BANTULAH UMKM MENGATASINYA MASALAHNYA? (D3 Akuntansi)

Pelaku UMKM tidak serta merta langsung meraih kesuksesan dalam menjalankan usahanya. Banyak ragam permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di berbagai bidang dan berbagai usia. Pelaku usaha dengan usia lebih tua belum tentu lebih sukses dibanding usia muda, begitu pula sebaliknya.

Permasalahan yang dihadapi tidak hanya berhubungan dengan modal finansial pada saat pendirian usaha. Ketika usaha sudah jalan, berbagai permasalahan dapat dijumpai. Berikut ini merupakan beberapa contoh permasalahan yang mungkin akan Anda jumpai.

  1. Sebuah UMKM menerima pesanan dalam jumlah besar. Persediaan di UMKM tersebut tidak mencukupi. UMKM tersebut memiliki mesin dengan kapasitas hanya sepertiga dari pesanan yang diterima. UMKM tersebut memiliki saldo kas yang terbatas jika akan membeli mesin baru. Apa yang seharusnya dilakukan oleh UMKM, menerima atau menolak pesanan dengan mempertimbangkan cost and benefit?
  2. Sebuah UMKM terlihat mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Barang dagang di UMKM sering habis dan pelanggan terlihat ramai. Namun, ketika seeorang bertanya mengenai laba yang dihasilkan, pemilik tidak dapat menjelaskan secara rinci dan pemilik juga tidak mengetahui apakah selama ini perusahaan pernah mengalami rugi atau tidak. Apa penyebab kejadian ini dan bagaimana solusinya?
  3. Pemilik UMKM akan menentukan harga produk baru yang dihasilkan oleh UMKM miliknya. Namun, pemilik UMKM tersebut mengalami kesulitan untuk menentukan harga yang tepat untuk produk yang dihasilkan. Apa yang harus dilakukan oleh pemilik UMKM tersebut! Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penentuan harga produk? Dan bagaimana cara yang tepat untuk menentukan harga produk agar tidak kalah bersaing?
  4. Calon pelaku usaha memiliki modal finansial yang terbatas. Apa yang harus dilakukan oleh calon pelaku usaha tersebut agar usaha yang dijalankan sesuai dengan yang diharapkan?
  5. Pemilik sebuah UMKM akan membuka usaha baru. Namun, pemilik UMKM tersebut masih bingung dalam menentukan pilihan, usaha apa yang akan dijalankan dan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan serta diperhatikan? Menurut Anda, untuk tahun 2020 usaha apa yang cocok dijalankan dan hal-hal apa saja khususnya sisi keuangan yang harus dipertimbangkan oleh pemilik usaha tersebut.

Beberapa permasalahan dan pertanyaan tersebut hanya sebagian kecil permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha. Bantulah mereka dengan penjelasan yang cukup. Posisikan diri Anda sebagai konsultan pelaku UMKM. Semangat belajar.

75 comments

  1. 1. Menurut saya, UMKM harus menerima pesanan tersebut. Walaupun pesanannya dalam jumlah besar, sementara pesediaannya tidak mencukupi, mesinnya terbatas dan untuk membeli mesin baru saldo kasnya tidak cukup, tetapi UMKM ini dapat berkolaborasi/bekerjasama dengan UMKM lain yang memproduksi barang yang sama agar dapat memenuhi jumlah pesanan yang dibutuhkan pelanggan. Tentunya sudah disepakati terebih dahulu mengenai sistem bagi hasilnya serta ketentuan-ketentuan lainnya, seperti produksi agar sesuai dengan SOP dan barang yang dihasilkan sesuai standar. Keputusan ini tentu mempertimbangkan pada cost and benefit yaitu kepercayaan pelanggan terhadap kapabilitas dan kualitas perusahaan.
    2. Penyebab UMKM tidak tahu laba yang dihasilkan:
    a) UMKM tidak menerapkan akuntansi dalam menjalankan usahanya, salah satunya bisa disebabkan karena mereka kurang mengenali pentingnya penerapan akuntansi dalam usaha.
    b) Tidak melakukan pencatatan secara rinci, sehingga hanya mengira-ngira saja.
    c) UMKM tidak membuat laporan laba rugi, sehingga tidak ada perhitungannya.
    3. Faktor-faktor yang memengauhi penentuan harga produk:
    a) Retur Pembelian
    b) Potongan Pembelian
    c) Beban Angkut Pembelian
    d) Keringanan harga prouduk
    e) Harga pasar
    Cara yang tepat menentukan harga pokok agar dapat bersaing:
    a) Mengetahui elemen penentu HPP, seperti persediaa awal, pesediaan akhir, pembelian besih, biaya bahan baku produksi, ongkos tenaga kerja, dan biaya ovehead.
    b) Contoh menghitung HPP :
    Misal, UMKM memiliki pembelian bersih Rp6.000.000, persediaan barang awal Rp2.000.000, Persediaan barang akhir Rp3.000.000,
    Penghitungannya adalah :
    Pembelian bersih + persediaan barang awal
    Barang tersedia untuk dijual Rp6.000.000 + Rp2.000.000 = Rp8.000.000
    Harga Pokok Penjualan Rp8.000.000 – Rp. 3.000.000 = Rp5.000.000
    Jadi harga pokok penjualan Anda adalah Rp5.000.000
    4. Yang harus dilakukan calon pelaku usaha agar usaha sesuai harapan di mana modal finansialnya terbatas:
    a) Calon pelaku usaha disarankan memilih bisnis yang dikuasai.
    b) Bekerjasama dengan pihak lain
    c) Jangan menggunakan pihak ketiga buat promosi (misal agency/konsultan), karena akan akan biaya yang akan dikeluarkan untuk membayar jasa mereka. Solusinya calon pelaku usaha tersebut dapat memberitahu bisnisnya ke teman-temannya. Dengan begitu akan ada 2 kemungkinan, yaitu temannya bisa menjadi calon pelanggan atau menjadi mitra bisnis.
    d) Membuat prioritas, karena modal finansial yang terbatas, maka arus kas harus betul-betul dijaga. Itulah mengapa calaon pelaku usaha hatus membuat prioritas terhadap proyek-proyek yanga akan dilakukan dalam waktu dekat dan berapa anggaran biayanya.
    e) Jangan buru-buru meminjam dana ke bank. Ajaklah teman-teman/saudara untuk investasi di usaha.
    f) Usaha dengan keras, tanamkan prisnsip modal pas-pasan+kerja keras=memuaskan.
    5. Menurut saya, untuk tahun 2020 usaha yang cocok dijalankan dan sisi keuangan yang harus dipertimbangkan oleh pemilik usaha adalah:
    a) Bisnis kursus secara online- biaya tenaga kerja
    b) Bisnis jasa desain grafis- biaya tenaga kerja
    c) Bisnis jasa penulisan artikel dan copywriter- biaya tenaga kerja
    d) Bisnis jasa pemasaran online-biaya tenaga kerja
    e) Membangun startup digital media
    f) Online shop-harga pokok
    g) Bisnis jasa pembuatan website/blog
    h) Bisnis pengembangan aplikasi mobile

  2. 1. Menurut saya menerima saja, mungkin dengan bekerja sama dengan UMKM lain dalam memproduksi pesanan tersebut.
    2. Karena mereka memang tidak membuat melakukan pembukuan secara rinci sehingga ketika ditanyai laba pun mereka tidak menjelaskannya secara rinci. Solusinya adalah mengajarkan kepada mereka untuk membuat laporan keuangan secara rinci misal laporan neraca dan laba rugi saja tidak usah banyak-banyak seperti laporan keuangan di perusahaan besar, serta mengajarkan kepada mereka untuk bisa membaca dan menganalisis laporan keuangan yang telah mereka buat.
    3. sebaiknya pemilik umkm mengetahui apa saja elemen yang dapat menetukan harga pokok produknya seperti : persediaan awal, persediaan akhir, pembelian bersih, biaya bahan baku, biya overhead, dan juga ongkos tenaga kerjanya.
    4. Calon pelaku usaha sebaiknya mulai mengumpulkan modal usaha dengan memanfaatkan lembaga pendanaan yang ada.
    5. menurut saya usaha yang cocok ialah usaha kerajinan misal souvenir atau perabotan unik. hal yang perlu dipertimbangkan adalah modal usaha dan biaya biaya produksi

  3. 1. Menurut saya yang harus dilakukan oleh umkm adalah berkerjasama dengan umkm yang menghasilkan produk yang sama. Dengan mempertimbangan cost and benefit yang dapat diambil oleh umkm adalah dengan bekerjasama dengan umkm lain.
    2. Penyebabnya yaitu karena umkm tidak mencatat setiap transaksi yang ada serta tidak memiliki laporan keuangan umkm. Solusinya yaitu memberikan solusi kepada umkm bagaimana pentingnya laporan keuangan bagi umkm karena dengan laporan keuangan umkm akan mengetahui pengeluaran serta pendapatan dan laba rugi dari umkm.
    3. Faktor-faktor yang dapat mempengar hi penentuan harga yaitu :
    A. Faktor intern
    -sasaran pemasaran
    -strategi marketing
    -biaya
    -pertimbangan organisasi
    B. Faktor eksternal
    – permintaan dan penawaran
    – biaya, harga dan tawaran pesaing
    Cara yang tepat untuk menentukan harga produk agar tidak kalah saing adalah dengan menghitung biaya produksi terlebih dahulu ,mempertimbangan metode penjualan, dan tetapkan harga sesuai dengan pasar.
    4. Agar usaha sesuai dengan yang dijalankan maka pelaku usaha harus melakukan pinjaman karena masalah utama nya adalah modal finansial yang terbatas dengan melakukan pinjaman maka akan akan menambah finansial pelaku usaha dan akan tercapai seperti apa yang diharapkan.
    5. Karena tahun 2020 sampah semakin menumpuk maka menurut saya, saya ingin membuka usaha dibidang usaha yang dapat mengurangi penggunaan sampah plastik yaitu dengan membuat usaha kantong organik yang mengganti kantong plastik. Dan hal-hal khusus sisi keuangan yang harus dipertimbangkan yaitu menetapkan pengeluaran serta keuntungan yang akan didapatkan, mempertimbangkan modal dan apakah membutuhkan utang atau tidaknya serta biaya-biaya apa yang dikeluarkan dalam produksi tersebut.

  4. 1. Menurut pendapat saya, UMKM tersebut sebaiknya menerima pesanan tersebut. Dengan menggunakan strategi mencari UMKM sejenis lain dan melakukan kemitraan dengan mereka dibawah pengawasan UMKM tersebut. Strategi ini jamak dilakukan oleh pelaku usaha riil. Syaratnya adalah adanya SPK (Surat Perintah Kerja) dari pembeli. Di SPK akan jelas terlihat spek dan jumlah barang yang harus disediakan, dan termin pembayaran. Dengan strategi tersebut akan mengeluarkan cost yang tidak terlalu besar seperti : tambahan waktu yang harus diluangkan untuk membuka koneksi dan membangun kerjasama dan benefit seperti uang dan kepercayaan (karena berhasil memenuhi permintaan)

    2. Sistem pencatatan laporan keuangannya dan penganalisisan laporan keuangannya belum berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur yang ada oleh karena itu perlu adanya perbaikan dalam sistem analisis di UMKM sesuai dengan SAK-EMKM berdasarkan ragam transaksi yang terjadi di UMKM.

    3. Yang harus dilakukan oleh pemilik UMKM ketika mengalami kesulitan untuk menentukan harga yang tepat untuk produk yang dihasilkan yaitu dengan menentukan tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis. selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga setelah itu menentukan strategi penetapan harga untuk produk baru
    Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga produk
    a. Faktor-faktor Intern.
    • Sasaran Pemasaran.
    • Strategi Marketing-Mix.
    • Biaya.
    • Pertimbangan Organisasi.
    b. Faktor-faktor Ekstern.
    • Pasar dan Permintaan.
    • Biaya, Harga dan Tawaran Pesaing.
    • Faktor-faktor Eksternal Lainnya
    agar dapat bersaing dengan produk lain terdapat 2 (dua) alternatif strategi penetapan harga, yaitu:
    a. Harga Mengapung (Skimming Price)
    Memberikan harga tinggi untuk menutup biaya dan menghasilkan laba maksimum (perusahaan dapat meyakinkan konsumen bahwa produknya berbeda dengan produk sejenis yang lain). Pendekatan skimming sangat efektif jika terdapat diferensiasi harga pada segmen tertentu dan pesaing relatif sedikit. Skimming juga dapat dimanfaatkan untuk membatasi permintaan sampai perusahaan merasa siap untuk melakukan produksi masal. Apalagi skimming dapat meningkatkan nilai produk menjadi sangat prestisius.
    b. Harga Penetrasi
    Memberikan harga rendah untuk menciptakan pangsa pasar dan permintaan, strategi ini dapat diterapankan pada situasi pasar tidak terfragmentasi ke dalam segmen yang berbeda, serta produk tersebut tidak mempunyai nilai simbolis yang tinggi. Pendekatan ini juga efektif terhadap sasaran pasar yang sensitif harga
    4. Anda bisa memanfaatkan berbagai lembaga pendanaan yang menawarkan modal pembiayaan berbasis sistem equity crowd funding. Melalui fasilitas ini, Anda bisa mendapatkan modal usaha dari orang-orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha, termasuk usaha skala kecil menengah (UKM).
    Tentunya, ada beberapa syarat yang harus Anda lengkapi untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai perusahaan tersebut. Namun, syarat tersebut tidak serumit jika Anda meminjam dana dari bank.
    5. Menurut saya pada tahun 2020 tren seputar fashion akan meningkat di Indonesia. Jika pelaku UMKM tersebut memiliki ketertarikan dan pengetahuan baik dalam dunia fashion, maka usaha ini dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan bersama usaha sebelumnya. Namun sebelum memulai usaha ini, pemilik usaha harus mempertimbangkan berbagai hal antara lain modal usaha dan menentukan apakah usaha ini memiliki pabrik konveksi sendiri atau distribusi dari konveksi luar. Jika pemilik memutuskan untuk memiliki usaha yang berdiri sendiri dengan memiliki usaha koveksi sendiri maka pemilik juga harus memperhatikan biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan perusahaan serta biaya lain sebagai pendukung berdirinya usaha tersebut. Selain itu pemilik UMKM juga harus memperhatikan pasar serta target pasar yang dituju agar pejualan produk dapat tepat sasaran.

  5. 1. Setelah mempertimbangkan cost and benefit sebaiknya pemilik UMKM menolak pesanan tersebut karena jika UMKM menerima pesanan maka dikhawatirkan kemungkinan yang akan terjadi adalah keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya pengadaan mesin dan biaya operasional. Sehingga jika UMKM tetap menerima pesanan dapat mengakibatkan kerugian pada usahanya.

    2. Penyebab tidak diketahuinya apakah usaha tersebut pernah mengalami kerugian atau tidak ialah karena perusahaan tersebut tidak melakukan pembukuan dalam menjalankan usahanya. Padahal dengan melakukan pembukuan dapat memberikan informasi tentang kesehatan perusahaan termasuk mengetahui jumlah laba atau kerugian perusahaan. Oleh karena itu, solusi untuk mengatasi kejadian ini adalah dengan melakukan pembukuan sederhana pada UMKM.

    3. Pemilik UMKM harus memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi harga sebuah produk. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual produk dan cara menentukan harga produk tersebut antara lain:

    a. Konsumen, pemilik harus memenentukan harga jual sesuai dengan daya beli konsumen yang menjadi target market.
    b. Biaya, pemilik harus menghitung semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut jangan sampai menjual produk terlalu murah sehingga tidak mampu menutup semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut.
    c. Kompetitor, pemilik perlu mengetahui harga pasar untuk produk sejenis yang ditawarkan oleh competitor. Jika produk yang dihasilkan baik maka tidak ada salahnya mematok harga lebih tinggi daripada kompetitor.
    d. Keuntungan Usaha, harga jual produk bias dikatakan pantas apabila dapat memberikan laba sesuai dengan yang diharapkan.

    4. Merintis sebuah usaha selain memerlukan niat dan tenaga juga memerlukan modal untuk terus mengembangkan usahanya. Usaha tersebut dapat dibangun dengan modal yang berasal dari milik pribadi ataupun dari luar (pinjaman). Ada berbagai cara untuk menambah modal saat ingin membangun usaha antara lain yaitu:
    a. Mengajak teman untuk menjadi rekan bisnis dalam usaha agar hasil penggabungan modal mampu untuk membangun sebuah usaha.
    b. Mencari pinjaman modal yang dapat berasal dari sanak saudara atau lembaga pinjaman modal.

    5. Menurut saya pada tahun 2020 tren seputar fashion akan meningkat di Indonesia. Jika pelaku UMKM tersebut memiliki ketertarikan dan pengetahuan baik dalam dunia fashion, maka usaha ini dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan bersama usaha sebelumnya. Namun sebelum memulai usaha ini, pemilik usaha harus mempertimbangkan berbagai hal antara lain modal usaha dan menentukan apakah usaha ini memiliki pabrik konveksi sendiri atau distribusi dari konveksi luar. Jika pemilik memutuskan untuk memiliki usaha yang berdiri sendiri dengan memiliki usaha koveksi sendiri maka pemilik juga harus memperhatikan biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan perusahaan serta biaya lain sebagai pendukung berdirinya usaha tersebut. Selain itu pemilik UMKM juga harus memperhatikan pasar serta target pasar yang dituju agar pejualan produk dapat tepat sasaran.

  6. 1. Setelah mempertimbangkan cost and benefit sebaiknya pemilik UMKM menolak pesanan tersebut karena jika UMKM menerima pesanan maka dikhawatirkan kemungkinan yang akan terjadi adalah keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya pengadaan mesin dan biaya operasional. Sehingga jika UMKM tetap menerima pesanan dapat mengakibatkan kerugian pada usahanya.

    2. Penyebab tidak diketahuinya apakah usaha tersebut pernah mengalami kerugian atau tidak ialah karena perusahaan tersebut tidak melakukan pembukuan dalam menjalankan usahanya. Padahal dengan melakukan pembukuan dapat memberikan informasi tentang kesehatan perusahaan termasuk mengetahui jumlah laba atau kerugian perusahaan. Oleh karena itu, solusi untuk mengatasi kejadian ini adalah dengan melakukan pembukuan sederhana pada UMKM.

    3. Pemilik UMKM harus memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi harga sebuah produk. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual produk dan cara menentukan harga produk tersebut antara lain:

    a. Konsumen, pemilik harus memenentukan harga jual sesuai dengan daya beli konsumen yang menjadi target market.
    b. Biaya, pemilik harus menghitung semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut jangan sampai menjual produk terlalu murah sehingga tidak mampu menutup semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut.
    c. Kompetitor, pemilik perlu mengetahui harga pasar untuk produk sejenis yang ditawarkan oleh competitor. Jika produk yang dihasilkan baik maka tidak ada salahnya mematok harga lebih tinggi daripada kompetitor.
    d. Keuntungan Usaha, harga jual produk bias dikatakan pantas apabila dapat memberikan laba sesuai dengan yang diharapkan.

    4. Merintis sebuah usaha selain memerlukan niat dan tenaga juga memerlukan modal untuk terus mengembangkan usahanya. Usaha tersebut dapat dibangun dengan modal yang berasal dari milik pribadi ataupun dari luar (pinjaman). Ada berbagai cara untuk menambah modal saat ingin membangun usaha antara lain yaitu:
    a. Mengajak teman untuk menjadi rekan bisnis dalam usaha agar hasil penggabungan modal mampu untuk membangun sebuah usaha.
    b. Mencari pinjaman modal yang dapat berasal dari sanak saudara atau lembaga pinjaman modal.

    5. Menurut saya pada tahun 2020 tren seputar fashion akan meningkat di Indonesia. Jika pelaku UMKM tersebut memiliki ketertarikan dan pengetahuan baik dalam dunia fashion, maka usaha ini dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan bersama usaha sebelumnya. Namun sebelum memulai usaha ini, pemilik usaha harus mempertimbangkan berbagai hal antara lain modal usaha dan menentukan apakah usaha ini memiliki pabrik konveksi sendiri atau distribusi dari konveksi luar. Jika pemilik memutuskan untuk memiliki usaha yang berdiri sendiri dengan memiliki usaha koveksi sendiri maka pemilik juga harus memperhatikan biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan perusahaan serta biaya lain sebagai pendukung berdirinya usaha tersebut. Selain itu pemilik UMKM juga harus memperhatikan pasar serta target pasar yang dituju agar pejualan produk dapat tepat sasaran.

  7. 1. Setelah mempertimbangkan cost and benefit sebaiknya pemilik UMKM menolak pesanan tersebut karena jika UMKM menerima pesanan maka dikhawatirkan kemungkinan yang akan terjadi adalah keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya pengadaan mesin dan biaya operasional. Sehingga jika UMKM tetap menerima pesanan dapat mengakibatkan kerugian pada usahanya.

    2. Penyebab tidak diketahuinya apakah usaha tersebut pernah mengalami kerugian atau tidak ialah karena perusahaan tersebut tidak melakukan pembukuan dalam menjalankan usahanya. Padahal dengan melakukan pembukuan dapat memberikan informasi tentang kesehatan perusahaan termasuk mengetahui jumlah laba atau kerugian perusahaan. Oleh karena itu, solusi untuk mengatasi kejadian ini adalah dengan melakukan pembukuan sederhana pada UMKM.

    3. Pemilik UMKM harus memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi harga sebuah produk. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual produk dan cara menentukan harga produk tersebut antara lain:

    a. Konsumen, pemilik harus memenentukan harga jual sesuai dengan daya beli konsumen yang menjadi target market.
    b. Biaya, pemilik harus menghitung semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut jangan sampai menjual produk terlalu murah sehingga tidak mampu menutup semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut.
    c. Kompetitor, pemilik perlu mengetahui harga pasar untuk produk sejenis yang ditawarkan oleh competitor. Jika produk yang dihasilkan baik maka tidak ada salahnya mematok harga lebih tinggi daripada kompetitor.
    d. Keuntungan Usaha, harga jual produk bias dikatakan pantas apabila dapat memberikan laba sesuai dengan yang diharapkan.

    4. Merintis sebuah usaha selain memerlukan niat dan tenaga juga memerlukan modal untuk terus mengembangkan usahanya. Usaha tersebut dapat dibangun dengan modal yang berasal dari milik pribadi ataupun dari luar (pinjaman). Ada berbagai cara untuk menambah modal saat ingin membangun usaha antara lain yaitu:
    a. Mengajak teman untuk menjadi rekan bisnis dalam usaha agar hasil penggabungan modal mampu untuk membangun sebuah usaha.
    b. Mencari pinjaman modal yang dapat berasal dari sanak saudara atau lembaga pinjaman modal.

    5. Menurut saya pada tahun 2020 tren seputar fashion akan meningkat di Indonesia. Jika pelaku UMKM tersebut memiliki ketertarikan dan pengetahuan baik dalam dunia fashion, maka usaha ini dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan bersama usaha sebelumnya. Namun sebelum memulai usaha ini, pemilik usaha harus mempertimbangkan berbagai hal antara lain modal usaha dan menentukan apakah usaha ini memiliki pabrik konveksi sendiri atau distribusi dari konveksi luar. Jika pemilik memutuskan untuk memiliki usaha yang berdiri sendiri dengan memiliki usaha koveksi sendiri maka pemilik juga harus memperhatikan biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan perusahaan serta biaya lain sebagai pendukung berdirinya usaha tersebut. Selain itu pemilik UMKM juga harus memperhatikan pasar serta target pasar yang dituju agar pejualan produk dapat tepat sasaran.

  8. 1. Tetap menerima pesanan tersebut, karena dengan pesanan adalah cara untuk selalu mengembangkan usaha. Persediaan tidak mencukupi, mesin juga tidak sepenuhnya, dank as terbatas bukan alasan untuk kita menolak pesanan dari konsumen. Semua bisa di usahakan secara maksimal oleh perusahaan. Dengan alternative kita dapat melimpahkan sebagian pesanan terhadap usaha yang sejenis yang standar sama dengan milik sendiri dan untuk hasilnya dapat di bagi sesuai kesepakatan peranjian yang dibuat sebelumnya Dapat menambah pemasukan dengan kemampuan yang dimiliki secara maksimal.

    2. Pemilik tidak mengetahui apakah usahanya itu laba dan bahakan malah rugi, karena pemilik tidak menggunakan pencatatan atau akuntansi sewajarnya untuk usahanya. Sehingga tidak memiliki record atas udahanya yang berimbas tidak tahu sudah sejauh mana perusahaan berkembang. Solusinya jelas, pemilik harus segera melakukan pencatatan didalam usahanya, pencatatan sederhana yang cocok dan mudah di rasa oleh pemilik tersebut.

    3. Faktor yang mempengaruhi penetapan harga yaitu:
    faktor intern yaitu dapat berupa sasaran pemasaran dari perusahaan, strategi marketing Mix , biaya serta pertimbangan dari perusahaan tersebut, adapula faktor ekstern yaitu harus bisa memahami pasar dan permintaan oleh pasar seperti apa. Biaya dan hargatawaran dari pesaing juga dan faktor lainya yaitu misal kondisi ekonomi. Startegi dalam menentukan harga pokoknya dapat dilakukan dengan menghitung biaya produksi ditinjau dari biaya material. Biaya tenaga, dan biaya lainnya.

    4. Kekurangan modal adalah hal biasa setiap orang dalam mengawali bisnis. Kekurangan modal finansial dapat diatasi dengan kita sebagai pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman kepada bank atau lembaga pemberi pinjaman lainnya (koperasi) atau lainnya, selain itu juga modal dapat diperoleh dengan pinjaman kepada keluarga atau teman.

    5. Tahun 2020, menurut saya usaha yang akan tetap eksis adalah kuliner atau makanan. Munculnya ide ide kreatif makanan akan terus berkembang dan dapat selalu menarik konsumen. Dan setiap usaha akan selalu dihadapkan untuk mempertimbangkan masalah keuangannya.

  9. 1. Coba diatasi dengan beberapa kali produksi jika pelau UMKM tidak bisa membeli mesin untuk produksi yg lebih banyak
    2. Mungkin pelaku UMKM tersebut belum melakukan pembukuan, maka akan terjadi permasalahan seperti itu. Dan pelaku UMKM tersebut harus melakukan pembukuan agar semua bisa di analisis atau di cek dengan jelas
    3. Faktor nya adalah harga bahan baku, tenaga kerja, bahan pembantu, makan pelaku UMKM harus a menghitung itu perproduk menghabiskan berapa bahan baku dan bahan bahan lainnya jadi nanti bisa tau berapa harga produknya
    4. Memulai usaha yang kecil dulu jika nanti sudah memperoleh laba yg besar maka kembangkan sesuai dengan keinginan
    5. Usaha yang cocok di tahun 2020 adalah usaha kuliner kekinian, mungkin dengan inovasi usaha kuliner akan digemari masyarakat. Karena anak muda jaman sekarang senang dengan kuliner kuliner yang berinovasi atau bisa dibilang aneh

  10. Cedar Aisyah S – 18809134080/Akt B

    1. Menurut Saya, UMKM tersebut tetap membeli mesin dengan kapasitas yang dibutuhkan namun tetap mencari harga terbaik (yang termurah) walau saldo kas terbatas, karena dalam hal ini adalah pesanan produksi yang akan sangat membantu mengembangkan usahannya, dan pemesan diharapkan bisa membayar DP 50% atau lebih untuk menambah saldo kas yang ada.

    2. Menurut Saya penyebabnya adalah belum dibuat laporan keuangan umkm, sehingga diharapkan penjual dapat menyusun laporan keuangan agar dapat mengetahui laba yang jelas.

    3. Pemilik umkm dapat menentukan harga pokok produk dengan mempertimbangkan faktor harga beli bahan baku, ongkos pengiriman (jika ada), retur penjualan, harga beli dengan memilih harga terbaik dari pemasok

    4. Pemilik umkm bisa mencari tambahan modal melalui pinjaman bank, atau mencari investor yang mau menanamkan modalnya untuk mengembangkan usahanya

    5. Menurut saya, calon pelaku umkm bisa mengamati kebutuhan yang ada dimasyarakat terlebih dahulu lalu kemudian melihat peluang pasar yang ada. Semakin maraknya bisnis kopi dengan franchise kemungkinan akan menjadi trend pada tahun 2020. Namun, dengan maraknya bisnis ini modal yang memadai diharapkan telah dipersiapkan oleh calon pemilik bisnis. Karena bahan baku kopi sendiri ada banyak macamnya, dan harganya cenderung fluktuaktif akibat panen petani kopi yang tergantung dengan cuaca di daerah penghasil kopi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

  11. 1. Menolak, karena jika UMKM tetap menerima pesanan makan akan menjadi beban tanggungan yang cukup besar. Pertama dari mesin yang tidak bisa memproduksi barang dalam jumlah besar jika UMKM tersebut membeli alat baru maka kas yang digunakan untuk menanggung masa produksi juga ikut berkurang dan dapat menyebabkan kerugian
    2. Kurang pengetahuan tentang membuat laporan keuangan salah satunya, setahu pelaku UMKM mereka memperkirakan akan mendapat lama karena ramainya pembeli padahal belum tentu. Solusinya pelaku UMKM harus memperkerjakan seorang akuntan untuk membuat laporan keuangan secara berkala
    3. Pemilik UMKM harus memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi harga sebuah produk. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual produk dan cara menentukan harga produk tersebut antara lain:

    a. Konsumen, pemilik harus memenentukan harga jual sesuai dengan daya beli konsumen yang menjadi target market.
    b. Biaya, pemilik harus menghitung semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut jangan sampai menjual produk terlalu murah sehingga tidak mampu menutup semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut.
    c. Kompetitor, pemilik perlu mengetahui harga pasar untuk produk sejenis yang ditawarkan oleh competitor. Jika produk yang dihasilkan baik maka tidak ada salahnya mematok harga lebih tinggi daripada kompetitor.
    d. Keuntungan Usaha, harga jual produk bias dikatakan pantas apabila dapat memberikan laba sesuai dengan yang diharapkan.

    4. Anda bisa memanfaatkan berbagai lembaga pendanaan yang menawarkan modal pembiayaan berbasis sistem equity crowd funding. Melalui fasilitas ini, Anda bisa mendapatkan modal usaha dari orang-orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha, termasuk usaha skala kecil menengah (UKM). Tentunya, ada beberapa syarat yang harus Anda lengkapi untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai perusahaan tersebut. Namun, syarat tersebut tidak serumit jika Anda meminjam dana dari bank.
    5. Menurut saya pada tahun 2020 tren seputar fashion akan meningkat di Indonesia. Jika pelaku UMKM tersebut memiliki ketertarikan dan pengetahuan baik dalam dunia fashion, maka usaha ini dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan bersama usaha sebelumnya. Namun sebelum memulai usaha ini, pemilik usaha harus mempertimbangkan berbagai hal antara lain modal usaha dan menentukan apakah usaha ini memiliki pabrik konveksi sendiri atau distribusi dari konveksi luar. Jika pemilik memutuskan untuk memiliki usaha yang berdiri sendiri dengan memiliki usaha koveksi sendiri maka pemilik juga harus memperhatikan biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan perusahaan serta biaya lain sebagai pendukung berdirinya usaha tersebut. Selain itu pemilik UMKM juga harus memperhatikan pasar serta target pasar yang dituju agar pejualan produk dapat tepat sasaran.

  12. 1. Menurut saya sendiri untuk kasus seperti ini tergantung dari jangka waktu pesanan, jika dari konsumen menghendaki jangka waktu yang dekat untuk hasilnya, lebih baik UMKM tersebut menolaknya, karena mengingat jumlah kas yang terbatas jika dipaksakan dalam memenuhi kebutuhan mesin produksi bisa jadi akan membuat kas defisit. Namun jika pesanan tersebut tidak berpatokan pada jangka waktu, maka lebih baik menerima pesanan dengan cara menambah mesin produksi dengan pembayaran secara kredit supaya tidak memaksakan keadaan kas. Alternatif lain yaitu menambah dari segi SDM-nya untuk lebih menekan pengeluaran kas. Kesimpulannya tergantung dari segi perhitungan keuntungan lebih menguntungkan untuk merekrut karyawan atau membeli mesin produksi dengan pembayaran secara kredit.
    2. Penyebab utama dari kasus tersebut dikarenakan kurang pahamnya pelaku UMKM dalam menyusun laporan laba rugi beserta laporan keuangan yang ada sebelum pada laporan laba rugi, atau mungkin dari pihak UMKM kurang dapat membaca laba ataupun kerugian yang dialami pelaku UMKM pada setiap periodenya. Solusinya bisa dengan mengikuti pelatihan akuntansi ataupun seminar-seminar tentang akuntansi, bisa juga dengan merekrut orang yang ahli di bidangnya atau dengan belajar dari ahlinya supaya tidak mengeluarkan biaya dari segi gaji karyawan. Selain itu memberikan edukasi tentang membuat laporan keuangan ataupun laba rugi kepada karyawan sehingga dalam membuat laporan keuangan tidak terjadi kesalahan.
    3. Faktor yang harus diperhatikan dalam menetapkan harga sebuah produk, antara lain terdiri dari: kurva permintaan, biaya produk, harga pesaing. Cara menentukan harga produk yaitu menjumlahkan semua total bahan produksi per unit serta biaya beban yang akan ditanggung nantinya, jika sudah ditemukan hasilnya maka setelahnya bagi total biaya produksi dengan jumlah yang akan produksi (Total biaya : jumlah yang akan diproduksi = biaya per produk ). Lalu tentukan laba yang diinginkan ( Laba yang diinginkan (%) x biaya per produk = hasil + biaya per produk = harga jual). Dan yang terpenting pemilik UMKM perhatikan juga jumlah produk yag ingin dibuat tersebut, mungkin tidak produk akan terjual semua. Oleh karenya pemilik UMKM harus memiliki target minimal produk yg harus terjual
    4. Mungkin dengan memiliki tabungan yang cukup untuk membuat atau mendirikan sebuah usaha yang di impikan sehingga tidak perlu mengambil pinjaman ke bank atau lembaga non bank lainnya, atau jika sang pelaku usaha sudah memiliki UMKM maka untuk memnuhi perlengkapan dan peralatan produksi bisa dengan membelinya dengan pembayaran secara kredit menggunakan termin yang tidak memberatkan
    5. Mempersiapkan modal serta rencana-rencana yang akan diperbuat untuk UMKM dikedepannya, untuk 2020 mungkin lebih melihat trend pasar atau pun kurva permintaan yang kemungkinan akan dibutuhkan oleh banyak orang, setidaknya pintar dalam membaca situasi sekitar dan yang akan datangdemi terbangunnya UMKM

  13. 1. Menerima dengan mencari mitra UMKM sejenis dengan syarat SPK. Cost : dibutuhkan banyak waktu untuk menjalin kerjasama. Benefit : pendapatan yg maksimal dan kepercayaan dari pelanggan.
    2. Karena selama ini UMKM tidak pernah melakukan pembukuan atas penghasilan yg didapatkan. UMKM hanya tau berapa pendapatan per-harinya tanpa tau penghasilan bersihnya.
    3. a Penetapan harga berdasarkan biaya
    b. Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor
    c. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan
    4. Mampu berpikir dengan kreatif shg mampu mengganti bahan2 dengan harga yg lbh terjangkau dan atau dengan membuat produk dengan sistem po menggunakan uang muka.
    5. Pelaku umkm harus mampu menganalisis apa yg dibutuhkan oleh pasar dan prospek untuk usaha kedepannya. Untuk tahun 2020 usaha yg lebih cocok adalah jenis2 usaha dalam bidang pengembangan teknologi.

  14. 1. Setelah mempertimbangkan cost and benefit sebaiknya pemilik UMKM menolak pesanan tersebut karena jika UMKM menerima pesanan maka kemungkinan yang akan terjadi adalah keuntungan tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya pengadaan mesin dan biaya operasional. Intinya jangan menerima pesanan tersebut, jika menerima akan mengalami kerugian.

    2. Akibatnya adalah ketidaktahuan pengusaha tersebut mengenai pembukuan pada usahanya dan pendidikian yang rendah, solusinya adalah mengundang konsultan akuntan, dan mempelajari mengenai akuntansi UMKM, lalu menerapkanya pada usahanya.

    3. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual produk dan cara menentukan harga produk tersebut antara lain:

    a. Konsumen, pemilik harus memenentukan harga jual sesuai dengan daya beli konsumen.
    b. Biaya, pemilik harus menghitung semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut jangan sampai menjual produk terlalu murah sehingga tidak mampu menutup semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut.
    c. Kompetitor, pemilik perlu mengetahui harga pasar untuk produk sejenis yang ditawarkan oleh competitor. Jika produk yang dihasilkan baik maka tidak ada salahnya mematok harga lebih tinggi daripada kompetitor.
    d. Keuntungan Usaha, harga jual produk bias dikatakan pantas apabila dapat memberikan laba sesuai dengan yang diharapkan.

    4. Ada 2 cara. Yang pertama yaitu memanfaatkan modal tersebut semaksimal mungkin, yaitu dengan mendirikan usahanya mulai dari usaha kecil. Yang kedua mencari modal pinjaman, jika sudah mendapatkan modal yang cukup, lalu jalankan usahanya sesuai perencanaan yang sudah dibuat.

    5. Menurut saya pada tahun 2020 tren seputar fashion akan meningkat di Indonesia. Jika pelaku UMKM tersebut memiliki ketertarikan dan pengetahuan baik dalam dunia fashion, maka usaha ini dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan bersama usaha sebelumnya. Namun sebelum memulai usaha ini, pemilik usaha harus mempertimbangkan berbagai hal antara lain modal usaha dan menentukan apakah usaha ini memiliki pabrik konveksi sendiri atau distribusi dari konveksi luar. Jika pemilik memutuskan untuk memiliki usaha yang berdiri sendiri dengan memiliki usaha koveksi sendiri maka pemilik juga harus memperhatikan biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan perusahaan serta biaya lain sebagai pendukung berdirinya usaha tersebut. Selain itu pemilik UMKM juga harus memperhatikan pasar serta target pasar yang dituju agar pejualan produk dapat tepat sasaran.

  15. 1. Menerima dengan strategi mencari UMKM sejenis lain dan melakukan kemitraan dengan mereka dibawah bendera UMKM pengusul pertama. Strategi ini jamak dilakukan oleh pelaku usaha riil. Syaratnya adalah adanya SPK (Surat Perintah Kerja) dari pembeli. Di SPK akan jelas terlihat spek dan jumlah barang yang harus disediakan, dan termin pembayaran.
    Cost: akan ada tambahan waktu yang harus diluangkan untuk membuka koneksi dan membangun kerjasama.
    Benefit: uang dan trust (karena berhasil eksekusi program).
    2. Penyebab yang pelaku UMKM yaitu tidak menggunakan catatan akuntansi, dan tidak membuat laporan keuangan secara detail maka terjadilah masalah laba rugi barang dagang tersebut. Namun jika pelaku UMKM sudah melakukan pembukuan namun tetap terjadi tidak mengetahui secara detail pada laba rugi mungkin ada beberapa masalah yang sering dihadapi saat membuatnya. Kesalahan-kesalahan yang ada turut berdampak pada proses pembuatan. Tipsnya adalah, membuat daftar yang berisi kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam proses pembukuan. Dalam prosesnya, bisa ada beberapa kesalahan yang terjadi. Setelah memasukannya, tinggal menyelesaikannya secara perlahan dan hati-hati.
    3. Untuk modal yang terbatas, bisa investasu terlebih dahulu, lalu Survey dan Observasi Tempat yang Berpotensi, Mengikuti Beberapa Acara Pameran dan Festival, Membangun Relasi antar Sesama Pengusaha, Meningkatkan mutu pelayanan, mengikuti perkembangan teknologi dalam bisnis, gunakan media sosial untuk memasarkan produk calon UMKM
    4. Menurut saya, di tahun kedepan usaha yang menjanjikan di masa depan yaitu Bisnis fashion dan aksesoris karena Bisnis ini selalu up to date dan mengikuti perkembangan zaman. Dengan selalu mengikuti perkembangan, maka produk fashion dan aksesoris Anda akan selalu dicari dan diminati pelanggan. Selain itu, bisnis ini tidak hanya melulu soal fashion yang mengikuti tren gaya lifestyle terkini. Tetapi bisa juga bisnis pakaian haji dan umrah, bisnis baju seragam sekolah, hingga bisnis baju pengantin, jilbab, dan lainnya.
    Hal hal yang harus di pertimbangkan adalah bekerja lebih cerdas, jangkau pasar global, memiliki pemikiran yang berbeda dengan yang lainya, inovasi dan kreatifitas. Dan dalam sisi keuangan yaitu membuat catatan keuangan secara detail dan teratur, membuat data secara detail atau sistem pembukuan yang teratur.
    5. faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penetapan harga adalah:
    a. Faktor-faktor Intern
    1. Sasaran Pemasaran
    2. Strategi Marketing-Mix
    3. Biaya
    4. Pertimbangan organisasi
    b. Faktor-faktor Ekstern
    1. Pasar dan Permintaan
    2. Biaya, Harga dan Tawaran Pesaing
    3. Faktor eksternal lainya

    hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan harga yang tepat untuk produk Anda yaitu harga jual proposional, Perhitungkan Marjin Keuntungan, Tidak Perlu Memasukkan Semua Komponen Biaya, Meniru Apa yang Dilakukan Kompetitor, dan memberi diskon atau menambah nilai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *