Batang Kayu Berwujud Seni

Oleh: Suryani Puspitasari

UMKM (usaha mikro kecil menengah) usaha yang telah didirikan oleh seseorang. UMKM dapat meningkatkan pendapatan dan kreatifitas individu. UMKM juga bermanfaat di lingkungan masyarakat dengan adanya UMKM dapat menyerap tenaga kerja. Pemerintah juga mendukung dengan adanya UMKM di Indonesia.

Sesuai dengan judul yang saya tulis berikut sosok dibalik usaha ini. Saya telah melakukan wawancara UMKM yang berfokus pada penjualan mebel, UMKM ini bernama “Tono Mebel” yang terletak di Jalan Kaliurang KM 10, Ngebo RT 06/ RW 22, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta (087738332444). Usaha ini milik bapak Sartono yang berusia 35 Tahun. Usaha beliau baru berdiri pada tahun 2017 bulan September.

Cerita awal beliau bertekad untuk memutuskan membuka usaha pembuatan mebel ini karena beliau memang mencintai sebuah seni dari pembuatan mebel dari kayu, kakek dari beliau juga dahulu adalah seorang tukang kayu. Sebelumnya juga beliau seorang tukang kayu bekerja kepada orang yang memiliki toko mebel, jadi beliau memiliki kreatifitas dalam bidang mebel. Seni ukir dan pembuatan benda sudah melakat pada diri beliau.

Awal usaha berbekalkan modal peralatan yang kurang lengkap dan beliau berani mengambil resiko untuk meminjam dana usaha kepada koperasi usaha. Pertama beliau membuat furniture yang beliau tawarkan sendiri kepada teman-temanya. Mulai dari situ temannya banyak yang menyukai dengan hasil beliau. Hingga akhirnya beliau tidak hanya membuat furniture yang sesuai dengan desain beliau, namun beliau juga menerima request dari pelangan dengan desain yang mau dibuat. Tidak hanya desain yang dapat di minta oleh pelanggan jenis kayu juga menyesuaikan keinginan pelanggan. Beliau tidak hanya membuat furniture yang baru (pembuatan dari awal) beliau juga menerima jika pelangganya memiliki furniture yang sudah jelek (warnanya pudar, pintunya rusak) ingin diperbaiki seperti baru lagi. Tidak hanya pembuatan furniture beliau juga menerima pemasangan pintu dan jendela.

Beliau saat ini juga sudah memiliki 2 pekerja yang membantu usaha beliau. Pekerja satunya fokus pada pengecatan kayu sedangkan pekerja satunya membantu beliau membuat mebel dan pengiriman.Usaha beliau juga sudah mulai berkembang hingga meraih omset yang beliau raih dalam satu bulan 30 juta.

Hambataan yang dihadapi bapak Sartono

Hambatan Produksi :

Hambatan yang dihadapi bapak Sartono dalam produksi adalah pembuatan produk dengan minimnya pekerja bapak Sartono dan pemesanan mebel yang terhitung lumayan banyak sehingga perngerjaan pesanan mebel membutuhkan waktu lama.

Solusi :

Bapak Sartono dapat merekrut pekerja baru agar pengerjaan lebih efektif dan efisien.

Hambatan Pemasaran :

Pemasaran yang selama ini dilakukan bapak Sartono hanya kepada lingkupnya jadi beliau menerima pesanan hanya dari teman temannya. Usaha ini belum diketahu oleh masyarakat luas.

Solusi :

  1. Bapak Sartono dapat memasang nama Mebelnya di tempat usahanya.
  2. Mulai membuat iklan dengan banner jalanan atau sejenisnya.
  3. Dengan adanya media sosial bapak Sartono dapat mengiklankan usahanya di media sosial

Hambatan Keuangan :

Hambatan yang dihadapi bapak Sartono dalam keuangan adalah menghitung biaya yang telah digunakan dalam pembuatan satu set mebel.

Solusi :

Sebaiknya bapak Sartono mencatat segala keperluan yang dibutuhkan dalam pembuatan furniture sehingga bapak Sartono dapat menghitung keuntungan beliau.

257 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *