Belum ke Jogja Kalau Belum Coba Bakpia Fadila

Oleh: Avinta Rizki Lestari

Bakpia Fadila merupakan salah satu bidang usaha UMKM khas oleh-oleh Jogja. Lokasinya berada di Jalan Purwodiningratan, NG 1 No. 776, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yoyakarta, 55261. Tokonya berada di pusat bakpia pathuk, tepatnya berada di belakang Bakpia Pathuk 75. Untuk memudahkan dalam menemukan lokasinya, kini sudah tersedia di google maps yang dapat dijangkau oleh siapa saja.

Bisnis UMKM ini sudah berdiri sejak tahun 2002 dan berkembang hingga sekarang. Motif didirikannya usaha ini adalah banyaknya industri bakpia pathuk disekitar rumah yang merupakan sentral dari pusat pembuatan bakpia. Pemberian nama Fadila diambil dari nama kedua anaknya yaitu (Addien Ismi Fadhila dan Fadhil Muh. Habibie) dengan pertimbangan mengambil unsur yang sama dari kedua nama anaknya tersebut, yaitu “Fadila”.

Awal mula memulai bisnis ini pemilik toko mengikuti kursus untuk membuat bakpia selama kurang lebih 1- 2 minggu. Ilmu yang didapatkannya tersebut beliau kembangkan hingga memperbaiki resepnya melalui penambahan inovasi guna menciptakan variasi rasa tersendiri. Usaha Bakpia Fadila merupakan bisnis keluarga yang melibatkan semua anggota keluarganya, mulai dari proses produksi, promosi, pemasaran, pengawasan, hingga pada pelayanan pada pelanggan.

Bahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatannya adalah tepung terigu. Bahan pelengkap lainnya, seperti minyak, air, keju, perisa coklat, kacang hijau, perisa arang yang digunakan untuk pembuatan kumbu, dan ubi. Lalu untuk perlatan yang digunakan antara lain, meja kompor, oven, gas elpiji, loyang, mesin giling, pisau, baskom, dan pengaduk adonan. Modal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis bakpia ini adalah sekitar 3 juta dan kini semakin bertambah seiring dengan semakin berkembangnya usaha. Hingga kini diperkirakan modal yang dikeluarkan mencapai 5 juta yang diperuntukkan untuk membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan guna menunjang berkembangnya bisnis keluarga. Selain uang, modal yang dikeluarkan juga berupa barang dan peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan. Pemilik juga mengatakan bahwa keuntungan yang didapatkannya ia gunakan untuk mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan hidup.

Walaupun usaha ini sudah memiliki nama, namun proses pengajuan hak miliknya belum dapat direalisasikan. Akan tetapi untuk pengajuan usaha ini sudah dilakukan dan sudah mendapat perijinan pendirian usaha dari pemerintah berdasarkan Depkes RI P-IRT No. 306347011612-21 dan sudah mendapat sertif halal serta lolos uji dari BPOM oleh MUI DIY No. 12100000250807. Hal ini diharapkan dapat menambah kepercayaan pelanggan atas produk makanan yang ditawarkan. Ada beberapa langkah yang ditempuh oleh pemilik untuk menarik minat pelanggannya, antara lain dengan melakukan promosi, berbagi bakpia gratis kepada teman –teman terdekat, menciptakan variasi rasa yang baru, dan mendesain kemasan agar terlihat menarik.

Promosi yang dilakukan untuk memperkenalkan bakpia fadila sudah ditempuh dengan melalui beberapa cara, antaralain melalui media sosial seperti whatsapp, instagram (@bakpiafadila), dan facebook (Bakpia Fadila). Selain melalui media sosial tersebut, promosi juga dilakukan secara langsung dari mulut ke mulut. Benefit yang akan diberikan kepada pelanggan setia Fadila berupa bonus bakpia, gratis ongkir bagi pemesanan dalam jumlah banyak, dan  pelanggan dapat mencampur variasi rasa bakpia sesuai  dengan seleranya.

Ada beberapa varian rasa yang tersedia di Bakpia Fadila, antaralain kacang hijau, coklat, keju, kumbu hitam, red velvet, dan green tea. Varian red velvet dan green tea merupakan produk yang limited edition, sehingga untuk bisa mendapatkan dan menikmati kelezatannya harus melalui ­pre-order terlebih dahulu. Yang membedakan bakpia fadila dengan bakpia lainnya terletak pada varian rasa kacang hijau yang menurut beberapa pelanggannya memiliki ciri khas tersendiri dalam segi rasa..Isi kemasan bakpia ini terdiri 20 butir bakpia dalam satu kotak dengan harga per kotak bakpia dipasang tarif sebesar Rp  25.000. Untuk pembelian dalam jumlah banyak juga telah disediakan kardus khusus yang dapat menampung 10-15 kotak bakpia.

Selain melayani pembelian secara langsung, bisnis ini juga melayani pembelian via online dan dapat menerima pesanan luar kota. Dalam hal mengantisipasi kerusakan yang terjadi selama proses pengiriman ke luar kota, pemilik berinovasi untuk mengemas bakpia dengan metode pengemasan vakum. Kebijakan ini diambil untuk membuat bakpia menjadi tahan lama dan menjaga kebersihan bakpia agar tetap higienis. Pastinya dengan metode pengemasan semacam ini akan ada tambahan biaya yang dibebankan sebesar Rp 3.000 per kemasan. Pengiriman dilakukan melalui JNE atau JNT dengan ongkos kirim ditanggung oleh pembeli.

Hambatan – hambatan yang dihadapi oleh Pak Joni ketika menjalankan bisnis nya adalah mengenai modal, waktu dan tenaga, berikut diantaranya:

  1. Waktu dan tenaga; karena pada saat memulai usaha ini, beliau masih menjadi karyawan bank sehingga bisnis ini hanya dilaksanakan di sela sela waktu senggangnya.
  2. Modal nya terbatas, sehingga pemilik mengalami kesulitan keuangan dalam melangsungkan bisnisnya.
  3. Persaingan pasar akibat banyaknya penjual-penjual bakpia disekitarnya

Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain :

  1. Memaksimalkan waktu sengganggnya dengan sebaik mungkin, menggencarkan promosi, dan melakukan produksi sesuai dengan pesanan terlebih dahulu agar mengurangi resiko tidak lakunya bakpia tersebut.
  2. Dalam hal modal, pemilik mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) di bank untuk melangsungkan bisnis nya agar tetap berjalan dan bertahan.
  3. Untuk menghadapi persaingan, langkah yang dilakukan adalah dengan mempertahankan kualitas dan cita rasa bakpia untuk menjaga kepercayaan pelanggan, karena berapapun harganya jika rasanya enak maka pelanggan akan tetap membelinya.

338 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *