“Butuh Camilan??? Ya Gorengan Pak Aan”

Oleh: Annisa Esti Rahayu

Siapa yang tidak tau tentang gorengan??? Pasti semua masyarakat tau tentang gorengan. Yap, gorengan merupakan makanan yang familiar didalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya familiar, tetapi juga menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Hal tersebut dikarenakan gorengan memiliki cita rasa yang enak dan memiliki rasa yang berbeda-beda sesuai dengan macamnya, selain itu gorengan bisa dimakan kapan saja, bisa saat pagi hari, siang hari, sore hari maupun pada malam hari dan harganya pun terjangkau apalagi dikantong mahasiswa. Nah seperti yang kita ketahui gorengan bisa menjadi camilan maupun lauk untuk makan. Biasanya gorengan banyak ditemui di pedagang kaki lima yang berada di jalan-jalan.

Salah satu tempat yang menjual gorengan di Yogyakarta adalah “Gorengan Khas Sunda” yang beralamat di Blok D29 Jalan Amatra I, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilik usaha adalah Pak Aan Anas beserta istrinya. “Gorengan Khas Sunda” ini buka mulai pukul 06.00-21.00. Akan tetapi jam buka tersebut disesuaikan dengan kondisi. Kenapa diberi nama “Gorengan Khas Sunda”??? Alasan pemilik adalah agar usahanya memiliki ciri khas yaitu Sunda yang terkenal dengan cirengnya. “Gorengan Khas Sunda” menjual berbagai macam gorengan, antara lain cireng, tempe, bakwan, tahu isi, molen pisang, molen ubi, piscok, dan tahu crispy. Harga gorengan ini yaitu jika membeli 3, maka kita membayar Rp 2000. Dan “Gorengan Khas Sunda” ini rame oleh pembeli.

“Gorengan Khas Sunda” dalam memproduksi berbagai macam jenis gorengan, perhari menghabiskan 7 kg tepung. Pemilik usaha dalam membeli bahan-bahan yang diperlukan yaitu membeli di pemasok, akan tetapi jika bahan-bahan yang diperlukan mengalami kerusakan maka pemilik mencari pemasok lain untuk mendapatkan kualitas yang baik. Apabila bahan-bahan yang dipakai pada hari itu masih tersisa maka akan dipakai pada hari selanjutnya. Kemudian pada saat jam buka pemilik menyediakan semua stok, apabila stoknya habis maka pemilik akan membuat stoknya lagi. “Gorengan Khas Sunda” ini seringkali terjual habis, akan tetapi jika hari itu makanan tidak terjual habis maka pemilik akan membagikannya kepada tetangga disekitarnya. Kendala produksinya adalah jika bahan baku mengalami kenaikan maka pemilik mengalami keuntungan yang lebih sedikit dari biasanya, dikarenakan pemilik tetap menjual dengan harga yang sama.

“Gorengan Khas Sunda” ini dalam memasarkan usahanya yaitu dengan cara memasang spanduk besar bertuliskan “Gorengan Khas Sunda” beserta menu-menunya serta nomor HP yang bisa dihubungi. Usaha ini rame oleh pembeli yang kebanyakan mahasiswa sehingga apabila mereka membeli gorengan, seringkali menceritakan tempat yang menjual kepada teman-temannya. Berarti dalam memasarkan usahanya, melalui mulut ke mulut. Akan tetapi, pemilik dalam memasarkan usahanya belum secara online.

Dalam bidang keuangan pemilik dari “Gorengan Khas Sunda” belum melakukan pencatatan maupun menyusun laporan keuangan. Jadi dalam menghitung laba belum bisa dipastikan secara tepat laba yang dihasilkan setiap harinya. Selain itu dalam berbelanja bahan-bahan baku juga masih menggunakan sistem kira-kira saja.

Menurut saya kendala dalam bidang produksi bisa diatasi dengan cara pemilik mengurangi ukuran gorengannya supaya keuntungan yang diperoleh tidak lebih sedikit dari biasanya. Sedangkan solusi untuk kendala dalam bidang pemasaran sebaiknya pemilik usaha memasarkan usahanya juga melalui berbagai media sosial sehingga bisa lebih dikenal dan meningkatkan keuntungan penjualan. Dan solusi untuk bidang keuangan, pemilik hendaknya menerapkan sistem catatan akuntansi yang sederhana, untuk mengetahui jumlah keuntungan yang dihasilkan.

Nah, sekian informasi yang bisa saya sampaikan. Butuh cemilan? Makanan ringan yang bisa dimakan kapan aja? Yukkk mampir ke “Gorengan Khas Sunda”.

470 comments

  1. Boleh juga kak untuk berbgi info ke Pak Aan atau istrinya mengenai catatan akuntansi sederhna supaya ilmu akuntansi smakin menyebar ☺

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *