Elemen Laporan Keuangan

Berdasarkan empat laporan keuangan dapat diidentifikasi terdapat enam elemen laporan keuangan, yaitu: Aset, Utang, Ekuitas, Pendapatan, Biaya, dan Pengembalian/Pengambilan Ekuitas. Keenam elemen tersebut, dapat diartikan sebagai berikut:

Aset adalah jenis penggunaan dana* yang merupakan sumber daya ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan. Intinya segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan dan dapat menghasilkan dana bagi perusahaan. Contoh: kas, surat berharga, piutang, persediaan, perlengkapan, tanah, gedung, kendaraan, mesin, peralatan, dan lain-lain.

*Catatan: dana tidak selalu sama dengan uang tunai (kas).

Utang adalah salah satu sumber pemerolehan dana dari pinjaman pihak lain (kreditor), transaksi pembelian kredit, atau penggunaan barang/jasa belum dibayar. Utang wajib dilunasi oleh perusahaan. Contoh: utang usaha, utang dagang, utang bank, dan lain-lain.

Ekuitas adalah sumber pemerolehan dana yang berasal dari setoran pemilik dan akumulasi laba/rugi yang dihasilkan oleh perusahaan yang tidak dibagikan (laba ditahan). Khusus bagi usaha kecil mikro menengah, terkadang dalam elemen ekuitas juga ada sumber dana yang berasal dari pemerintah, seperti hibah atau sumbangan. Contoh: modal pemilik, modal saham, laba ditahan, dan hibah.

Pendapatan adalah sumber pemerolehan dana yang berasal dari aktivitas perusahaan, baik bersifat operasional maupun non-operasional. Intinya jika perusahaan melakukan suatu hal yang merupakan aktivitas perusahaan, seperti menjual barang dan atau jasa maka akan memperoleh pendapatan. Ketika Anda melakukan sesuatu atau memberikan sesuatu untuk pihak lain (pelanggan) maka Anda akan memperoleh pendapatan. Contoh: pendapatan usaha, pendapatan sewa, penjualan barang dagang, dan lain-lain.

Biaya adalah penggunaan dana yang merupakan pembayaran (non utang) yang dilakukan oleh perusahaan kepada pihak lain. Pada intinya, jika perusahaan menggunakan, memanfaatkan, atau menikmati sesuatu maka harus membayar biaya. Contoh: biaya gaji, biaya sewa, biaya iklan, biaya pemasaran, biaya listrik, dan lain-lain.

Pengembalian Ekuitas adalah penggunaan dana untuk kepentingan pemilik, baik berupa pengambilan untuk kepentingan pribadi (prive) atau pengembalian ekuitas kepada pemegang saham (dividen). Pengembalian ekuitas ini tidak selalu berujud uang tunai namun bisa juga berupa barang ataupun jasa. Contoh: prive (perusahaan perseorangan dan persekutuan) dan dividen (perusahaan perseroan).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *