Hanya Bermodal Laptop, Seorang Mahasiswa UNY Sukses Jadi Pengusaha

Oleh: Alya Sarah Shabirah

Kreativitas manusia kini semakin diperhitungkan dalam perkembangan industri di dunia. Industri kreatif seperti film, musik, fashion, kuliner hingga perangkat lunak kini telah menjadi gaya hidup yang tak bisa dilepaskan dari kebutuhan manusia. Hal ini membuat potensi berkembangnya industri kreatif semakin menjanjikan. Salah satu yang memilih terjun ke dunia industri kreatif ialah Indri Novita Dewi.

Muda, gigih dan mandiri adalah tiga kata yang cocok untuk menggambarkan sosok yang menginspirasi ini. Indri Novita Dewi atau akrab disapa dengan Novita merupakan mahasiswa prodi D3 – Akuntansi di Universitas Negeri Yogyakarta yang mulai merintis usahanya sejak tahun 2017 disaat ia masih duduk di bangku SMK. Usaha yang didirikan berupa jasa gambar ilustrasi wajah bernama Gallery Siluet. Melalui usahanya tersebut, Novita bisa membiayai kuliahnya dan ia juga mampu memenuhi keperluan pribadinya sehari-hari. Wow, sangat menginspirasi bukan?

Ide usaha ini berawal saat ia melihat banyak dari teman-temannya yang sudah memiliki usaha olshop. Tak mau kalah, ia juga ingin memiliki usaha seperti teman-temannya, hingga suatu ketika ada salah satu temannya memperkenalkan sebuah aplikasi edit foto. Awalnya, hanya iseng menyuruh satu persatu dari temannya untuk berfoto menghadap samping. Setelah itu, di editlah gambar tersebut menjadi sebuah siluet. Hasil editan gambar tersebut ternyata mendatangkan banyak pujian dari teman-temannya. Akhirnya, ia berpikir bagaimana jika hal ini dijadikan sebagai peluang usaha? Hanya dengan bermodal laptop, kemudian ia memutuskan untuk memulai bisnis frame ilustrasi. Oleh karena bisnis yang dijalani berupa jasa gambar ilustrasi wajah yang bisa dijadikan kado kekinian, maka target pasar yang dituju merupakan semua orang dari berbagai usia yang sedang membutuhkan bingkisan kado untuk orang tersayang dalam memperingati hari spesialnya. Harga yang dipatok pun sangat terjangkau, mulai dari harga Rp 25.000 rupiah kalian bisa mendapatkan kado unik untuk diberikan kepada orang tersayang loh!

Seiring dengan berkembangnya usaha, Novita memutuskan untuk menambah jenis produk yakni mozaik, watercolor dan sketsa. Gambar tersebut akan segera ia proses setelah customer mentransfer uang dengan waktu pengerjaan tiga sampai dengan empat hari. Ia mengaku bahwa dari seluruh proses produksi hingga packing ia garap sendiri tanpa dibantu oleh tenaga kerja dengan memanfaatkan waktu di sela-sela kesibukannya menjadi seorang mahasiswa. Hal inilah yang menurutnya menjadi kendala dalam proses produksi.

Media sosial kini sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Hal ini dimanfaatkannya untuk memasarkan produk dengan melalui instagram. Membuat akun instagram khusus untuk bisnisnya merupakan salah satu cara agar orang tahu bahwa ia menawarkan jasa untuk mereka yang sedang mencari kado unik dengan harga miring. Selain itu, ia bekerjasama dengan orang lain dalam hal memasarkan produk yang setiap bulannya orang tersebut akan dibayar. Biasanya, orang ini akan mengeposkan gambar dan meletakkan tagar di kiriman terpopuler secara rutin setiap harinya. Menurutnya, yang menjadi kendala ketika memasarkan produk di instagram adalah kebijakan dari pihak instagram dalam menerapkan pembayaran Instagram Ads atau akun bersponsor melalui kartu kredit serta syarat-syarat lain yang rumit, padahal dengan begitu usahanya akan semakin dikenal oleh masyarakat.

Kini bisnis yang dijalaninya pun sudah bisa dikatakan sukses. Dalam waktu sebulan omzet yang didapatkan bisa mencapai lebih dari 10 juta rupiah. Dalam hal keuangan, setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi ia hanya melakukan pencatatan tanpa dilakukannya pembukuan. Hal ini lagi-lagi disebabkan karena keterbatasan waktu yang tersedia.

Dari penjelasan di atas, saran yang dapat saya berikan untuk setiap kendala yang dialami oleh Novita mulai dari aspek produksi, pemasaran hingga keuangan yang pertama adalah merekrut tenaga kerja untuk membantunya dalam proses produksi. Dengan demikian, ia tidak lagi kesulitan membagi waktu antara tugas kuliah dengan urusan bisnis. Biasanya, pelaku bisnis kreatif kurang mempercayai orang lain dalam menangani proses produksi karena menurutnya hal ini berkaitan dengan skill. Padahal, kemampuan seperti ini bisa diajarkan, hitung-hitung membantu pemerintah dalam membuka lapangan kerja. Pemerintah tidak mampu menggarap semua aspek pembangunan karena sangat banyak membutuhkan anggaran belanja, personalia dan pengawasan. Oleh karena itu, wirausahawan diharapkan dapat membuka lapangan kerja karena pemerintah memiliki kemampuan yang sangat terbatas. Kedua, dalam segi pemasaran, promosi yang dilakukan mungkin bisa dengan cara lain seperti dengan mengendorse selebgram untuk mereview produk dagangannya tersebut atau bisa dengan melalui jasa paid promote yang biasanya diadakan oleh akun-akun instagram yang memiliki jumlah follower melimpah. Terakhir, kendala dalam aspek keuangan adalah keterbatasan waktu untuk melakukan pembukuan. Pemilik usaha pun sebenarnya sudah menyadari bahwa hal tersebut tidak baik jika tidak dilakukan karena hal tersebut dapat dijadikan bahan penilaian bisnis. Jika pemilik usaha merasakan hal seperti itu,  hal yang dapat saya sarankan adalah dengan mencari tenaga kerja yang paham akan akuntansi atau mungkin pembukuan tersebut dapat ia lakukan sendiri dengan membagi waktu dengan baik antara tugas kuliah yang harus dikerjakan dengan urusan bisnis yang dijalaninya.

296 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *