingin jika dipakai sejak dulu. Tanah liat yang ada diambil dari pegunungan dekat tempat usaha tersebut , dht genteng memang masih membeli dr pengepul tanah liat akan tetapi diolah dengan resep turun temurun.

Sistem pemasaran dht genteng juga masih mulut kemulut akan tetapi penyebaran pengguna sudah mencakup luas dari kalangan kecil sampai proyek besar, bisa dikatakan berhasil dalam pemasaran karena terbukti dari kualitas yang diberikan oleh dht genteng.

Sehingga pengguna akan tumbuh ketika kualitas sesuai dengan harga yang dipatok oleh dht genteng. Harga genteng dibanderol dengan rp. 1000-1500/pcs bisa dikatakan murah apalagi ketika pemesanan dilakukan skala yang lebih luas ,biasanya pesanan umum pelanggan mencapai 1000/pcs genteng siap kirim

Dht genteng juga menyediakan pengiriman pesanan yang sudah ada,dengan mematok dengan seberapa pesanan atau seberapa jumlah tersebut ada. Profit yang didapatkan bisa dikatakan tidak stabil, akan tetapi omzet perbulan juga bisa didapatkan sampai puluhan juta. Sayangnya ketika sepi perbulannya hanya bisa didapatkan dibawah dr puluhan juta.

Hambatan yang dimiliki pertama adalah seiring perkembangan jaman , sekarang adanya baja ringan  bisa dikatakan mengurangi penggunaan genteng yang ada. Faktor ini juga sangat bahaya jika hanya dibiarkan padahal genteng juga memiliki kualitas yang tidak bisa disamakan dengan teknologi tersebut karena memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Maka dari itu memperkenalkan produk turun menurun itu sangat penting karena terbukti secara turun temurun dengan kualitas yang ada dan juga harga tidak salah saing.

Hambatan kedua yaitu musim yang menyebabkan kurangnya penghasilan para pengrajin. Hal ini bisa berdampak sangat merugikan jika tidak ada usaha preventif. Solusi yang digunakan untuk meminimalisir adalah penempatan dan perhitungan yang jelas ketika kebutuhan banyak juga harus diperhitungan sangat matang sehingga hal itu sangat berdampak baik untuk mencegah hal tersebut.

51 comments

  1. Memang daya saing genting tanah liat makin menurun setelah adanya kerangka baja ringan disebabkan lebih efektif dan efisien diganti gofalum,asbes,seng, sirap kayu ulin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *