ANGKRINGAN SEBAGAI MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT WATES

Oleh: Kristo Nuel Prasetyo

UMKM merupakan sebuah pelaku dalam membangun perekonomian di Indonesia. UMKM berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Dikatakan maju jika Gross Domestic Bruto (GDP) Indonesia meningkat, distribusi pendapatan meningkat, dan pendapatan per kapita masyarakat meningkat. Banyak sekali teori – teori yang mengemukakan mengenai pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Seperti tokoh aliran klasik, Adam Smith dalam bukunya yang berjudul “The Wealth of Nation”, berisikan tentang pentingnya sistem ekonomi liberal. Adam Smith mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dengan cara mengelola barang modal. Barang modal merupakan bagian dari faktor – faktor ekonomi yang digunakan untuk membiayai laju geraknya produksi dan distribusi. Demi terciptanya perekonomian yang maju, peranan kaum elit juga harus dilibatkan. Demi terciptanya Trickle Down Effect, kaum elit harus menyalurkan modal atau sumber daya yang ia miliki terhadap UMKM dan sektor informal sehingga Trickle Down Effect tersebut dapat dirasakan dampaknya agar kedepannya bisa mandiri dan berkembang.

Supaya Indonesia bisa berada di puncak lingkaran setan kemiskinan tentu diharapkan sektor UMKM dapat menyerap angkatan kerja – angkatan kerja yang ada di Indonesia. Sehingga, pengangguran dapat diminimalisir juga kemiskinan dapat berkurang. Inovasi dan kreatifitas juga diperlukan. Inovasi dan kreatifitas merupakan sebuah hint yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan untuk meningkatkan dan mengembangkan sebuah perusahaan yang dimilikinya. Di penjuru negeri, UMKM tersebar luas. Mulai dari perkotaan, pedesaan, kampung, hingga pelosok pun UMKM ada dimana – mana. Di Wates, Kulon Progo, Saya mengunjungi sebuah usaha UMKM yang berada di alun – alun.

UMKM tersebut bergerak di bidang kuliner. Alasan membuka jasa dikarenakan kebutuhan masyarakat dalam mencari makanan yang murah dan mudah dan praktis bagi mahasiswa. Elisabeth Sukinem atau nama panggilan Bu Nik merupakan pemilik angkringan tersebut.  Ia menyediakan makanan – makanan antara lain gorengan, bakso goreng, nasi kucing, es teh, STMJ, minuman kemasan, dan lain sebagainya. Angkringan yang telah bertahan selama 12 tahun ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat yang pada siang atau malam hari lapar dan membutuhkan makanan yang murah.

Angkringan ini selalu berjualan dari pagi jam 10 sampai jam 3 pagi, lalui buka lagi jam 10 sampai jam 3 pagi. Ia lakukan itu setiap hari, kecuali hari libur. Pada malam hari biasanya dijaga oleh suaminya. Ia dan suaminya bekerja dikarenakan tidak ada kegiatan, Ia dan Suaminya telah memiliki 2 anak, anak pertama berumur 30 tahun dan sudah bekerja, kemudian yang kedua berumur 14 tahun dan masih duduk di kelas 8 SMP.

Setiap usaha pasti ada tantangannya. Selama 12 tahun, telah mengarungi banyak sekali hambatan – hambatan.

Produksi

  1. Agar makanan yang dijajakinya tidak bosen membuat sang pemilik, Bu Nik dan Suaminya harus memikirkan makanan apa, jajanan apa yang sekiranya murah, mudah didapatkan, mudah diolah, dan tahan lama. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi Bu Nik supaya laris dan laku di beli.
  2. hambatan lain yaitu peralatan dalam menunjang produksi makanan yang disajikan tersebut sedikit sehingga harus bergantian dalam memasak. Sehingga tidak terjadi keefektifan waktu.
  3. Karena dikerjakan oleh 3 orang (Bu Nik, suaminya dan anaknya) terkadang tidak cukup, sehingga memerlukan waktu yang sedikit longgar

Promosi

Sang pemilik hanya mempromosikan angkringan ini hanya dengan berdagang di area alun – alun. Sehingga orang – orang mudah sekali mengetahuinya. Tidak ada promosi melalui iklan ataupun pamflet dan mengandalkan berjualan disekitar alun – alun. Sang penjual sengaja tidak menginginkan melakukan promosi lewat iklan maupun pamflet dikarenakan berjualan di alun – alun sudah cukup mengundang masyarakat yang lagi berlibur dan mencari kuliner. Juga angkringan tersebut buka hingga dini hari, sehingga orang – orang yang lapar bisa mudah mencarinya. Dan semisal harga sembako naik, ia akan mengurangi porsi atau ukuran makanan yang ia dagangkan supaya masyarakat tetap membeli dagangannya.

Keuangan

Setiap hari perekonomian di Indonesia selalui fluktuatif (tidak tetap). Terkadang perekonomian mengalami apresiasi (meningkat) maupun depresiasi (menurun) dan membawa dampak bagi harga – harga sembako di Indonesia. Ada lagi terjadinya inflasi (jumlah uang lebih banyak daripada barang atau jasa yang ada di Indonesia) maupun deflasi (jumlah uang yang lebih kecil daripada jumlah barang atau jasa yang ada di Indonesia). Hal itu juga mempengaruhi angkringan milik Bu Nik dalam kelangsungan hidup angkringannya. Jika harga sembako naik, ia akan mengurangi porsi atau ukuran makanan yang ia dagangkan supaya masyarakat tetap membeli dagangannya.

Karena pendapatannya tidak menentu, terkadang terjadi balik modal maupun tidak, laba ataupun rugi. Jika untung atau balik modal, Bu Nik akan meneruskan berjualan dan jika rugi ataupun tidak balik modal maka Ia akan menggunakan uang tabungannya untuk menutupi kerugiannya maupun uang yang diberikan oleh anaknya. Jika tidak memungkinkan maka Bu Nik tidak berjualan hingga sampai dapat pinjaman dari orang lain.

Dari ketiga permasalahan tersebut, dapat diambil solusi – solusinya.

Solusi Untuk Permasalahan Produksi

  1. Lebih efisien dalam memasak dan mengolah barang dagangan sehingga tidak buang – buang gas, listrik, dan sebagainya
  2. Gunakan bahan bakar kayu atau arang supaya dapat menekan biaya produksi
  3. Alokasikan biaya produksi dengan sebaik – baiknya supaya tidak boros dan bisa efisien

Solusi Untuk Permasalahan Pemasaran

  1. Supaya pembeli tertarik diperlukan fasilitas tambahan seperti dikasih speaker, Wi – Fi, dan sebagainya supaya orang – orang yang lewat tertarik
  2. Memasang promo – promo seperti beli dua gratis satu atau sebagainya yang memungkinkan orang, khususnya mahasiswa ingin membeli makanan murah sekaligus puas
  3. Melakukan promosi melalui media social seperti Instagram, facebook, twitter, dan sebagainya supaya nama angkringan Bu Nik dapat diketahui oleh semua orang
  4. Membuat inovasi makanan yang unik agar menarik pengunjung maupun youtuber supaya dapat menarik pembeli

Solusi Untuk Permasalahan Keuangan

  1. Alokasikan keuangan seminimal mungkin dan efisien
  2. Hindari meminjam uang yang memiliki bunga yang tinggi
  3. Bergabunglah pada koperasi – koperasi supaya terjamin akan kelangsungan hidup angkringan dan finansial
  4. Melakukan kegiatan usaha diluar angkringan supaya mendapatkan penghasilannya dapat dipakai untuk operasional angkringan

Demikian solusi – solusi yang dapat digunakan dalam meningkatkan kesejahteraan pemilik UMKM. Alangkah baiknya pemerintah juga turun tangan dalam membantu para UMKM yang ada di Indonesia supaya terjamin kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dan terciptanya masyarakat mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *